dr. Christian
admin
Health
14 jam yang lalu

Rubrik Gaya Hidup & Kesehatan
Belakangan ini di media sosial ramai diperbincangkan tagar #DaruratSeblak setelah sejumlah dokter membagikan pengalaman klinis mereka menangani pasien yang mengalami keluhan lambung setelah rutin mengonsumsi seblak, makanan khas Indonesia yang terkenal pedas dan menggugah selera. Hal ini menjadi topik hangat di TikTok, Instagram, dan platform lain, terutama di kalangan anak muda yang gemar akan makanan pedas.

Apa yang Viral di Media Sosial?
Salah satu video yang menjadi viral berasal dari seorang dokter umum di Bandung Barat, dr. Mariska Haris, yang menceritakan pengalamannya menangani seorang pasien perempuan berusia 21 tahun dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan setelah hampir setiap hari makan seblak, bahkan bisa sampai dua kali sehari. Pasien tersebut kemudian didiagnosis mengalami gastritis erosive, peradangan serius pada lapisan lambung yang bisa menyebabkan iritasi dan luka jika tidak ditangani dengan tepat.
Apakah Seblak Bisa Picu Gangguan Lambung?
Secara ilmiah, konsumsi seblak sendiri tidak secara langsung “menyebabkan penyakit” jika dikonsumsi secara wajar. Namun, pakar kesehatan dan dokter menyampaikan bahwa ada beberapa faktor yang membuat risiko gangguan lambung meningkat bila seblak dikonsumsi secara berlebihan dan tanpa pola makan yang seimbang, seperti berikut:
Ø Kandungan Pedas & Bumbu Intens
Seblak dikenal karena bumbunya yang pedas dan kaya akan rempah-rempah. Rasa pedas yang tinggi dapat mengiritasi dinding lambung dan meningkatkan produksi asam lambung, terutama bila dimakan saat perut kosong atau bagi individu yang sudah memiliki sensitivitas pencernaan. Ini berpotensi memicu gastritis atau memperparah kondisi asam lambung seperti GERD.
Ø Pola Makan Tidak Seimbang
Kasus pasien yang viral menunjukkan bahwa individu tersebut mengandalkan seblak sebagai makanan utama, bahkan menggantikan kebutuhan nutrisi dasar seperti nasi serta sayuran. Pola makan yang tidak seimbang dan kurang nutrisi lengkap berkontribusi terhadap gangguan sistem pencernaan.
Ø Bahan Olahan Tidak Sehat
Seblak umumnya dibuat dari kerupuk yang direbus, minyak, dan bumbu instan tinggi garam serta MSG, yang bila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan iritasi lambung dan bahkan berdampak pada tekanan darah atau kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Ø Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan
Gangguan lambung bukan cuma faktor makanan pedas semata. Stres, kurang tidur, kebiasaan merokok, alkohol, dan konsumsi makanan olahan juga bisa memperburuk kondisi perut. Oleh karena itu, dokter biasanya menilai seluruh aspek gaya hidup pasien dalam menangani pasien.
Apa Kata Ahli Kesehatan?
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), prinsip utama kesehatan pencernaan adalah menjaga pola makan yang seimbang: variasi makanan yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, serta buah dan menghindari konsumsi gula, garam, dan atau lemak berlebihan. Mengonsumsi makanan tinggi bumbu atau rempah secara berlebihan memang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan organ tubuh.

Para ahli gizi juga menekankan bahwa konsumsi seblak sebagai makanan sesekali saja tidak masalah, namun harus tetap memperhatikan proporsi nutrisi yang sehat dan tidak menggantikan makanan pokok secara terus-menerus.
Tips Aman Konsumsi Seblak
Untuk tetap bisa menikmati seblak tanpa mengorbankan kesehatan lambung, berikut tips sederhana yang bisa dilakukan:
✅Konsumsi seblak secara teratur tapi tidak berlebihan (misal: 1–2 kali seminggu).
✅Jangan menggantikan makanan utama seperti nasi atau sumber karbohidrat lainnya.
✅Pilih seblak dengan bahan segar seperti sayuran dan protein sehat.
✅Batasi tambahan sambal atau cabai ekstra jika perut sensitif.
✅Perhatikan keseimbangan nutrisi dengan buah dan sayur di makanan lainnya.
Kesimpulan
📌 Seblak sebagai makanan pedas populer tidak otomatis mengiritasi lambung pada semua orang, tetapi konsumsi yang berlebihan dan pola makan tidak seimbang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti gastritis erosif.
📌 Faktor risiko lain seperti stres, kurang nutrisi, atau kondisi medis tertentu juga memengaruhi kesehatan lambung.
📌 Kunci utamanya adalah menjaga pola makan sehat dan seimbang, serta tidak bergantung pada satu jenis makanan saja, termasuk seblak.

Butuh Konsultasi Medis Secara Cepat? Coba Aplikasi KonsulDong! 📲
Jika kamu merasa sering mengalami keluhan lambung atau masalah pencernaan setelah makan makanan tertentu, jangan biarkan itu berlarut. Aplikasi KonsulDong siap membantu kamu berkonsultasi dengan dokter profesional secara online kapan saja dan di mana saja.
✨ Kenapa pilih KonsulDong?
👉Download sekarang dan mulai konsultasimu hari ini!
Dengan KonsulDong, kesehatanmu tetap terjaga tanpa harus antre di klinik!
Referensi:
-Gonlachanvit S. (2010). Are rice and spicy diet good for functional gastrointestinal disorders?. Journal of neurogastroenterology and motility, 16(2), 131–138.
-https://www.fao.org/nutrition/education/food-dietary-guidelines/regions/countries/indonesia/en/
https://ygi.or.id/bagaimana-pengaruh-konsumsi-makanan-pedas-terhadap-kesehatan-dan-penyakit-saluran-cerna/
Health
14 jam yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu

Health
6 hari yang lalu
