dr. Christian
admin
Health
2 minggu yang lalu

Pernah merasa perut nggak nyaman, sering kembung, atau bolak-balik ke kamar mandi nggak tuntas? Tubuhmu mungkin sedang berusaha berbicara dan kata yang ia pakai adalah "serat". Serat makanan adalah salah satu pahlawan tanpa tanda jasa bagi sistem pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan. Sayangnya banyak orang tidak makan cukup serat setiap harinya dan tubuh akan "protes" lewat tanda-tanda yang kadang kita sering anggap remeh. Apa saja tandanya? Yuk kita bahas!

Tanda-tanda tubuh protes karena kurang serat
1. Konstipasi atau frekuensi buang air besar menurun
salah satu tanda paling umum adalah tinja jadi lebih keras, susah keluar, atau frekuensi berkurang. Peningkatan asupan serat telah terbukti meningkatkan frekuensi pengeluaran tinja pada pasien konstipasi.
2. Perut kembung, tidak nyaman, atau sering terasa penuh
pola makan yang rendah serat mengubah volume dan komposisi isi pada usus sehingga sensasi penuh/kembung lebih sering terjadi.
3. Wasir atau rasa sakit saat buang air besar
tinja keras dan mengejan dapat memperberat risiko hemoroid atau membuat gejalanya kambuh. Serat membantu melunakkan tinja sehingga mengurangi tekanan saat mengejan.
4. Naiknya gula darah setelah makan dan rasa lapar cepat kembali
serat yang larut di usus akan memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga membantu kontrol gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Kurangnya serat dapat membuat gula darah naik lebih cepat dan membuatmu cepat lapar lagi.
5. Kesehatan jangka panjang menurun (risiko penyakit kronis)
pola makan rendah serat sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan beberapa kanker pencernaan. Serat punya peran protektif terhadap hal-hal tadi yang didukung oleh banyak penelitian.
Kenapa serat penting?
Serat makanan terutama dari buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan polong-polongan tidak dicerna oleh enzim tubuh kita. Ada dua tipe utama yaitu serat larut (membentuk gel, membantu menurunkan kolesterol dan mengatur gula darah) dan serat tidak larut (menambah volume tinja, mempercepat transit usus). Selain fungsinya pada pencernaan, serat juga menjadi 'makanan' bagi bakteri usus yang sehat (prebiotik), menghasilkan metabolit yang bermanfaat untuk sistem imun dan metabolisme tubuh.
Berapa banyak serat yang perlu dikonsumsi?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan nutrisi lain merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi minimal sekitar 25 gram serat per hari tetapi beberapa badan menyarankan rentang 25–38 g tergantung usia dan jenis kelamin. Banyak populasi di dunia justru hanya mengonsumsi jauh di bawah angka ini yang disebut “fiber gap”.
Cara mudah menambah asupan serat
-Mulai hari dengan sarapan gandum utuh (sereal gandum utuh atau roti gandum utuh).
-Tambahkan buah utuh sebagai camilan (apel, pir, pisang). Pilih buah utuh, bukan jus.
-Pilih nasi/roti/mi dari gandum utuh bila memungkinkan.
-Masukkan sayuran di setiap porsi makanan (sayur mentah sebagai salad + sayur masak).
-Tambahkan kacang-kacangan atau biji-bijian (kacang merah, lentil, kacang polong, chia, biji rami) ke sup/salad.
-Tingkatkan konsumsi serat secara perlahan agar ususmu dapat beradaptasi, minum cukup air untuk membantu serat bekerja dengan baik.
Tubuhmu sering "protes" dengan cara sederhana mulai dari konstipasi sampai kembung atau rasa lapar yang berlangsung terus-menerus. Menambah serat adalah langkah kecil tapi berpengaruh besar untuk kenyamanan harian dan kesehatan jangka panjang anda. Mau tahu berapa banyak serat yang ideal untukmu dan jenis makanan apa saja yang cocok dengan kondisi kesehatanmu? Coba cek Konsuldong! aplikasi untuk konsultasi kesehatan cepat dan mendapatkan rekomendasi gaya makan yang sesuai. Dengan Konsuldong, kamu bisa tanya dokter langsung tentang gejala pencernaanmu dan dapatkan saran personal yang aman.
Referensi:
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
