dr. Christian
admin
News
6 hari yang lalu

Apakah Konsumsi Gula Memperburuk kondisi Arthritis ?
Arthritis merupakan kondisi peradangan pada sendi, sehingga muncul gejala seperti nyeri, pembengkakan, dan kekakuan pada persendian. Pola makan tinggi gula tambahan saat ini semakin banyak dihubungkan dengan kondisi inflamasi kronis, termasuk semua jenis arthritis. Artikel ini akan membahas bagaimana konsumsi gula dapat memicu dan memperparah peradangan pada arthritis.
Apa yang Terjadi Saat Kita Mengonsumsi Gula Berlebih ?
Gula yang menjadi pembahasan utama adalah gula tambahan (added sugars) seperti sukrosa, fruktosa dalam sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS), maupun dari makanan/minuman olahan dengan banyak gula tersembunyi. Kalau gula dari buah utuh berbeda karena buah juga menyertakan serat, vitamin, dan antioksidan sehingga dampaknya berbeda.
Berikut beberapa mekanisme bagaimana gula dapat memicu peradangan:
-Aktivasi sel imun dan jalur sinyal pro-inflamasi
Konsumsi gula tambahan terbukti memicu pelepasan sitokin pro-inflamasi (molekul yang memicu reaksi imun/peradangan). Dengan adanya peradangan ini, kondisi seperti Rheumatoid Arthritis (RA) atau radang sendi lainnya bisa semakin parah.
-Produksi Advanced Glycation End Products (AGEs)
Gula yang berlebihan dapat bergabung dengan protein atau lemak, membentuk senyawa yang disebut AGEs. AGEs ini dapat merusak kolagen dan jaringan ikat sehingga dapat menimbulkan stres oksidatif serta mengaktifkan jalur peradangan. Pada arthritis, AGEs dikaitkan dengan kerusakan jaringan sendi dan mempercepat proses degenerasi sendi.
-Peningkatan berat badan dan beban pada sendi
Gula berlebih menyumbang kalori yang cukup besar dan bila dikonsumsi secara terus-menerus dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Ketika berat badan naik, beban pada sendi (termasuk sendi lutut, pinggul) akan meningkat, yang bisa memperburuk gejala arthritis.
-Gangguan mikrobioma usus dan permeabilitas usus (leaky gut)
Diet tinggi gula dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus, memperlemah dinding usus dan meningkatkan transmisi toksin ke aliran darah, yang pada akhirnya memicu aktivasi inflamasi. Peradangan dari usus dapat ikut memperparah kondisi sistemik termasuk arthritis.
Saran bagi Anda yang merupakan penderita Arthritis
Bagi seseorang yang menderita arthritis, baik Rheumatoid Arthritis (RA), Psoriatic Arthritis (PsA), Osteoarthritis (OA) atau jenis Arthritis lainnya, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-Batasi konsumsi gula tambahan: terutama minuman manis, soda, permen, kue, sirup.
-Baca label nutrisi: cari “added sugar”, “sucrose”, “fructose”, “high-fructose corn syrup” sebagai bahan yang harus diwaspadai.
-Fokus pada makanan utuh: buah-utuh, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan. Karena selain rendah gula tambahan, makanan tersebut juga menyediakan antioksidan dan serat yang mendukung kesehatan sendi dan usus.
-Kelola berat badan: menjaga berat badan ideal penting untuk mengurangi beban pada sendi.
-Gaya hidup sehat: aktivitas fisik / olahraga secara teratur (sesuai kondisi sendi), tidur yang cukup, manajemen stres, dan berhenti merokok akan membantu kesehatan persendian.
-Konsultasi dengan dokter: mengurangi konsumsi gula bukan merupakan pengganti terapi medis untuk arthritis. Sehingga tetap perlu melakukan terapi pengobatan untuk kondisi arthritis nya.
Nyeri sendi makin sering kambuh? Gula dalam makanan sehari-hari bisa jadi pemicunya!
Konsultasikan langsung dengan dokter kami secara online melalui aplikasi Konsuldong. Dapatkan penjelasan ilmiah tentang hubungan antara gula dan arthritis, serta panduan pola makan yang tepat untuk mengurangi peradangan. Yuk unduh konsuldong sekarang!
Referensi:
-https://www.verywellhealth.com/sugar-and-arthritis-5093235
-https://www.healthline.com/nutrition/sugar-and-inflammation
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
