dr. Christian

admin

Viral di Sosial Media: Dokter Serukan ‘Darurat Seblak’, Benarkah Itu Sebabkan Gangguan Lambung?

Health

14 jam yang lalu

Viral di Sosial Media: Dokter Serukan ‘Darurat Seblak’, Benarkah Itu Sebabkan Gangguan Lambung?

 


Rubrik Gaya Hidup & Kesehatan

Belakangan ini di media sosial ramai diperbincangkan tagar #DaruratSeblak setelah sejumlah dokter membagikan pengalaman klinis mereka menangani pasien yang mengalami keluhan lambung setelah rutin mengonsumsi seblak, makanan khas Indonesia yang terkenal pedas dan menggugah selera. Hal ini menjadi topik hangat di TikTok, Instagram, dan platform lain, terutama di kalangan anak muda yang gemar akan makanan pedas.




Apa yang Viral di Media Sosial?

Salah satu video yang menjadi viral berasal dari seorang dokter umum di Bandung Barat, dr. Mariska Haris, yang menceritakan pengalamannya menangani seorang pasien perempuan berusia 21 tahun dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan setelah hampir setiap hari makan seblak, bahkan bisa sampai dua kali sehari. Pasien tersebut kemudian didiagnosis mengalami gastritis erosive, peradangan serius pada lapisan lambung yang bisa menyebabkan iritasi dan luka jika tidak ditangani dengan tepat.



Apakah Seblak Bisa Picu Gangguan Lambung?

Secara ilmiah, konsumsi seblak sendiri tidak secara langsung “menyebabkan penyakit” jika dikonsumsi secara wajar. Namun, pakar kesehatan dan dokter menyampaikan bahwa ada beberapa faktor yang membuat risiko gangguan lambung meningkat bila seblak dikonsumsi secara berlebihan dan tanpa pola makan yang seimbang, seperti berikut:

 

 


Ø Kandungan Pedas & Bumbu Intens

Seblak dikenal karena bumbunya yang pedas dan kaya akan rempah-rempah. Rasa pedas yang tinggi dapat mengiritasi dinding lambung dan meningkatkan produksi asam lambung, terutama bila dimakan saat perut kosong atau bagi individu yang sudah memiliki sensitivitas pencernaan. Ini berpotensi memicu gastritis atau memperparah kondisi asam lambung seperti GERD.

Ø Pola Makan Tidak Seimbang

Kasus pasien yang viral menunjukkan bahwa individu tersebut mengandalkan seblak sebagai makanan utama, bahkan menggantikan kebutuhan nutrisi dasar seperti nasi serta sayuran. Pola makan yang tidak seimbang dan kurang nutrisi lengkap berkontribusi terhadap gangguan sistem pencernaan.

Ø Bahan Olahan Tidak Sehat

Seblak umumnya dibuat dari kerupuk yang direbus, minyak, dan bumbu instan tinggi garam serta MSG, yang bila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan iritasi lambung dan bahkan berdampak pada tekanan darah atau kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Ø Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan

Gangguan lambung bukan cuma faktor makanan pedas semata. Stres, kurang tidur, kebiasaan merokok, alkohol, dan konsumsi makanan olahan juga bisa memperburuk kondisi perut. Oleh karena itu, dokter biasanya menilai seluruh aspek gaya hidup pasien dalam menangani pasien.



Apa Kata Ahli Kesehatan?

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), prinsip utama kesehatan pencernaan adalah menjaga pola makan yang seimbang: variasi makanan yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, serta buah dan menghindari konsumsi gula, garam, dan atau lemak berlebihan. Mengonsumsi makanan tinggi bumbu atau rempah secara berlebihan memang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan organ tubuh.



Para ahli gizi juga menekankan bahwa konsumsi seblak sebagai makanan sesekali saja tidak masalah, namun harus tetap memperhatikan proporsi nutrisi yang sehat dan tidak menggantikan makanan pokok secara terus-menerus.


 

Tips Aman Konsumsi Seblak

Untuk tetap bisa menikmati seblak tanpa mengorbankan kesehatan lambung, berikut tips sederhana yang bisa dilakukan:

✅Konsumsi seblak secara teratur tapi tidak berlebihan (misal: 1–2 kali seminggu).

✅Jangan menggantikan makanan utama seperti nasi atau sumber karbohidrat lainnya.

✅Pilih seblak dengan bahan segar seperti sayuran dan protein sehat.

✅Batasi tambahan sambal atau cabai ekstra jika perut sensitif.

✅Perhatikan keseimbangan nutrisi dengan buah dan sayur di makanan lainnya.

 


Kesimpulan

📌 Seblak sebagai makanan pedas populer tidak otomatis mengiritasi lambung pada semua orang, tetapi konsumsi yang berlebihan dan pola makan tidak seimbang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti gastritis erosif.


📌 Faktor risiko lain seperti stres, kurang nutrisi, atau kondisi medis tertentu juga memengaruhi kesehatan lambung.


📌 Kunci utamanya adalah menjaga pola makan sehat dan seimbang, serta tidak bergantung pada satu jenis makanan saja, termasuk seblak.

 

 

Butuh Konsultasi Medis Secara Cepat? Coba Aplikasi KonsulDong! 📲

Jika kamu merasa sering mengalami keluhan lambung atau masalah pencernaan setelah makan makanan tertentu, jangan biarkan itu berlarut. Aplikasi KonsulDong siap membantu kamu berkonsultasi dengan dokter profesional secara online kapan saja dan di mana saja.


Kenapa pilih KonsulDong?

  • Konsultasi cepat dengan dokter umum
  • Bisa kirim foto atau gejala secara langsung
  • Tersedia saran gaya hidup sehat & nutrisi
  • Biaya terjangkau dan praktis


👉Download sekarang dan mulai konsultasimu hari ini!

Dengan KonsulDong, kesehatanmu tetap terjaga tanpa harus antre di klinik!


 

Referensi:

-Gonlachanvit S. (2010). Are rice and spicy diet good for functional gastrointestinal disorders?. Journal of neurogastroenterology and motility, 16(2), 131–138.

-https://www.fao.org/nutrition/education/food-dietary-guidelines/regions/countries/indonesia/en/

https://ygi.or.id/bagaimana-pengaruh-konsumsi-makanan-pedas-terhadap-kesehatan-dan-penyakit-saluran-cerna/

 


Baca juga

Viral di Sosial Media: Dokter Serukan ‘Darurat Seblak’, Benarkah Itu Sebabkan Gangguan Lambung?

Viral di Sosial Media: Dokter Serukan ‘Darurat Seblak’, Benarkah Itu Sebabkan Gangguan Lambung? Rubrik Gaya Hidup & Kesehatan Belakangan ini di media sosial ramai diperbincangkan tagar #DaruratSeblak setelah sejumlah dokter membagikan pengalaman klinis mereka menangani pasien yang mengalami keluhan lambung setelah rutin mengonsumsi seblak, makanan khas Indonesia yang terkenal pedas dan menggugah selera. Hal ini menjadi topik hangat di TikTok, Instagram, dan platform lain, terutama di kalangan anak muda yang gemar akan makanan pedas. Apa yang Viral di Media Sosial? Salah satu video yang menjadi viral berasal dari seorang dokter umum di Bandung Barat, dr. Mariska Haris, yang menceritakan pengalamannya menangani seorang pasien perempuan berusia 21 tahun dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, hingga kehilangan nafsu makan setelah hampir setiap hari makan seblak, bahkan bisa sampai dua kali sehari. Pasien tersebut kemudian didiagnosis mengalami gastritis erosive, peradangan serius pada lapisan lambung yang bisa menyebabkan iritasi dan luka jika tidak ditangani dengan tepat. Apakah Seblak Bisa Picu Gangguan Lambung? Secara ilmiah, konsumsi seblak sendiri tidak secara langsung “menyebabkan penyakit” jika dikonsumsi secara wajar. Namun, pakar kesehatan dan dokter menyampaikan bahwa ada beberapa faktor yang membuat risiko gangguan lambung meningkat bila seblak dikonsumsi secara berlebihan dan tanpa pola makan yang seimbang, seperti berikut:  Ø Kandungan Pedas & Bumbu IntensSeblak dikenal karena bumbunya yang pedas dan kaya akan rempah-rempah. Rasa pedas yang tinggi dapat mengiritasi dinding lambung dan meningkatkan produksi asam lambung, terutama bila dimakan saat perut kosong atau bagi individu yang sudah memiliki sensitivitas pencernaan. Ini berpotensi memicu gastritis atau memperparah kondisi asam lambung seperti GERD. Ø Pola Makan Tidak SeimbangKasus pasien yang viral menunjukkan bahwa individu tersebut mengandalkan seblak sebagai makanan utama, bahkan menggantikan kebutuhan nutrisi dasar seperti nasi serta sayuran. Pola makan yang tidak seimbang dan kurang nutrisi lengkap berkontribusi terhadap gangguan sistem pencernaan. Ø Bahan Olahan Tidak SehatSeblak umumnya dibuat dari kerupuk yang direbus, minyak, dan bumbu instan tinggi garam serta MSG, yang bila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan iritasi lambung dan bahkan berdampak pada tekanan darah atau kesehatan jantung dalam jangka panjang. Ø Faktor Lain yang Perlu DiperhatikanGangguan lambung bukan cuma faktor makanan pedas semata. Stres, kurang tidur, kebiasaan merokok, alkohol, dan konsumsi makanan olahan juga bisa memperburuk kondisi perut. Oleh karena itu, dokter biasanya menilai seluruh aspek gaya hidup pasien dalam menangani pasien. Apa Kata Ahli Kesehatan? Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), prinsip utama kesehatan pencernaan adalah menjaga pola makan yang seimbang: variasi makanan yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, serta buah dan menghindari konsumsi gula, garam, dan atau lemak berlebihan. Mengonsumsi makanan tinggi bumbu atau rempah secara berlebihan memang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan organ tubuh. Para ahli gizi juga menekankan bahwa konsumsi seblak sebagai makanan sesekali saja tidak masalah, namun harus tetap memperhatikan proporsi nutrisi yang sehat dan tidak menggantikan makanan pokok secara terus-menerus.  Tips Aman Konsumsi SeblakUntuk tetap bisa menikmati seblak tanpa mengorbankan kesehatan lambung, berikut tips sederhana yang bisa dilakukan:✅Konsumsi seblak secara teratur tapi tidak berlebihan (misal: 1–2 kali seminggu).✅Jangan menggantikan makanan utama seperti nasi atau sumber karbohidrat lainnya.✅Pilih seblak dengan bahan segar seperti sayuran dan protein sehat.✅Batasi tambahan sambal atau cabai ekstra jika perut sensitif.✅Perhatikan keseimbangan nutrisi dengan buah dan sayur di makanan lainnya.  Kesimpulan📌 Seblak sebagai makanan pedas populer tidak otomatis mengiritasi lambung pada semua orang, tetapi konsumsi yang berlebihan dan pola makan tidak seimbang dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti gastritis erosif. 📌 Faktor risiko lain seperti stres, kurang nutrisi, atau kondisi medis tertentu juga memengaruhi kesehatan lambung. 📌 Kunci utamanya adalah menjaga pola makan sehat dan seimbang, serta tidak bergantung pada satu jenis makanan saja, termasuk seblak.   Butuh Konsultasi Medis Secara Cepat? Coba Aplikasi KonsulDong! 📲 Jika kamu merasa sering mengalami keluhan lambung atau masalah pencernaan setelah makan makanan tertentu, jangan biarkan itu berlarut. Aplikasi KonsulDong siap membantu kamu berkonsultasi dengan dokter profesional secara online kapan saja dan di mana saja.✨ Kenapa pilih KonsulDong?Konsultasi cepat dengan dokter umum Bisa kirim foto atau gejala secara langsungTersedia saran gaya hidup sehat & nutrisiBiaya terjangkau dan praktis👉Download sekarang dan mulai konsultasimu hari ini!Dengan KonsulDong, kesehatanmu tetap terjaga tanpa harus antre di klinik! Referensi:-Gonlachanvit S. (2010). Are rice and spicy diet good for functional gastrointestinal disorders?. Journal of neurogastroenterology and motility, 16(2), 131–138.-https://www.fao.org/nutrition/education/food-dietary-guidelines/regions/countries/indonesia/en/ https://ygi.or.id/bagaimana-pengaruh-konsumsi-makanan-pedas-terhadap-kesehatan-dan-penyakit-saluran-cerna/ 

Health

14 jam yang lalu

Brain Fog: Ketika Pikiran Terasa “Berkabut”

Brain Fog: Ketika Pikiran Terasa “Berkabut” Brain fog bukanlah suatu nama penyakit, melainkan istilah yang biasa dipakai untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami gangguan kognitif ringan, seperti:Kesulitan fokusLupa akan hal-hal yang sederhanaPikiran terasa lambat atau kaburSulit berpikir secara jernihKonsentrasi menurun Kondisi ini bisa bersifat sementara atau dapat muncul berulang, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Penyebab Utama Brain Fog 1.      Stres KronisStres yang berlangsung lama dapat memicu overload mental. Hormon stres seperti kortisol terus menerus dilepaskan, yang dalam jangka panjang dapat melemahkan kemampuan otak untuk berkonsentrasi, mengingat, atau berpikir dengan baik. Kelelahan mental yang berlangsung terus menerus membuat pikiran terasa “berkabut” karena otak tidak mampu bekerja secara optimal. 2.      Kurang TidurTidur merupakan waktu penting bagi otak untuk memproses dan menyimpan informasi. Jika kualitas atau durasi tidur kurang (misalnya kurang dari 7-9 jam), fungsi kognitif bisa terganggu dan pikiran menjadi tidak jernih. 3.      Perubahan HormonFluktuasi hormon seperti kondisi:-Kehamilan-Menopause-Perubahan hormonal lainnyaBeberapa kondisi diatas dapat mempengaruhi daya ingat atau konsentrasi. Misalnya, kadar estrogen yang berubah bisa berhubungan dengan gangguan kognitif sementara. 4.      Pola Makan / Kekurangan NutrisiOtak kita membutuhkan beberapa vitamin dan mineral khusus, nutrisi penting seperti vitamin B12, Iron atau zat besi, dan Omega-3 sangat diperlukan otak untuk berfungsi dengan baik. Beberapa kondisi kekurangan nutrisi yang berkaitan dengan brain fog:-Kekurangan Vitamin B12 ini dapat berdampak pada daya ingat dan kemampuan berpikir.-Kekurangan zat besi, otak akan kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan kurang fokus dan kelelahan.-Kekurangan Omega-3. Lemak baik ini mendukung Kesehatan otak dan suasana hati.-Selain itu, sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu juga bisa memicu gejala brain fog, biasanya terkait makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, makanan berpengawet dan alkohol.5.      Efek Samping ObatBeberapa jenis obat bisa menyebabkan gangguan kognitif sebagai efek samping, misalnya:-Antihistamin-Antidepresan-Obat-obatan lain yang memengaruhi sistem saraf-Terapi kanker (chemothrapy) 6.      Kondisi Medis TertentuBerbagai kondisi kesehatan yang memengaruhi tubuh secara keseluruhan juga bisa menimbulkan brain fog, antara lain:-Sindrom kelelahan kronis-Fibromyalgia-Depresi dan Kecemasan -Anemia-Diabetes-Migrain-Hipotiroid-Penyakit autoimun (seperti SLE atau multiple sclerosis)-Infeksi (termasuk long COVID) Cara Alami untuk Menghilangkan Brain Fog1.      Tidur yang berkualitas.Tidur selama 7-9 jam setiap malam. Mulai tidur di jam yang sama setiap hari, hindari konsumsi kafein dan alkohol di sore ke malam hari, ciptakan suasana kamar yang tenang dan pencahayaan yang gelap.2.      Kurangi stressLakukan meditasi, tarik nafas dalam dan stretching.  3.      Cukupi Nutrisi yang meningkatkan fungsi otakLengkapi asupan nutrisi yang mengandung Omega-3, vitamin B12 dan zat besi. Kurangi konsumsi gula dan makanan olahan, perbanyak makanan yang tinggi protein.4.      Jaga hidrasi dengan perbanyak minum air putih5.      Aktivitas FisikBerolahraga akan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak yang akan mengurangi stress. Berjalan kaki dan stretching dapat mencegah brain fog. Brain fog bukan kondisi medis tunggal, melainkan gejala yang bisa muncul karena berbagai penyebab, mulai dari gaya hidup hingga kondisi kesehatan. Mengenali faktor yang memicunya adalah langkah pertama untuk mencari solusi yang tepat. Silahkan download aplikasi Konsuldong, konsultasikan dengan dokter-dokter kami yang dengan senang hati akan membantu Anda.Referensi :-https://www.healthline.com/health/brain-fog#what-is-brain-fog -https://share.upmc.com/2025/11/brain-fog-causes/

Health

2 hari yang lalu

Akupuntur dan Manfaatnya bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Akupuntur dan Manfaatnya bagi Kesehatan Fisik dan Mental Saat ini banyak orang mencari cara yang aman, efektif, dan alami untuk menjaga kesehatan tubuh serta meredakan stres. Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah akupuntur, sebuah terapi tradisional dari Tiongkok yang telah digunakan selama ribuan tahun. Akupuntur bukan hanya membantu meredakan nyeri fisik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan mental seperti mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup. Artikel kali ini akan mengulas manfaat utama akupuntur untuk kesehatan fisik dan mental yang berdasarkan bukti ilmiah. Mari kita simak!Apa Itu Akupuntur? Akupuntur adalah terapi yang dilakukan dengan menyisipkan jarum - jarum yang sangat tipis ke titik-titik tertentu di dalam tubuh. Titik-titik ini dipercaya berhubungan dengan jalur energi tubuh (qi) dan sistem saraf. Dalam pandangan medis modern, stimulasi titik dan kulit ini dapat memengaruhi respon saraf, aliran darah, dan regulasi hormon tubuh.Manfaat Akupuntur untuk Kesehatan Fisik1.    Mengurangi nyeri pada tubuhBanyak pasien menggunakan akupuntur untuk meredakan nyeri kronis seperti nyeri pada punggung, leher, dan sendi. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa akupuntur dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan fungsi secara fisik pada kondisi tertentu seperti rheumatoid arthritis. 2.    Memperbaiki gejala fisik dalam kondisi Mood DisorderPada Penelitian terhadap pasien dengan gangguan suasana hati berat (seperti depresi dan bipolar) yang melibatkan gejala fisik, Akupuntur terlihat dapat membantu meredakan gejala fisik yang muncul seperti nyeri pada leher, memperbaiki kualitas tidur, hingga meningkatkan persepsi kesehatan secara umum. 3.    Mendukung peningkatan kualitas hidupSelain meredakan rasa sakit, akupuntur juga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup pasien, yaitu meningkatkan stamina tubuh. Manfaat Akupuntur bagi Kesehatan Mental1.    Mengurangi stres dan kecemasanBeberapa ulasan bukti menunjukkan bahwa akupuntur berpotensi membantu menurunkan kecemasan, stres, serta gejala pasca operasi atau trauma psikologis. 2.    Mendukung pengelolaan Depresi dan InsomniaWalaupun kualitas bukti masih beragam, beberapa penelitian menunjukkan bahwa akupuntur dapat membantu meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur, terutama bila digunakan bersamaan dengan perawatan lain seperti terapi konvensional. 3.    Efek pada kualitas hidup secara mentalProgram integratif yang mencakup akupuntur telah dilaporkan mampu mengurangi kecemasan, depresi, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan dalam beberapa studi observasional. Bagaimana Akupuntur Bekerja untuk Tubuh & Pikiran?Akupuntur bekerja melalui beberapa mekanisme potensial, antara lain :-Merangsang sistem saraf pusat, sehingga tubuh melepaskan bahan kimia alami yang dapat mengurangi nyeri dan menenangkan sistem saraf.-Meningkatkan aliran darah ke jaringan, sehingga membantu proses pemulihan alami tubuh.-Mempengaruhi pengaturan hormon dan neurotransmiter, yang berdampak pada suasana hati dan tidur. Walaupun hasil riset bervariasi dan masih ada kebutuhan studi lebih lanjut, banyak pasien dan penyedia layanan medis menganggap akupuntur sebagai bagian dari pendekatan kesehatan holistik.Hal yang Perlu Diperhatikan-Efek samping ringan seperti memar ringan atau sedikit pegal bisa muncul sesudah sesi akupuntur.-Akupuntur sebaiknya dilakukan oleh praktisi bersertifikat yang aman dengan teknik jarum steril.-Hasil bisa berbeda antar individu, tergantung kondisi dan frekuensi terapi.-Akupuntur bukan pengganti pengobatan utama untuk kondisi serius, tetapi bisa menjadi terapi pendukung.  Akupuntur adalah terapi tradisional yang kini semakin banyak dipelajari oleh komunitas medis modern. Meski bukti ilmiahnya beragam, terapi ini menunjukkan potensi manfaat untuk nyeri fisik, stres, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup bila dilakukan secara tepat. Bagi banyak orang, akupuntur bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan komplementer dalam menjaga kesehatan fisik serta mental. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai setiap terapi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Referensi :1. https://health.clevelandclinic.org/acupuncture-benefits2. https://link.springer.com/article/10.51507/j.jams.2022.15.6.336? 3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30569405/4. https://acupuncture.org.uk/fact-sheets/acupuncture-for-mental-health-evidence-review/?5. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36509453/

Health

3 hari yang lalu

Kunci Imunitas 2026: Mengapa Kesehatan Mental Adalah Suplemen Terbaik

Kunci Imunitas 2026: Mengapa Kesehatan Mental Adalah Suplemen Terbaik  Pernahkah Anda merasa flu yang tak kunjung sembuh tepat saat beban kerja di kantor sedang memuncak? Atau mungkin Anda merasakan nyeri punggung bawah yang semakin tajam setelah mengalami kejadian emosional yang berat? Ini bukan sekadar kebetulan. Fenomena ini adalah bukti nyata dari Psikoneuroimunologi (PNI), sebuah bidang sains mutakhir yang mempelajari interaksi antara proses psikologis (pikiran/emosi) dan sistem saraf (neuro) serta sistem imun tubuh manusia, yang ternyata bukanlah suatu entitas terpisah, melainkan sebuah jaringan komunikasi raksasa. Mari kita kupas lebih dalam!Jembatan Antara Pikiran dan Sel Dahulu, dunia medis menganggap sistem imun bekerja seperti tentara independen yang hanya bereaksi terhadap virus atau bakteri. Namun, sains terbaru membuktikan bahwa sel imun kita memiliki reseptor untuk neurotransmitter. Artinya, sel imun Anda "mendengarkan" setiap pikiran dan merasakan setiap emosi Anda.Bagaimana Stres Berubah Menjadi Peradangan? Bayangkan sistem saraf Anda sebagai sistem alarm. Saat Anda merasa terancam, baik karena ancaman fisik maupun tekanan batin, otak akan mengaktifkan jalur HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal) sehingga tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang fungsinya untuk mempersiapkan tubuh dalam mengelola ancaman. Dalam kondisi normal, kortisol berfungsi menekan peradangan. Namun, jika Anda mengalami stres kronis atau menyimpan trauma masa lalu yang belum tuntas, tubuh terus-menerus dibanjiri kortisol. Lama-kelamaan, sel imun menjadi "tuli" atau resisten terhadap tekanan terus menerus dari hormon ini. Akibatnya? Sistem imun kehilangan kendali dan mulai memproduksi zat peradangan (sitokin) secara liar. Inilah yang memicu kelelahan kronis, nyeri sendi, hingga mempercepat penuaan sel atau yang kini dikenal dengan istilah Inflammaging.Memori Seluler: Mengapa Masa Lalu Masih Terasa di Tubuh? Salah satu temuan paling provokatif dalam PNI adalah konsep Memori Seluler. Penelitian tentang Adverse Childhood Experiences (ACEs) menunjukkan bahwa pengalaman traumatis di masa kecil dapat "memprogram" sistem imun untuk tetap dalam mode waspada tinggi hingga puluhan tahun kemudian. Bagi Anda yang kini memasuki usia 40-an, rasa pegal, kaku, atau penurunan stamina yang tidak jelas penyebab medisnya bisa jadi merupakan suatu manifestasi fisik dari beban emosional yang tersimpan lama dalam sistem saraf. "Biology of Hope": Memprogram Ulang Kesembuhan Jika pikiran negatif bisa merusak, maka sains juga membuktikan bahwa kita bisa membalikkan proses tersebut. Melalui fenomena neuroplastisitas, kita dapat melatih otak untuk mengirim sinyal "aman" ke sistem imun.Beberapa langkah praktis yang didukung oleh riset PNI terbaru meliputi:1. Stimulasi Saraf Vagus. Saraf vagus adalah "jalan tol" komunikasi antara otak dan organ dalam. Anda bisa menenangkannya secara instan melalui pernapasan perut yang dalam (deep breathing) atau membasuh wajah dengan air dingin. Ini secara langsung menurunkan respons peradangan dalam tubuh.2. Emotional Writing (Menulis Ekspresif)Menuliskan perasaan terdalam mengenai konflik atau trauma selama 15-20 menit sehari terbukti secara klinis meningkatkan fungsi sel T (sel pembunuh alami dalam sistem imun). Ini seperti melakukan "detoks" emosional bagi sel Anda.3. Koneksi Sosial yang BermaknaRasa kesepian memicu profil genetik imun yang serupa dengan respons tubuh terhadap bakteri. Sebaliknya, perasaan dicintai dan didukung dapat menurunkan kadar peradangan secara signifikan. Kesehatan di tahun 2026 bukan lagi sekadar tentang angka kolesterol atau porsi sayuran di piring Anda. Kesehatan sejati adalah keharmonian antara apa yang Anda pikirkan dan apa yang tubuh Anda rasakan. Menyembuhkan fisik seringkali dimulai dengan berdamai dengan masa lalu dan memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat. Tubuh Anda mendengarkan, oleh karena itu pastikan Anda membisikkan sesuatu yang baik kepadanya. Dengan memahami bahwa setiap emosi Anda memiliki gema biologis di dalam sel, kini saatnya Anda mengambil langkah proaktif untuk menjaga keseimbangan tersebut. Jangan biarkan stres atau beban emosional menjadi penghalang bagi kebahagiaan fisik Anda; segera unduh aplikasi KonsulDong di smartphone Anda sekarang juga untuk terhubung dengan para ahli kesehatan yang siap membantu Anda menjaga kesehatan mental sekaligus fisik secara menyeluruh dalam satu genggaman. Sumber:https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0306453021000469https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/can-our-brain-talk-to-our-immune-system 

Health

4 hari yang lalu

Pusing Pagi Hari: Kaitan antara Hipotensi, Dehidrasi, dan Hipoglikemia

Pusing Pagi Hari: Kaitan antara Hipotensi, Dehidrasi, dan Hipoglikemia Bangun pagi seharusnya menjadi momen yang menyegarkan bagi tubuh. Namun bagi sebagian orang, sensasi pusing di kepala setelah bangun tidur bisa muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pusing di pagi hari adalah sensasi ringan seperti kepala melayang, tidak seimbang, atau ingin pingsan saat bangun tidur atau saat berdiri untuk pertama kali. Pusing setelah bangun tidur bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan tekanan darah hingga kondisi medis tertentu. Artikel ini akan membahas penyebab dan kaitannya secara lengkap. Yuk Simak! Darah Rendah (Hipotensi) dan Pusing Salah satu penyebab pusing yang paling umum saat bangun tidur adalah tekanan darah yang  rendah, terutama ketika bangun terlalu cepat dari posisi berbaring. Ketika tidur, darah cenderung berkumpul di bagian tubuh bawah, sehingga jika saat bangun secara tiba-tiba, darah yang kembali ke atas menuju otak belum optimal, tekanan darah akan turun sementara dan menyebabkan rasa pusing di kepala. Istilah medis untuk kondisi ini adalah hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah saat berpindah dari posisi berbaring ke berdiri. Kondisi ini bisa lebih sering terjadi pada orang tua atau orang yang menggunakan obat tertentu seperti diuretik atau obat tekanan darah. Cara Mengatasinya:Bangun secara bertahap: duduk terlebih dahulu beberapa detik sebelum berdiri.Makan sarapan sehat segera setelah bangun untuk membantu menstabilkan tekanan darah. Dehidrasi: Kurang Cairan Bisa Jadi Penyebabnya Selama tidur, tubuh tidak menerima cairan selama berjam-jam. Jika kurang atau tidak cukup minum sepanjang hari sebelumnya, maka tubuh akan terbangun dalam keadaan dehidrasi, yang berarti volume darah menurun. Ketika volume darah rendah, aliran darah ke otak juga menurun, yang bisa menyebabkan pusing. Tanda lain dehidrasi meliputi:Mulut atau bibir keringHaus berlebihanKelelahan Cara Mengatasinya:Minum cukup air putih sepanjang hari, dan menjelang tidur konsumsi 1 gelas air putih.Batasi konsumsi alkohol dan kafein di malam hari karena dapat meningkatkan dehidrasi. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia) dan Sensasi Pusing Kadar gula darah juga memainkan peran penting dalam kenyamanan tubuh setelah bangun tidur. Setelah berjam-jam tanpa makan selama tidur, kadar gula darah bisa turun, terutama pada orang yang mengonsumsi obat anti diabetes seperti insulin atau konsumsi makan malam dengan porsi yang sangat sedikit. Gejala hipoglikemia tidak hanya pusing, tetapi juga bisa termasuk gemetar, lemas dan keringat dingin atau bingung Cara Mengatasi:Mengonsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat kompleks sebelum tidur (sesuai  anjuran dokter).Sarapan sehat segera setelah bangun untuk menaikkan kembali kadar gula darah. Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter ?Meski pusing di pagi hari sering bersifat ringan dan sementara, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika:-Pusing terjadi sering atau semakin parah.-Disertai nyeri kepala hebat, penglihatan buram, atau pingsan.-Ada penyakit lain yang di alami seperti diabetes atau penyakit jantung. Jika Anda sering mengalami pusing saat bangun tidur, konsultasikan dengan dokter. Silahkan download aplikasi Konsuldong, dan konsultasikan keluhan Anda dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi :-https://www.webmd.com/a-to-z-guides/wake-up-dizzy-causes/ -https://health.clevelandclinic.org/waking-up-dizzy

Health

5 hari yang lalu

Vitamin D vs Vitamin D3: Apa Perbedaannya?

Vitamin D vs Vitamin D3: Apa Perbedaannya? Vitamin D adalah nutrisi larut lemak yang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita. Namun, istilah Vitamin D sering digunakan secara umum, padahal ada beberapa bentuk vitamin D dan yang paling umum dikenal adalah Vitamin D2 dan Vitamin D3. Mari kita bahas perbedaanya...Apa Itu Vitamin D?Vitamin D bukan hanya satu zat tunggal, tetapi merupakan istilah umum untuk sekelompok senyawa berikut:-Vitamin D2 (Ergokalsiferol), biasanya berasal dari sumber nabati seperti jamur yang terpapar sinar UV atau makanan yang difortifikasi (proses penambahan satu atau lebih zat gizi berupa vitamin dan mineral ke dalam produk pangan secara sengaja untuk meningkatkan kandungan gizinya).-Vitamin D3 (Kolekalsiferol), bentuk vitamin D yang diproduksi di kulit ketika terkena sinar matahari dan juga ditemukan dalam sumber hewani. Kedua jenis vitamin D ini kemudian diubah di hati dan ginjal menjadi bentuk aktif (calcitriol) yang digunakan tubuh untuk berbagai fungsi penting. Jadi, Vitamin D3 adalah salah satu bentuk dari Vitamin D, bukan dua zat yang sepenuhnya berbeda. Perbedaan Utama antara Vitamin D2 dan D3  Mengapa Vitamin D3 Sering Direkomendasikan?Beberapa alasan vitamin D3 sering dianggap pilihan yang lebih baik:-Lebih efisien diserap dan bertahan lama dalam darah dibandingkan D2 . Artinya, tubuh lebih mudah mempertahankan kadar D3 yang optimal. -Sumber alami sinar matahari memudahkan produksi D3 di kulit. Namun perlu diingat bahwa kedua bentuk ini bisa membantu menaikkan kadar vitamin D, dan pilihan terbaik tetap tergantung pada kebutuhan individu serta saran dokter. Peran Vitamin D di dalam TubuhVitamin D, termasuk bentuk D3 memiliki peran penting sebagai berikut:Kesehatan tulang dan gigi (membantu penyerapan kalsium dan fosfor)Meningkatkan sistem kekebalan tubuhMeningkatkan fungsi otot dan sarafMengatur suasana hati dan kesehatan mental.Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, nyeri tulang, dan gangguan kekebalan tubuh. Bagaimana cara Menjaga kadar vitamin D secara optimal?Cukupi paparan sinar matahari secara amanKonsumsi makanan kaya akan vitamin DPertimbangkan suplemen jika diperlukan (terutama di daerah dengan sedikit paparan sinar matahari). Namun, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi suplemen, terutama dengan dosis tinggi.Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasi dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi :-https://www.verywellhealth.com/vitamin-d-vs-d3-7153133

Health

6 hari yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya