dr. Christian
admin
Health, News
10 jam yang lalu

Pernah melihat kamar atau rumah yang penuh sesak oleh barang-barang lama, kardus bekas, pakaian rusak, bahkan sampah yang sebenarnya sudah tidak terpakai? Sebagian orang mungkin menganggap itu hanya sebuah kebiasaan “tidak tega membuang barang”. Namun pada kondisi tertentu, kebiasaan ini bisa menjadi gangguan kesehatan mental yang disebut dengan Hoarding Disorder atau gangguan menimbun barang. Yuk kita bahas!
Hoarding Disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan berat untuk membuang atau melepaskan barang, meskipun barang tersebut sebenarnya sudah tidak berguna atau bernilai rendah. Akibatnya, barang terus menumpuk hingga memenuhi ruangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Orang dengan kondisi ini biasanya merasa sangat cemas, sedih, atau takut bila harus membuang barang. Mereka sering merasa bahwa barang tersebut “mungkin masih berguna nanti”, memiliki nilai kenangan tertentu dari barang tersebut, atau merasa bersalah jika harus membuangnya. Gangguan ini berbeda dengan sekedar hobi koleksi biasa. Pada kolektor, umumnya barang tersusun rapi dan masih bisa dikendalikan. Sedangkan pada Hoarding Disorder, tumpukan barang justru membuat rumah sulit digunakan secara normal.
Beberapa tanda yang sering ditemukan antara lain:
1. Sulit membuang barang meskipun sudah rusak atau tidak terpakai
2. Rumah atau kamar menjadi sangat berantakan
3. Menyimpan barang dalam jumlah berlebihan
4. Merasa stres berat saat diminta membersihkan barang
5. Sulit menggunakan ruangan sesuai fungsinya, misalnya tempat tidur tertutup barang atau dapur tidak bisa dipakai
6. Hubungan dengan keluarga terganggu karena masalah barang

Pada kasus berat, kondisi ini bisa menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan seperti kebakaran, jatuh karena barang yang berserakan, gangguan kebersihan, hingga munculnya tikus atau serangga.
Penyebab Hoarding Disorder belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor diduga berperan, seperti:
a. Riwayat keluarga dengan kebiasaan serupa
b. Gangguan kecemasan atau depresi
c. Trauma emosional atau kehilangan besar
d. Kesulitan mengambil keputusan
e. Ikatan emosional berlebihan terhadap barang tertentu
Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya gangguan pada proses pengambilan keputusan dan pengaturan emosi di otak pada penderita Hoarding Disorder.
Ya. Hoarding Disorder dapat ditangani, meskipun prosesnya sering membutuhkan waktu dan kesabaran. Terapi yang paling banyak direkomendasikan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yaitu terapi yang membantu pasien memahami pola pikir dan perilaku terkait kebiasaan menimbun barang. Terapi ini biasanya melatih pasien untuk:
-belajar memilah barang,
-mengurangi dorongan untuk menyimpan barang,
-melatih kemampuan mengambil keputusan,
-dan menghadapi rasa cemas saat membuang barang.

Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat mempertimbangkan obat-obatan terutama bila terdapat gangguan kecemasan atau depresi yang menyertai.
Dukungan keluarga juga sangat penting. Namun memaksa penderita membuang semua barang sekaligus justru sering memperburuk kondisi karena dapat memicu stres emosional berat.
Segera konsultasikan ke profesional kesehatan mental bila:
-tumpukan barang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari,
-rumah menjadi tidak aman atau tidak higienis,
-hubungan antar personel dalam keluarga terganggu,
-atau penderita mengalami stres berat akibat barang-barang tersebut.

Penanganan sejak dini biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibanding menunggu kondisi semakin berat.
Jika kamu atau orang terdekat mulai mengalami kebiasaan menimbun barang yang sulit dikendalikan, jangan ragu mencari bantuan profesional. Konsultasi awal bisa membantu memahami kondisi dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Melalui Konsuldong, kamu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara lebih mudah dan praktis dari rumah. Unduh Konsuldong sekarang!
1. Van Roessel P, Muñoz Rodríguez PA, Frost RO, Rodríguez CI. Hoarding disorder: Questions and controversies. Journal of Obsessive-Compulsive and Related Disorders. 2023;38:100808.
2. Morein-Zamir S, et al. Hoarding disorder: evidence and best practice in primary care. British Journal of General Practice. 2023;73(729):182-183.
3. Aziz VM, et al. Hoarding disorder: overview. BJPsych Advances. 2025;1-11.
Health, News
10 jam yang lalu

News
1 hari yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health, News, Content
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu
