dr. Christian
admin
Health
2 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Parotitis atau gondongan adalah peradangan pada kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah terbesar yang terletak di kedua sisi wajah, tepatnya di bawah telinga dan di depan rahang.
Ada dua jenis utama parotitis:
1. Parotitis epidemika (gondongan) → disebabkan oleh infeksi virus mumps, menular melalui percikan ludah (droplet), biasanya menyerang anak-anak yang belum mendapat vaksin MMR.
2. Parotitis supuratif / akut → disebabkan oleh infeksi bakteri (misalnya Staphylococcus aureus), sering muncul pada orang dengan daya tahan tubuh rendah, dehidrasi, atau mulut kering.

Gejala umum parotitis:
-Bengkak di daerah pipi atau bawah telinga (satu sisi atau dua sisi)
-Nyeri saat mengunyah atau menelan
-Demam
-Mulut kering atau rasa tidak enak pada mulut
-Kadang keluar nanah dari saluran ludah (pada parotitis bakteri)
Mitos dan Fakta
Mitos: Gondongan hanya menyerang anak-anak
Fakta: Memang gondongan lebih sering muncul pada anak-anak, terutama yang belum mendapat vaksin MMR. Namun, orang dewasa juga bisa terkena gondongan jika belum pernah divaksin atau belum pernah terinfeksi sebelumnya.

Mitos: Mengoleskan minyak atau ramuan di pipi bisa menyembuhkan gondongan
Fakta: Hingga kini tidak ada obat khusus untuk membunuh virus penyebab gondongan. Perawatan hanya bersifat suportif, seperti istirahat cukup, minum banyak cairan, kompres hangat atau dingin untuk mengurangi nyeri dan bengkak, serta konsumsi obat pereda demam/nyeri sesuai anjuran dokter.
Mitos: Gondongan pasti menyebabkan mandul pada pria
Fakta: Gondongan dapat menyebabkan komplikasi berupa peradangan pada testis (orkitis), terutama jika terkena setelah pubertas. Namun tidak semua penderita gondongan akan mengalami orkitis, dan tidak semua orkitis berakhir dengan infertilitas. Risiko bisa dikurangi dengan vaksinasi.

Mitos: Gondongan bisa kambuh berulang kali
Fakta: Infeksi gondongan biasanya hanya terjadi sekali seumur hidup, karena tubuh akan membentuk kekebalan permanen. Jika seseorang pernah terkena gondongan, kemungkinan besar ia tidak akan terinfeksi lagi di kemudian hari.
Mitos: Gondongan bisa dicegah dengan ramuan tradisional
Fakta: Satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah gondongan adalah vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini terbukti aman dan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap gondongan.

Gondongan memang penyakit yang umumnya bisa sembuh sendiri, tetapi tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan komplikasi. Jangan mudah percaya pada mitos yang tidak terbukti kebenarannya. Pencegahan dengan vaksin MMR adalah langkah terbaik, sedangkan perawatan di rumah harus fokus pada istirahat, cairan cukup, dan kontrol gejala. Jika muncul tanda komplikasi seperti nyeri hebat di testis, sakit kepala berat, atau kaku leher, segera periksakan diri ke dokter.
Punya pertanyaan seputar gondongan atau kesehatan anak? Jangan bingung mencari jawaban di internet yang kadang simpang siur.
👉 Dengan KonsulDong, kamu bisa langsung chat dengan dokter terpercaya, kapan saja ada di mana saja.
Cepat, mudah, dan aman! Yuk download sekarang dan jaga kesehatan keluarga dengan lebih tenang.
Source:
1. World Health Organization (WHO). Mumps Virus and Disease Fact Sheet.
2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Mumps – Symptoms & Complications.
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gondongan (Parotitis).
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
