dr. Christian
admin
Health
1 bulan yang lalu

Minuman “boba” atau bubble tea, yaitu teh dengan tambahan bola tapioka atau topping lainnya, telah menjadi tren populer di kalangan anak muda. Warna, tekstur, dan variasi rasa membuatnya terasa enak di lidah dan menyenangkan hati. Namun, di balik itu semua, ada sejumlah risiko kesehatan yang patut diperhatikan, terutama bila dikonsumsi secara rutin atau berlebihan.

Berikut beberapa efek potensial dari konsumsi boba bagi kesehatan generasi muda:
1. Kandungan Gula dan Kalori Tinggi → Risiko Obesitas & Diabetes
-Banyak minuman boba termasuk dalam kategori sugar-sweetened beverages (SSB), yaitu minuman yang mengandung gula tambahan dalam jumlah signifikan.
-Sebagai contoh, satu sajian boba (masing-masing tergantung ukuran dan tambahan topping) bisa mengandung puluhan gram gula.
-Konsumsi gula tambahan dalam jumlah besar dan jangka panjang dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, gangguan metabolisme, bahkan munculnya penyakit diabetes tipe 2.
-Studi pada hewan menunjukkan bahwa pemberian boba secara kronis dapat menyebabkan peningkatan berat badan pada fase awal dan perubahan metabolik, meski efek jangka panjang pada berat badan tidak selalu konsisten.

2. Gangguan Mood dan Kognisi
-Beberapa penelitian manusia menunjukkan bahwa konsumsi boba dalam frekuensi tinggi berkaitan dengan gejala depresi dan kecemasan pada orang dewasa muda.
-Sebuah studi lintas-seksional menemukan bahwa semakin banyak gelas boba per minggu, semakin tinggi peluang seseorang mengalami gejala depresi, setelah dikoreksi faktor demografis dan gaya hidup.
-Penelitian hewan (mencoba pada tikus/mencit) menunjukkan bahwa konsumsi jangka panjang boba dapat meningkatkan perilaku mirip gejala depresi dan kecemasan, serta menurunkan kinerja kognitif.
-Meskipun demikian, studi-studi ini belum bisa membuktikan bahwa boba sendiri dapat menyebabkan gangguan mental. Karena kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lain (misalnya pola makan, stres, kebiasaan hidup).
3. Masalah Pencernaan & Saluran Cerna
-Boba umumnya dibuat dari pati singkong (tapioka) yang tidak mengandung serat atau nutrisi signifikan, sehingga dianggap sebagai “kalori kosong.”
-Ada laporan kasus dimana seseorang menderita konstipasi parah akibat konsumsi banyak boba (lebih dari ratusan bola tapioka yang tidak tercerna) dalam perutnya.
-Boba (tapioka) juga bisa menjadi hambatan jika tidak dikunyah dengan baik atau jika ukuran bola terlalu besar, dimana sdalam kasus ekstrem bahkan dapat menyebabkan sumbatan usus (intestinal obstruction).
-Selain itu, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa beberapa bahan tambahan dalam boba (pengawet, aditif rasa, pemanis buatan) bisa mengiritasi saluran cerna atau bahkan memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif.

4. Potensi Paparan Bahan Kimia & Kontaminan
-Beberapa laporan non-akademik menyebutkan adanya zat-zat seperti phthalates, maleic acid, atau bahan kimia tak diinginkan lainnya di dalam bahan tapioka atau topping tambahan dari minuman boba, terutama apabila proses produksi tidak diawasi ketat.
-Misalnya, pada tahun 2013 di Singapura dilaporkan bahwa beberapa produk tapioka mengandung maleic acid yang tidak disetujui sebagai zat aditif makanan.
-Namun, banyak laporan ini bersifat anekdot atau belum dikonfirmasi melalui penelitian peer-review yang kuat, sehingga interpretasinya harus hati-hati.
5. Risiko Lainnya & Catatan Tambahan
-Beberapa orang mungkin memiliki alergi terhadap bahan dalam Boba (misalnya pati singkong, aditif), atau reaksi terhadap susu/non-dairy creamer yang digunakan.
-Minuman tinggi gula juga dapat merusak kesehatan gigi, meningkatkan risiko karies dentin (gigi berlubang).
-Konsumsi sering minuman manis juga dapat menggantikan pola konsumsi minuman yang lebih bergizi (seperti air putih, susu rendah lemak, jus buah asli), sehingga berdampak pada ketercukupan gizi.
-Meski teh sebagai bahan dasar boba mengandung antioksidan (polifenol) dengan potensi berbagai manfaat kesehatan, efek positif tersebut dapat tertutup jika gula dan topping yang lebih dominan.

Tips Meminum Boba yang Lebih Sehat
Agar tetap bisa menikmati boba tanpa mengorbankan kesehatan, berikut beberapa tips-nya:
1. Kurangi tingkat gula, misalnya pilih “less sugar” atau “half sugar.”
2. Kurangi porsi topping padat seperti tapioka, jelly, pudding, agar kalori total lebih rendah.
3. Pilih susu rendah lemak atau alternatif nabati jika memungkinkan.
4. Minum lebih banyak air putih supaya tidak dehidrasi dan membantu metabolisme sistem pencernaan.
5. Batasi frekuensi konsumsi, jadikan sebagai minuman sesekali saja, bukan rutinitas harian.
6. Kunyah dengan baik jika topping berkonsistensi keras agar tidak menyebabkan sumbatan atau konstipasi.
7. Perhatikan kualitas tempat pembuatan & label. Selain itu, pilih lah kedai yang transparan soal penggunaan bahan, higienis, dan tanpa penggunaan bahan kimia yang tak jelas.

Minuman boba memang menyenangkan dan populer, tetapi konsumsi berlebihan, terutama pada anak muda, membawa risiko kesehatan yang nyata. Risiko yang paling menonjol meliputi:
-Peningkatan asupan gula dan kalori yang dapat memicu obesitas dan diabetes,
-Gangguan mood dan potensi efek kognitif negatif pada konsumsi jangka panjang (meskipun bukti penelitian pada manusia masih terbatas),
-Masalah pencernaan dan potensi sumbatan jika topping tidak tercerna,
-Paparan bahan kimia atau zat aditif lainnya yang tidak diatur secara ketat,
-Penurunan asupan gizi jika minuman manis menggantikan pilihan minuman yang lebih sehat.
Dengan bijak memilih variasi, mengurangi gula, dan membatasi frekuensi konsumsi, efek negatif tersebut bisa dikurangi. Boba tetap bisa dinikmati secara moderat, tetapi bukan sebagai kebiasaan harian.
“KonsulDong – Teman Sehat Digital yang Bisa Kamu Andalkan”
📱 Apa itu KonsulDong?
KonsulDong adalah aplikasi layanan konsultasi kesehatan online yang memudahkan kamu untuk bertanya langsung ke dokter, mendapatkan rekomendasi gaya hidup sehat, serta mengakses pantauan kesehatan harian-mu, semua cukup lewat genggaman. Yuk Download Konsuldong sekarang!
SOURCE:
1. Zhang, Y. et al. Effects of chronic bubble tea administration on behavior and cognition in mice (PMC) PMC
2. WebMD — artikel “Boba Tea: Are There Health Benefits?” WebMD
3. Healthline — “Can Boba (Tapioca Pearls) Cause Cancer?” Healthline
4. Food & Nutrition Journal — Health Concern of Premium Boba Milk Tea & Pearls foodandnutritionjournal.org+1
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
