dr. Christian
admin
Health
3 minggu yang lalu

AC itu kenyamanan, terutama di negara tropis. Tapi sering muncul kekhawatiran: apakah udara AC yang terlalu dingin langsung membuat kita sakit? Jawabannya: tidak sederhana. Di bawah ini adalah penjelasan medis yang ringkas, disertakan dengan bukti ilmiah, dan tips praktis agar pakai AC tetap nyaman dan aman.

Intinya dulu: dingin ≠ langsung menyebabkan infeksi
Panas atau dingin sendiri tidak secara langsung “menyebabkan” batuk pilek yang disebabkan oleh virus. Infeksi saluran pernapasan terjadi karena virus atau bakteri masuk ke tubuh. Namun kondisi dingin (termasuk udara AC yang sangat dingin) dapat mempermudah terjadinya gangguan pada saluran napas atau sehingga meningkatkan peluang penularan dalam ruangan tertutup.
3 mekanisme utama kenapa AC dingin sering dikaitkan dengan “sakit”
1. Udara kering → lapisan lendir lebih kering dan pertahanan tubuh menurun.
AC menurunkan kelembapan relatif (relative humidity). Udara yang terlalu kering membuat mukosa hidung dan saluran napas jadi kering sehingga pembersihan lendir (mucociliary clearance) menurun, artinya virus/bakteri lebih mudah nempel dan bertahan dalam rongga tubuh. Rekomendasi kelembapan dalam ruangan yang nyaman dan aman biasanya sekitar 40–60%.
2. Sirkulasi udara tertutup → memudahkan penyebaran patogen.
Ruangan ber-AC cenderung tertutup tanpa ventilasi udara yang segar. Jika ada orang yang membawa virus (mis. flu, COVID-19, common cold), partikel udara dapat terakumulasi dan meningkatkan risiko penularan. Sistem ventilasi/filtrasi yang baik dapat mengurangi risiko ini.

3. Dingin dapat memengaruhi fungsi paru dan otot pada orang rentan.
Penderita asma atau penyakit paru kronis bisa mengalami bronkospasme atau “sesak” ketika terpapar udara dingin/kering. Paparan dingin juga berkaitan dengan peningkatan kekakuan otot dan nyeri pada beberapa individu. Jadi efeknya lebih nyata pada kelompok rentan.
4. Apakah ada bukti bahwa AC menyebabkan “sick building syndrome” atau infeksi?
Ya, jika unit AC tidak dirawat (filter kotor, saluran lembap), sistem tersebut bisa menjadi sumber debu, jamur, atau bahkan bakteri yang menyebar ke penghuni ruangan. Fenomena gejala tidak spesifik di dalam gedung. Keluhan seperti sakit kepala, mata iritasi, dan Lelah, umumnya dikenal sebagai sick building syndrome dan sering dikaitkan dengan kualitas udara dalam ruangan termasuk masalah pada sistem HVAC/AC. Perawatan rutin dan filtrasi yang baik menurunkan risiko tersebut.
Praktis: kapan AC “berbahaya” dan kapan aman?
-Berisiko/hati-hati: ruangan terlalu dingin (suhu jauh di bawah kenyamanan), kelembapan rendah (<30%), filter kotor, tidak ada pertukaran udara luar, atau bila ada orang sakit di dalam ruangan ber-AC. Orang dengan asma, COPD, atau imunokompromis perlu ekstra hati-hati.
-Aman/normal: suhu disetel pada kisaran kenyamanan (sekitar 22–26°C untuk kebanyakan orang), kelembapan 40–60%, filter dan unit rutin dibersihkan, serta ada ventilasi dimana udara luar sesekali masuk. Penggunaan purifier HEPA atau perangkat lain yang dapat meningkatkan ventilasi akan membantu.
Tips tetap sehat saat pakai AC
1. Jaga kelembapan ruangan (40-60%). Gunakan humidifier bila perlu atau sesekali buka jendela untuk mendapatkan udara luar.
2. Rutin bersihkan filter AC (sesuai rekomendasi pabrik/teknisi) - karena apabila filter kotor: sumber debu & jamur.
3. Atur suhu wajar, hindari setelan terlalu rendah saat tidur; selimut tipis bisa membantu.
4. Ventilasi: bila memungkinkan, tambahkan ventilasi mekanik atau buka jendela sesaat untuk pertukaran udara, apalagi bila ada orang sakit di rumah/ruang kerja.
5. Perhatikan gejala pada kelompok rentan (asma, lansia, bayi): bila terasa sesak, batuk berat, atau alergi memburuk, segera kontak tenaga kesehatan.

Kesimpulan
Pakai AC sendiri tidak otomatis membuat Anda “sakit”, penyebab utama penyakit tetap virus/bakteri. Namun, AC yang terlalu dingin, terlalu kering, atau tidak terawat dapat melemahkan pertahanan saluran napas, memicu gejala pada orang rentan, dan meningkatkan risiko penularan di ruangan tertutup. Kuncinya: atur kelembapan & suhu yang wajar, pastikan ventilasi memadai, dan lakukan perawatan AC secara berkala.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, Anda bisa menikmati kenyamanan AC tanpa mengorbankan Kesehatan.
Butuh pemeriksaan atau konsultasi lebih lanjut soal gejala yang kamu atau keluarga rasakan karena AC? Pakai aplikasi KonsulDong, konsultasi dokter lewat chat/video, dapat rekomendasi perawatan, dan petunjuk kapan perlu periksa lebih lanjut. Cek aplikasi KonsulDong sekarang untuk tanya dokter langsung dan mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kamu.
Source:
-Mayo Clinic - bisa atau tidaknya cuaca dingin menyebabkan common cold. Mayo Clinic News Network
-Kajian tentang dampak AC dan sick building syndrome. PMC
-Studi tentang kelembapan dalam ruangan dan fungsi mukosilier. PubMed
-CDC / pedoman ventilasi dan pengendalian virus udara. CDC
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
