dr. Christian
admin
Health, News
1 jam yang lalu

Bagi ibu menyusui, kehidupan modern yang serba dinamis sering kali menuntut adanya solusi praktis untuk tetap memberikan asupan terbaik bagi bayi. Salah satu strategi yang terbukti secara klinis adalah pumping ASI. Aktivitas ini bukan hanya memudahkan ibu yang kembali bekerja, tetapi juga membantu menjaga produksi ASI, menyediakan stok yang aman untuk si kecil, serta mendukung praktik menyusui eksklusif sesuai rekomendasi praktisi kesehatan. Menyusui eksklusif hingga usia 6 bulan memiliki banyak manfaat fisiologis dan psikologis untuk perkembangan bagi bayi, termasuk mengurangi risiko infeksi dan mendukung pertumbuhan optimal.

Pumping ASI adalah proses mengosongkan payudara menggunakan pompa (manual atau elektrik) untuk mengumpulkan ASI dan disimpan untuk diberikan kepada bayi di kemudian waktu. Penelitian menunjukkan bahwa pumping yang teratur dapat membantu mempertahankan atau bahkan meningkatkan suplai ASI, terutama ketika ibu bekerja atau terpisah dari bayi untuk periode waktu yang panjang. Selain itu, pumping memungkinkan keterlibatan anggota keluarga lain dalam pemberian ASI, yang dapat memperkuat ikatan keluarga tanpa mengorbankan nutrisi optimal bayi.
Pemilihan jenis pompa perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pompa elektrik ganda sering lebih efisien untuk ibu yang perlu memompa beberapa kali sehari, sedangkan pompa manual bisa menjadi alternatif yang lebih ekonomis untuk penggunaan sesekali.

Teknik yang baik mencakup:
Frekuensi pumping yang direkomendasikan untuk mempertahankan suplai adalah setiap 2–3 jam pada awal periode pumping yang intensif (asupan total sekitar 8–12 kali dalam 24 jam termasuk menyusui langsung bila memungkinkan).
Setelah dikumpulkan, ASI perlu disimpan dengan benar untuk menjaga kualitas nutrisi dan keamanan mikrobiologisnya. Pedoman umum penyimpanan ASI adalah sebagai berikut:

Wadah penyimpanan sebaiknya bersih, kedap udara, dan diberi label tanggal serta waktu dilakukannya pumping. Cairan harus dihangatkan secara perlahan (misalnya dengan merendam botol tertutup dalam air hangat) dan tidak dipanaskan di microwave karena dapat merusak komponen bioaktif ASI.
Beberapa ibu melaporkan adanya rasa nyeri, suplai yang tidak konsisten, atau kesulitan teknik saat pumping. Konsultasi dengan konselor laktasi terlatih dapat sangat membantu dalam menilai posisi yang tepat, ukuran flange yang sesuai, dan strategi untuk meningkatkan suplai ASI melalui stimulasi frekuensi lebih tinggi atau penyesuaian teknik pumping.

Dengan pedoman yang tepat dan dukungan profesional, pumping ASI dapat menjadi alat yang efektif untuk mempertahankan nutrisi ideal bagi bayi sambil menyesuaikan diri dengan tuntutan kehidupan ibu. Bila Anda memerlukan bantuan personal seputar menyusui dan pumping, gunakan aplikasi Konsuldong untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kapan saja dan dimana saja! Download Konsuldong sekarang!
1. American Academy of Pediatrics. (2012). Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics, 129(3), e827–e841.
2. Kent, J. C., Mitoulas, L. R., Cregan, M. D., Ramsay, D. T., Doherty, D. A., & Hartmann, P. E. (2012). Volume and frequency of breastfeedings and fat content of breast milk throughout the day. Pediatrics, 129(4), e1203–e1209.
3. Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J. D., França, G. V. A., Horton, S., Krasevec, J., ... & Rollins, N. C. (2016). Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. Lancet, 387(10017), 475–490.
Health, News
1 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health, News
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
