dr. Christian
admin
Health
3 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Cacar air adalah penyakit yang sering kita alami di masa kanak-kanak, ditandai dengan ruam gatal dan berisi cairan yang mengganggu. Setelah sembuh, kita sering merasa lega dan menganggapnya tuntas. Namun, tahukah Anda bahwa virus penyebab cacar air ini, Varicella-Zoster Virus (VZV), ternyata menyimpan potensi untuk muncul kembali di kemudian hari?
Ini merupakan fakta ilmiah tentang bagaimana virus ini dapat 'bersembunyi' di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sebelum kemudian 'bangun' dan menyebabkan penyakit lain yang jauh lebih menyakitkan: cacar api, atau yang dikenal sebagai cacar ular/shingles.

Mari kita pahami dulu perjalanan virus VZV ini di dalam tubuh kita:
1. Invasi Awal (Cacar Air):
○ Virus VZV biasanya masuk ke tubuh lewat saluran pernapasan, misalnya saat kita menghirup tetesan udara dari orang yang terinfeksi.
○ Setelah masuk, dia akan memperbanyak diri di kelenjar getah bening dan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
○ Inilah yang memicu munculnya gejala cacar air: demam, lemas, dan ruam gatal khas yang berubah jadi lepuhan berisi cairan.
○ Sistem kekebalan tubuh kita akan bekerja keras melawan infeksi ini, menghasilkan antibodi dan sel-sel khusus untuk membersihkan virus.
2. Fase Tidur Panjang (Latensi):
○ Nah, ini bagian paling menarik. Setelah kita sembuh dari cacar air, bukan berarti virus VZV ini sepenuhnya hilang dari tubuh.
○ Sebagian kecil dari virus ini ternyata sangat cerdik. Mereka akan bersembunyi di dalam sel-sel saraf kita, tepatnya di ganglia saraf (kumpulan badan sel saraf) yang terletak di dekat tulang belakang.
○ Di sana, virus ini masuk ke fase latensi atau "tidur panjang". Mereka tidak aktif bereplikasi atau menyebabkan gejala. Mereka hanya diam, menunggu waktu yang tepat.
○ Kita bisa menjalani hidup normal selama bertahun-tahun, bahkan seumur hidup, tanpa menyadari bahwa "penyewa tak diundang" ini masih ada di dalam tubuh kita.
Lalu, apa yang bisa membuat virus VZV ini "bangun" dari tidurnya dan menyebabkan cacar api di usia dewasa?
Pemicunya adalah penurunan sistem kekebalan tubuh. Ingat, virus VZV yang tidur itu selalu diawasi oleh sistem imun kita. Begitu pengawasan ini melemah, virus merasa aman untuk aktif kembali.

Beberapa faktor umum yang bisa menyebabkan sistem imun melemah dan memicu reaktivasi VZV adalah:
Ketika virus VZV "bangun", ia akan bergerak kembali melalui jalur saraf menuju kulit, menyebabkan ruam dan lepuhan yang sangat nyeri, biasanya hanya di satu sisi tubuh dan mengikuti jalur saraf tertentu. Nyeri ini bisa sangat hebat dan berlangsung lama, bahkan setelah ruam sembuh (disebut postherpetic neuralgia).
Memahami siklus hidup virus VZV ini penting karena:
● Cacar air bukan sekadar penyakit biasa, ia adalah pintu masuk bagi virus yang bisa menyebabkan masalah serius di kemudian hari.
● Pentingnya menjaga kekebalan tubuh lewat gaya hidup sehat, nutrisi cukup. Manajemen stres juga sangat membantu untuk menjaga sistem imun tetap kuat.
● Vaksinasi adalah pencegahan efektif. Ada vaksin cacar air untuk mencegah infeksi primer (cacar air), dan ada juga vaksin cacar api untuk mencegah reaktivasi virus pada orang dewasa yang pernah cacar air. Vaksin ini melatih sistem imun kita agar lebih siap menghadapi virus, baik saat infeksi pertama maupun saat virus mencoba bangun lagi.

Jadi, cacar air di masa lalu mungkin terlihat sepele, tapi ia membawa kemungkinan penyakit tersembunyi di kemudian hari dari virus tersebut. Dengan pemahaman ini, kita bisa lebih proaktif dalam menjaga kesehatan dan mencegah kondisi nyeri itu menjadi kenyataan.
Jika Anda mengalami cacar air maupun cacar api, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan evaluasi kondisi Anda secara menyeluruh. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.
Referensi:
1. https://www.healthline.com/health/chickenpox-in-adults#chickenpox-and-shingles
2. https://www.mountsinai.org/health-library/report/shingles-and-chickenpox-varicella-zoster-virus
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
