dr. Christian
admin
Health
4 minggu yang lalu

Mengapa Sarapan Itu Penting?
Sarapan adalah salah satu kebiasaan penting yang sering diabaikan banyak orang, terutama di jadwal pagi hari yang sibuk. Padahal, sarapan bukan sekadar soal makan pagi, melainkan waktu makan pertama setelah tubuh beristirahat semalaman. Melewatkan sarapan bisa berdampak langsung pada metabolisme tubuh, terutama pada keseimbangan gula darah. Yuk kita bahas lebih dalam!
Apa yang Terjadi Saat Melewatkan Sarapan?
Ketika Anda tidak sarapan, tubuh tetap harus menjalankan aktivitas dengan energi yang tersedia. Untuk memenuhi kebutuhan energi ini, tubuh akan memecah cadangan glukosa dari hati (glikogen) atau bahkan dari otot. Proses ini menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang bisa berdampak buruk, terutama bagi orang yang rentan terhadap gangguan metabolik seperti diabetes.
Beberapa efek melewatkan sarapan terhadap gula darah:
-Kadar gula darah bisa turun drastis (hipoglikemia) di pagi hari, menyebabkan tubuh lemas, pusing, dan sulit konsentrasi.
-Saat akhirnya makan siang dalam kondisi sangat lapar, tubuh bisa mengalami lonjakan gula darah karena asupan makanan yang lebih banyak atau lebih cepat diserap (hiperglikemia).
-Fluktuasi ini menimbulkan stres pada sistem metabolisme dan dapat berkontribusi pada resistensi insulin dalam jangka panjang.

Bukti Ilmiah: Apa Kata Riset?
Sebuah studi yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition (2013) menunjukkan bahwa orang yang rutin melewatkan sarapan memiliki sensitivitas insulin yang lebih rendah dan respons glukosa yang lebih buruk setelah makan siang dibanding mereka yang sudah sarapan.
Penelitian lain dari Journal of Nutrition (2019) juga menyimpulkan bahwa kebiasaan tidak sarapan berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, terutama pada orang dewasa yang sudah memiliki faktor risiko metabolik lain seperti obesitas atau hipertensi.
Sarapan Sehat Seperti Apa yang Dianjurkan?
Sarapan yang sehat sebaiknya mengandung kombinasi:
-Karbohidrat kompleks (seperti oatmeal, roti gandum, atau nasi merah)
-Protein (telur, tempe, susu rendah lemak)
-Lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun)
-Serat dari sayuran dan buah-buahan

Hindari sarapan tinggi gula seperti kue manis, minuman kemasan, atau sereal tinggi gula karena justru bisa menyebabkan lonjakan gula darah.
Melewatkan sarapan ternyata bukan keputusan yang sepele. Kebiasaan ini dapat menyebabkan gula darah naik turun tidak stabil, meningkatkan risiko gangguan metabolik, dan berdampak negatif terhadap energi serta konsentrasi sepanjang hari. Untuk menjaga kesehatan, biasakan sarapan dengan menu bergizi seimbang setiap pagi. Konsultasikan pola makan sehatmu dengan dokter- dokter kami melalui aplikasi Konsuldong. Yuk unduh Konsuldong sekarang!
Referensi:
-Farshchi HR, Taylor MA, Macdonald IA. "Deleterious effects of omitting breakfast on insulin sensitivity and fasting lipid profiles in healthy lean women." The American Journal of Clinical Nutrition, 2005.
-Kahleova H, et al. "Eating two larger meals a day (breakfast and lunch) is more effective than six smaller meals in a reduced-energy regimen for patients with type 2 diabetes." Diabetologia, 2014.
-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Pentingnya Sarapan Sehat untuk Anak dan Dewasa."
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
