dr. Christian
admin
Health
2 hari yang lalu

Mimisan sering kali datang tiba-tiba dan membuat kita panik, mimisan dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Melihat darah keluar dari hidung memang bisa menimbulkan kepanikan. Kebanyakan orang akan langsung mendongakkan kepala atau bahkan berbaring, padahal tindakan itu justru merupakan cara yang salah. Kabar baiknya, sebagian besar mimisan bisa dihentikan dengan langkah sederhana jika dilakukan dengan benar. Yang terpenting adalah tetap tenang dan mengetahui cara penanganannya yang benar.
Banyak orang juga khawatir kalau mimisan merupakan suatu tanda penyakit serius, tetapi sebenarnya sebagian besar mimisan bukan kondisi berbahaya dan dapat ditangani dengan langkah sederhana di rumah. Yuk, mati kita simak!

Mimisan atau dalam istilah medis disebut epistaksis adalah kondisi keluarnya darah dari pembuluh darah di dalam hidung yang pecah. Hal ini terjadi karena pembuluh darah di hidung sangat halus, sensitif dan mudah pecah, misalnya akibat udara kering, kebiasaan mengorek hidung, infeksi, atau trauma ringan. Sebagian besar mimisan bersifat ringan dan dapat berhenti sendiri, namun tetap perlu penanganan yang tepat agar tidak berlanjut ke komplikasi lain yang lebih serius.
Mimisan paling sering disebabkan oleh iritasi atau pecahnya pembuluh darah kecil di bagian depan hidung. Faktor pemicunya antara lain udara kering/ perubahan cuaca, kebiasaan mengupil, flu, alergi, infeksi, bersin yang terlalu kuat, trauma, hingga penggunaan obat jenis tertentu. Pada beberapa kasus, mimisan juga bisa dipicu oleh tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan darah, meskipun hal ini lebih jarang.
Saat mimisan terjadi, lakukan langkah berikut dengan tenang dan benar:
1. Duduk tegak dan condongkan tubuh ke depan
Posisi ini membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung dan mencegah darah mengalir ke tenggorokan.

2. Jangan mendongakkan kepala ke belakang atau berbaring
Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan. Posisi mendongak justru membuat darah masuk ke tenggorokan dan bisa menyebabkan mual atau tersedak.
3. Jepit bagian lunak hidung selama 10–15 menit
Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk menekan kedua lubang hidung. Bernapaslah melalui mulut dan jangan melepas tekanan terlalu cepat.
4. Kompres dingin pada pangkal hidung
Suhu dingin membantu menyempitkan pembuluh darah sehingga perdarahan lebih cepat berhenti.
5. Ulangi jika perlu
Jika darah belum berhenti, ulangi langkah menekan hidung selama 10-15 menit lagi. Jika tetap tidak berhenti setelah sekitar 20 - 30 menit, segera cari pertolongan medis.
6. Hindari aktivitas berat setelah mimisan berhenti
Jangan mengorek hidung, membuang ingus terlalu kuat, atau membungkuk agar tidak memicu perdarahan ulang.
Segera periksakan diri ke dokter jika mimisan berlangsung lebih dari 30 menit, sangat sering terjadi, disertai keluhan pusing atau lemas, atau terjadi setelah benturan keras pada kepala.

Mimisan memang bisa terlihat menakutkan, tetapi dengan penanganan yang tepat, sebagian besar kasus dapat diatasi dengan cepat dan aman. Ingat, kunci utamanya adalah tetap tenang, lakukan langkah pertolongan pertama dengan benar, dan kenali tanda bahaya yang memerlukan bantuan medis. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda tidak perlu panik lagi saat mimisan terjadi.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-nosebleeds/basics/art-20056683
Health
15 jam yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu

Health
6 hari yang lalu
