dr. Christian
admin
Health
2 jam yang lalu

Histamin bomb dalam ikan kadang terdengar seperti istilah dari film fiksi, padahal ini adalah hal nyata yang bisa membuat sensasi makan ikan yang segar berubah jadi pengalaman buruk dalam hitungan menit. Bayangkan Anda makan ikan tuna yang lezat, lalu tiba-tiba wajah memerah, tubuh gatal, perut mulas, atau jantung berdebar tak tertahankan. Hal tersebut bukan alergi biasa, melainkan reaksi terhadap histamin yang terbentuk dalam ikan karena penyimpanan yang buruk. Yuk disimak!

Ikan tertentu seperti tuna, makarel, dan bonito punya zat yang disebut histidin di dalam dagingnya. Zat ini sendiri tidak berbahaya. Masalah muncul ketika ikan itu tidak dijaga dingin setelah ditangkap. Bakteri yang hidup di permukaan atau di dalam ikan akan mengubah histidin menjadi histamin. Kalau jumlah histamin ini menumpuk banyak, daging ikan bisa menyerang tubuh seperti “bom histamin,” sehingga orang yang memakannya mengalami gejala yang mirip dengan alergi meskipun sebenarnya bukan alergi makanan. Histamin yang terbentuk tidak hilang hanya karena ikan dimasak, dibekukan, atau dipanaskan lagi, begitu sudah jadi, tetap akan aktif.

Histamin adalah zat yang oleh tubuh kita juga dipakai dalam reaksi alergi. Ketika banyak histamin masuk lewat makanan, tubuh bereaksi dengan cepat. Gejala yang sering terjadi antara lain:
•Wajah memerah atau terasa panas
•Kulit gatal atau sensasi terbakar di lidah/tenggorok
•Jantung berdebar cepat
•Mual, muntah, atau diare
•Pusing atau sakit kepala
Biasanya gejala muncul dalam 10 menit hingga beberapa jam setelah makan ikan yang bermasalah. Kebanyakan kasus bersifat ringan dan membaik dalam satu hari dengan perawatan sederhana.

Pencegahan utamanya bukan di dapur Anda, tetapi jauh lebih awal, yaitu saat ikan ditangkap dan diproses:
1. Dinginkan segera setelah ditangkap. Ikan harus cepat didinginkan sampai sangat dingin (suhu di bawah 4 °C) agar bakteri tidak sempat menghasilkan banyak histamin.
2. Jaga rantai dingin sampai ke konsumen. Artinya selama transportasi dan penyimpanan di pasar/dapur, suhu dingin harus konsisten.
3. Pedagang dan pemasok harus tahu tanda bahaya. Pedagang yang terlatih tahu bahwa bau yang kuat, warna yang berubah, atau waktu penanganan yang lama dapat meningkatkan risiko histamin terbentuk.
4. Konsumen memilih ikan dari penjual tepercaya. Segera simpan ikan di lemari es setelah dibeli. Jika ikan sudah terlalu lama di suhu ruangan sebelum dibeli, lebih baik dihindari. Ingat bahwa kadar histamin yang tinggi tidak selalu tercium dalam bentuk bau busuk. Kadang ikan terlihat biasa saja namun sudah menghasilkan histamin.

Jika reaksi ringan seperti gatal dan wajah merah terjadi setelah makan ikan, antihistamin yang dijual bebas dapat membantu meredakan gejala. Untuk gejala yang lebih berat seperti sesak napas atau tekanan darah yang turun, perlu penanganan darurat di fasilitas kesehatan.
Jika Anda ingin memahami lebih jauh tentang cara mengenali dan mencegah histamin bomb, Konsuldong menyediakan layanan konsultasi kesehatan dengan dokter yang dapat diakses kapan saja serta dimana saja. Anda dapat bertanya langsung kepada dokter atau mendapatkan panduan yang praktis untuk mendukung keseharian Anda. Unduh Konsuldong sekarang!
1. Hungerford, J. M. (2021). Histamine and scombrotoxins. Toxicon, 201, 115–126. https://doi.org/10.1016/j.toxicon.2021.08.013
2. Eyer-Silva, W. A., Arteaga Hoyos, V. P., & Nascimento, L. (2022). Scombroid fish poisoning. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 106(5). https://doi.org/10.4269/ajtmh.21-1345
3. Altafini, A., Roncada, P., Guerrini, A., Sonfack, G. M., Accurso, D., & Caprai, E. (2022). Development of histamine in fresh and canned tuna steaks stored under different experimental temperature conditions. Foods, 11(24), 4034. https://doi.org/10.3390/foods11244034
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health, News, Content
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
