dr. Christian
admin
Health
2 minggu yang lalu

Obat-obatan modern adalah pahlawan tak terduga yang membantu kita mengatasi berbagai penyakit, dari yang ringan hingga kronis. Namun, di balik manfaat penyembuhan yang kita rasakan, terdapat efek samping jangka panjang yang sering terabaikan yaitu hilangnya atau turunnya nutrisi vital dalam tubuh. Fenomena ini dikenal sebagai drug-induced nutrient depletion. Jika diabaikan, kekurangan vitamin dan mineral yang disebabkan oleh obat-obatan dapat memicu masalah kesehatan baru seperti anemia, kelelahan kronis, hingga masalah tulang. Yuk, kita dalami lebih lanjut!

Turunnya nutrisi tubuh adalah kondisi di mana cadangan vitamin, mineral, atau nutrisi lain dalam tubuh berkurang kadarnya karena penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu yang lama.
Mekanisme obat dalam menguras nutrisi dapat dibagi menjadi tiga cara utama:
1. Mengganggu Penyerapan. Obat dapat mengubah lingkungan saluran cerna (misalnya, mengurangi asam lambung) sehingga tubuh sulit menyerap nutrisi dari makanan.
2. Meningkatkan Ekskresi. Beberapa obat bersifat diuretik atau mempercepat proses metabolisme, menyebabkan tubuh membuang nutrisi tertentu (seperti Kalium atau Magnesium) melalui urin secara lebih cepat.
3. Memblokir Sintesis. Obat dapat menghambat enzim atau proses biokimia yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi atau mengubah nutrisi menjadi bentuk aktif yang berguna untuk tubuh.
Tidak semua obat menyebabkan turunnya nutrisi tubuh, namun obat yang dikonsumsi rutin dalam jangka panjang memiliki risiko yang lebih tinggi. Berikut adalah beberapa kelas obat umum dan nutrisi yang paling terpengaruh:

Seringkali, gejala kekurangan nutrisi disalah artikan sebagai efek samping obat atau penyakit lain. Kenali beberapa sinyal peringatan berikut:
-Kelelahan, Lemas, dan Pucat: Sering dikaitkan dengan kekurangan Vitamin B12, Zat Besi, atau Asam Folat.
-Kram Otot dan Kedutan: Mungkin merupakan tanda kekurangan Magnesium atau Kalium (sering terjadi pada pengguna diuretik).
-Masalah Saraf: Kebas atau kesemutan di tangan dan kaki (neuropati) adalah tanda khas kekurangan Vitamin B12, terutama pada pengguna Metformin dan PPIs jangka panjang.
-Gangguan Suasana Hati: Defisiensi Vitamin B-kompleks dan Magnesium dapat mempengaruhi kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi.
-Sering Sakit: Kekurangan Vitamin C dan Seng dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuh.

Strategi Mencegah dan Mengatasi Defisiensi
Penurunan nutrisi akibat obat tidak berarti Anda harus berhenti minum obat. Namun, Anda harus mengambil langkah proaktif untuk memulihkan cadangan nutrisi tubuh seperti berikut:
Ini adalah langkah yang paling krusial. Diskusikan daftar obat dan suplemen yang Anda konsumsi dengan dokter dan apoteker Anda. Mereka dapat:
-Memonitor tingkat nutrisi Anda melalui tes darah (misalnya, kadar Vitamin B12 atau Magnesium).
-Merekomendasikan dosis suplemen yang aman dan tepat, jika diperlukan.
-Menyesuaikan jadwal minum obat dan suplemen untuk menghindari interaksi.
Jika penurunan nutrisi sudah dikonfirmasi, suplementasi menjadi penting. Pastikan Anda mengetahui jenis nutrisi apa yang hilang:
-Pengguna Statin: Pertimbangkan suplemen CoQ10.
-Pengguna PPIs/Metformin: Suplemen Vitamin B12 seringkali wajib, terutama untuk penggunaan dalam waktu lama seperti di atas 12 bulan.
-Pengguna Kortikosteroid: Suplemen Kalsium dan Vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang.
-Perkaya Diet: Tingkatkan asupan makanan yang kaya nutrisi yang terancam. Misalnya, konsumsi lebih banyak sayuran hijau, kacang-kacangan, dan protein untuk mendapatkan Vitamin B, Zat Besi, dan Magnesium.
-Waktu Konsumsi Tepat: Beberapa suplemen dan obat harus diminum terpisah. Contohnya, suplemen Zat Besi sebaiknya tidak diminum berdekatan dengan obat maag. Tanyakan pada apoteker Anda mengenai jadwal terbaik.
-Batasi Alkohol: Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat memperburuk kekurangan nutrisi (terutama Vitamin B dan Asam Folat).

Dengan mengenali risiko ini dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, Anda dapat memastikan bahwa obat-obatan Anda bekerja secara maksimal tanpa mengorbankan keseimbangan nutrisi dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kesimpulannya, menjaga keseimbangan nutrisi adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan terapi obat jangka panjang. Jangan biarkan efek samping tersembunyi ini mengganggu kualitas hidup Anda. Jika Anda sedang menjalani pengobatan rutin dan merasakan gejala seperti kelelahan atau masalah saraf, segera konsultasikan kekhawatiran Anda ke tenaga medis profesional. Untuk memudahkan Anda berkonsultasi secara cepat dengan ahli gizi atau apoteker mengenai potensi kekurangan nutrisi dan interaksi obat, unduh aplikasi Konsuldong sekarang. Ambil langkah proaktif hari ini demi kesehatan optimal Anda!
Sumber:
1. https://customcompounding.com.au/medications-that-deplete-nutrients-and-what-you-can-do-about-it/
2. https://www.verywellhealth.com/drug-induced-nutrient-deficiency-11762683
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
