dr. Christian
admin
Health
3 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Penyakit "cacingan" merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di negara berkembang, khususnya di kalangan anak-anak karena prevalensinya yang tinggi dan dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan, tumbuh kembang, serta produktivitas mereka.
Bila tidak ditangani dengan cepat, cacingan bisa membuat anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Hal ini karena fungsi saluran pencernaannya terganggu oleh infeksi cacing. Oleh karena itu, gejala cacingan pada anak penting untuk dikenali agar bisa ditangani secepatnya dan dicegah penularannya.

Apa itu Helminthiasis atau Cacingan?
Helminthiasis (juga disebut worm infection atau helminth infection) adalah penyakit makroparasitik pada manusia atau hewan yang disebabkan oleh cacing parasit (helminths). Beberapa jenis cacing yang mudah menginfeksi anak umumnya seperti cacing pita (tapeworms), cacing pipih (flukes), cacing kremi, cacing tambang dan cacing gelang (roundworms). Infeksi yang paling umum terjadi adalah kontak tubuh dengan cacing melalui tanah yang terkontaminasi yang dikenal sebagai soil-transmitted helminthiasis (STH).
Helminthiasis dapat menimbulkan dampak serius, seperti malnutrisi, anemia, gangguan pertumbuhan fisik maupun kognitif, hingga penurunan performa sekolah dan kondisi ekonomi.
Bagaimana Penyebab Penularan bisa terjadi?
Penularan bisa terjadi melalui:
-Telur cacing dari makanan atau air yang terkontaminasi.
Anak dapat menelan telur cacing melalui makanan mentah atau tidak bersih, sayur dan buah yang belum dicuci, air tercemar, serta daging setengah matang.
-Kebiasaan mencuci tangan yang buruk
Telur cacing bisa menempel pada tangan setelah bermain tanah atau buang air besar, kemudian masuk ke mulut jika tangan tidak dicuci dengan baik dan benar.
-Kontak langsung dengan tanah sehingga larva cacing dapat masuk melalui kulit, umumnya saat berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.
-Lingkungan dan sanitasi yang buruk
Rumah yang kotor, jamban terbuka, atau tempat bermain tidak higienis meningkatkan risiko penularan.
-Hewan peliharaan
Telur cacing dari hewan dapat mencemari lingkungan jika hewan tak rutin diberikan obat cacing.

Bagaimana Gejala Cacingan pada Anak?
Gejala cacingan pada anak bisa mengganggu anak dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Orang tua sebaiknya mewaspadai beberapa tanda gejala cacingan pada anak yang penting untuk dikenali seperti:
· Anus gatal
Gatal pada anus merupakan salah satu gejala cacingan pada anak yang khas dan paling sering muncul. Telur cacing bisa menempel di anus dan menyebabkan iritasi, sehingga anus terasa gatal dan tampak kemerahan.
· Gangguan Pencernaan
Anak-anak yang terinfeksi cacing dan tidak segera diatasi, akan menyebabkan cacing bisa menempel ke dinding usus dan melukai usus sehingga menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sakit perut, muntah, diare, atau justru sembelit. Selain itu, penurunan nafsu makan juga sering terjadi.
· Ditemukan cacing di feses
· BAB berdarah
Infeksi cacing gelang (ascariasis) bisa menyebabkan buang air besar berdarah. Hal ini karena cacing bisa menempel di dinding usus dan menyebabkan perdarahan. Gejala cacingan pada anak ini bisa terjadi jika infeksi cacing gelang tidak segera diobati.
· Berat badan sulit naik atau justru menurun drastis
Hal ini terjadi karena nutrisi dari makanan yang seharusnya diserap oleh tubuh anak justru diambil oleh cacing. Anak yang menderita cacingan memiliki badan yang lebih kurus dan perkembangan kognitif yang lebih lambat daripada anak yang sehat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini akan membuat anak mengalami malnutrisi.
· Kulit pucat (anemia), dan lemas
Salah satu gejala cacingan pada anak akibat infeksi cacing tambang Adalah kulit yang pucat, ini disebabkan karena cacing tambang menyerap darah dari dinding saluran pencernaan. Selain kulit pucat, beberapa gejala anemia dapat muncul pada anak yang menderita cacingan Adalah pusing, lemas, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi.
· Batuk
Bila cacing menginfeksi paru-paru sebelum memasuki saluran pencernaan maka dapat menimbulkan gejala batuk. Selain itu, cacing gelang juga bisa menyebabkan radang tenggorokan.

Penanganan dan Pencegahan Cacingan pada Anak
WHO dan Pan American Health Organization (PAHO) merekomendasikan pemberian massal obat cacing (albendazole, praziquantel, mebendazole,ivermectin atau pyrantel pamoate) kepada kelompok berisiko seperti anak-anak usia 1–14 tahun dan wanita usia subur. Dengan frekuensi pemberian obat 1-2 kali / tahun
Untuk mencegah infeksi cacing berulang pada anak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya:
· Mandikan anak minimal 2x sehari
· Pastikan anak mencuci tangan sebelum makan, setelah buang air, atau setelah bermain diluar rumah
· Pastikan anak memakai alas kaki terutama saat bermain diluar
· Jaga anak agar tidak memasukkan mainan atau benda asing ke mulutnya
· Rutin memotong kuku anak
· Hindari memberi makanan yang kurang matang untuk anak
· Penyediaan akses air bersih, sanitasi yang layak dan penampungan tinja (septic tank)

Anda dapat melakukan konsultasi secara online dengan dokter melalui aplikasi Konsuldong. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.
Referensi:
https://www.paho.org/en/topics/soil-transmitted-helminthiasis
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ascariasis/symptoms-causes/syc-20369593
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
