dr. Christian
admin
Health
2 bulan yang lalu

Bayangkan sedang makan sop hangat setelah hujan pasti terasa nikmat, menenangkan, dan membuat perut hangat. Tapi tunggu dulu, pernahkah Anda mendengar klaim bahwa sering makan atau meneguk makanan/minuman sangat panas bisa menyebabkan kanker? Klaim ini sering beredar dan bikin kekhawatiran terutama soal kanker di daerah kepala-leher seperti nasofaring. Mari kita telusuri faktanya dengan bahasa yang gampang supaya Anda bisa tetap makan enak tanpa panik.
Apa yang sebenarnya diteliti para ilmuwan?
Para peneliti menemukan bukti kuat bahwa minuman atau makanan yang diminum/ditelan pada suhu sangat tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan (esofagus). Organ dan jaringan yang selalu terkena suhu ekstrem dapat mengalami kerusakan berulang, yang dalam jangka panjang mungkin meningkatkan risiko perubahan sel tubuh menjadi sel kanker. Organisasi internasional yang mengkaji bukti ini memasukkan minuman sangat panas sebagai kemungkinan penyebab kanker esofagus.

Lalu bagaimana dengan kanker nasofaring (nasoparing)?
Kanker nasofaring (NPC) berbeda, risikonya lebih kuat terkait dengan infeksi virus Epstein–Barr (EBV), faktor genetik, dan pola makan tertentu terutama konsumsi makanan yang diawetkan seperti ikan asin atau makanan berpengawet lainnya yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko di beberapa wilayah Asia. Bukti bahwa makanan/minuman sangat panas secara langsung menyebabkan NPC saat ini masih lemah atau tidak meyakinkan dibandingkan dengan penelitian yang sudah ada, dimana yang lebih disorot adalah faktor makanan diawetkan, asap, dan infeksi EBV sebagai pemicu utama.
Jadi, apakah kebiasaan makan panas aman?
Untuk kanker esofagus, ada bukti cukup kuat untuk berhati-hati dan menghindari meneguk minuman di atas suhu ~65°C (itu ambang batas yang sering disebut para ahli). berilah waktu makanan/minuman panas agar mendingin sedikit. Untuk kanker nasofaring, karena penyebab utamanya berbeda (EBV, makanan diawetkan, faktor genetik), mendinginkan makanan tidak secara langsung membalikkan risiko NPC, tapi tetap merupakan tindakan sederhana dan masuk akal untuk mengurangi iritasi pada saluran pernapasan atas.
Praktisnya, apa yang bisa Anda lakukan sekarang?
-Tunggu beberapa menit sebelum menelan makanan/minuman yang baru saja panas.
-Perhatikan gejala yang tidak normal di tenggorokan/suara/pendengaran. jika ada keluhan yang menetap, konsultasikan segera ke dokter.
-Kurangi konsumsi makanan diawetkan atau sangat asin (mis. ikan asin yang sering dikaitkan dengan NPC pada beberapa populasi).
-Jaga kebiasaan hidup sehat seperti berhenti merokok, batasi alkohol, makan banyak sayur dan buah, dan jika perlu diskusikan pemeriksaan terkait EBV bila ada riwayat keluarga atau gejala yang mengkhawatirkan.

Konsultasi Sekarang!
Kalau Anda khawatir tentang gejala yang muncul misalnya ada benjolan di leher, perubahan suara, atau nyeri tenggorokan yang tidak kunjung sembuh maka jangan tunda untuk cek gejala Anda lewat aplikasi Konsuldong untuk konsultasi awal dengan dokter yang bisa membantu memberikan saran, pemeriksaan lanjutan, atau rujukan bila perlu. Konsultasi lebih cepat, tenang, dan praktis dapat membantu Anda menentukan langkah pencegahan yang tepat. Unduh Konsuldong sekarang!
Referensi:
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health, News
2 hari yang lalu

Health, News
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
