dr. Christian

admin

Latihan dan Perawatan untuk Mengatasi Plantar Fasciitis

Health

1 jam yang lalu

Latihan dan Perawatan untuk Mengatasi Plantar Fasciitis



Plantar fasciitis adalah kondisi yang umum terjadi dan ditandai dengan adanya tanda peradangan atau iritasi pada jaringan fascia plantar, yaitu jaringan tebal yang membentang dari tumit ke jari-jari kaki. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri tumit, terutama pada saat bangun tidur atau setelah berdiri lama. Artikel ini akan membahas apa saja yang harus dilakukan ketika Anda mengalami plantar fasciitis. Yuk Simak!




Mengapa Perawatan Plantar Fasciitis Diperlukan?

Plantar fasciitis sering terjadi akibat tekanan berulang pada fascia plantar, misalnya dari aktivitas berdiri lama, olahraga berat, obesitas, atau sepatu yang kurang mendukung. Jika tidak ditangani, nyeri bisa menjadi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari.



Prinsip Penanganan yang Direkomendasikan

Perawatan plantar fasciitis pada umumnya bersifat konservatif (tanpa operasi), efektif pada sekitar 85 - 90% kasus. Fokus utamanya adalah mengurangi nyeri, memperbaiki fleksibilitas kaki, dan mengurangi beban pada fascia melalui latihan, modifikasi aktivitas, dan alat bantu.


1. Latihan Peregangan (Stretching)

Peregangan adalah komponen penting dalam rehabilitasi plantar fasciitis karena membantu memanjangkan fascia plantar dan otot betis (gastrocnemius dan soleus), sehingga mengurangi tarikan pada tumit.

Contoh Latihan Peregangan:



·Calf Stretch di dinding

Berdiri menghadap dinding, satu kaki di depan, satu kaki di belakang. Tekan tumit belakang ke lantai sambil mencondongkan tubuh ke depan. Tahan selama 20 - 30 detik, ulangi sebanyak 3 - 5 kali per kaki.


·Towel Stretch (peregangan dengan handuk)

Duduk dengan posisi kaki lurus. Lingkarkan handuk di telapak kaki dan tarik perlahan ke arah tubuh sampai terasa regangan di area telapak dan betis. Tahan selama 20 - 30 detik, ulangi sebanyak 3 - 4 kali.


Catatan: Lakukan peregangan 2 - 3 kali sehari, terutama setelah bangun tidur untuk meredakan kekakuan yang sering muncul di pagi hari.



2. Latihan Penguatan Otot

Selain melakukan peregangan, penguatan otot-otot intrinsik kaki dan betis dapat membantu meningkatkan stabilitas lengkungan kaki dan mengurangi beban langsung pada fascia plantar.

Contoh Latihan Penguatan:



·Towel scrunches

Letakkan handuk di bawah telapak kaki, gunakan jari-jari kaki untuk meremas dan menarik handuk ke arah Anda. Ulangi sebanyak 10 - 15 kali.


·Pick up benda kecil dengan jari kaki (marble pickup)

Gunakan jari kaki untuk mengambil kelereng atau benda kecil lainnya dari lantai, ulangi gerakan sebanyak 10-15 kali.



·Short-foot exercise

Tarik lengkungan kaki ke atas tanpa mengangkat jari kaki atau tumit dari lantai, tahan 5 - 10 detik, ulangi 10 - 15 kali.


Latihan-latihan ini akan melatih otot-otot kecil di kaki yang membantu menopang lengkungan kaki secara dinamis.




3. Modifikasi Aktivitas & Alat Bantu

-Istirahat & Manajemen Beban

Kurangi aktivitas berat yang memperburuk rasa nyeri (misalnya berjalan jauh atau lari cepat) dan ganti sementara dengan olahraga berdampak rendah seperti berenang atau bersepeda.

-Sepatu dan Insoles (Orthotic)

Menggunakan sepatu yang mendukung lengkungan kaki dan bantalan tumit dapat membantu mengurangi tekanan pada fascia plantar. Insoles (pelapisan sol khusus) biasanya membantu mengurangi rasa nyeri jangka pendek sampai menengah.



4. Terapi Fisik dan Profesional

Bekerja sama dengan fisioterapis bisa sangat membantu karena mereka dapat menyesuaikan program latihan, melakukan terapi manual, serta memastikan bahwa teknik latihan sudah tepat.


5. Perawatan Tambahan

-Kompres Dingin (Ice)

Kompres menggunakan es pada area yang nyeri selama 10 - 15 menit bisa membantu meredakan peradangan, terutama setelah aktivitas yang memicu nyeri.


-Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT)

Untuk kasus kronis yang tidak membaik dengan cara konservatif, terapi gelombang kejut dapat dipertimbangkan sebagai tambahan yang menunjukkan hasil positif dalam beberapa penelitian.



Jika Anda mengalami keluhan nyeri tumit, bisa lakukan beberapa gerakan-gerakan yang sudah di jelaskan diatas. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.



Referensi:

-Diagnosis and Management of Plantar Fasciitis https://www.degruyterbrill.com/document/doi/10.7556/jaoa.2014.177/html


-https://www.redfernphysio.com.au/five-methods-to-manage-plantar-fasciitis

Baca juga

Latihan dan Perawatan untuk Mengatasi Plantar Fasciitis

Latihan dan Perawatan untuk Mengatasi Plantar Fasciitis Plantar fasciitis adalah kondisi yang umum terjadi dan ditandai dengan adanya tanda peradangan atau iritasi pada jaringan fascia plantar, yaitu jaringan tebal yang membentang dari tumit ke jari-jari kaki. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri tumit, terutama pada saat bangun tidur atau setelah berdiri lama. Artikel ini akan membahas apa saja yang harus dilakukan ketika Anda mengalami plantar fasciitis. Yuk Simak!Mengapa Perawatan Plantar Fasciitis Diperlukan? Plantar fasciitis sering terjadi akibat tekanan berulang pada fascia plantar, misalnya dari aktivitas berdiri lama, olahraga berat, obesitas, atau sepatu yang kurang mendukung. Jika tidak ditangani, nyeri bisa menjadi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Prinsip Penanganan yang Direkomendasikan Perawatan plantar fasciitis pada umumnya bersifat konservatif (tanpa operasi), efektif pada sekitar 85 - 90% kasus. Fokus utamanya adalah mengurangi nyeri, memperbaiki fleksibilitas kaki, dan mengurangi beban pada fascia melalui latihan, modifikasi aktivitas, dan alat bantu. 1. Latihan Peregangan (Stretching) Peregangan adalah komponen penting dalam rehabilitasi plantar fasciitis karena membantu memanjangkan fascia plantar dan otot betis (gastrocnemius dan soleus), sehingga mengurangi tarikan pada tumit. Contoh Latihan Peregangan:·Calf Stretch di dinding Berdiri menghadap dinding, satu kaki di depan, satu kaki di belakang. Tekan tumit belakang ke lantai sambil mencondongkan tubuh ke depan. Tahan selama 20 - 30 detik, ulangi sebanyak 3 - 5 kali per kaki. ·Towel Stretch (peregangan dengan handuk) Duduk dengan posisi kaki lurus. Lingkarkan handuk di telapak kaki dan tarik perlahan ke arah tubuh sampai terasa regangan di area telapak dan betis. Tahan selama 20 - 30 detik, ulangi sebanyak 3 - 4 kali. Catatan: Lakukan peregangan 2 - 3 kali sehari, terutama setelah bangun tidur untuk meredakan kekakuan yang sering muncul di pagi hari. 2. Latihan Penguatan Otot Selain melakukan peregangan, penguatan otot-otot intrinsik kaki dan betis dapat membantu meningkatkan stabilitas lengkungan kaki dan mengurangi beban langsung pada fascia plantar. Contoh Latihan Penguatan:·Towel scrunches Letakkan handuk di bawah telapak kaki, gunakan jari-jari kaki untuk meremas dan menarik handuk ke arah Anda. Ulangi sebanyak 10 - 15 kali.·Pick up benda kecil dengan jari kaki (marble pickup) Gunakan jari kaki untuk mengambil kelereng atau benda kecil lainnya dari lantai, ulangi gerakan sebanyak 10-15 kali.·Short-foot exercise Tarik lengkungan kaki ke atas tanpa mengangkat jari kaki atau tumit dari lantai, tahan 5 - 10 detik, ulangi 10 - 15 kali. Latihan-latihan ini akan melatih otot-otot kecil di kaki yang membantu menopang lengkungan kaki secara dinamis. 3. Modifikasi Aktivitas & Alat Bantu-Istirahat & Manajemen Beban Kurangi aktivitas berat yang memperburuk rasa nyeri (misalnya berjalan jauh atau lari cepat) dan ganti sementara dengan olahraga berdampak rendah seperti berenang atau bersepeda. -Sepatu dan Insoles (Orthotic) Menggunakan sepatu yang mendukung lengkungan kaki dan bantalan tumit dapat membantu mengurangi tekanan pada fascia plantar. Insoles (pelapisan sol khusus) biasanya membantu mengurangi rasa nyeri jangka pendek sampai menengah. 4. Terapi Fisik dan Profesional Bekerja sama dengan fisioterapis bisa sangat membantu karena mereka dapat menyesuaikan program latihan, melakukan terapi manual, serta memastikan bahwa teknik latihan sudah tepat. 5. Perawatan Tambahan-Kompres Dingin (Ice) Kompres menggunakan es pada area yang nyeri selama 10 - 15 menit bisa membantu meredakan peradangan, terutama setelah aktivitas yang memicu nyeri. -Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT) Untuk kasus kronis yang tidak membaik dengan cara konservatif, terapi gelombang kejut dapat dipertimbangkan sebagai tambahan yang menunjukkan hasil positif dalam beberapa penelitian. Jika Anda mengalami keluhan nyeri tumit, bisa lakukan beberapa gerakan-gerakan yang sudah di jelaskan diatas. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi:-Diagnosis and Management of Plantar Fasciitis https://www.degruyterbrill.com/document/doi/10.7556/jaoa.2014.177/html -https://www.redfernphysio.com.au/five-methods-to-manage-plantar-fasciitis

Health

1 jam yang lalu

Pentingnya Protein dan Aktivitas Fisik untuk Melawan Kehilangan Massa Otot

Pentingnya Protein dan Aktivitas Fisik untuk Melawan Kehilangan Massa Otot  Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami penurunan massa otot. Penurunan ini bisa terjadi sejak usia 30-an, lalu semakin signifikan di usia lanjut. Jika asupan protein buruk dan aktivitas fisik rendah terutama latihan beban, maka tubuh berisiko mengalami penurunan kekuatan otot, penurunan mobilitas, dan penurunan kualitas hidup. Kondisi kehilangan massa dan kekuatan otot karena usia atau kurang aktivitas umumnya disebut Sarcopenia. Karena itu, menjaga massa otot melalui gizi dan gaya hidup aktif sangatlah penting. Bukan hanya untuk penampilan, tapi untuk kesehatan jangka panjang, mobilitas, dan pencegahan komplikasi. Yuk Simak artikel ini! Peran Protein dalam Membentuk & Mempertahankan Otot Protein adalah komponen utama dari otot rangka, dimana sebagian besar serat otot tersusun dari protein. Saat kita makan makanan tinggi protein, protein tersebut dipecah menjadi asam amino yang kemudian digunakan oleh tubuh untuk membangun dan memperbaiki sel otot, terutama setelah aktivitas fisik/olahraga. Untuk orang dewasa sehat, asupan harian yang umum direkomendasikan adalah sekitar 0,8 gram protein/kg berat badan/hari. Namun, ada beberapa penelitian terbaru mengatakan bahwa untuk mempertahankan massa otot terutama pada lansia atau mereka yang aktif berolahraga sering dibutuhkan lebih dari angka tersebut. Pada wanita lansia dengan kondisi sarcopenia, data menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 1,2 gram protein/kg berat badan/hari secara signifikan dapat meningkatkan massa otot dan kekuatan dibanding asupan standar 0,8 g/kg BB/hari. Pentingnya Aktivitas Fisik & Latihan untuk Menjaga Otot Aktivitas fisik terutama aktivitas dengan beban atau latihan kekuatan (resistance training) dapat membantu memperkuat otot dan mempertahankan massa otot. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memenuhi asupan protein yang direkomendasikan dan aktif secara fisik memiliki massa otot serta kekuatan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya memenuhi protein tetapi kurang aktif. Aktivitas fisik dan olahraga secara rutin membantu otot mendapatkan “stimulus” untuk terus memperbarui dan memperkuat diri. Jika tidak ada stimulus, tubuh bisa mengurangi massa otot (“use it or lose it”). Kombinasi Protein & Aktivitas Fisik merupakan Cara Efektif Melawan Kehilangan Otot Berdasarkan bukti ilmiah, kombinasi antara asupan protein yang memadai dan aktivitas fisik rutin adalah strategi optimal untuk menjaga dan mempertahankan massa & kekuatan otot terutama seiring bertambahnya usia. Beberapa hal-hal penting yang perlu diketahui:Protein menyediakan bahan baku (asam amino) untuk sintesis otot baru, perbaikan sel otot, dan menjaga keseimbangan protein. Aktivitas fisik (terutama Latihan beban / latihan kekuatan) memicu otot untuk beradaptasi membangun serat otot lebih kuat dan lebih besar daripada yang rusak. Tanpa stimulus dari aktivitas fisik, walau asupan protein cukup, tubuh tidak memiliki “sinyal” untuk mempertahankan otot. Bagi orang lanjut usia atau mereka dengan risiko kehilangan otot, menaikkan asupan protein di atas rekomendasi dasar (misalnya sekitar 1,2 g/kgBB/hari) dan meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu mencegah penurunan massa otot dan kekuatan.   Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasi secara online dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi :-Physical activity and Protein-intake strategies to prevent sarcopenia in older people https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40248876/ -Role of Protein intake in maintaining muscle mass composition among elderly females suffering from Sarcopenia https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12104658/

Health

1 hari yang lalu

Tersenyum di Luar, Hancur di Dalam: Kenali Gejala ‘High Functioning Depression’

Tersenyum di Luar, Hancur di Dalam: Kenali Gejala ‘High Functioning Depression’ Di dunia yang penuh tuntutan untuk selalu tampil kuat dan positif, banyak orang belajar menyembunyikan kesedihannya di balik senyuman. Mereka bisa terlihat sukses, produktif, bahkan menjadi tempat curhat bagi orang lain. Padahal, di dalam hati, mereka tengah berjuang keras. Fenomena ini dikenal dengan istilah High Functioning Depression.Apa Itu High Functioning Depression? High Functioning Depression bukan diagnosis medis resmi secara kedokteran, tetapi istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan individu dengan gejala depresi ringan hingga sedang (seperti Dysthymia atau Persistent Depressive Disorder), yang umumnya tetap masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal. Mereka bisa bekerja, bersosialisasi, dan tampak “baik-baik saja” dari luar.Ciri-Ciri yang Perlu DiwaspadaiBerikut beberapa tanda umum dari high functioning depression:😔Perasaan kosong atau sedih berkepanjanganMeski bisa tertawa bersama orang lain, di dalam hati mereka merasa hampa, tidak bahagia.😴Kelelahan terus-menerusMerasa capek sepanjang hari meskipun cukup tidur.💼Berfungsi normal tapi merasa berat menjalaninyaBisa menyelesaikan tugas-tugas harian, tapi semuanya terasa melelahkan dan tidak menyenangkan.🧍‍♂️Menarik diri secara emosionalTidak lagi menikmati hal-hal yang dulu disukai. Hubungan sosial dijalani dengan "topeng".🧠Overthinking dan rasa tidak berhargaPenuh pikiran negatif tentang diri sendiri, merasa tidak cukup baik meskipun punya banyak pencapaian.😶Sulit untuk mengungkapkan perasaanTakut dianggap “lemah” jika mengaku sedang tidak baik-baik saja, sehingga lebih memilih diam.Mengapa Sering Tak Terdeteksi? Karena penderitanya tetap berfungsi secara normal, banyak orang bahkan tenaga medis, sulit mengenalinya. Mereka pun enggan mencari bantuan medis karena merasa “belum cukup parah” untuk mendapat pertolongan profesional. Padahal jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi depresi berat, menyebabkan burnout ekstrem, gangguan kecemasan, bahkan timbulnya pikiran untuk menyakiti diri.Kapan Harus Mencari Bantuan? Jika kamu atau orang terdekat menunjukkan gejala di atas selama lebih dari dua minggu dan merasa itu mengganggu kehidupan sehari-hari, segera cari pertolongan profesional. Kamu tidak perlu menunggu sampai “tidak sanggup lagi”. Minta bantuan bukan tanda lemah, itu langkah berani untuk sembuh. High Functioning Depression bisa mengelabui banyak orang karena tidak tampak secara kasat mata. Senyuman bisa menyembunyikan luka, tapi tidak bisa menyembuhkan secara komprehensif. Mengenali gejalanya sejak dini sangat penting agar bisa segera ditangani tepat waktu. Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jangan ragu untuk berbicara, berkonsultasi, atau meminta pertolongan jika kamu merasa tidak baik-baik saja. 📲Ingin Konsultasikan Kesehatan mental anda? Kenalin, KonsulDong Adalah aplikasi kesehatan terpercaya yang siap membantumu konsultasi dengan Dokter langsung dari HP-mu!Kenapa harus KonsulDong?Konsultasi dengan tenaga medis professionalAman, rahasia terjagaBisa pilih jadwal sesuai kebutuhanAda fitur chat langsung dan rekam medis digitalHarga terjangkau, bahkan ada yang GRATIS!🎯Stop self-diagnose. Saatnya KonsulDong!📥Download sekarang KonsulDong di Play Store / App Store dan rasakan mudahnya peduli kesehatan mental & fisik mulai dari sekarang.Source:·American Psychological Association. “Persistent Depressive Disorder.”·Harvard Health Publishing. "What is High Functioning Depression?"·National Institute of Mental Health (NIMH). “Depression Overview.”·WHO. “Mental health: Strengthening our response.”

Health

2 hari yang lalu

Benarkah Pijat Tradisional Bermanfaat Secara Medis? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Benarkah Pijat Tradisional Bermanfaat Secara Medis? Ini Penjelasan Ilmiahnya Pijat tradisional sudah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat sejak ratusan tahun yang lalu. Banyak orang mengandalkannya untuk mengatasi pegal, masuk angin, hingga stres. Namun, pertanyaannya adalah apakah manfaat pijat ini benar-benar terbukti secara medis, atau hanya sekadar sugesti? Yuk kita bahas lebih lanjut!Apa Itu Pijat Tradisional dari Sudut Pandang Medis? Secara medis, pijat termasuk dalam terapi komplementer yang dikenal sebagai massage therapy. Teknik ini bekerja melalui manipulasi jaringan lunak (otot, tendon, ligamen) dengan tujuan meningkatkan sirkulasi, relaksasi otot, dan modulasi sistem saraf.Beberapa mekanisme yang diduga berperan antara lain adalah berikut:Peningkatan aliran darah dan limfatikPenurunan ketegangan ototStimulasi pelepasan endorfin (analgesik alami tubuh)Modulasi sistem saraf otonom (menurunkan stres)Manfaat yang Didukung Penelitian Sejumlah penelitian dalam 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa pijat memiliki manfaat tertentu, terutama sebagai terapi tambahan. Berikut di antaranya:1. Mengurangi nyeri (pain relief)Bukti paling konsisten adalah pada penurunan nyeri, terutama:Nyeri punggung bawahNyeri otot (musculoskeletal)Nyeri kronis tertentu Systematic review besar (JAMA Network Open, 2024) menunjukkan bahwa pijat memiliki efek positif terhadap nyeri pada beberapa kondisi, meskipun tingkat kepastian buktinya sebagian besar masih rendah hingga sedang.2. Relaksasi dan penurunan stres Pijat terbukti membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan relaksasi melalui efek pada sistem saraf dan hormon stress.3. Meningkatkan kualitas tidur Beberapa studi menunjukkan adanya perbaikan kualitas tidur, terutama pada lansia dan pasien dengan gangguan tidur ringan.4. Membantu pemulihan kondisi tertentu Penelitian klinis juga menunjukkan manfaat pada:Nyeri postpartum (setelah melahirkan)Gejala menopauseRehabilitasi otot Sebagai contoh, teknik massage tertentu terbukti menurunkan intensitas nyeri secara signifikan pada kondisi klinis tertentu Keterbatasan Bukti IlmiahMeski terlihat menjanjikan, penting untuk memahami bahwa:Sebagian besar penelitian memiliki kualitas bukti yang rendah hingga sedangHasil sering tidak konsisten antar studiSulit dilakukan standarisasi teknik pijat (bervariasi antar terapis) Systematic review terbaru menegaskan bahwa hanya sebagian kecil kondisi yang memiliki bukti dengan tingkat kepastian moderat, dan hampir tidak ada yang mencapai bukti kuat (high certainty).Apakah Pijat Tradisional Aman? Secara umum, pijat relatif aman jika dilakukan dengan benar. Namun, perlu hati-hati pada kondisi berikut:Cedera akut atau frakturInfeksi kulitGangguan pembekuan darahKeganasan (area tertentu) Kesalahan teknik justru dapat memperparah kondisi, terutama pada pijat yang terlalu keras atau tidak sesuai anatomi.Jadi, Apakah Pijat Tradisional Layak Digunakan? Kesimpulannya, pijat tradisional memiliki manfaat medis, terutama untuk:Mengurangi nyeri ringan–sedangRelaksasiTerapi suportif Namun, pijat bukan pengganti terapi medis utama, melainkan sebagai pelengkap (complementary therapy). Penggunaannya tetap harus rasional dan mempertimbangkan kondisi klinis pasien.Penutup Pijat tradisional memang bukan sekadar “feel good therapy” ada dasar ilmiah yang mendukung manfaatnya, meskipun masih terbatas. Kunci utamanya adalah penggunaan yang tepat, aman, dan tidak menggantikan terapi medis yang diperlukan. Kalau masih ragu apakah kondisi tertentu aman dipijat atau butuh terapi lain, konsultasi langsung dengan dokter adalah langkah terbaik. Kamu bisa diskusi cepat dan praktis lewat aplikasi Konsuldong, tanpa perlu repot datang ke fasilitas kesehatan. Unduh Konsuldong sekarang!Referensi:Mak, S., Allen, J., & Begashaw, M. (2024). Use of massage therapy for pain, 2018–2023: A systematic review. JAMA Network Open.Thomas, L. (2024). Study finds limited evidence for massage therapy’s effectiveness in pain relief. News-Medical.Dingding, S. O., et al. (2022). A review on the effectiveness of massage therapy in pain management and treatment. International Journal of Research Publication and Reviews. 

Health

3 hari yang lalu

Bahu Terasa Kaku dan Nyeri? Bisa Jadi Frozen Shoulder!

Bahu Terasa Kaku dan Nyeri? Bisa Jadi Frozen Shoulder! Pernahkah Anda merasa bahu tiba-tiba terasa kaku, sulit digerakkan bahkan hanya untuk aktivitas sederhana seperti menyisir rambut atau memakai baju? Jangan dianggap sepele. Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda frozen shoulder, masalah sendi yang sering dialami namun kerap terlambat dikenali. Yuk, kenali lebih dalam agar Anda bisa mengambil langkah yang tepat sejak awal. Apa Itu Frozen Shoulder? Frozen shoulder, atau dalam istilah medis disebut adhesive capsulitis adalah kondisi di mana sendi bahu mengalami nyeri dan kekakuan akibat proses peradangan dan penebalan pada kapsul sendi. Akibatnya, ruang gerak bahu menjadi terbatas bahkan terasa seperti “membeku”. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan dapat berlangsung dalam beberapa fase, bahkan hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum benar-benar membaik.  Gejala Frozen Shoulder yang Perlu Diwaspadai Gejala Frozen Shoulder biasanya muncul bertahap dan semakin memburuk seiring bertambahnya waktu, antara lain :Nyeri bahu, terutama saat digerakkan Kekakuan yang membuat bahu sulit diangkat atau diputar Rentang gerak terbatas (bahkan aktivitas sederhana jadi sulit) Nyeri sering terasa lebih berat di malam hari sehingga mengganggu kualitas tidur Frozen shoulder umumnya dibagi melalui 3 fase :Freezing (awal)          : nyeri meningkat, gerakan mulai terbatas Frozen (kaku)            : nyeri bisa berkurang, tapi bahu sangat kaku Thawing (pemulihan) : gerakan mulai kembali membaik  Penyebab dan Faktor Risiko Penyebab pasti sering tidak diketahui, tetapi beberapa kondisi yang meningkatkan risiko antara lain:Bahu lama tidak digerakkan (misalnya setelah cedera atau operasi) Diabetes atau gangguan tiroid Usia di atas 40 tahun, terutama wanita Riwayat stroke atau penyakit kronis lainnya Kurangnya pergerakan bahu dalam waktu lama menjadi faktor paling sering yang memicu kondisi ini. Terapi dan Penanganan Frozen Shoulder Tujuan utama terapi adalah mengurangi nyeri dan mengembalikan pergerakan bahu. Beberapa pilihan penanganan meliputi:1. Terapi Non-Operatif (Utama)Obat pereda nyeri (seperti NSAID) Kompres hangat atau dingin Latihan peregangan dan fisioterapi Latihan gerak (range of motion exercises) secara rutin 2. Terapi MedisInjeksi kortikosteroid untuk mengurangi peradangan Hydrodilatation (pelebaran kapsul sendi dengan cairan) 3. Tindakan Lanjutan (Jarang)Manipulasi bahu dengan anestesi Operasi arthroscopy jika terapi lain tidak berhasil Sebagian besar kasus dapat membaik tanpa operasi, meskipun membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan konsistensi terapi. Tips Pencegahan dan Perawatan MandiriTetap gerakkan bahu secara perlahan meski terasa tidak nyaman Jangan terlalu lama imobilisasi setelah cedera Lakukan latihan peregangan ringan secara rutin Segera periksa jika bahu terasa nyeri dan kaku tidak membaik   Frozen shoulder memang bukan kondisi yang mengancam nyawa, tetapi bisa sangat mengganggu kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Semakin cepat dikenali dan diterapi, semakin besar peluang pemulihan optimal. Jadi, jika Anda mulai merasakan bahu kaku dan nyeri yang tidak biasa, jangan ragu untuk segera berkonsultasi. Ingat, menjaga mobilitas hari ini adalah investasi untuk aktivitas bebas nyeri di masa depan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Referensi :1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/frozen-shoulder/symptoms-causes/syc-203726842. https://www.nhs.uk/conditions/frozen-shoulder/ 

Health

4 hari yang lalu

Mengapa Kasus Kanker Semakin Meningkat? Ini Penjelasan Medisnya

Mengapa Kasus Kanker Semakin Meningkat? Ini Penjelasan Medisnya Belakangan ini, kita semakin banyak mendengar kabar tentang adanya seseorang yang didiagnosis penyakit kanker, baik dari keluarga, teman, maupun kerabat lainnya. Tidak sedikit pula yang merasa bahwa penyakit kanker ini kini semakin sering terjadi dibandingkan beberapa tahun lalu. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Lalu, mengapa kasus kanker tampak semakin meningkat? Untuk memahaminya, kita perlu melihat penjelasan dari sudut pandang medis. Yuk disimak!Apa Itu Kanker? Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel dalam tubuh tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini dapat menyerang jaringan di sekitarnya dan bahkan menyebar ke bagian tubuh lain melalui darah atau sistem limfatik, suatu proses yang dikenal sebagai metastasis. Kanker dapat terjadi di hampir semua organ tubuh, seperti paru-paru, payudara, hati, usus, dan kulit.Mengapa Kasus Kanker Semakin Meningkat? Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa jumlah kasus kanker di dunia terus meningkat. Diantaranya:1. Bertambahnya usia. Risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia karena tubuh telah mengalami lebih banyak paparan faktor risiko dan perubahan genetik selama hidup. Ketika kini semakin banyak orang yang hidup hingga usia lanjut, maka jumlah kasus kanker juga cenderung meningkat.2. Perubahan gaya hidup modern. Pola hidup yang kurang sehat seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta pola makan tinggi makanan olahan dapat meningkatkan risiko terjangkitnya berbagai jenis kanker.3. Faktor lingkungan dan paparan zat berbahaya. Polusi udara, paparan bahan kimia tertentu, serta radiasi ultraviolet dari sinar matahari dapat memicu kerusakan sel tubuh yang berpotensi berkembang menjadi kanker.4. Infeksi tertentu. Beberapa infeksi virus dan bakteri dapat meningkatkan risiko kanker, seperti Human Papillomavirus (HPV) yang berkaitan dengan kanker serviks, serta virus Hepatitis B dan C yang berhubungan dengan kanker hati.5. Kemajuan teknologi deteksi medis. Saat ini metode skrining dan diagnosis kanker semakin baik. Banyak kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini dapat ditemukan lebih awal, sehingga angka laporan kasus kanker terlihat meningkat.Penyebab dan Faktor Risiko KankerSecara umum, kanker dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:Kebiasaan merokokKonsumsi alkohol berlebihanPola makan tidak sehatObesitas dan kurang aktivitas fisikPaparan radiasi atau bahan kimia berbahayaRiwayat keluarga dengan kankerInfeksi virus tertentu seperti HPV atau Hepatitis BPenanganan Kanker Penanganan kanker tergantung pada jenis kanker, stadium penyakit, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan antara lain adalah operasi untuk mengangkat jaringan kanker, kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker dengan obat-obatan, terapi radiasi untuk membunuh sel kanker menggunakan sinar berenergi tinggi, terapi target, serta imunoterapi yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan kanker. Deteksi dini sangat penting karena kanker yang ditemukan pada tahap awal biasanya memiliki peluang pengobatan yang lebih baik.Cara Mencegah Kanker Meskipun tidak semua kanker dapat dicegah, banyak faktor risiko yang sebenarnya dapat dikendalikan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya kanker antara lain : berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, membatasi konsumsi alkohol, melindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebih, serta melakukan pemeriksaan kesehatan dan skrining kanker secara berkala. Vaksinasi seperti vaksin HPV dan hepatitis B juga dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker.  Meningkatnya jumlah kasus kanker di dunia menjadi pengingat bahwa penyakit ini merupakan tantangan kesehatan global yang perlu diwaspadai. Namun, kabar baiknya adalah banyak faktor risiko kanker yang dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Dengan meningkatkan kesadaran, melakukan deteksi dini, serta menjalani pola hidup sehat, setiap orang dapat berperan dalam upaya menurunkan risiko terjangkitnya kanker dan menjaga kualitas hidup yang lebih baik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.  Referensi:-https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer-https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention 

Health

5 hari yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya