dr. Christian

admin

Leher Sakit, Benarkah Karena Salah Bantal? Ini Penyebab dan Cara Penanganannya

Health

2 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong




Leher Sakit, Benarkah Karena Salah Bantal? Ini Penyebab dan Cara Penanganannya



Pernahkah kamu bangun tidur dengan rasa nyeri di leher, kaku leher, bahkan sulit menoleh? Rasa tidak nyaman di leher ini sering dianggap remeh dan langsung disalahkan pada bantal. Pertanyaannya, benarkah bantal adalah biang keladi utama? Ataukah ada penyebab lain yang berperan? Mari kita bahas lebih dalam.



Mengapa Leher Mudah Sakit?

Leher (servikal) adalah bagian tubuh yang terdiri dari tulang belakang leher, otot, ligamen, saraf, serta pembuluh darah yang bekerja sama menopang kepala dan memungkinkan kita bergerak bebas. Karena struktur ini sangat kompleks dan fleksibel, leher menjadi salah satu bagian tubuh yang paling rentan mengalami nyeri akibat posisi tidur, aktivitas sehari-hari, hingga kondisi medis tertentu.



Benarkah Salah Bantal Jadi Penyebab Utama?

Bantal yang terlalu tinggi, rendah, keras, atau lembek dapat membuat posisi kepala tidak sejajar dengan tulang belakang. Akibatnya, otot leher bekerja lebih keras untuk menopang kepala sepanjang malam. Hasilnya otot menjadi tegang, sirkulasi darah terhambat, dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri saat bangun tidur. Kondisi ini sering dikenal masyarakat sebagai “salah bantal”.



Namun, salah bantal hanyalah salah satu dari sekian banyak penyebab nyeri leher. Beberapa faktor lain yang bisa berkontribusi antara lain:

  • Postur tubuh buruk, misalnya sering menunduk menatap ponsel atau komputer terlalu lama.
  • Cedera otot atau sendi, akibat olahraga atau mengangkat beban berat dengan posisi tidak tepat.
  • Degenerasi tulang leher (spondilosis servikal), yang umum pada usia lanjut.
  • Radang sendi (artritis) atau penyakit autoimun.
  • Infeksi serius seperti meningitis, meski lebih jarang, tetapi harus diwaspadai bila disertai demam dan kaku kuduk hebat.



Faktor Risiko yang Memperburuk Nyeri Leher

Beberapa kebiasaan atau kondisi berikut dapat meningkatkan risiko nyeri leher, di antaranya:

  1. Kebiasaan tidur tengkurap – posisi ini membuat leher berputar ke satu sisi dalam waktu lama.
  2. Stres dan kelelahan – dapat memicu ketegangan otot sekitar leher dan bahu.
  3. Kurang olahraga – otot leher yang lemah lebih mudah mengalami cedera.
  4. Penggunaan gadget berlebihan – sering disebut text neck syndrome.
  5. Obesitas – leher harus menopang beban lebih besar dari biasanya.



Cara Mengatasi Nyeri Leher Akibat Salah Bantal

1. Kompres dingin atau hangat

-Dalam 48 jam pertama, kompres dingin dapat mengurangi peradangan.

-Setelahnya, kompres hangat atau mandi air hangat membantu merelaksasi otot.


2. Peregangan ringan

-Gerakan sederhana seperti menoleh pelan ke kanan-kiri atau mengangguk dapat melenturkan otot leher. Hindari gerakan mendadak yang bisa memperparah nyeri.


3. Pijat lembut dan koyo

-Pijatan ringan atau koyo hangat bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah di area leher.



4. Obat pereda nyeri

-Jika nyeri cukup mengganggu, konsumsi paracetamol atau ibuprofen sesuai anjuran. Bila keluhan menetap, sebaiknya konsultasikan ke dokter.


5. Perbaiki posisi duduk dan berdiri

-Jaga agar tulang belakang tetap tegak saat bekerja atau belajar. Sesuaikan tinggi kursi dan meja agar tidak perlu membungkuk terlalu lama.


6. Istirahat cukup

-Hindari aktivitas berat yang melibatkan leher, dan pastikan tidur cukup agar otot bisa pulih setelah aktivitas.



Tips Memilih Bantal yang Tepat

Agar nyeri leher tidak berulang, memilih bantal yang sesuai sangat penting. Berikut tipsnya:

  • Pilih bantal yang menopang leher secara natural, menjaga posisi kepala sejajar dengan tulang belakang.
  • Gunakan bahan yang nyaman, misalnya memory foam atau lateks, yang bisa menyesuaikan bentuk kepala dan leher.
  • Sesuaikan tinggi bantal dengan posisi tidur:
  • Tidur telentang: bantal setebal 8–10 cm.
  • Tidur menyamping: bantal sedikit lebih tebal untuk mengisi ruang antara bahu dan leher.
  • Tidur tengkurap: sebaiknya hindari, tapi jika terbiasa, gunakan bantal tipis.
  • Rutin ganti bantal setiap 1–2 tahun sekali untuk menjaga kebersihan dan elastisitasnya.



Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter bila nyeri leher:

  • Tidak membaik setelah 1 minggu.
  • Disertai mati rasa atau kelemahan pada tangan dan lengan.
  • Disertai demam, sakit kepala berat, atau mual.
  • Terjadi setelah kecelakaan atau cedera serius.



Konsultasi Sekarang!

Nyeri leher bisa jadi masalah sederhana, tetapi juga bisa menandakan kondisi yang lebih serius. Jangan biarkan ketidaknyamanan ini mengganggu aktivitasmu. Untuk solusi cepat dan aman, gunakan aplikasi Konsuldong yang siap menghubungkan kamu dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Download sekarang, dan biarkan lehermu kembali bebas bergerak tanpa rasa nyeri!

 


Referensi


  1. Ciputra Hospital. 7 Cara Mengobati Sakit Leher akibat Salah Posisi Tidur. 2023. https://ciputrahospital.com/inilah-7-cara-mengobati-sakit-leher-akibat-salah-posisi-tidur
  2. Alodokter. 5 Cara Mengatasi Salah Bantal yang Efektif. 17 Juni 2025. https://www.alodokter.com/5-cara-mengatasi-salah-bantal-yang-efektif
  3. Alodokter. Leher Kaku, Inilah Penyebab dan Cara Meredakannya. 29 Juli 2024. https://www.alodokter.com/menelisik-leher-kaku-termasuk-kondisi-serius

 

Baca juga

Hidung Meler Tiap Pagi? Bisa Jadi Tanda Rhinitis Alergi

Hidung Meler Tiap Pagi? Bisa Jadi Tanda Rhinitis Alergi             Pernahkah Anda membuka mata di pagi hari dengan perasaan “Ah, hidung saya lagi ngeluarin cairan bening terus”, lalu menyadari bahwa hari Anda pun dimulai bukan dengan segelas kopi hangat melainkan dengan sapuan tisu? Jika hal ini terasa sudah rutin terjadi, sangat mungkin Anda tidak sedang terkena flu biasa, melainkan mengalami kondisi Rhinitis Alergi (allergic rhinitis). Yuk kita kenali lebih lanjut! Apa itu Rhinitis Alergi?           Rhinitis alergi adalah kondisi peradangan pada selaput lendir hidung yang dipicu oleh reaksi alergi terhadap alergen di udara seperti debu rumah, tungau debu, bulu hewan, pollen (serbuk sari), dan jamur. Pada dasarnya, sistem imun Anda salah mengenali alergen tersebut sebagai “ancaman”, lalu melepaskan antibodi IgE yang memicu pelepasan histamin dan mediator inflamasi lainnya. Reaksi imunologi ini akan menyebabkan pembengkakan, produksi lendir berlebih, bersin, dan gejala alergi lainnya. Karena dipicu oleh alergen udara, kondisi ini dapat muncul baik secara terus-menerus (perennial) atau musiman (seasonal). Kenapa Hidung “Meler” di Pagi Hari?           Ada beberapa mekanisme yang menjelaskan mengapa banyak orang dengan rhinitis alergi mengalami hidung meler atau bersin lebih sering di pagi hari:1. Paparan alergen saat tidurKamar tidur sering menjadi “laboratorium” alergen: tungau debu di Kasur atau bantal, bulu hewan, jamur, hingga kelembapan ruangan. Semua faktor ini bisa membuat Anda terpapar sepanjang malam. Sehingga saat bangun pagi, lendir dan reaksi bisa sudah mulai muncul. 2. Variasi 24 jam dari gejala rhinitisSebuah studi menunjukkan bahwa intensitas bersin, hidung tersumbat, dan meler yang disebabkan karena rhinitis alergi di pagi hari lebih besar sekitar 70% dibandingkan dengan waktu lain. 3. Posisi tidur dan drainase lendirSaat berbaring, lendir yang diproduksi di hidung atau saluran post nasal drip akan mengumpul dan meningkatkan sensitivitas mukosa, sehingga saat Anda bangun bisa terasa meler lebih banyak.4. Lingkungan kamar tidur yang mendukung alergenKamar yang jarang dibersihkan, bantal dan kasur yang lama, karpet, serta tirai yang akan mengumpulkan debu. Semua hal ini meningkatkan jumlah alergen yang terhirup. Menghindari atau mengurangi paparan alergen ini dapat membantu mengurangi risiko. Ciri-Ciri Rhinitis Alergi yang Perlu DiwaspadaiJika Anda mengalami hidung meler tiap pagi, berikut beberapa ciri tambahan yang mendukung kemungkinan rhinitis alergi:-Hidung meler bening atau jernih (kering/kuning kental kurang umum)-Bersin-bersin, terutama bersin beruntun-Gatal pada hidung atau mata, kadang mata berair-Hidung tersumbat atau sensasi mampet-Gejala memburuk saat bangun tidur atau saat berada di kamar tidur-Ketika keluar rumah atau di dekat alergen seperti hewan peliharaan, bulu atau debu rumah, gejala memburuk-Tidak ada demam atau gejala infeksi (misalnya nyeri tenggorokan berat, demam tinggi, lendir kuning/warna hijau) ini penting untuk membedakannya dari flu/sinusitis. -Bila diperiksa, saluran hidung bisa menunjukkan pembengkakan. Tampak selaput lendir pucat/edematous (terutama pada rhinitis alergi musiman). Kenapa Rhinitis Alergi Perlu Diwaspadai?Meskipun “cuma” hidung meler, rhinitis alergi ternyata bisa membawa beberapa dampak penting:-Mempengaruhi kualitas tidur, karena hidung tersumbat atau meler bisa membuat tidur terganggu. -Bisa memengaruhi produktivitas di pagi hari karena bangun dengan gejala alergi berarti hari Anda mungkin dimulai dengan kurang optimal.-Berhubungan dengan kondisi lain seperti Asma atau sinusitis kronis. -Bila tidak ditangani, beban jangka panjang bisa meningkat (pengobatan, absensi kerja/sekolah, kualitas hidup).Apa yang Bisa Anda Lakukan?Berikut beberapa langkah praktis untuk mengatasi hidung meler tiap pagi jika kemungkinan besar Anda mengalami rhinitis alergi:A. Atur Lingkungan Tidur-Ganti sarung bantal dan seprei secara rutin, cuci dengan air panas setiap 1–2 minggu-Gunakan seprei kasur dan sarung bantal yang hypoallergenic atau anti tungau debu-Jaga kelembapan kamar tidur < 50% agar tungau debu dan jamur tidak berkembang-Hindari menggunakan karpet atau tirai yang sulit dibersihkan jika memungkinkan-Jangan biarkan hewan berbulu tidur di tempat tidur atau kamar tidur AndaB. Hindari Pemicu Alergen-Jika tahu bahwa Anda alergi terhadap bulu hewan, debu rumah, atau pollen, segera minimalkan paparan.-Sapu kamar secara rutin, bersihkan tirai/karpet, lap permukaan benda dengan kain lembab-Di pagi hari, bila udara luar banyak pollen atau debu, pertimbangkan untuk menutup jendelaC. Obat & Pemeriksaan Medis-Konsultasi ke dokter jika gejala berulang atau mengganggu-Obat yang umum dipakai: antihistamin generasi kedua, semprotan hidung kortikosteroid (tergantung keparahan) -Dokter bisa melakukan pemeriksaan alergi (skin prick test atau IgE spesifik) untuk mengetahui alergen penyebab-Bila gejala berat atau terus-menerus berlangsung, mungkin diperlukan imunoterapi alergi Konsultasi Sekarang! Jika setiap pagi Anda mulai dengan hidung yang terus-menerus mengeluarkan lendir bening, bersin-bersin, atau hidung tersumbat dan itu sudah jadi kebiasaan, maka kemungkinan besar Anda mengalami rhinitis alergi. Dengan mengenali lebih awal dan menerapkan langkah pengaturan lingkungan serta pengobatan yang tepat, Anda dapat mengendalikan gejala dan memulai hari dengan lebih segar. Dan jika Anda ingin konsultasi cepat dengan dokter, memeriksa gejala, atau mendapat saran bahkan resep obat, Anda dapat menggunakan aplikasi Konsuldong yang akan membantu Anda terkoneksi langsung dengan dokter terpercaya. Jangan biarkan hidung meler tiap pagi merusak kualitas hidup Anda! Yuk unduh Konsuldong sekarang!Referensi:1. Bousquet, J., Van Cauwenberge, P., & Khaltaev, N. (2001). Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA) 2001. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 108(S5), S147-S334.2. Zhang, L., Zheng, M., & Yu, J. (2022). Allergic Rhinitis: A Clinical and Pathophysiological Overview. Frontiers in Medicine, 9, 874114.3. Klossek, J.-M., Dupuy, A., Maillet, J.-M., & et al. (2023). Allergic Rhinitis: Rapid Evidence Review. American Family Physician, 107(5), 342-350.

Health

3 hari yang lalu

Mengapa Cuci Tangan dapat Menyelamatkan Kehidupan Manusia?

Mengapa Cuci Tangan dapat Menyelamatkan Kehidupan Manusia? Setiap hari, kita menggunakan tangan untuk berinteraksi dengan dunia ini, mulai dari kita menyentuh permukaan benda, memegang benda, bersalaman dengan orang lain, hingga menyiapkan makanan. Namun, tahukah anda bahwa satu gerakan sederhana yaitu mencuci tangan dapat menjadi penyelamat nyawa? Dari rumah sakit hingga rumah tangga, dari kota besar hingga pedesaan terpencil, kebersihan tangan merupakan pilar utama dalam pencegahan penyakit infeksi. Kali ini kita akan mengupas secara mendalam mengapa mencuci tangan bukan hanya kebiasaan “bersih-bersih”, melainkan tindakan medis dan publik yang sangat penting untuk di lakukan. Mengapa kebersihan tangan sangat penting? Tangan kita adalah “jembatan” antara lingkungan luar yang penuh mikroba (termasuk bakteri, virus, jamur) dan tubuh kita sendiri. Ketika tangan tersentuh oleh mikroba, kemudian tanpa mencuci tangan kita menyentuh wajah, makanan, atau area tubuh lain, maka potensi infeksi terjadi akan meningkat. WHO menegaskan bahwa kebersihan tangan adalah tindakan yang paling efektif untuk menghentikan penyebaran infeksi dalam layanan kesehatan dan masyarakat. Contohnya:-Di fasilitas layanan kesehatan, bila praktik kebersihan tangan ditingkatkan, dapat mencegah tingkat penyebaran infeksi hingga 50%. -Pedoman WHO juga mencantumkan bahwa mencuci tangan dengan sabun & air atau menggunakan handrub berbasis alkohol adalah standar dalam berbagai situasi ketika tangan tampak kotor atau setelah kontak dengan sesuatu yang berisiko tercemar infeksi. Dengan demikian, kebersihan tangan jauh lebih dari sekadar kebiasaan sehari-hari. Hal ini menjadi fondasi penting dalam pencegahan penyakit infeksi, termasuk yang mengancam jiwa.Efek jika kebersihan tangan diabaikan Mengabaikan praktek cucian tangan memiliki dampak yang serius, baik di lingkungan rumah, komunitas, maupun fasilitas kesehatan, diantaranya : -Dapat Meningkatkan Infeksi Saat tangan yang terkontaminasi tidak dibersihkan, mikroorganisme bisa berpindah ke makanan, permukaan, dan akhirnya masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, atau mata. Studi menyebutkan bahwa tindakan mencuci tangan dapat mengurangi insiden penyakit diare hingga 23-40 % dan infeksi saluran pernapasan hingga 16-21 %.-Beban kesehatan dan ekonomiDi layanan kesehatan, infeksi yang seharusnya bisa dicegah dengan kebersihan tangan dapat meningkat intensitasnya mulai dari lama perawatan, biaya, dan risiko mortalitas jika praktek cuci tangan tadi tidak dijalankan dengan baik. WHO mencatat bahwa program kebersihan tangan yang dilaksanakan dengan baik memberikan penghematan ekonomi rata-rata sampai dengan 16 kali biaya implementasinya. -Resistensi antimikroba dan pandemiKebersihan tangan juga berperan dalam mencegah penyebaran agen infeksius dan resistensi obat. Dalam konteks pandemi seperti COVID‑19, mencuci tangan menjadi salah satu kunci tindakan preventif. Mencuci tangan bukan hanya “opsi”, tetapi sebuah keharusan, baik di rumah, tempat kerja maupun saat bersosialisasi.Rekomendasi praktis cuci tangan sesuai pedoman WHOBerikut beberapa panduan yang dapat di lakukan :1. Gunakan sabun & air bersih terutama jika tangan terlihat kotor atau setelah menggunakan toilet. 2. Gunakan handrub berbasis alkohol bila sabun & air tidak tersedia dan tangan tidak tampak terlalu kotor.3. Cuci tangan pada “momen kritis”, misalnya : sebelum makan, setelah ke toilet, setelah batuk/bersin, saat menangani makanan, atau setelah menyentuh permukaan suatu benda maupun area publik. 4. Lakukan teknik yang tepat, Gosok seluruh permukaan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, dan ujung jari, selama minimal 20 – 30 detik jika menggunakan Handrub dan 40 - 60 detik jika menggunakan sabun dan air. Kemudian bilas dan keringkan tangan dengan baik. 5. Ciptakan kebiasaan dan lingkungan yang mendukung. Disarankan agar di tempat tinggal atau tempat kerja tersedia fasilitas sabun & air bersih atau handrub. Serta perlunya edukasi berkesinambungan agar kebersihan tangan dapat menjadi suatu kebiasaan.   Tangan kita mungkin kecil dan sering diabaikan, tetapi kekuatan yang terkandung di dalamnya sangat besar. Dengan menerapkan kebersihan tangan secara benar dan konsisten, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, melainkan juga orang di sekitar kita dan masyarakat luas. Ingatlah, Anda adalah agen perubahan, dimulai dari diri Anda sendiri. Anda dapat membentuk kebiasaan yang menyelamatkan hidup diri sendiri dan orang banyak. Mari bersama-sama menjadikan “cuci tangan” bukan sekadar rutinitas, tetapi aksi nyata untuk kesehatan dan keselamatan bersama. Ingatlah : tangan yang bersih adalah salah satu investasi paling murah dan paling berdampak yang pernah ada. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.  Referensi :1.    https://www.who.int/teams/integrated-health-services/infection-prevention-control/hand-hygiene?2.    https://www.who.int/campaigns/world-hand-hygiene-day/2021/key-facts-and-figures?3. https://www.cdc.gov/clean-hands/data-research/facts-stats/index.html?  

News

7 hari yang lalu

Mengatasi Emosi Lewat Makanan: Hubungan Antara Stres dan Obesitas

Mengatasi Emosi Lewat Makanan: Hubungan Antara Stres dan Obesitas Stres bukan sekedar “kelelahan emosional” atau “terlalu banyak pikiran”, melainkan dapat berdampak nyata pada pola makan dan berat badan. Banyak orang secara tidak sadar menggunakan makanan sebagai pelampiasan stress yang kemudian meningkatkan risiko kelebihan berat badan atau Obesitas. Artikel ini membahas bagaimana mekanisme, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan strategi untuk mengatasinya.Apa itu emotional eating & mengapa terjadi saat stress? “Emotional eating” atau makan untuk merespons emosi (bukan karena lapar fisik) adalah fenomena di mana seseorang makan untuk mengatasi rasa negatif seperti stres, kesepian, kecemasan, atau bosan. Beberapa mekanisme yang menjelaskan mengapa stres memicu pola makan:-Saat stres, hormon kortisol meningkat, yang bisa memicu keinginan makan makanan tinggi. -Kondisi stres dapat menurunkan kemampuan seseorang mengenali sinyal lapar dan kenyang secara benar, sehingga makan bukan karena kebutuhan fisik. -Makanan yang tinggi gula dan lemak dapat memberikan sensasi relaksasi sementara untuk pikiran, sehingga menjadi mekanisme pelampiasan emosi. Beberapa faktor yang memperkuat hubungan antara stres dan obesitas melalui pola makan:-Jenis kelamin: Pada penelitian, remaja yang mengalami “stress-driven eaters” ditemukan jauh lebih banyak pada perempuan (43 %) dibanding laki-laki (15 %). -Kualitas tidur: Orang yang kurang tidur memicu emotional eating, sehingga memiliki kerentanan lebih besar dalam mengalami kenaikan berat badan. -Lingkungan & kebiasaan makan: Misalnya, makan yang terlalu cepat, makan tanpa sadar, konsumsi berat junk food, dan stres pekerjaan.   Strategi mengatasi emotional eating dan pencegahan obesitas Berikut ini strategi yang bisa diterapkan untuk mengatasi kecenderungan makan sebagai respons stres dan mencegah obesitas:a. Sadari pemicunya-Kenali kapan waktu-waktu Anda makan bukan karena lapar tetapi karena stres, bosan, sedih, atau isolasi.-Catat perasaan dan keadaan sekitar sebelum makan: apakah benar lapar fisik atau “lapar emosional”.b. Ganti respons stres dengan aktivitas yang sehat-Lakukan aktivitas pengalih stress, seperti jalan kaki, stretching, meditasi ringan, berbicara dengan teman.-Latihan berkesadaran (mindfulness) saat makan, dengan cara makan secara perlahan, nikmati rasa, dan jangan sambil menonton/scrolling media sosial.c. Atur lingkungan dan pilihan makanan-Sediakan camilan sehat (buah, kacang, yogurt) agar saat “emotional hunger” tidak otomatis memilih makanan tinggi lemak/gula.-Hindari menyimpan terlalu banyak makanan “comfort” di rumah yang mudah dimakan saat stres.d. Perbaiki kebiasaan tidur dan aktivitas fisik-Pastikan tidur yang cukup dan berkualitas, karena kurang tidur memperbesar risiko emotional eating.-Aktivitas fisik rutin membantu mengurangi stres dan mengatur nafsu makan secara lebih sehat.  Apakah Anda sering stres, sulit menjaga pola makan, atau bingung mengontrol berat badan? Kini saatnya konsultasi secara online di aplikasi Konsuldong, aplikasi kesehatan online yang siap menemani perjalanan sehatmu. Yuk download aplikasi Konsuldong sekarang!Referensi:-Relationship between stress, eating behavior, and obesity. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16247505/ -Stress-related eating, obesity and associated behavioural traits in adolescents. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24708823/ -https://www.verywellhealth.com/how-to-stop-overeating-8636815  

Health

1 minggu yang lalu

Minuman Dingin Bikin Sakit Tenggorokan? Cek Fakta Medisnya!

Minuman Dingin Bikin Sakit Tenggorokan? Cek Fakta Medisnya! Siapa yang bisa menolak segelas es teh manis atau minuman dingin saat cuaca sedang panas-panasnya? Rasanya menyegarkan dan langsung menurunkan suhu tubuh. Namun, sebagian orang sering mengeluhkan bahwa tenggorokannya terasa sakit atau gatal setelah minum es. Apakah benar minuman dingin bisa menyebabkan sakit tenggorokan, atau hanya mitos yang sudah turun-temurun? Mari kita bahas lebih lanjut!Mitos atau Fakta? Secara medis, minuman dingin tidak secara langsung menyebabkan sakit tenggorokan. Tenggorokan terasa nyeri setelah minum es biasanya disebabkan oleh peradangan yang sudah ada sebelumnya, seperti infeksi virus flu atau faringitis. Suhu dingin dari minuman hanya memperparah gejala karena menyebabkan penyempitan pembuluh darah sementara di area tenggorokan, sehingga respon imun menjadi sedikit lebih lambat. Selain itu, minuman dingin yang terlalu manis atau mengandung zat aditif juga dapat memicu iritasi mukosa tenggorokan, terutama jika diminum berulang kali dalam jumlah banyak. Jadi, bukan es-nya yang salah, melainkan kondisi tenggorokan dan kebiasaan minum yang tidak seimbang yang menjadi masalah.Kapan Minuman Dingin Bisa Jadi Masalah? Bagi sebagian orang terutama anak-anak, penderita alergi, atau mereka dengan daya tahan tubuh yang rendah, konsumsi minuman sangat dingin bisa memicu gejala seperti:-Nyeri saat menelan-Batuk atau tenggorokan terasa gatal-Suara serak sementara Namun, gejala ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dalam 1–2 hari jika tubuh tetap terhidrasi dan istirahat yang cukup. Yang perlu diwaspadai adalah jika sakit tenggorokan disertai demam tinggi, pembengkakan amandel, atau nyeri hebat karena itu bisa menjadi tanda infeksi bakteri atau virus yang memerlukan pemeriksaan dokter.Tips Aman Menikmati Minuman DinginHindari meneguk langsung dalam jumlah banyak.Jangan minum es saat tubuh sedang berkeringat banyak atau habis olahraga berat.Pastikan sumber air es higienis.Seimbangkan dengan air putih bersuhu normal agar tenggorokan tetap lembab.Kesimpulan Minuman dingin tidak secara langsung menyebabkan sakit tenggorokan, tetapi bisa memperparah gejala jika tenggorokan sudah dalam kondisi sensitif atau meradang. Jadi, kamu tetap boleh menikmati minuman dingin asal dengan cara yang bijak dan tidak berlebihan. Kalau kamu merasa tenggorokan terus nyeri, sukar menelan, atau demam setelah minum es, jangan ragu untuk konsultasi langsung dengan dokter lewat aplikasi Konsuldong. Cepat, praktis, dan bisa kamu akses kapan saja tanpa harus antre di klinik! Referensi: 1.    Eccles, R. (2009). Mechanisms of symptoms of the common cold and influenza. In Common Cold (pp. 23–45). Birkhäuser / Springer. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7122998/. 2.    Elvevì, A., et al. (2013). Effect of cold water on esophageal motility in patients with deglutition disorders. Digestive Diseases and Sciences (article). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3895613/. 3.    NHS. (2024). Sore throat: causes, symptoms and treatments. NHS. https://www.nhs.uk/symptoms/sore-throat/.  

Health

1 minggu yang lalu

Rahasia Senyum Sehat : Cara Sikat Gigi yang Benar agar Terhindar dari Gigi Berlubang!

Rahasia Senyum Sehat : Cara Sikat Gigi yang Benar agar Terhindar dari Gigi Berlubang! Senyum cerah dan napas segar bukan hanya soal penampilan, tapi juga cerminan kesehatan mulut yang baik. Namun, tahukah kamu? Banyak orang masih menyikat gigi dengan cara yang kurang tepat, sehingga plak dan bakteri tetap menumpuk walau sudah rajin gosok gigi dua kali sehari. Nah, agar usaha menjaga gigi tidak sia-sia, yuk pelajari cara sikat gigi yang baik dan benar menurut para ahli.Pilih sikat gigi dan pasta gigi yang tepat Gunakan sikat gigi berbulu lembut dengan ukuran kepala sikat gigi yang sesuai dengan mulutmu. Bulu yang terlalu keras justru dapat mengikis enamel dan melukai gusi. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride, karena mineral ini membantu memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang.Sikat gigi dua kali sehari, minimal 2 menit Waktu terbaik menyikat gigi adalah pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Durasi idealnya sekitar dua menit, agar semua permukaan gigi benar-benar bersih dari sisa makanan dan plak.Gunakan teknik menyikat gigi yang benar Menurut American Dental Association (ADA), cara terbaik menyikat gigi adalah dengan :-Pegang sikat gigi dengan sudut sekitar 45° terhadap gusi.-Gerakkan sikat gigi secara lembut dan melingkar kecil, bukan secara bolak-balik dan keras.-Gosoklah semua permukaan gigi: bagian luar, dalam, dan permukaan kunyah gigi.-Jangan lupa menyikat lidah juga untuk mengurangi bakteri penyebab bau mulut.Jangan langsung berkumur setelah sikat gigi Kebiasaan berkumur dengan air yang terlalu banyak setelah menyikat gigi justru bisa mengurangi efek fluoride dari pasta gigi. Cukup ludahkan busa yang berlebih atau cukup kumur 1 kali saja, lalu biarkan sisa fluoride menempel untuk perlindungan ekstra. Ganti sikat gigi secara rutin Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3 - 4 bulan, atau lebih cepat bila bulu sikat mulai mengembang. Sikat yang aus tidak efektif untuk membersihkan gigi dan justru bisa menimbulkan iritasi gusi.  Merawat gigi tidak cukup hanya dengan “asal gosok gigi”. Dengan teknik yang benar dan kebiasaan teratur, kamu bisa mencegah masalah gigi berlubang, bau mulut, hingga radang gusi. Jadikan rutinitas menyikat gigi sebagai momen penting setiap harinya. Kecil langkahnya, namun besar manfaatnya untuk kesehatan seumur hidup. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Referensi : 1.    https://www.mouthhealthy.org/all-topics-a-z/brushing-your-teeth?2.    https://www.ada.org/resources/ada-library/oral-health-topics/toothbrushes?3.    https://www.nhs.uk/live-well/healthy-teeth-and-gums/how-to-keep-your-teeth-clean/?  

Health

1 minggu yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya

Hubungi Kami
Jl. Raya Serpong No 1B,1C, Pakulonan, Kec. Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten 15325
Download App di

© 2026 Konsuldong, All Rights Reserved

Version : 1.2.1