dr. Christian
admin
Health
58 menit yang lalu

Gejala asam lambung adalah kondisi meningkatnya kadar asam lambung atau refluks (aliran balik) asam dari lambung ke kerongkongan yang menyebabkan sensasi terbakar di dada dan disebut heartburn. Jika terjadi berulang dan dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini dikenal sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Artikel ini akan membahas penyebab, gejala dan cara mencegah GERD. Mari simak artikel ini.

Gejala khas dari GERD yang sering muncul di antara lain:
Gejala asam lambung cenderung lebih parah saat malam hari atau ketika tidur. Beberapa alasan utamanya antara lain:
1. Posisi tidur menghilangkan Efek Gravitasi
Saat berdiri atau duduk, gravitasi membantu menjaga asam lambung tetap di dalam lambung. Tetapi ketika berbaring, gravitasi tidak lagi membantu, sehingga asam mudah naik kembali ke kerongkongan.

2. Produksi air liur berkurang saat tidur
Air liur berfungsi membantu menetralkan asam lambung dan membersihkan refluks dari kerongkongan. Produksi air liur menurun saat tidur, sehingga perlindungan alami tubuh berkurang.
3. Frekuensi menelan menurun
Saat tidur, kita menelan jauh lebih jarang dibandingkan dengan saat sedang sadar. Padahal menelan membantu mendorong asam lambung kembali ke perut.
4. Sistem pencernaan melambat
Saat malam hari, sistem pencernaan bekerja lebih lambat, sehingga makanan dan asam tetap berada di perut lebih lama, meningkatkan risiko refluks.
5. Makan terlalu dekat waktu tidur
Makan besar atau makanan pemicu seperti pedas, berlemak, cokelat, kafein atau makanan asam sebelum tidur meningkatkan produksi asam dan risiko refluks saat berbaring.

Beberapa faktor eksternal juga bisa memperburuk gejala asam lambung saat malam:
·Kebiasaan makan larut malam
·Konsumsi alkohol atau merokok
·Tidur telentang
·Stres atau kecemasan sebelum tidur
Berikut langkah pencegahan efektif berdasarkan panduan medis dari sumber tepercaya:
·Atur Jadwal Makan
Usahakan tidak makan besar atau cemilan berat minimal 3 jam sebelum tidur. Ini memberi waktu bagi lambung untuk mencerna makanan sehingga asam lambung tidak naik ke kerongkongan saat berbaring.
·Hindari Makanan & Minuman Pemicu
Beberapa pemicu umum termasuk:
-Makanan pedas, bersantan dan berlemak
-Minuman berkafein (kopi, teh)
-Cokelat
-Minuman beralkohol dan berkarbonasi
-Buah-buahan yang asam seperti jeruk
·Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi
Mengangkat kepala sekitar 15-20 cm dengan bantal atau bed risers dapat membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan saat tidur.
·Posisi Tidur yang Tepat
Tidur miring ke kiri dapat membantu mengurangi refluks karena posisi lambung lebih rendah dibandingkan kerongkongan.

·Ubah Gaya Hidup
-Menurunkan berat badan jika berlebih
-Berhenti merokok
-Mengurangi konsumsi alkohol
·Obat-obatan jika diperlukan, sesuai resep dan anjuran dari dokter
Gejala asam lambung sering terasa lebih parah di malam hari karena pengaruh posisi tidur, penurunan produksi air liur, melambatnya pencernaan, dan kebiasaan makan yang tidak tepat. Dengan perubahan gaya hidup, penyesuaian posisi tidur, dan mencegah makanan pemicu, banyak orang dapat mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas tidur sekaligus kesehatan pencernaan.
Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasikan keluhan Anda dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.
-https://health.clevelandclinic.org/why-does-your-heartburn-always-seem-worse-at-night
Health
58 menit yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
