dr. Christian
admin
Health
1 minggu yang lalu

Bagi sebagian pasangan, kehamilan adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu. Namun, ada kalanya setelah dinyatakan positif hamil, dokter menyampaikan bahwa “kehamilan ini belum berkembang dengan baik.” Situasi ini tentu bisa membuat bingung dan sedih bagi sebagian pasangan yang sudah sangat menunggu-nunggu kehadiran seorang buah hati. Banyak pertanyaan yang akan muncul, seperti : “Kenapa hal ini bisa terjadi? Apa ini salah saya? Apakah saya masih bisa hamil lagi?”
Melalui artikel ini, kita akan coba menjelaskan apa itu blighted ovum (kehamilan anembrionik), bagaimana langkah pemeriksaannya, pilihan terapi, dan apa yang bisa diharapkan setelahnya.

Apa itu blighted ovum (kehamilan kosong) ?
Blighted ovum yang sering disebut juga anembryonic pregnancy atau kehamilan anembrionik, terjadi ketika kantong kehamilan (gestational sac) terbentuk di dalam rahim tapi embrio (janin) tidak berkembang atau sudah berhenti berkembang dan terkadang sudah diserap oleh tubuh. Hormon kehamilan sering tetap naik sehingga tes kehamilan tetap menunjukkan hasil positif sampai pemeriksaan USG menunjukkan tidak ada janin.
Mengapa hal ini bisa terjadi ?
Penyebab pasti sering tidak diketahui, tetapi penyebab tersering adalah kelainan kromosom pada embrio hasil pembuahan, yaitu sel yang tidak berkembang normal sejak awal. Faktor lain (misalnya kualitas sel telur atau sperma) dapat berperan dalam terjadinya hal ini.
Gejala yang mungkin muncul
Bagaimana diagnosis ditegakkan?
Diagnosis biasanya ditegakkan lewat pemeriksaan USG. Kriteria yang sering dipakai, diantaranya :

-Jika tampak kantong kehamilan dengan mean sac diameter (MSD) ≥ 25 mm tanpa embrio, diklasifikasikan sebagai anembryonic pregnancy.
-Atau jika tidak ditemukan embrio pada pemeriksaan tindak lanjut : misalnya ≥11 hari setelah terlihat adanya kantong dengan yolk sac tapi tanpa embrio, atau ≥14 hari setelah pemeriksaan yang hanya menunjukkan kantong tanpa embrio/yolk sac. Dokter akan menggabungkan hasil USG dengan riwayat kehamilan dan kadar hormon (hCG) bila perlu.
Pilihan Terapi (Penatalaksanaan)
Terdapat tiga pendekatan utama dalam terapi (Pilihan tergantung pada kondisi klinis, usia kehamilan, keinginan pasien, dan saran dokter) :
1. Observasi (expectant management), yaitu : menunggu secara alami sampai jaringan kehamilan keluar dengan sendirinya. Cocok bila kondisi pasien stabil dan setuju menunggu. Bisa memakan waktu beberapa minggu.
2. Terapi medis dengan obat-obatan (misalnya : misoprostol yang sesuai protokol) untuk membantu mengeluarkan jaringan kehamilan. Cocok bila pasien ingin menghindari operasi dan kondisi memenuhi syarat. Hal ini memerlukan pengawasan dan kontrol lanjutan.
3. Prosedur operasi (D&C/dilatation and curettage), yaitu dilakukan tindakan kuretase bila diperlukan (misalnya pada kondisi perdarahan berat, infeksi, atau pasien memilih tindakan cepat). Prosedur ini membersihkan rahim secara tuntas dan sering memberi penyelesaian lebih cepat secara fisik.
Setelah dilakukan penanganan, biasanya dilakukan kontrol (USG atau pemeriksaan kadar hCG) untuk memastikan rahim bersih dan tidak ada sisa jaringan yang akan menimbulkan komplikasi.
Komplikasi yang perlu diwaspadai
Komplikasi serius jarang terjadi jika dilakukan penanganan yang sesuai.
Pada kasus dimana terjadi perdarahan berat, infeksi (demam, bau tidak sedap), atau retensi jaringan maka akan memerlukan tindakan tambahan. Jika muncul gejala demam, perdarahan yang banyak, atau nyeri hebat, segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dampak pada kesuburan dan kehamilan berikutnya
Berita baiknya adalah sebagian besar wanita yang mengalami blighted ovum dapat hamil dan memiliki kehamilan sehat di kemudian hari. Blighted ovum umumnya merupakan kejadian acak karena kelainan kromosom pada embrio, bukan gangguan reproduksi permanen.
Bila terjadi keguguran berulang (misalnya ≥ 2–3 kali), dokter mungkin menyarankan evaluasi lebih lanjut (seperti melakukan tes genetik, pemeriksaan rahim, atau pemeriksaan hormonal).

Dukungan emosional (hal yang penting tapi kadang terlupakan)
Kehilangan kehamilan di trimester pertama tetap bisa menimbulkan duka, rasa kecewa, atau merasa bersalah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu pasangan yang mengalami hal tersebut adalah : berbicara pada pasangan/keluarga, atau meminta rujukan ke psikolog jika merasa sulit untuk kembali pulih. Hal utama yang bisa dilakukan adalah berusaha untuk tenangkan diri, karena kehilangan ini sering di luar kendali dan bukan kesalahan dari sang ibu.
Kapan harus ke dokter ?
Segera ke layanan kesehatan bila terjadi perdarahan yang banyak (mengganti pembalut tiap jam), demam >38°C, nyeri perut berat, atau keluarnya jaringan yang mencurigakan. Juga konsultasikan ke dokter bila khawatir mengenai hasil USG yang muncul atau ingin diskusi lebih lanjut tentang pilihan tindak lanjut.
Blighted ovum adalah penyebab umum keguguran di trimester pertama dan sering bersifat acak, bukan suatu tanda kegagalan permanen pada tubuh atau kesalahan pribadi. Ada beberapa pilihan penanganan yang aman dan dukungan emosional adalah hal yang sangat penting. Jika Anda menemukan hasil seperti ini, bicarakan semua opsi dengan tenaga medis, minta penjelasan dengan tenang, dan jangan ragu meminta dukungan psikologis bila diperlukan. Semoga informasi singkat ini membantu memahami kondisi dan langkah-langkah yang bisa diambil.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi :
3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499938/?
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
