dr. Christian
admin
Health
1 bulan yang lalu

Plantar fasciitis adalah kondisi yang sangat umum dialami oleh orang dewasa, dimana jaringan ikat bawah kaki (fasia plantar) mengalami beban berlebih atau stres berulang hingga dapat muncul microtrauma, degenerasi, atau peradangan yang akhirnya menimbulkan rasa nyeri terutama di tumit atau lengkung kaki. Artikel ini akan membahas faktor risiko atau penyebab utama kondisi ini serta bagaimana cara pencegahannya dengan praktik sehari-hari.
Berikut ini beberapa faktor risiko Plantar Fasciitis :
1. Alas kaki yang Tidak Mendukung (poor footwear)
Salah satu penyebab yang paling sering adalah penggunaan alas kaki atau sepatu tanpa dukungan lengkung (arch support) yang memadai. Selain itu,
Bantalan sol yang tipis atau penggunaan sepatu yang telah usang bisa memperburuk beban pada fascia plantaris.
Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita plantar fasciitis memakai sepatu yang inappropriate (misalnya tumit rendah, sol keras, tanpa arch support) saat dan sebelum hari-hari awal munculnya gejala nyeri.
Cara Mencegahnya:
-Pilihlah alas kaki atau sepatu dengan arch support, bantalan tumit yang memadai, dan sol yang cukup kuat namun fleksibel.
-Ganti sepatu yang sol nya sudah menipis atau bentuknya sudah berubah karena bisa meningkatkan beban pada fascia plantaris.
-Hindari sering memakai sandal yang tipis dan flat shoes jika banyak berdiri lama atau berjalan.
2. Struktur Kaki dan Mekanika Langkah yang Tidak Ideal
Bentuk kaki dan cara kita berjalan bisa mempengaruhi beban yang diterima fascia plantaris. Orang dengan kaki yang datar (flat feet) ataupun lengkung yang terlalu tinggi (high arches) punya distribusi tekanan kaki yang berbeda, sehingga fascia plantaris bisa mengalami beban lebih besar. Jika ada keterbatasan gerak di pergelangan kaki (termasuk kelenturan otot betis / Achilles tendon) menyebabkan kaki “memaksa” fascia plantaris bekerja lebih keras.
Cara Mencegahnya:
-Jika memungkinkan, konsultasikan dengan ahli ortotik atau fisioterapis untuk evaluasi kaki (pronasi/ supinasi) atau untuk mengetahui apakah masuk kategori deformitas pada kaki (Valgus dan Varus) serta rekomendasi insole jika diperlukan.
-Lakukan peregangan pada otot betis dan Achilles secara rutin untuk menjaga kelenturan dan mengurangi ketegangan yang diteruskan ke fascia plantaris.
3. Berat Badan Berlebih dan Beban Kaki yang Terus-Menerus
Fascia plantaris menahan beban tubuh setiap kali berdiri atau berjalan. Beban yang meningkat atau posisi berdiri yang terlalu lama dapat mempercepat kelelahan jaringan. Penelitian di Indonesia menyebutkan bahwa orang dengan BMI > 27 kg/m² / Obesitas adalah faktor dominan yang mempengaruhi kejadian plantar fasciitis.
Cara Mencegahnya:
-Menjaga berat badan ideal akan mengurangi beban yang diteruskan ke fascia plantaris.
-Jika pekerjaan mengharuskan berdiri lama, cobalah menggunakan alas kaki yang sangat mendukung, serta lakukan istirahat sejenak atau duduk jika memungkinkan.
-Lakukan aktivitas fisik secara teratur (yang tidak terlalu membebani tumit) seperti berenang atau bersepeda untuk menjaga kesehatan tubuh dan kaki.
4. Aktivitas Mendadak atau Beban Repetitif pada Kaki
Memulai aktivitas fisik baru secara tiba-tiba, atau melakukan banyak aktivitas berdiri atau jalan di permukaan yang keras, dapat memicu stres berulang pada fascia plantaris. Bila aktivitas fisik (misalnya lari, melompat) meningkat secara drastis tanpa adanya persiapan, risiko akan bertambah.

Cara Mencegahnya:
-Jika ingin mulai berlari atau jalan jauh, naikkan intensitasnya secara bertahap. Misalnya tidak langsung dari 0 ke 10 km. Mulailah dari jarak yang pendek dan naik perlahan.
-Pilih permukaan yang tidak terlalu keras (hindari beton atau aspal yang sangat keras jika dilakukan secara terus-menerus).
-Setelah aktivitas berat, beri cukup waktu istirahat bagi kaki dan lakukan peregangan.
5. Usia, Waktu Berdiri Panjang dan Kondisi Tersembunyi
Seiring bertambahnya usia, jaringan fasia menjadi kurang elastis, kondisi ini paling umum muncul pada usia antara 40-60 tahun. Selain itu, pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama dan faktor lain seperti fleksibilitas kaki yang menurun juga berkontribusi. Berdiri atau berjalan lama di permukaan keras tanpa istirahat juga disebut sebagai faktor risiko yang signifikan.
Cara Mencegahnya:
-Jika usia semakin bertambah, semakin penting memperhatikan pemilihan sepatu yang mendukung dan menjaga fleksibilitas kaki.
-Gunakan matras empuk atau alas kaki khusus jika pekerjaan mengharuskan berdiri lama.
-Sisipkan waktu istirahat, jalan ringan atau peregangan setiap satu jam atau dua jam saat aktivitas berdiri panjang.

Jika Anda sudah mulai merasakan nyeri di tumit atau di lengkung bawah kaki, sebaiknya mulai dahulu dengan perubahan kecil seperti di atas. Bila nyeri menetap lebih dari beberapa minggu, konsultasilah ke dokter. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasi dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431073/
https://atlanticendomd.com/how-to-prevent-plantar-fasciitis/
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
