dr. Christian
admin
Health
4 minggu yang lalu

Banyak orang menganggap kalau tubuh yang kurus maka otomatis sehat, termasuk profil kolesterolnya yang normal. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu. Ada orang dengan berat badan “normal” atau bahkan kurus yang memiliki kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) tinggi, dan itu berisiko meningkatkan insiden penyakit jantung. Artikel ini akan menjelaskan penyebabnya, bagaimana cara mendiagnosis, dan langkah praktis yang bisa diambil.
1. Perbedaan antara BMI dan distribusi lemak
Indeks massa tubuh (BMI) hanya mengukur berat badan seseorang terhadap tinggi badan, bukan spesifik terkait di mana lemak disimpan. Seseorang dengan BMI normal bisa saja memiliki penumpukan lemak viseral (di sekitar organ dalam), kondisi yang disebut normal-weight abdominal obesity, dan ini berkaitan kuat dengan gangguan metabolik termasuk kadar kolesterol tinggi. Karena itu, ukuran lingkar pinggang sering lebih informatif daripada berat badan saja.
Tanda praktis: Ukur lingkar pinggang, jika pada perempuan ≥80 cm dan laki-laki ≥94 cm maka perlu waspada (angka bisa bervariasi menurut populasi).
2. Faktor genetik: Familial hypercholesterolemia (FH)
Beberapa orang kurus punya kadar kolesterol yang tinggi karena faktor genetika, kondisi yang disebut familial hypercholesterolemia. Pada FH, tubuh tidak mengeluarkan LDL secara efektif akibat kelainan genetik, sehingga kadar LDL tetap tinggi dalam tubuh sejak usia muda. Kelompok ini berisiko mengalami serangan jantung dini dan sering membutuhkan pengobatan jangka panjang, bukan hanya sekedar perubahan gaya hidup. Jika ada riwayat keluarga (serangan jantung dini, kolesterol sangat tinggi), pertimbangkan pemeriksaan genetik atau rujukan ke spesialis.
3. Pola makan yang “kurang sehat” meski berat badan normal
Menjadi kurus tidak otomatis berarti pola makan sudah sehat. Konsumsi tinggi lemak jenuh, lemak trans, makanan cepat saji, atau sering ngemil makanan olahan tetap bisa menaikkan LDL. Begitu pula konsumsi gula berlebih dan karbohidrat olahan dapat menaikkan trigliserida yang berkontribusi pada profil lipid yang buruk. Perhatikan kualitas makanan, bukan hanya jumlah kalori.

4. Kondisi medis lain yang memengaruhi kolesterol
Beberapa penyakit atau kondisi dapat menaikkan kolesterol walau tubuh tetap kurus, misalnya:
5. Gaya hidup: alkohol, aktivitas fisik, dan stress

6. Bagaimana mendiagnosis: pemeriksaan yang perlu dilakukan
Langkah-langkah ini membantu menentukan apakah kolesterol tinggi disebabkan faktor genetik, penyakit sekunder, atau gaya hidup.
7. Pengobatan dan langkah pencegahan
Kurus belum tentu bebas risiko, kolesterol tinggi pada orang kurus bisa disebabkan oleh genetika, distribusi lemak viseral, pola makan kurang sehat, gangguan tiroid, atau faktor gaya hidup. Untuk memastikan penyebab dan memilih terapi yang tepat, diperlukan evaluasi lengkap: panel lipid, ukuran lingkar pinggang, pemeriksaan tiroid, dan penilaian risiko kardiovaskular. Jika Anda menemukan kolesterol tinggi pada diri sendiri, konsultasikan ke tenaga kesehatan agar mendapat pemeriksaan dan rencana pengobatan yang sesuai.
Konsuldong, Layanan Kesehatan Online Tepercaya
Kini konsultasi kesehatan bisa lebih cepat, mudah, dan aman. Akses dokter kapan saja, diskusikan keluhan, dapatkan edukasi, saran pengobatan, hingga resep, semua dalam satu aplikasi.
Fitur unggulan:
Cegah komplikasi, tangani keluhan sejak awal.
Konsuldong - Cara modern menjaga kesehatan keluarga.
Referensi:
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
