dr. Christian
admin
Health
18 jam yang lalu

Duduk berjam-jam sudah menjadi bagian dari kehidupan modern: kerja di depan komputer, rapat daring, naik kendaraan panjang, sampai waktu bersantai nonton serial. Istilah “sitting is the new smoking” muncul untuk memberi peringatan, bukan agar duduk langsung disamakan dengan merokok secara literal, tetapi untuk menekankan bahwa perilaku duduk berlebihan punya dampak kesehatan serius yang luas. Artikel ini akan menjelaskan apa saja bahaya duduk terlalu lama, bukti ilmiah utama, dan langkah praktis untuk mengurangi risikonya.

Kenapa duduk terlalu lama berbahaya?
Duduk panjang (sedentary behaviour), yaitu aktivitas berenergi rendah seperti duduk atau berbaring (kecuali tidur), yang dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan seperti:
-Penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke). Penelitian dan tinjauan besar menemukan adanya hubungan antara waktu duduk yang panjang dengan risiko penyakit jantung.
-Diabetes tipe 2 dan gangguan metabolik. Duduk lama menurunkan sensitivitas insulin dan memperlambat metabolisme glukosa, sehingga meningkatkan risiko gangguan gula darah.
-Peningkatan risiko kematian dini (all-cause mortality). Meta-analisis besar menunjukkan bahwa waktu duduk yang lama berhubungan dengan peningkatan kematian, meskipun besarnya risiko dipengaruhi oleh tingkat aktivitas fisik.
-Beberapa jenis kanker. Studi observasional lainnya melaporkan adanya asosiasi antara duduk berlebihan (menonton TV, dll) dan peningkatan risiko beberapa kanker (kolon, payudara, dll.), meskipun mekanisme pasti belum sepenuhnya jelas.
Masalah muskuloskeletal & kesehatan mental
Duduk lama berkontribusi pada nyeri punggung bawah, lemah otot postural, dan juga terkait dengan gejala depresi atau mood yang menurun. Penting untuk diketahui bahwa hubungan ini sebagian besar berasal dari studi observasional, artinya duduk lama dikaitkan dengan risiko-risiko ini; peneliti berusaha mengendalikan faktor lain, tetapi bukti telah menunjukkan bahwa duduk lama adalah faktor yang relevan dan dapat dimodifikasi.

Apakah olahraga bisa “menghapus” efek duduk?
Kabar baik: aktivitas fisik bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan sebagian besar risiko yang terkait dengan duduk berlebih, tetapi jumlah aktivitasnya merupakan faktor penting. Meta-analisis besar menunjukkan bahwa orang dengan tingkat aktivitas fisik moderat-vigorous tinggi (sekitar 60-75 menit jalan cepat atau kegiatan setara sehari) tampak tidak mengalami peningkatan kematian meski duduk lama; sedangkan orang yang tidak aktif tetap berisiko. Artinya: duduk kurang + bergerak lebih = risiko berkurang.
WHO merekomendasikan kombinasi aktivitas aerobik dan penguatan otot, serta mengurangi waktu duduk secara keseluruhan, namun mereka menyatakan bukti yang ada masih belum cukup untuk menetapkan batasan “ambang aman” waktu duduk tertentu, sehingga prinsipnya adalah kurangi waktu duduk sebanyak mungkin.
Praktik sehari-hari: 10 cara mengurangi dampak duduk terlalu lama
Berikut tips praktis yang bisa langsung dicoba di rumah atau di tempat kerja.
1. Istirahat gerak setiap 30-60 menit. Bangun, berjalan sebentar, atau lakukan peregangan 2-5 menit.
2. Gunakan teknik Pomodoro aktif. Setelah 25-50 menit bekerja, lakukan 5 menit jalan atau gerakan ringan.
3. Rapat berjalan (walk-and-talk). Bila memungkinkan, lakukan panggilan telepon sambil berjalan.
4. Standing desk bergantian. Kombinasikan 30-60 menit berdiri dengan duduk, jangan berdiri sepanjang hari tanpa intervensi lain. (Catatan: berdiri terus-menerus juga punya risiko; keseimbangan gerak lebih penting.)
5. Tambahkan aktivitas intensitas ringan setiap hari seperti naik tangga, parkir agak jauh dari pintu masuk, melakukan pekerjaan rumah dengan sengaja aktif.
6. Sisihkan waktu olahraga terjadwal. Targetkan minimal 150-300 menit aktivitas aerobik moderat/pekan atau setara VIGOROUS sesuai kemampuan.
7. Micro-movement saat duduk. Kontrak glute, ganti posisi, atau lakukan peregangan leher/shoulder roll.

8. Kurangi waktu layar santai (TV/streaming) berjam-jam. Batasi binge-watching dan ambil jeda aktif setiap episode/1 jam.
9. Buat alarm atau app pengingat bergerak. Banyak aplikasi pengingat berdiri atau jam pintar punya fitur ini.
10. Atur lingkungan kerja yang mendorong untuk bergerak. Letakkan printer jauh dari meja duduk, gunakan toilet di lantai lain, atau atur meja untuk mendorong pengguna bangun sesekali.
Bagaimana jika saya pekerja kantoran / WFH?
Buat ritual gerak: mulai hari dengan 10 menit peregangan, jadwalkan jeda gerak 3-6 kali sehari, dan kombinasikan sesi olahraga pagi/malam. Jika pekerjaan menuntut duduk panjang dalam waktu yang lama (jam rapat berturut-turut), usulkan rapat singkat saja atau rapat berjalan untuk beberapa agenda dengan berjeda.
Duduk terlalu lama adalah faktor risiko yang nyata untuk penyakit jantung, diabetes, beberapa kanker, nyeri muskuloskeletal, dan peningkatan kematian dini. Berita baiknya: risiko-risiko ini dapat dikurangi dengan lebih banyak aktivitas fisik - terutama kombinasi olahraga rutin dan kebiasaan memecah periode duduk. Prinsip praktis: kurangi durasi duduk, tambah frekuensi gerak kecil setiap hari, dan penuhi rekomendasi aktivitas fisik mingguan. Kebiasaan kecil sehat seperti jalan 5 menit tiap jam (bila dilakukan konsisten), berdampak besar untuk kesehatan jangka panjang.
Butuh konsultasi kesehatan cepat?
Kalau kamu ingin tahu seberapa besar risiko kesehatanmu terkait gaya hidup (pekerjaan banyak duduk, hasil pemeriksaan, atau bagaimana memulai program aktivitas yang aman), coba Konsuldong - aplikasi konsultasi kesehatan yang menghubungkan kamu dengan dokter untuk saran personal lewat chat. Cocok untuk:
-Mengevaluasi risiko kardiometabolik berdasarkan gaya hidup,
-Rekomendasi olahraga yang aman untuk kondisi tertentu.
Yuk Unduh Konsuldong sekarang!
Referensi:
Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

News
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu

Health
6 hari yang lalu
