dr. Christian
admin
Health
4 minggu yang lalu

Nada musik yang mengalun di telinga melalui earphone sering kali menjadi teman setia dalam beraktivitas. Namun, di balik kenyamanan itu tersimpan bahaya yang tak terlihat. Penggunaan earphone dengan volume tinggi dan durasi lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sel rambut di koklea bagian telinga dalam yang berperan penting dalam proses pendengaran. Akibatnya, gangguan pendengaran kini tidak hanya mengancam usia lanjut, tetapi juga generasi muda yang tumbuh bersama teknologi.

Mengapa Earphone Bisa Menjadi Ancaman?
1. Paparan Suara Keras dan Durasi Lama
Penggunaan earphone pada volume di atas 85 desibel (dB) dalam waktu lama dapat memicu Noise-Induced Hearing Loss (NIHL), yaitu gangguan pendengaran akibat paparan suara keras. Menurut penelitian, tingkat kebisingan dari earphone sering kali melebihi ambang batas aman terutama ketika digunakan di lingkungan bising.
2. Data Epidemiologi yang Mengkhawatirkan
Penelitian pada remaja usia 12–19 tahun di Korea menemukan prevalensi gangguan pendengaran sebesar 22,6% pada pengguna earphone lebih dari 80 menit per hari di lingkungan bising. Studi lain memperkirakan bahwa antara 0,67 hingga 1,35 miliar remaja dan dewasa muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan yang tidak aman. Selain itu, penelitian longitudinal menunjukkan adanya peningkatan ambang pendengaran dan gejala tinnitus sementara pada mahasiswa setelah tiga tahun paparan suara keras dari perangkat audio pribadi.
3. Faktor Risiko Tambahan
Faktor-faktor seperti kebiasaan menaikkan volume untuk menandingi kebisingan sekitar, penggunaan earphone dengan isolasi suara buruk, serta kurangnya kesadaran akan bahaya kebisingan turut memperbesar risiko kerusakan pendengaran.
Dampak Klinis dan Sosial
Gangguan pendengaran akibat suara keras bersifat sensorineural dan irreversibel karena kerusakan terjadi pada sel rambut koklea. Gejalanya bisa berupa tinnitus (dengung di telinga), kesulitan memahami percakapan dalam keramaian, dan penurunan kualitas hidup. Lebih jauh, gangguan ini dapat mengganggu komunikasi, pendidikan, hingga produktivitas seseorang.
Langkah Pencegahan yang Efektif
1. Batasi volume maksimal hingga 60% dari kapasitas perangkat.
2. Terapkan aturan 60/60: dengarkan maksimal 60 menit, kemudian istirahat selama 60 detik.
3. Gunakan headphone dengan peredam bising (noise cancelling) agar tidak perlu menaikkan volume.
4. Hindari penggunaan di lingkungan yang sangat bising.
5. Lakukan pemeriksaan pendengaran berkala, terutama jika sering mendengar dengung di telinga.
Konsultasi Sekarang!
Menjadi bagian dari “generasi earphone” memang tidak bisa dihindari di era digital. Namun, bijaklah dalam penggunaannya agar kenyamanan tidak berubah menjadi kerusakan permanen pada telinga. Jika Anda mulai merasakan gejala seperti dengung, telinga terasa penuh, atau sulit memahami percakapan, segera lakukan pemeriksaan.
Kini, Anda dapat memantau kesehatan pendengaran dengan mudah melalui aplikasi Konsuldong. Aplikasi ini memudahkan Anda untuk konsultasi langsung dengan dokter, melakukan skrining awal pendengaran, serta memantau kondisi kesehatan Anda kapan pun dan di mana pun. Jaga telinga Anda dari sekarang karena sekali rusak, pendengaran tak akan kembali seperti semula.
Daftar Pustaka
1. Kim, S. H., Kim, J., Park, E., & Kim, Y. (2021). Associations between adolescents’ earphone usage in noisy environments and hearing loss. JMIR Public Health and Surveillance, 7(2), e21419. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7837842/
2. Maas, P., Le Prell, C. G., & Murphy, W. J. (2022). Prevalence and global estimates of unsafe listening practices in adolescents and young adults: A systematic review and meta-analysis. BMJ Global Health, 7(11), e010501. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9723884/
3. Couth, S., Munro, K. J., & Moore, D. R. (2022). Evolution of hearing in young adults: Effects of leisure noise exposure. International Journal of Audiology, 61(10), 835–843. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9703818/
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
