dr. Christian
admin
Health
2 minggu yang lalu

Broken Heart Syndrome pertama kali diungkapkan pada tahun 1990 di Jepang dengan nama Kardiomiopati Takotsubo, yang merupakan suatu kondisi dimana ruang pompa utama jantung yaitu ventrikel kiri, melemah. Dinamai "Takotsubo," merujuk pada pot keramik yang digunakan untuk menjebak gurita, dimana bilik kiri jantung (ventrikel kiri) akan membengkak dan berubah bentuk, sehingga terlihat mirip dengan pot penangkap gurita tersebut.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat stres emosional atau fisik yang parah, seperti sakit mendadak, kehilangan orang yang dicintai, kecelakaan serius, atau bencana alam seperti gempa bumi. Itulah mengapa kondisi ini juga disebut kardiomiopati akibat stres, atau sindrom patah hati (broken-heart syndrome). Tetapi ditemui juga dalam sebagian kecil kasus, bahwa ada kondisi-kondisi menyenangkan yang sangat berlebihan juga bisa menjadi pemicu kardiomiopati ini. Kondisi ini jelas menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara pikiran (stres dan emosional) serta kesehatan fisik khususnya fungsi jantung.
Kabar baiknya, kondisi ini biasanya hanya berlangsung sementara. Otot jantung umumnya akan pulih sepenuhnya dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tidak seperti kondisi serangan jantung di mana kerusakannya bersifat permanen.

Apa yang Memicu Kondisi ini Muncul?
Seiring berjalannya waktu, catatan medis menunjukkan bahwa pemicu fisik (penyebab bukan emosional) untuk sindrom takotsubo semakin sering terjadi, naik dari 39% menjadi 58% dari keseluruhan total kasus.
●Kesedihan atau kehilangan
●Kemarahan atau frustrasi, putus asa, kecewa
●Konflik interpersonal (perselisihan dengan orang lain)
Bagaimana Jantung Bereaksi ?
Semua pemicu di atas—baik fisik, emosional, negatif, maupun positif—mengaktifkan respons fight-or-flight tubuh kita, sehingga terjadi:
●Banjir Adrenalin: Respons ini menyebabkan luapan besar hormon stres, seperti adrenalin.
●Lonjakan hormon ini secara tiba-tiba melumpuhkan pembuluh mikroskopis jantung, membatasi aliran darah ke sebagian area jantung dan melumpuhkan sebagian otot jantung, sehingga menghambat kemampuannya untuk memompa darah secara normal.
●Serangan ini dapat mengubah bentuk ventrikel kiri (ruang pompa utama jantung) untuk sementara waktu menjadi
-Bentuk Pot Gurita atau Takotsubo
-Bentuk Guci Yunani Kuno (Amphora), dimana yang membengkak adalah bagian tengah ventrikel. Bentuk yang kurang umum ini juga meningkat dari 18% menjadi 28%
Gejala sangat mirip dengan serangan jantung klasik, sehingga memerlukan perhatian medis segera. Gejala yang paling umum terjadi meliputi:

Pengobatan
Pengobatan untuk kardiomiopati ini berfokus pada stabilisasi fungsi jantung, bukan membersihkan penyumbatan (karena tidak ada penyumbatan).
Dokter biasanya akan meresepkan dan menganjurkan untuk:
Sindrom Takotsubo membuktikan secara ilmiah bahwa tidak ada pemisah antara kesehatan mental dan fisik. Justru sebaliknya, hati dan pikiran Anda terjalin erat. Pemicunya tidak hanya datang dari kesedihan mendalam, tetapi juga dari kebahagiaan yang meluap-luap, menunjukkan bahwa jantung kita rentan terhadap badai hormon stres yang ekstrem. Mengenali gejala nyeri dada atau sesak napas sebagai potensi kondisi serius, seperti TTC atau serangan jantung, adalah langkah pertama menuju keselamatan.
Jangan pernah menerka-nerka kondisi kesehatan Anda. Untuk mendapatkan informasi medis yang akurat, terverifikasi, dan saran penanganan stres yang tepat dari para profesional, pastikan Anda menggunakan sumber terpercaya.
Jaga kesehatan jantung dan mental Anda, Download aplikasi Konsuldong sekarang dan konsultasikan pengelolaan stres, kekhawatiran, atau gejala kesehatan mendadak dengan dokter ahli di ujung jari Anda. Konsuldong: Tanyakan pada Ahlinya, Jangan Cemas Sendiri!
Sumber:
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
