dr. Christian
admin
Health
1 minggu yang lalu

Biang Keringat atau dalam bahasa medis disebut Miliaria, adalah kondisi kulit yang cukup umum dan biasanya bersifat ringan tetapi cukup bisa mengganggu juga, terutama pada bayi dan orang dewasa yang berada di lingkungan beriklim panas dan lembap seperti di Indonesia. Artikel ini akan membahas penyebab, penanganan, serta pencegahannya secara lengkap.
Biang keringat baik pada bayi maupun orang dewasa, mekanisme dasarnya sama yaitu tersumbatnya ductus / saluran kelenjar keringat (eccrine sweat duct) sehingga keringat terkumpul di bawah kulit dan tidak dapat keluar ke permukaan kulit dengan optimal. Kumpulan keringat tersebut lalu merembes ke dalam jaringan kulit dan menyebabkan iritasi yang derajatnya tergantung pada kedalaman penyumbatan, sehingga akan muncul jenis biang keringat yang berbeda-beda.

Yang menjadi faktor risiko nya, berbeda pada bayi atau dewasa. Kalau pada bayi, Saluran kelenjar keringat masih belum matang sempurna sehingga rentan terjadi penyumbatan. Sedangkan pada orang dewasa, beberapa kondisi seperti cuaca panas yang lembab, aktivitas yang berat, penggunaan pakaian yang ketat / occlusive, kondisi sedang rawat inap atau terbaring lama bisa menjadi faktor risiko.
Jenis-jenis Miliaria / Biang Keringat
-Miliaria crystallina: penyumbatan di lapisan terluar epidermis yang sangat superfisial (stratum corneum), sehingga muncul tanda gejala dimana vesikel nya jernih, sangat ringan, tanpa banyak tanda inflamasi.
-Miliaria rubra (prickly heat): yang paling umum terjadi, dimana penyumbatan di lapisan dermis (yang terletak dibawah epidermis), sehingga tampak papula/vesikula kemerahan, terasa gatal atau seperti tersengat.
-Miliaria pustulosa: varian rubra yang terinfeksi, sehingga vesikel nya berisi nanah.
-Miliaria profunda: penyumbatan di dermo‐epidermal junction → muncul papula besar, dermal, bisa mempengaruhi mekanisme berkeringat secara luas, dan bisa beresiko mengalami heat illness.

Miliaria pustulosa
Miliaria profunda
Bagaimana Gejala Biang Keringat ?
Bayi
-Area yang umum terjadi biang keringat adalah leher, pundak, dada, lipatan kulit (misalnya lipatan lengan, paha).
-Perubahan kulit: muncul vesikel kecil transparan (crystallina) atau papula merah (rubra) yang terasa gatal.
-Tanda dan gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan orang dewasa, namun bayi lebih rentan karena sistem kelenjar keringat belum optimal.
-Faktor risiko tambahan: pakaian yang terlalu tebal, selimut panas, ruangan yang kurang ventilasi.
Dewasa
-Area umum : lipatan kulit, bagian tubuh yang tertutup pakaian ketat, dan area gesekan pakaian.
-Gejala yang timbul berupa gatal, rasa panas/terbakar, bila miliaria profunda bisa muncul papula / benjolan kecil yang keras. Bisa mengganggu aktivitas sehari-hari atau saat tidur karena rasa tidak nyaman. Pada beberapa kasus, bisa terjadi infeksi kulit sekunder

Bagaimana Menangani dan Mencegah terjadinya Biang Keringat ?
-Langkah utama untuk menangani biang keringat yaitu dengan mendinginkan dan mengeringkan kulit serta mengurangi pemicunya (panas, lembap, penggunaan pakaian ketat)
-Dalam lingkungan panas/humid, segera ganti pakaian yang basah karena keringat, hindari occlusive dressing/bandage yang menahan keringat.
-Pastikan ruangan cukup ventilasi atau menggunakan pendingin udara.

-Hindari penggunaan salep atau krim tebal yang bisa menyumbat pori-pori.
-Untuk bayi: hindari selimut/tutup kepala yang berlebihan di lingkungan panas.
-Bila terasa gatal hebat atau radang / inflamasi, bisa menggunakan salep antiradang sesuai anjuran dokter.
-Bila muncul infeksi sekunder, maka perlu antibiotik atau krim antibakteri sesuai anjuran dokter.
Bila gejala tidak membaik atau muncul tanda infeksi, segera konsultasikan ke dokter. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasi Kesehatan secara online dengan dokter-dokter kami yang dengan senang hati membantu Anda.
Referensi:
-https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276
-https://www.msdmanuals.com/professional/dermatologic-disorders/sweating-disorders/miliaria
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
