dr. Christian
admin
Health
1 bulan yang lalu

Saat berbicara tentang risiko stroke, sering kali muncul bahwa urutan penyebab yang teratas disebutkan adalah Hipertensi (tekanan darah tinggi), Dislipidemia (kolesterol tinggi), dan Diabetes melitus tipe 2. Memang, faktor-faktor ini sangat penting dan berpengaruh. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada faktor risiko lain yang sering terlupakan yang bisa memberikan peranan besar termasuk pada orang yang belum memiliki riwayat hipertensi atau kolesterol tinggi. Artikel ini akan membahas beberapa pemicu stroke yang sering terlewatkan dan apa yang bisa kita lakukan.

Faktor Risiko yang sering Diabaikan
-Migrain
Migrain, khususnya jenis yang disertai aura, yaitu gejala sistem saraf yang biasanya muncul sebelum migrain (mata seperti melihat kilatan cahaya, bintik buta, kesemutan pada wajah atau tangan, dan kesulitan bicara), ternyata memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko stroke, terutama pada usia 35- 45 tahun. Hal ini Dikarenakan adanya perubahan aliran darah otak pada migrain, peningkatan trombosis (pembekuan darah) pada kondisi tertentu, dan interaksi dengan faktor hormonal terutama pada wanita.
-Gangguan Pembekuan Darah, penyakit Ginjal, penyakit Autoimun
Selain migrain, faktor lain yang muncul dan dapat menjadi salah satu faktor risiko penyebab adalah:
a. Gangguan pembekuan darah (thrombophilia) atau riwayat trombosis.
b. Penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease).
c. Penyakit autoimun atau vaskulitis (radang pembuluh darah).
Kondisi-kondisi tersebut dapat merusak pembuluh darah, merangsang proses trombosis atau gangguan aliran darah ke otak, sehingga meningkatkan risiko stroke bahkan bila faktor klasik seperti hipertensi belum ada atau belum terdiagnosis.

-Faktor khusus Wanita
Risiko stroke juga memiliki aspek yang lebih spesifik untuk wanita. Beberapa Wanita dengan kondisi kehamilan seperti preeklamsia, gestasional diabetes, atau penggunaan kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke.
Banyak orang (terutama yang masih muda) menganggap bahwa jika mereka tidak memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi atau diabetes, maka risiko stroke mereka cukup rendah. Ternyata hal ini kurang tepat. Dengan mengenali beberapa faktor risiko di atas tadi, kita bisa melakukan pencegahan yang lebih komprehensif dan tidak terlambat.
Langkah - Langkah Pencegahan yang Disarankan
1. Evaluasi diri dan konsultasi dokter: Bila Anda sering dan berkali-kali mengalami migrain, riwayat trombosis, ginjal bermasalah, penyakit autoimun, atau komplikasi selama kehamilan maka disarankan agar lebih waspada dan konsultasi ke dokter.
2. Gaya hidup sehat: Dengan menjaga tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan berat badan agar tetap stabil, serta melakukan aktivitas fisik, anda telah melakukan hal yang sangat penting untuk mencegah risiko stroke.
3. Perhatian khusus bila usia muda: Bila usia Anda < 50 tahun dan memiliki faktor risiko yang disebutkan diatas, jangan tunggu munculnya hipertensi / kolesterol dahulu, tetapi harus lebih waspada sejak dini dan menjaga pola hidup sehat.

4. Wanita & hormon: Bila Anda wanita dan memiliki migrain dengan aura, atau ada pengaruh hormonal (kontrasepsi/terapi hormon), beritahu dokter anda tentang riwayat tersebut agar risiko yang ada bisa dievaluasi.
Dengan meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko diatas, kita memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mencegah stroke sebelum terjadi. Silahkan download aplikasi Konsuldong, dan konsultasi dengan dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi:
-https://www.stroke.org/en/about-stroke/stroke-risk-factors/uncommon-causes-of-stroke/
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
