dr. Christian
admin
Health
6 jam yang lalu

Belakangan ini muncul kabar mengejutkan dari Ibukota, dimana hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya ternyata mengandung partikel mikroplastik. Informasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang. Banyak yang bertanya apakah “polusi dari langit” ini berbahaya bagi kesehatan kita dan bagaimana mikroplastik ini bisa sampai ke air hujan? Lalu ada juga pertanyaan terkait apa saja potensi dampaknya bagi tubuh manusia, dan langkah praktis apa yang bisa diambil masyarakat. Mari kita bahas bersama secara lengkap.

Apa itu mikroplastik dan bagaimana bisa turun bersama hujan?
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil (biasanya <5 mm, hingga skala mikrometer bahkan nanometer) yang berasal dari pecahan plastik yang lebih besar, serat sintetis dari pakaian, debu ban kendaraan, residu pembakaran plastik, dan lain-lain. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat terangkat ke atmosfer udara lewat angin atau terbawa debu, lalu selanjutnya mengalami proses penguapan dan terjadi deposisi basah untuk turun bersama tetesan hujan, sehingga tercampur ke air hujan yang jatuh ke permukaan. Fenomena deposisi mikroplastik melalui hujan ini telah didokumentasikan secara ilmiah di berbagai lokasi urban di dunia.
Bukti Hujan di Jakarta dan sekitarnya : apa yang ditemukan?
Penelitian dan pemantauan oleh lembaga riset Indonesia menunjukkan adanya keberadaan mikroplastik pada sampel air hujan di Jakarta. Laporan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan temuan ilmiah lokal mengonfirmasi bahwa partikel mikroplastik terutama serat sintetis dan fragmen kecil terdeteksi pada beberapa sampel hujan yang dikumpulkan di Jakarta hingga daerah pesisir sekitarnya. Temuan ini telah dipublikasikan dan mendapat perhatian media serta imbauan dari Kementerian Kesehatan.

Bagaimana mikroplastik bisa masuk ke tubuh manusia?
Terdapat beberapa jalur paparan utama, diantaranya :
1. Inhalasi : partikel mikroplastik di udara dapat dihirup dan mencapai saluran napas, dimana sebagian partikel sangat kecil (nanoplastik) berpotensi mencapai alveoli paru.
2. Ingesti : tetesan hujan yang terkontaminasi bisa mengotori permukaan yang kemudian tercampur ke dalam makanan/minuman. Mikroplastik sendiri juga sudah ditemukan dalam sumber air dan makanan laut.
3. Kontak kulit : kontak kulit dengan air hujan yang tercemar kemungkinannya kecil untuk dapat menjadi jalur penyerapan dari partikel plastik (karena kulit bertindak sebagai penghalang), tetapi luka terbuka atau paparan berkepanjangan pada kulit yang sensitif perlu diwaspadai.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan adanya dua jalur utama paparan ke manusia, yaitu melalui pernapasan (Inhalasi) dan konsumsi (ingesti). Namun, bukti ilmiah yang menghubungkan paparan mikroplastik langsung dengan penyakit spesifik pada manusia masih terus dipelajari dan berkembang.
Potensi dampak kesehatan pada manusia
Bukti laboratorium dan studi epidemiologis awal menunjukkan kemungkinan dampak yang akan terjadi pada manusia sebagai berikut, terutama jika paparan bersifat kronis dan dalam jumlah besar :
-Iritasi dan peradangan pada jaringan (paru-paru, saluran pencernaan) akibat respons imun terhadap partikel asing.
-Efek kimiawi dari zat aditif plastik (misalnya phthalates, bisphenol A) yang menempel pada mikroplastik berpotensi mengganggu metabolisme sistem hormonal, reproduksi, dan perkembangan janin.
-Risiko penyakit kronis : beberapa studi menunjukkan adanya potensi hubungan jangka panjang (misalnya gangguan endokrin, kemungkinan kontribusi terhadap proses karsinogenesis melalui stres oksidatif), tetapi bukti langsung yang kuat pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Para ahli internasional menekankan perlunya pengukuran paparan, standardisasi metode, dan penelitian jangka panjang.
Apa yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan dan langkah praktis yang bisa dilakukan oleh masyarakat?
Kementerian Kesehatan bersama berbagai lembaga riset merekomendasikan penerapan pendekatan pencegahan dan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi hal ini, diantaranya :
-Kurangi penggunaan plastik sekali pakai dan perbaiki pengelolaan sampah plastik untuk mengurangi sumber mikroplastik.

-Hindari menampung dan menggunakan air hujan langsung untuk konsumsi tanpa filtrasi dan pengolahan yang memadai. Jika memanfaatkan air hujan untuk keperluan non-konsumsi, lakukan penyaringan yang sesuai.
-Kurangi paparan udara kotor : bagi pekerja yang berada di luar ruangan atau orang dengan penyakit paru kronis dapat mempertimbangkan penggunaan masker saat beraktifitas diluar ruangan terutama saat kualitas udara menurun, saat hujan, maupun kondisi setelah hujan yang berpotensi mengandung partikel mikroplastik.
-Dukungan kebijakan pada pihak terkait : pentingnya pemantauan rutin (sampling hujan, udara, dan air minum) oleh otoritas lingkungan dan kesehatan untuk mengukur tingkat deposisi mikroplastik dan menilai risiko populasi secara lebih akurat.
Sikap bijak di tengah ketidakpastian
Temuan mikroplastik dalam air hujan di Jakarta dan sekitarnya menjadi peringatan nyata bahwa polusi plastik kini tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi juga telah “turun dari langit.” Fenomena ini menunjukkan betapa luasnya dampak plastik terhadap siklus kehidupan di lingkungan kita. Meskipun penelitian mengenai efek jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih terus berkembang, langkah pencegahan adalah pilihan yang paling bijak.
Kita dapat memulainya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah dan mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab, serta menghindari konsumsi air hujan tanpa proses penyaringan atau pengolahan yang baik. Selain itu, dukungan terhadap penelitian ilmiah, pemantauan pemerintah, dan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan sangat penting untuk dilakukan.
Melalui tindakan kecil di tingkat individu dan kebijakan kolektif yang berorientasi pada keberlanjutan, kita dapat bersama-sama menekan risiko paparan mikroplastik, melindungi kesehatan masyarakat, dan menjaga bumi agar tetap layak dihuni bagi generasi mendatang.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi :
2. https://kemkes.go.id/id/mikroplastik-ada-di-air-hujan-apa-dampaknya-buat-tubuh?
3. https://www.mdpi.com/2073-4433/15/11/1380?
News
6 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
