dr. Christian
admin
Health
3 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Bayangkan Anda sedang dalam rapat penting, makan malam romantis, atau bahkan tidur lelap lalu “hik!” tiba-tiba cegukan datang dan tidak kunjung pergi. Bukan hanya mengganggu aktivitas, cegukan yang menetap bisa membuat Anda panik. Meski sering dianggap remeh, cegukan bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Lalu, apa sebenarnya penyebab cegukan, dan bagaimana cara mengatasinya?
Cegukan atau singultus adalah kondisi medis yang ditandai dengan kontraksi mendadak dan berulang dari diafragma sebagai otot utama pernapasan yang terletak di antara dada dan perut. Ketika diafragma berkontraksi secara tiba-tiba, udara masuk ke paru-paru dengan cepat, menyebabkan pita suara menutup secara tiba-tiba pula, sehingga muncullah suara khas "hik".
Cegukan biasanya bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa menit hingga beberapa jam. Namun dalam beberapa kasus, cegukan bisa berlangsung lebih dari 48 jam (disebut cegukan persisten) atau bahkan lebih dari 1 bulan (disebut cegukan kronis), yang dapat menjadi tanda adanya gangguan medis yang mendasarinya.
Cegukan bisa disebabkan oleh faktor ringan hingga kondisi medis serius. Berikut beberapa penyebab paling umum:
● Makan terlalu cepat atau terlalu banyak
● Mengonsumsi makanan pedas, panas, atau asam
● Minum minuman bersoda atau alkohol
● Perubahan suhu mendadak pada makanan/minuman
● Menelan udara berlebihan (misalnya saat berbicara sambil makan)
● Stres emosional
● Rasa takut atau cemas berlebihan
● Tertawa terlalu keras
● Refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease/GERD)
● Radang lambung (gastritis)
● Gangguan pada saraf vagus atau frenikus
● Stroke atau cedera otak
● Tumor otak atau infeksi sistem saraf pusat
● Efek samping obat (seperti benzodiazepin, steroid, anestesi umum)

Jika Anda memiliki riwayat gangguan pencernaan seperti maag atau GERD, Anda lebih berisiko mengalami cegukan yang berlangsung lama dan berulang.
Cegukan ringan bisa diatasi dengan metode sederhana yang bisa Anda coba sendiri di rumah:
● Menahan napas selama 10–20 detik, lalu hembuskan perlahan
● Minum air dingin secara perlahan
● Bernapas ke dalam kantong kertas (tidak dianjurkan lebih dari 1 menit)
● Menelan gula pasir kering atau mengisap es batu kecil
● Menelan air sambil menundukkan kepala
● Menggargle air dingin
● Menarik lidah ke depan secara perlahan
● Menekan bola mata secara lembut (dengan hati-hati)
● Menyentuh langit-langit mulut dengan cotton bud
Jika cegukan tidak mereda setelah 48 jam, dokter mungkin akan meresepkan obat seperti:
● Metoclopramide: untuk mempercepat pengosongan lambung dan mengurangi iritasi saraf
● Baclofen: relaksan otot yang bekerja pada sistem saraf pusat
● Chlorpromazine: antipsikotik yang sering digunakan untuk cegukan berat
Namun, penggunaan obat ini harus dalam pengawasan tenaga medis, karena efek sampingnya tidak bisa diabaikan.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami cegukan dengan kondisi berikut:
● Berlangsung lebih dari 48 jam
● Mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari
● Disertai nyeri dada, mual, muntah, penurunan berat badan, atau batuk kronis
● Anda memiliki penyakit lambung atau saraf sebelumnya
Pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi lambung, CT-scan kepala, atau pemeriksaan darah mungkin dibutuhkan untuk mencari penyebab yang mendasari.
Cegukan mungkin tampak sebagai gangguan kecil yang lucu, tetapi bisa menjadi tanda masalah serius jika berlangsung terlalu lama. Jangan tunggu sampai cegukan mengganggu kesehatan dan produktivitas Anda. Jika Anda bingung atau tidak sempat ke fasilitas kesehatan, manfaatkan aplikasi Konsuldong. Dengan Konsuldong, Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter terpercaya kapan saja dan di mana saja!
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
