dr. Christian
admin
Health
2 hari yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Pernahkah kamu mendengar istilah self-harm dan bertanya-tanya, “Kenapa seseorang bisa menyakiti dirinya sendiri?” Bukan hanya tentang luka fisik yang kecil, self-harm juga mencerminkan keresahan batin, rasa sakit secara emosional, atau keinginan untuk melampiaskan sesuatu yang sulit diucapkan. Meski sering dianggap tabu atau disembunyikan, memahami latar belakangnya adalah langkah awal untuk membantu diri sendiri atau orang terdekat anda.

Apa Itu Self Harm
Self-harm adalah tindakan menyakiti diri sendiri secara sengaja, bisa berupa memotong, menggores, membakar, atau menggunakan benda tajam/keras terhadap tubuh sendiri. Ada yang melakukannya dengan maksud bunuh diri (suicidal intent), tetapi banyak juga yang melakukannya tanpa niat tersebut (non-suicidal self-injury / NSSI) sebagai cara untuk mengelola emosi atau kondisi psikologisnya.
Seberapa Umum Self Harm
-Di kalangan remaja (usia 12–18 tahun), prevalensi lifetime self harm sekitar 16,9% menurut meta-analisis dari banyak negara.
-Studi global menunjukkan bahwa NSSI (non-suicidal self-injury) terjadi pada sekitar 17,7% dari remaja usia 10-19 tahun.
-Di Australia misalnya, data rumah sakit menunjukkan bahwa perempuan muda banyak yang masuk rumah sakit akibat self-harm (lebih sering dibanding laki-laki), terutama kelompok usia remaja dan dewasa muda (15-24 tahun).

Faktor Penyebab
Berikut beberapa penyebab mengapa seseorang bisa menyakiti diri sendiri, antara lain:
1. Emosi negatif yang tertekan, misalnya : perasaan sedih yang mendalam, rasa bersalah, rasa malu, atau kemarahan yang terlalu di pendam dan akhirnya meledak.
2. Trauma dan kekerasan : pengalaman kekerasan fisik, seksual, emosional, atau pelecehan serta perasaan kehilangan atau pengabaian.
3. Kesulitan mengelola & mengekspresikan perasaan : belum punya cara yang tepat dan sehat untuk melepaskan stres, perasaan kesepian, frustrasi, atau tekanan hidup. Self harm bisa terasa sebagai “jalan keluar” sementara.
4. Kontrol & sensasi melepaskan : ada yang mengatakan self harm memberikan sensasi kontrol jika hidup terasa kacau, atau sekadar merasakan sesuatu kalau selama ini merasa “kosong.”
5. Gangguan mental: kondisi seperti depresi, kecemasan, gangguan kepribadian (misalnya Borderline Personality Disorder / BPD), atau gangguan stres dan trauma.

Tanda yang Perlu Diwaspadai
Beberapa sinyal bahwa self-harm mungkin sedang terjadi, antara lain :
-Terdapat Luka atau bekas luka yang sulit dijelaskan, biasanya di lengan, pergelangan, paha.
-Pakaian yang digunakan cenderung untuk menyembunyikan bagian tubuh tertentu, meskipun cuaca sedang panas atau tidak nyaman.
-Menghindar dari aktivitas sosial, menarik diri dari teman/keluarga.
-Suasana hati berubah drastis, merasa gelisah, merasa bersalah, atau depresi.
-Berbicara dengan menunjukkan tanda-tanda bahwa hidup tidak berarti atau timbul keinginan untuk “menghancurkan diri sendiri.”

Apa yang Bisa Dilakukan
-Mencari dukungan : mendapatkan dukungan dari teman, keluarga, guru, konselor, atau professional adalah hal yang sangat penting. Mereka perlu memiliki orang yang bisa dipercaya dan dapat mendengarkan tanpa menghakimi.
-Terapis atau psikolog bisa membantu melalui terapi psikologis seperti Cognitive-Behavioral Therapy (CBT), terapi Dialektik Perilaku (DBT), atau terapi trauma.
-Kembangkan cara alternatif untuk melepaskan emosi : menulis jurnal, menggambar, olahraga, atau teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan meditasi.
-Hindari pemicu: bila ada situasi, lingkungan, atau konten media yang memperparah perasaan perasaan negatif, hindarilah.
-Bila sudah merasa sangat tertekan, memiliki pikiran untuk bunuh diri, atau melakukan tindakan self-harm yang semakin parah, sebaiknya segera cari bantuan professional.

Self-harm bukanlah kelemahan, melainkan sinyal bahwa seseorang membutuhkan bantuan, baik dari diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Dengan lebih terbuka membicarakannya, memahami penyebab, serta menyediakan dukungan yang tepat, kita bisa membantu mencegah luka itu menjadi lebih dalam. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami keinginan untuk menyakiti diri sendiri, jangan menunda. Namun ajaklah bicara, temani untuk mencari bantuan tenaga professional kesehatan, dan beritahu bahwa mereka tidak sendirian.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi :
1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31752375/
2. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30274648/
Health
4 minggu yang lalu

Health
4 minggu yang lalu

Health
4 minggu yang lalu

Health
1 bulan yang lalu

Health
1 bulan yang lalu
