dr. Christian
admin
Health
4 jam yang lalu

Kalau melihat jerawat matang di wajah, rasanya memang sulit menahan diri untuk tidak dipencet. Banyak orang mengira kalau memencet jerawat hanyalah kebiasaan sepele agar jerawat cepat kempes. Padahal, tindakan ini justru bisa memperparah peradangan, meninggalkan bekas bopeng permanen, hingga dalam kasus tertentu menyebabkan infeksi berat yang berbahaya. Mari kita bahas lebih lanjut!

Saat jerawat dipencet, tekanan dari jari dapat mendorong bakteri, minyak, dan kotoran masuk lebih dalam ke lapisan kulit. Akibatnya, peradangan menjadi semakin berat dan proses penyembuhan menjadi lebih lama.
Selain itu, memencet jerawat juga dapat menyebabkan:
a. Bekas hitam pada kulit
b. Luka dan bopeng permanen
c. Infeksi kulit
d. Jerawat makin banyak dan meradang
e. Nyeri dan pembengkakan lebih berat
Apalagi jika tangan atau alat yang digunakan tidak steril, risiko infeksi menjadi lebih tinggi.
Tahukah Anda? Area wajah dari pangkal hidung hingga sudut bibir dikenal sebagai “danger triangle”. Area ini memiliki hubungan pembuluh darah dengan struktur di sekitar otak.

Walaupun jarang terjadi, infeksi berat akibat jerawat atau luka di area ini dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi serius seperti cavernous sinus thrombosis, yaitu penggumpalan darah akibat infeksi. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala seperti:
-Demam tinggi
-Bengkak di sekitar mata
-Nyeri hebat pada wajah
-Mata sulit digerakkan
-Gangguan penglihatan
Karena itu, jerawat terutama di area hidung dan sekitar bibir sebaiknya tidak dipencet sembarangan.
Daripada memencet jerawat, lakukan perawatan yang lebih aman seperti:
1. Cuci wajah dengan sabun yang lembut dua kali sehari
2. Hindari menyentuh wajah terlalu sering
3. Gunakan obat jerawat sesuai kondisi kulit
4. Gunakan sunscreen setiap pagi
5. Hindari memencet jerawat dengan tangan atau kuku
6. Konsultasi ke dokter jika jerawat besar, bernanah, atau sering kambuh
Beberapa bahan aktif yang sering digunakan untuk membantu mengatasi jerawat antara lain benzoyl peroxide, salicylic acid, dan retinoid.

Jerawat memang umum terjadi, tetapi penanganan yang salah bisa menyebabkan masalah kulit dalam jangka panjang. Bekas bopeng dan hiperpigmentasi akibat jerawat sering kali membutuhkan waktu lama dan biaya lebih besar untuk diperbaiki.
Jika jerawat mulai mengganggu, meradang, atau meninggalkan bekas, jangan asal mencoba sendiri tanpa penanganan yang tepat.
Punya masalah jerawat, kulit sensitif, atau bekas jerawat yang sulit hilang? Konsultasikan langsung dengan dokter melalui aplikasi Konsuldong untuk mendapatkan edukasi dan terapi yang lebih aman tanpa harus keluar rumah. Unduh Konsuldong sekarang!
1. Plewa, M. C., Tadi, P., & Gupta, M. (2025). Cavernous sinus thrombosis. StatPearls Publishing.
2. Barranco-Trabi, J., et al. (2022). Unique presentation of septic cavernous sinus thrombosis related to facial infection: A case report. Cureus, 14(4).
3. Wiraputranto, M. C., et al. (2023). Acne vulgaris medicament management in Indonesia and current treatment guidelines review. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 11(F), 154–162.
Health
4 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health, News
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
