dr. Christian
admin
Health
2 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Bayangkan hidup tanpa bisa melihat warna-warni dunia, wajah orang yang Anda cintai, atau membaca buku favorit. Ini dampak dari kehilangan penglihatan. Yang menakutkan, kehilangan penglihatan ini bisa datang tanpa gejala, diam-diam, dan baru disadari saat kerusakan sudah parah. Itulah mengapa glaukoma dikenal sebagai “si pencuri penglihatan yang diam-diam menghanyutkan”.
Menurut WHO, glaukoma adalah penyebab kebutaan permanen kedua terbanyak di dunia, setelah katarak. Berbeda dengan katarak yang dapat dioperasi untuk mengembalikan fungsi penglihatan-nya, kebutaan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan. Oleh Karena itu, mengenali penyakit glaukoma ini sejak dini adalah kunci mencegah kerusakan fatal lebih lanjut.

Apa Itu Glaukoma?
Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang merusak saraf optik sebagai jalur utama yang menghubungkan mata dengan otak. Penyebab kerusakan paling umum adalah tekanan bola mata (tekanan intraokular) yang terlalu tinggi, meskipun glaukoma juga bisa terjadi pada tekanan normal (normal-tension glaucoma). Kerusakan saraf optik menyebabkan lapang pandang menyempit perlahan, seperti melihat dunia melalui terowongan. Tanpa penanganan, penglihatan akan hilang sepenuhnya.
Jenis-Jenis Glaukoma
Mengetahui jenis glaukoma membantu kita memahami gejalanya:
1. Glaukoma Sudut Terbuka Primer (POAG)
-Jenis paling umum (90% kasus)
-Perkembangannya lambat, tanpa gejala awal
-Sering baru terdeteksi saat lapang pandang sudah menyempit
2. Glaukoma Sudut Tertutup (Acute Angle-Closure Glaucoma)
-Lebih jarang, tapi lebih darurat
-Gejala mendadak: nyeri mata hebat, mual, muntah, mata merah, penglihatan kabur
-Membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kebutaan mendadak
3. Glaukoma Sekunder
-Terjadi akibat penyakit lain: trauma mata, diabetes, peradangan, penggunaan steroid jangka panjang
4. Glaukoma Kongenital
-Terjadi sejak bayi lahir, menyebabkan mata tampak membesar, berair, dan sensitif terhadap cahaya

Faktor Risiko Glaukoma
Beberapa orang lebih rentan terkena glaukoma. Waspadai bila Anda memiliki:
-Usia >40 tahun, risiko meningkat seiring bertambahnya usia
-Riwayat keluarga dengan glaukoma
-Tekanan bola mata tinggi (≥21 mmHg)
-Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau migrain
-Cedera mata sebelumnya atau operasi mata
-Penggunaan obat steroid jangka panjang (tetes, tablet, suntikan)

Gejala yang Perlu Diperhatikan
Glaukoma sering dijuluki “silent thief of sight” karena tidak menimbulkan gejala awal. Namun, Anda perlu segera memeriksakan mata bila mengalami:
-Pandangan menyempit seperti melihat melalui terowongan
-Mata terasa berat, nyeri, atau tegang
-Sakit kepala berulang
-Pandangan berkabut atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
-Mata merah dengan nyeri mendadak (tanda glaukoma akut, kondisi darurat)
Pemeriksaan dan Diagnosis
Pemeriksaan mata rutin adalah kunci mendeteksi glaukoma sejak dini. Dokter mata biasanya melakukan:
-Tonometri – mengukur tekanan bola mata
-Oftalmoskopi – melihat bentuk dan kesehatan saraf optik
-Perimetri – mengevaluasi lapang pandang
-Pachymetri – mengukur ketebalan kornea
-Gonioskopi – melihat sudut drainase cairan mata
Pemeriksaan-pemeriksaan dia atas ini penting dilakukan terutama jika Anda memiliki faktor risiko.
Pilihan Pengobatan
Glaukoma tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikontrol agar kerusakan tidak bertambah parah. Penanganan meliputi:
-Obat tetes mata – terapi pertama untuk menurunkan tekanan bola mata
-Terapi laser – membantu meningkatkan aliran cairan mata
-Operasi (trabekulektomi) – membuat saluran baru untuk mengalirkan cairan, dilakukan bila pemeberian obat / terapi laser tidak cukup
Kunci keberhasilan pengobatan adalah kedisiplinan pasien dalam menggunakan obat sesuai jadwal dan kontrol rutin ke dokter mata.

Cara Mencegah dan Merawat Kesehatan Mata
-Periksakan mata secara rutin: setiap 1–2 tahun bagi usia >40 tahun, lebih sering bila ada faktor risiko
-Kendalikan penyakit penyerta: jaga tekanan darah, gula darah, kolesterol
-Hindari merokok dan jaga pola makan sehat dengan antioksidan (sayuran hijau, buah berwarna)
-Lindungi mata dari cedera dengan kacamata pelindung saat olahraga atau bekerja di area berisiko
Menjaga kesehatan mata berarti menjaga kualitas hidup. Jangan biarkan glaukoma mencuri penglihatan Anda tanpa perlawanan. Jika Anda merasa berisiko atau mengalami gejala mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter. Kini lebih mudah dengan aplikasi Konsuldong, Anda bisa chat dengan dokter tepercaya kapan saja, di mana saja, dan mendapatkan saran langkah selanjutnya tanpa harus antre di klinik.
Referensi:
1. Tham, Y.C., et al. (2014). Global prevalence of glaucoma and projections of glaucoma burden through 2040: a systematic review and meta-analysis. Ophthalmology, 121(11), 2081–2090. https://doi.org/10.1016/j.ophtha.2014.05.013
2. Weinreb, R.N., Aung, T., & Medeiros, F.A. (2014). The pathophysiology and treatment of glaucoma: a review. JAMA, 311(18), 1901–1911. https://doi.org/10.1001/jama.2014.3192
3. Quigley, H.A., & Broman, A.T. (2006). The number of people with glaucoma worldwide in 2010 and 2020. Br J Ophthalmol, 90(3), 262–267. https://doi.org/10.1136/bjo.2005.081224
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
