dr. Christian
admin
Health
4 minggu yang lalu

Sarkopenia sering dikenal sebagai kondisi penurunan massa dan kekuatan otot pada usia lanjut. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penurunan kualitas otot sebenarnya dapat dimulai lebih awal, bahkan pada usia 20–30 tahun, terutama bila seseorang memiliki gaya hidup yang kurang aktif. Walau sarkopenia paling umum pada lansia, tanda-tandanya dapat muncul lebih cepat pada orang dewasa muda. Yuk Simak artikel ini.
Apa Itu Sarkopenia?
Sarkopenia didefinisikan oleh European Working Group on Sarcopenia in Older People sebagai penurunan massa otot, kekuatan otot, dan fungsi fisik. Kondisi ini berdampak pada kekuatan tubuh, metabolisme, postur dan keseimbangan serta risiko cedera hingga penyakit metabolik.
Biasanya terjadi setelah usia 50 tahun, namun tren masa kini menunjukkan bahwa tanda awal penurunan massa otot bisa mulai muncul sekitar usia 30 tahun.

Mengapa Dewasa Muda Bisa Mengalami Sarkopenia Lebih Cepat?
-Gaya Hidup Sedentari
Pola hidup dengan aktivitas fisik yang sangat rendah dan banyak menghabiskan waktu dalam keadaan duduk atau berbaring atau tidak aktif bergerak adalah faktor terbesar terjadinya penurunan massa otot sejak dini. Banyak pekerjaan saat ini menuntut aktivitas duduk 6–10 jam per hari.
-Asupan Protein yang Tidak Memadai
Asupan protein harian yang kurang dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam memperbaiki dan membangun massa otot.
-Kurang Latihan Resistensi
Rekomendasi dari American College of Sports Medicine menunjukkan bahwa latihan kekuatan minimal 2–3 kali per minggu sangat penting untuk menjaga massa otot. Banyak dewasa muda hanya berfokus pada olahraga kardio atau bahkan tidak berolahraga sama sekali.
-Stres dan Kurang Tidur
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle (JCSM) menunjukkan bahwa kondisi stres kronis dan tidur dengan waktu pendek dapat meningkatkan proses peradangan dan menurunkan kadar hormon anabolik (hormon yang berperan dalam proses sintesis protein dan pertumbuhan jaringan otot), serta mempercepat hilangnya massa otot.

-Penurunan Aktivitas Fisik di Usia 25–30 Tahun
WHO menyebutkan bahwa aktivitas fisik umumnya menurun seiring bertambahnya usia, bahkan pada kelompok usia dewasa muda yang baru memulai karir atau memiliki pekerjaan yang intensif.
Tanda-Tanda Awal Sarkopenia pada Dewasa Muda
Berikut tanda-tandanya Sarkopenia yang dapat dikenali :
Jika tanda-tanda diatas mulai muncul, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan pengukuran kekuatan dan analisis komposisi tubuh.
Bagaimana Cara Mencegah Sarkopenia Dini?
-Latihan Resistensi
Melakukan latihan beban atau resistance training 2–3 kali per minggu adalah intervensi yang paling efektif. Fokuskan pada:
·Squat
·Deadlift
·Push-up
·Pull-up
·Latihan beban progresif
-Asupan Protein yang Cukup
WHO menyarankan kebutuhan protein minimal 0,8 g/kg berat badan, namun banyak literatur olahraga merekomendasikan 1,0–1,2 g/kg untuk dewasa aktif agar massa otot tetap stabil.
-Aktivitas Fisik Harian
Dengan melakukan olahraga selama 150 - 300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu ditambah latihan kekuatan dua kali seminggu.
-Tidur yang Cukup
Kualitas tidur memengaruhi hormon pertumbuhan dan perbaikan otot, sehingga usahakan tidur yang cukup selama 7 - 9 jam per malam.
-Kelola Stres
Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol, yang mempercepat proses degradasi otot. Kelola stress dengan melakukan meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dapat membantu.

Pola makan, aktivitas fisik, stres, dan tidur memainkan peran penting dalam penurunan massa otot. Sebagian besar perubahan ini dapat dicegah dan diatasi dengan pola hidup sehat. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasi secara online dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu anda.
Referensi :
-World Health Organization (WHO) – Pedoman Aktivitas Fisik Global.
-European Working Group on Sarcopenia in Older People (EWGSOP2) – Consensus on sarcopenia definition and diagnosis.
-American College of Sports Medicine (ACSM) – Exercise guidelines for maintaining muscle mass.
-Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle (JCSM) – Penelitian terkait patofisiologi, pencegahan, dan penatalaksanaan sarkopenia.
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
