dr. Christian
admin
Health
16 jam yang lalu

Bayangkan ada dua orang sama-sama berusia 40 tahun berdasarkan tanggal lahir. Namun satu-nya tampak energik, segar dan sehat, sementara yang lain sering merasa lelah, gampang sakit, dan terasa “berat”. Itulah gambaran klasik dari perbedaan antara usia kronologis (yang tercatat di KTP) dan usia tubuh yang sering disebut juga Biological age atau “body age”.
Secara sederhana, body age adalah perkiraan seberapa “tua” tubuh kita secara fisiologis atau seluler berdasarkan kondisi jaringan, organ, dan sistem tubuh, bukan sekadar berapa tahun kita sudah hidup. Ingin tahu lebih jelas? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Mengapa Body Age Bisa Berbeda dari Usia Kronologis
-Body age dipengaruhi oleh banyak faktor seperti genetik, gaya hidup (pola makan, aktivitas fisik, tidur, stres), lingkungan, dan kerusakan sel/kromosom seiring berjalannya waktu.
-Berbagai “biomarker” digunakan untuk memperkirakan body age misalnya panjang telomer DNA, pola metilasi DNA (epigenetic clock), tanda peradangan, dan indikator fungsi organ.
-Karena itu, dua orang dengan umur kronologis yang sama bisa memiliki body age berbeda dimana satu bisa “lebih muda” atau “lebih tua” dari umurnya berdasarkan kondisi tubuh.
Apa Dampak Body Age yang Lebih “Tua” bagi Kesehatan
Memiliki body age yang lebih tinggi dari usia kronologis atau “percepatan penuaan biologis” dapat membawa sejumlah risiko kesehatan serius:
-Menurut studi besar, individu dengan selisih usia tinggi (biological age jauh lebih tinggi dari chronological age) memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, penyakit jantung iskemik, gagal jantung, aritmia, stroke, aterosklerosis.
-Di luar penyakit jantung, body age tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes, penyakit paru kronis, gangguan ginjal, serta gangguan sistem peredaran darah dan metabolisme.
-Secara lebih luas, biological age yang tinggi dapat memprediksi kematian dini yakni, usia biologis bisa menjadi indikator yang lebih akurat untuk “harapan hidup sehat” dibandingkan usia kronologis.
-Di sisi lain, jika body age “lebih muda” dari usia kronologis (artinya fungsi dan kondisi tubuh relatif baik), itu pertanda bahwa tubuh lebih “prima”, potensi hidup sehat dan aktif lebih besar.
Dengan kata lain body age memberi gambaran realistis tentang kesehatan dan “umur biologis” tubuh bukan sekadar angka di KTP.

Apa yang Bisa Membuat Body Age “Lebih Muda” dan Sebaliknya?
Penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi seberapa cepat atau lambat tubuh “menua”:
-Faktor negatif: gaya hidup yang tidak sehat misalnya kurang aktivitas fisik, pola makan buruk, kurang tidur, stres kronis, obesitas atau persentase lemak tubuh tinggi dapat mempercepat usia biologis.
-Faktor positif: menjaga kebugaran, memiliki massa otot yang sehat, proporsi lemak tubuh ideal, diet seimbang, tidur cukup, serta kesehatan organ dan sistem tubuh cenderung memperlambat proses penuaan biologis.
Dengan kata lain, Body age bukan sesuatu yang sepenuhnya ditentukan sejak lahir melainkan kita punya kendali besar melalui gaya hidup sehari-hari.
Kenapa Penting Bagi Kita Memahami Body Age
-Karena body age memberi gambaran lebih realistis tentang kondisi kesehatan dan risiko penyakit di masa depan jadi bukan sekadar usia kronologis yang pasif. Ini membantu kita untuk menjadi lebih proaktif terhadap kesehatan.
-Memahami body age mendorong kita untuk mengevaluasi gaya hidup dan membuat perubahan sehat sejak dini sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup, mengurangi risiko penyakit kronis, dan memperpanjang masa hidup sehat (healthspan), bukan sekedar umur panjang.
-Di tengah berbagai pilihan gaya hidup modern yang bisa mempercepat penuaan seperti pola makan buruk, kurang gerak, stres, hingga polusi, body age menjadi semacam “alarm kesehatan” yang menandakan kapan tubuh butuh perhatian ekstra.

Konsultasi Sekarang!
Jadi, body age alias usia biologis adalah cerminan nyata dari seberapa baik tubuh kita bekerja di tingkat sel, jaringan, dan organ. Bukan sekadar angka di KTP. Dengan memperhatikan dan menjaga body age kita lewat gaya hidup sehat, pola makan baik, olahraga, tidur cukup, dan manajemen stres yang baik, kita tidak hanya bisa tua dengan anggun, tetapi hidup lebih sehat dan berkualitas lebih lama.
Kalau Anda ingin pantau body age Anda sendiri, mendapatkan rekomendasi gaya hidup, serta pemantauan kesehatan secara lebih komprehensif, anda bisa coba gunakan aplikasi Konsuldong. Dengan Konsuldong, Anda bisa mendapatkan insight kesehatan personal, prediksi kondisi tubuh, dan panduan gaya hidup sehat yang sesuai dengan usia biologis Anda. Yuk download Konsuldong sekarang!
Referensi
1. Liu, W. S., et al. (2023). Association of biological age with health outcomes and its implications for public health. PMC (National Center for Biotechnology Information).
2. Kang, Y.-G., et al. (2018). Biological age as a health index for mortality and major age-related disease incidence. Clinical and Interventional Aging.
3. Mathur, A., et al. (2024). New insights into methods to measure biological age. Frontiers in Aging.
Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu

Health
6 hari yang lalu
