dr. Christian
admin
Health
2 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, jumlah anak dengan kondisi obesitas kini telah melampaui jumlah anak dengan kondisi gizi kurang. Menurut laporan UNICEF, WHO, dan The Lancet Commission, lebih dari 188 juta anak dan remaja di dunia mengalami obesitas atau kelebihan berat badan - sebuah angka yang jauh melampaui kasus gizi buruk di kalangan usia sekolah. Fenomena ini menunjukkan bahwa obesitas bukan lagi masalah individu, melainkan tantangan masalah kesehatan masyarakat yang serius.

Penyebab Obesitas Anak di Era Modern
Beberapa faktor utama yang membuat obesitas pada anak meningkat pesat antara lain:
1. Pola Makan Tidak Sehat
-Anak lebih mudah mengakses makanan cepat saji, minuman manis, dan camilan tinggi kalori di lingkungan sehari-hari.
-Pemasaran makanan ultra-proses menyasar langsung ke anak-anak melalui iklan televisi dan media digital lainnya.
2. Kurangnya Aktivitas Fisik
-Anak-anak zaman sekarang lebih banyak duduk di depan layar (TV, gadget, game online) dalam kesehariannya.
-Ruang bermain terbuka semakin terbatas, dan juga jam pelajaran olahraga di sekolah sering kurang dari waktu standar.
3. Perubahan Sosial Ekonomi
-Urbanisasi membuat keluarga lebih banyak bergantung pada makanan instan.
-Kesenjangan gizi ganda terjadi: anak kelebihan kalori, tapi tetap kekurangan mikronutrien penting.
4. Faktor Keluarga & Lingkungan
-Pola makan orang tua menjadi teladan utama bagi anak.
-Kebiasaan keluarga yang minim aktivitas fisik ikut memperburuk risiko.
Dampak Obesitas pada Anak
Obesitas anak tidak hanya berdampak pada penampilan, tapi juga kesehatan jangka pendek dan panjang hingga faktor lainnya seperti berikut:
-Jangka Pendek: gangguan tidur (sleep apnea), asthma, nyeri sendi, masalah kulit.
-Jangka Panjang: risiko diabetes tipe 2, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga kanker tertentu di usia dewasa.
-Psikososial: bullying, rendahnya rasa percaya diri, depresi, hingga penurunan prestasi akademik.

Solusi di Lingkungan Sekolah
Sekolah memiliki peran penting sebagai garda terdepan pencegahan obesitas pada anak. Beberapa langkah yang bisa diterapkan:
1. Kantin Sehat
-Batasi penjualan makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
-Wajib menyediakan buah, sayur, dan air putih.
2. Edukasi Gizi
-Masukkan pelajaran gizi dalam kurikulum.
-Ajarkan anak membaca label makanan sejak dini.

3. Aktivitas Fisik Harian
-Minimal ada waktu 60 menit aktivitas fisik sedang hingga berat setiap hari.
-Tambahkan kegiatan permainan aktif di jam istirahat.
4. Keterlibatan Orang Tua
-Edukasi bekal sehat untuk anak.
-Batasi screen time dan dorong aktivitas keluarga yang lebih aktif.
5. Skrining Berkala
-Lakukan pengukuran tinggi, berat, dan indeks massa tubuh (IMT) anak.
-Sediakan konseling bagi anak dengan risiko obesitas.

Obesitas pada anak kini menjadi masalah kesehatan global yang lebih besar daripada gizi kurang. Penyebabnya multifaktor: pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, perubahan sosial, serta lingkungan yang kurang mendukung. Sekolah sebagai tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya memiliki tanggung jawab besar dalam membangun lingkungan yang sehat, mulai dari kantin, kurikulum, hingga keterlibatan orang tua. Dengan intervensi komprehensif, obesitas anak dapat dicegah sebelum menimbulkan dampak serius.
Ingin tahu apakah anak Anda berisiko obesitas? Atau butuh panduan menu sehat untuk bekal sekolah? Konsultasi langsung dengan dokter kapan saja menggunakan aplikasi Konsuldong, silahkan download aplikasi Konsuldong sekarang, karena menjaga kesehatan anak jauh lebih mudah bila dilakukan bersama ahlinya!
Referensi :
1. UNICEF, WHO, World Bank. Levels and Trends in Child Malnutrition Report 2023.
2. WHO. Obesity and Overweight Factsheet.
3. CDC. Childhood Obesity Causes & Consequences.
4. The Lancet Commission on Obesity (2019).
5. Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar 2018 & 2021.
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
