dr. Christian
admin
Health
43 menit yang lalu

Pijat tradisional sudah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat sejak ratusan tahun yang lalu. Banyak orang mengandalkannya untuk mengatasi pegal, masuk angin, hingga stres. Namun, pertanyaannya adalah apakah manfaat pijat ini benar-benar terbukti secara medis, atau hanya sekadar sugesti? Yuk kita bahas lebih lanjut!
Secara medis, pijat termasuk dalam terapi komplementer yang dikenal sebagai massage therapy. Teknik ini bekerja melalui manipulasi jaringan lunak (otot, tendon, ligamen) dengan tujuan meningkatkan sirkulasi, relaksasi otot, dan modulasi sistem saraf.

Beberapa mekanisme yang diduga berperan antara lain adalah berikut:
Sejumlah penelitian dalam 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa pijat memiliki manfaat tertentu, terutama sebagai terapi tambahan. Berikut di antaranya:
1. Mengurangi nyeri (pain relief)
Bukti paling konsisten adalah pada penurunan nyeri, terutama:
Systematic review besar (JAMA Network Open, 2024) menunjukkan bahwa pijat memiliki efek positif terhadap nyeri pada beberapa kondisi, meskipun tingkat kepastian buktinya sebagian besar masih rendah hingga sedang.
2. Relaksasi dan penurunan stres
Pijat terbukti membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan relaksasi melalui efek pada sistem saraf dan hormon stress.
3. Meningkatkan kualitas tidur
Beberapa studi menunjukkan adanya perbaikan kualitas tidur, terutama pada lansia dan pasien dengan gangguan tidur ringan.
4. Membantu pemulihan kondisi tertentu
Penelitian klinis juga menunjukkan manfaat pada:
Sebagai contoh, teknik massage tertentu terbukti menurunkan intensitas nyeri secara signifikan pada kondisi klinis tertentu

Meski terlihat menjanjikan, penting untuk memahami bahwa:
Systematic review terbaru menegaskan bahwa hanya sebagian kecil kondisi yang memiliki bukti dengan tingkat kepastian moderat, dan hampir tidak ada yang mencapai bukti kuat (high certainty).
Secara umum, pijat relatif aman jika dilakukan dengan benar. Namun, perlu hati-hati pada kondisi berikut:
Kesalahan teknik justru dapat memperparah kondisi, terutama pada pijat yang terlalu keras atau tidak sesuai anatomi.
Kesimpulannya, pijat tradisional memiliki manfaat medis, terutama untuk:
Namun, pijat bukan pengganti terapi medis utama, melainkan sebagai pelengkap (complementary therapy). Penggunaannya tetap harus rasional dan mempertimbangkan kondisi klinis pasien.

Pijat tradisional memang bukan sekadar “feel good therapy” ada dasar ilmiah yang mendukung manfaatnya, meskipun masih terbatas. Kunci utamanya adalah penggunaan yang tepat, aman, dan tidak menggantikan terapi medis yang diperlukan.
Kalau masih ragu apakah kondisi tertentu aman dipijat atau butuh terapi lain, konsultasi langsung dengan dokter adalah langkah terbaik. Kamu bisa diskusi cepat dan praktis lewat aplikasi Konsuldong, tanpa perlu repot datang ke fasilitas kesehatan. Unduh Konsuldong sekarang!
Health
43 menit yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
