dr. Christian
admin
Health
15 jam yang lalu

Banyak orang merasakan bahwa telinga akan lebih bersih dan nyaman setelah mengorek telinga menggunakan cotton bud. Bahkan, kebiasaan ini sering dilakukan setelah mandi atau saat telinga sedang terasa gatal. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan yang tampak sepele ini justru dapat menimbulkan berbagai masalah pada telinga? Tanpa disadari, penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga bisa membawa lebih banyak risiko dibandingkan manfaatnya. Yuk, mari kita bahas!

Telinga sebenarnya memiliki sistem pembersihan alami. Kotoran telinga atau earwax (serumen) bukanlah kotoran yang harus selalu dibersihkan. Zat ini berfungsi untuk melindungi telinga dengan menangkap debu, kotoran, serta memiliki sifat antibakteri yang membantu tubuh dalam mencegah infeksi. Secara alami, kotoran telinga akan bergerak keluar menuju bagian luar telinga melalui pergerakan rahang saat sedang berbicara atau mengunyah. Dan ketika cotton bud dimasukkan ke dalam liang telinga, proses alami ini justru akan dapat terganggu.

Berikut beberapa risiko yang dapat terjadi akibat kebiasaan mengorek telinga dengan cotton bud:
1. Kotoran telinga justru akan terdorong lebih dalam
Alih-alih mengeluarkan kotoran, cotton bud sering kali mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam liang telinga. Penumpukan ini dapat menyebabkan sumbatan yang menimbulkan rasa penuh pada telinga, penurunan pendengaran, atau tinnitus (telinga berdenging).
2. Luka pada liang telinga
Kulit di dalam liang telinga sangat tipis dan sensitif. Gesekan cotton bud dapat menyebabkan iritasi, luka kecil, bahkan perdarahan yang meningkatkan risiko infeksi.
3. Infeksi telinga
Luka kecil akibat cotton bud dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri atau jamur. Kondisi ini dapat memicu infeksi telinga luar yang ditandai dengan nyeri, bengkak, atau keluarnya cairan dari telinga.

4. Kerusakan gendang telinga
Jika cotton bud dimasukkan terlalu dalam atau terjadi gerakan secara tiba-tiba, alat tersebut dapat melukai bahkan menyebabkan perforasi (pecahnya) gendang telinga. Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan nyeri hebat, gangguan pendengaran, hingga pusing.
Sebagian besar telinga tidak memerlukan pembersihan secara khusus. Namun jika ingin menjaga kebersihan telinga, beberapa langkah yang lebih aman dan dapat dilakukan antara lain:

Kebiasaan mengorek telinga dengan cotton bud mungkin terasa menyenangkan dan membuat telinga terasa “bersih”. Namun, di balik sensasi tersebut terdapat risiko yang tidak sedikit, mulai dari sumbatan kotoran hingga cedera pada gendang telinga. Ingatlah bahwa telinga memiliki mekanisme alami untuk menjaga kebersihannya. Jadi, daripada mencoba membersihkannya sendiri dengan alat yang berisiko, lebih baik biarkan telinga bekerja secara alami dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila muncul keluhan.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Health
15 jam yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu

Health
6 hari yang lalu
