dr. Christian
admin
Health
2 minggu yang lalu

Pada saat ini, banyak pasangan menunda memiliki anak karena karier atau kondisi ekonomi. Tetapi pada saat waktunya mencoba untuk memiliki anak, sebagian pria merasa kaget kerena ketika melakukan pemeriksaan kesehatan, didapatkan bahwa hasilnya menunjukkan terdapatnya masalah kesuburan. Dan kabar yang paling menyita perhatian adalah bukan hanya soal usia atau penyakit genetik yang mempengaruhinya tetapi karena gaya hidup sehari-hari mulai dari merokok, makanan, hingga kebiasaan tidur yang pada akhirnya dapat mepengaruhi kualitas sperma secara signifikan. Artikel ini merangkum bukti ilmiah terbaru dan memberikan panduan praktis agar kamu bisa menjaga kesuburan secara proaktif.

Apa yang dimaksud “penurunan sperma”?
Penurunan sperma dapat berarti berkurangnya jumlah sperma (konsentrasi), gerak (motilitas), bentuk (morfologi), atau kerusakan DNA sperma itu sendiri. Semua parameter ini mepengaruhi peluang terjadinya pembuahan. Secara global, bukti menunjukkan bahwa faktor gaya hidup memiliki peranan besar terhadap kualitas sperma.
Faktor gaya hidup utama yang terbukti menurunkan kualitas sperma
-Merokok
Merokok berkaitan dengan penurunan jumlah sperma, motilitas, morfologi abnormal, dan peningkatan kerusakan DNA sperma, hal ini dipengaruhi oleh efek yang ditimbulkan karena radikal bebas dan racun dalam asap rokok. Berhenti merokok dapat memperbaiki parameter sperma dalam beberapa bulan.

-Obesitas / berat badan berlebih
Kelebihan berat badan mengganggu hormon reproduksi (menurunkan testosteron, mengubah estrogen) dan berhubungan dengan penurunan konsentrasi serta motilitas sperma. Mengurangi berat badan sering kali dapat memperbaiki hasil pemeriksaan sperma.
-Alkohol berlebih
Konsumsi alkohol berat dapat menurunkan jumlah sperma dan kadar testosteron. Pembatasan atau pengurangan konsumsi alkohol dianjurkan terutama saat merencanakan kehamilan.
-Pola makan yang buruk (rendah nutrisi/tinggi olahan)
Diet rendah buah, sayur, asam lemak esensial, zinc, dan antioksidan berhubungan dengan kualitas sperma yang lebih buruk. Sebaliknya pola makan sehat dikaitkan dengan parameter sperma yang lebih baik.

-Kurang aktivitas fisik atau olahraga berlebihan
Kurangnya aktivitas fisik atau sebaliknya, seperti olahraga berlebihan (terutama yang menyebabkan pemanasan testis secara terus-menerus atau penggunaan steroid anabolik) dapat menurunkan kualitas sperma. Olahraga dengan intensitas sedang secara teratur adalah hal yang ideal.
-Testis terpapar panas secara terus menerus
Kebiasaan seperti sering memakai celana dalam yang ketat, sauna/ hot tub berulang, atau menaruh laptop di pangkuan paha juga dapat meningkatkan suhu tubuh khususnya di skrotum. Hal ini dapat mengganggu produksi sperma.
-Paparan racun & polutan lingkungan
Paparan pestisida, logam berat (timah, kadmium), dan beberapa bahan kimia industri dikaitkan dengan penurunan parameter sperma. upayakan agar meminimalkan paparan bila memungkinkan.
-Stres psikologis & gangguan tidur
Stres kronis dan gangguan tidur dapat mengubah hormon yang mengatur spermatogenesis (mis. testosteron) sehingga memberikan pengaruh negatif pada kualitas sperma. Memperbaiki pola tidur dan mengelola stres berpotensi membantu meningkatkan kualitas sperma.

Seberapa cepat perbaikan bisa terjadi?
Spermatogenesis (pembentukan sperma) memakan waktu sekitar kurang lebih 70–90 hari. Itu berarti perubahan gaya hidup yang positif biasanya memerlukan setidaknya 3 bulan untuk bisa terlihat efeknya pada pemeriksaan diagnostik semen. Karena itu, perubahan yang dilakukan secara dini tetap merupakan hal yang paling penting walaupun hasilnya tidak selalu instan. Karena proses ini bisa menjadi nyata bila dilakukan secara konsisten.
Tips praktis yang bisa langsung dilakukan
1. Berhenti merokok, jika sulit dilakukan sendiri, Anda bisa minta dukungan profesional atau mengikuti program khusus untuk berhenti merokok.
2. Batasi alkohol, hindari minum alkohol secara berlebih.
3. Turunkan berat badan, bila perlu dapat melakukan kombinasi diet sehat dan aktivitas fisik.
4. Perbaiki pola makan, perbanyak konsumsi sayur dan buah, ikan berlemak (omega-3), kacang, gandum utuh, dan sumber zinc/folat.

5. Olahraga teratur (moderate), 150 menit aktivitas sedang per minggu adalah target umum. Hindari steroid anabolik.
6. Perhatikan suhu testis, hindari sauna/hot tub yang terlalu sering, gunakan celana yang longgar.
7. Kurangi paparan toksin, gunakan alat pelindung bila bekerja dilingkungan dengan polutan kimia/pestisida.
8. Perbaiki pola tidur & kelola stress, tidur cukup dan lakukan teknik relaksasi untuk membantu keseimbangan hormonal.
9. Periksakan diri jika berencana melakukan program hamil. Jalani Pemeriksaan termasuk analisis semen dan evaluasi medis lengkap.
10. Konsultasikan ke dokter spesialis reproduksi bila ada riwayat penyakit (misalnya varikokel, infeksi, pengobatan kanker) atau hasil semen yang abnormal.

Kapan harus khawatir dan memeriksakan diri?
Gaya hidup modern memang praktis, tapi beberapa kebiasaan “sehari-hari” yang ada ternyata bisa memberikan dampak tersembunyi pada kesehatan reproduksi pria. Kabar baiknya : banyak faktor yang bisa diperbaiki dengan langkah sederhana dan konsisten. Mulai dari berhenti merokok, memilih makanan yang lebih baik, bergerak secara rutin, hingga tidur yang cukup. Semuanya dapat memberi kemungkinan bagi tubuh untuk memperbaiki kualitas sperma dalam hitungan bulan. Jadi, jika kamu atau pasangan sedang merencanakan kehamilan, jadikan perubahan gaya hidup sebagai investasi jangka panjang untuk kesehatan reproduksi dan tidak hanya untuk rencana memiliki anak, tetapi juga demi kesehatan diri sendiri.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi :
1. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infertility?
2. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11152437/?
3. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584?
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
