dr. Christian

admin

Mual Muntah Saat Hamil : Batas Normal dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Health

2 bulan yang lalu

Mual Muntah Saat Hamil : Batas Normal dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai



Setiap kehamilan memiliki cerita yang beragam, bagi banyak ibu, bagian awalnya sering disertai rasa mual dan kadang muntah. “Morning sickness” atau mual-muntah ringan ini dianggap wajar dan sering dialami sebagian besar ibu hamil. Namun, kapan mual muntah tersebut masih dianggap normal dan kapan sudah harus mulai waspada? Mengetahui batasnya sangatlah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.




Mengapa Ibu Hamil Bisa Mengalami Mual dan Muntah?

Mual dan muntah yang terjadi terutama pada saat awal kehamilan umumnya disebabkan karena adanya perubahan hormon yang terjadi terutama pada saat awal kehamilan. Perubahan umumnya meliputi peningkatan hormon kehamilan seperti human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron yang diyakini ikut mempengaruhi sensasi mual yang terjadi.

Selain itu, perubahan fisiologis tubuh ibu saat hamil (misalnya pada sistem pencernaan) juga dapat membuat ibu lebih mudah merasa mual.



Mual dan Muntah Normal (Morning Sickness)

Mual dan kadang muntah ringan umumnya muncul sekitar usia kehamilan 5-6 minggu. Puncaknya sering terjadi sekitar usia 9-12 minggu, dan banyak kondisi yang mengalami perbaikan atau hilang dengan sendirinya sekitar trimester kedua (sekitar usia kehamilan 14-16 minggu).

Mual dan muntah ringan ini tidak membahayakan janin, asalkan ibu tetap bisa makan dan minum cukup serta mendapatkan asupan gizi serta cairan yang cukup. Dengan kata lain, jika mual terasa ringan sampai sedang, Pasien masih bisa makan dan minum, tidak sampai kehilangan berat badan atau lemas berat, maka kondisi masih dapat dikategorikan normal.




Mual dan Muntah yang Perlu Diwaspadai

Namun ada kalanya mual dan muntah tidak lagi “biasa”, dimana Ketika intensitas dan dampaknya sudah membahayakan. Dalam kondisi ini, mual muntah yang terjadi bisa menjadi bentuk lebih beratnya, yang umumnya disebut Hyperemesis gravidarum (HEG), yaitu:


  • Muntah berulang kali (lebih dari 3-4 kali sehari) secara terus menerus.


  • Ibu sulit atau tidak bisa mempertahankan asupan makan dan minum, sehingga terjadi penurunan berat badan, dehidrasi, lemas, bahkan pusing atau pingsan.


  • Gejala lain bisa termasuk urine sangat sedikit atau pekat (tanda dehidrasi), detak jantung cepat, tekanan darah rendah, kulit kering, mulut terasa pahit, sensitif terhadap bau, atau kondisi lemah yang berkepanjangan.


Jika mengalami tanda-tanda seperti di atas, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan terdekat. Hyperemesis gravidarum perlu penanganan khusus agar ibu dan janin tetap aman.

 



Bagaimana Caranya Mengelola Rasa Mual Muntah yang Berlebihan

Bagi banyak ibu, mual muntah bisa dikelola dengan cara sederhana, misalnya :

  • Makan dalam porsi kecil tapi sering, jangan tunggu rasa lapar muncul dan terlalu lama.


  • Konsumsi makanan ringan dan yang mudah dicerna ketika perut merasa mual.


  • Minum cukup air atau cairan (jangan tunggu rasa haus melanda).


  • Istirahat cukup, hindari bau menyengat atau makanan dan lingkungan yang dapat memicu rasa mual (misalnya aroma kuat atau cuaca panas,).


  • Jika mual dan muntah sudah dirasa berat dan frekuensinya sering, yang membuat Anda sangat lemas, sulit makan dan minum, atau kehilangan berat badan, sebaiknya segera temui dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

 


Mual dan muntah di awal kehamilan sering kali menjadi bagian dari perjalanan menanti hadirnya si buah hati dan sebagian besar waktu itu adalah hal yang normal. Namun, penting untuk mengenali kapan saja gejala berubah menjadi sesuatu yang serius. Mulai kenali tubuh Anda, penuhi asupan nutrisi dan cairan yang cukup, dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis bila gejala memburuk. Dengan perhatian dan penanganan yang tepat, Anda bisa menjaga kesehatan Anda dan sang calon buah hati.


Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.

 


Referensi :

1. https://medlineplus.gov/ency/article/001499.htm?

2. https://www.msdmanuals.com/home/women-s-health-issues/symptoms-during-pregnancy/nausea-and-vomiting-during-early-pregnancy?

3. https://www.healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum?

 


Baca juga

Memahami Adiksi: Sebuah Sirkuit Biologis yang Kompleks

Memahami Adiksi: Sebuah Sirkuit Biologis yang Kompleks Adiksi atau kecanduan seringkali disalah pahami hanya sebagai kurangnya kemampuan pengendalian diri. Namun, secara medis, adiksi adalah kondisi kronis yang kompleks dimanamelibatkan perubahan pada sistem reward, motivasi, dan memori di otak. Adiksi bukan sekadar masalah moral atau kurangnya niat untuk berhenti, namun adiksi adalah gangguan pada sistem komunikasi otak. Yuk kita bahas lebih lanjut! Untuk memahami mengapa seseorang sulit lepas dari kecanduan, kita perlu melihat bagaimana berbagai faktor biologis saling mempengaruhi secara sistemik. Berikut adalah 5 insight mendalam mengenai hubungan antara organ tubuh dan perilaku adiksi:1. Gangguan pada "Rem" Otak (Frontal Lobe) Otak memiliki bagian bernama Frontal Lobe yang berfungsi sebagai sistem pengerem alami. Bagian ini bertanggung jawab untuk logika, perencanaan, dan menunda keinginan demi tujuan jangka panjang. Pada penderita adiksi, sirkuit ini melemah. Akibatnya, penderita kehilangan kemampuan untuk berkata "tidak" pada keinginan impulsif, meskipun mereka tahu dampaknya buruk. Inilah mengapa niat saja sering kali tidak cukup tanpa adanya pemulihan fungsi saraf.2. Lonjakan Dopamin yang Membajak Motivasi Hubungan Frontal Lobe di atas sangat bergantung pada hormon Dopamin. Adiksi (baik zat maupun perilaku) membajak sistem ini dengan memberikan lonjakan dopamin yang tidak alami. Otak kemudian "belajar" bahwa zat tersebut adalah sumber kebahagiaan utama, sehingga motivasi untuk melakukan aktivitas normal (seperti bekerja atau bersosialisasi) meredup karena tidak mampu menandingi intensitas dopamin dari objek adiksi tersebut.3. Koneksi Usus-Otak (Gut-Brain Axis) Mengapa makanan atau kesehatan fisik mempengaruhi adiksi? Karena 90% serotonin (hormon penenang) dan sebagian besar prekursor dopamin diproduksi di usus. Jika kesehatan usus buruk (akibat pola makan tidak sehat), produksi hormon ini terganggu. Ketidakseimbangan di usus mengirimkan sinyal stres ke otak, yang memicu rasa cemas dan gelisah. Untuk meredakan rasa tidak nyaman ini, otak cenderung mencari pelarian instan melalui perilaku adiksi.4. Peradangan Kronis sebagai Bahan Bakar Adiksi Kesehatan usus yang buruk dan stres dapat menyebabkan peradangan sistemik yang merambat hingga ke otak (Neuroinflamasi). Peradangan ini membuat sel-sel otak menjadi kurang sensitif terhadap dopamin alami. Akibatnya, seseorang merasa "hampa" atau depresi, sehingga mereka membutuhkan dosis zat adiksi yang lebih tinggi lagi untuk sekadar merasa "normal". Peradangan inilah yang menciptakan lingkaran setan toleransi zat.5. Cetak Biru Genetik dan Metabolisme Terakhir, faktor genetik menentukan seberapa cepat tubuh seseorang melakukan detoksifikasi terhadap zat dan seberapa sensitif reseptor otak mereka. Seseorang dengan variasi genetik tertentu mungkin lebih lambat membuang racun dari tubuh atau lebih cepat mengalami depresi saat zat tersebut dihentikan. Memahami profil genetik dapat membantu kita menyadari bahwa setiap orang memiliki ambang batas yang berbeda dalam menghadapi risiko adiksi.Pulih Secara Menyeluruh Memahami adiksi berarti memahami bahwa tubuh kita adalah satu kesatuan sirkuit. Pemulihan tidak hanya soal berhenti mengonsumsi zat, tapi juga perihal cara memperbaiki fungsi otak, menyehatkan pencernaan, dan meredakan peradangan tubuh. Mari Mulai Langkah Sehatmu Bersama Konsuldong! Memulai perjalanan pemulihan atau sekadar berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan fisik dan mental tidak harus sulit. Kami hadir untuk membantu Anda mendapatkan akses kesehatan yang komprehensif. Segera unduh aplikasi Konsuldong. Dapatkan kemudahan berkonsultasi dengan dokter ahli secara online, akses informasi kesehatan yang akurat, dan layanan kesehatan lainnya hanya dalam satu genggaman. Jangan tunda kesehatan Anda, karena setiap langkah kecil sangat berarti.👉Unduh Konsuldong sekarang di Play Store atau App Store!Sumber:-https://www.healthline.com/health/addiction-https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6407-addiction

Health

3 jam yang lalu

Mengapa Flu Membuat Seluruh Badan Terasa Sakit?

Mengapa Flu Membuat Seluruh Badan Terasa Sakit? Pernahkah Anda merasa seolah-olah seluruh tubuh Anda habis dipukuli seperti seakan baru saja melakukan olahraga berat di saat terkena flu? Rasa nyeri otot dan sendi yang menyiksa ini merupakan salah satu gejala influenza yang paling khas sekaligus paling tidak menyenangkan. Namun, tahukah Anda bahwa rasa sakit tersebut sebenarnya adalah sinyal positif dari medan perang di dalam tubuh Anda? Bukan virusnya, Tapi sistem imun Anda. Banyak orang mengira bahwa rasa sakit itu disebabkan oleh virus flu yang menyerang jaringan otot secara langsung. Faktanya, berdasarkan penjelasan medis dari sumber kesehatan terpercaya, rasa nyeri tersebut adalah hasil dari respon imun tubuh kita sendiri. Ketika virus influenza masuk ke tubuh, sistem kekebalan tubuh segera mendeteksi adanya ancaman. Sebagai respon, tubuh melepaskan protein khusus yang disebut sitokin. Sitokin berfungsi sebagai kurir yang memanggil pasukan pertahanan tubuh untuk menyerang virus. Namun, sitokin juga memicu proses peradangan (inflamasi) pada otot dan sendi. Efek samping dari peradangan inilah yang kita rasakan sebagai nyeri otot, sendi yang kaku, dan rasa pegal di seluruh tubuh. Dengan kata lain, rasa sakit tersebut adalah bukti nyata bahwa tubuh dan sel darah putih Anda sedang berjuang keras memproduksi antibodi untuk melawan infeksi. Yuk kita dalami lebih lanjut!Kapan Nyeri Ini Biasanya Muncul? Gejala nyeri tubuh ini biasanya muncul cukup mendadak, seringkali dalam kurun waktu 1 hingga 4 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Nyeri ini sering disertai dengan beberapa gejala sistemik lainnya seperti:1. Demam tinggi dan menggigil.2. Kelelahan yang luar biasa (fatigue).3. Sakit kepala hebat.Langkah Praktis Mengatasi Nyeri Tubuh Meskipun nyeri ini adalah tanda pemulihan, rasa tidak nyamannya tentu perlu diredakan agar Anda bisa beristirahat dengan baik. Berikut adalah beberapa langkah yang direkomendasikan secara medis:a. Hidrasi Agresif: Cairan sangat penting untuk membantu sistem imun bekerja optimal. Minumlah air putih, kaldu hangat (broth), atau teh herbal untuk menjaga kelembapan jaringan tubuh dan mencegah dehidrasi akibat demam.b. Istirahat Total: Jangan memaksakan diri. Tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk mengalihkan seluruh energinya ke sistem kekebalan tubuh.c. Gunakan Pereda Nyeri: Obat-obatan bebas seperti paracetamol, atau obat-obatan anti peradangan seperti ibuprofen dapat membantu menurunkan peradangan dan meredakan nyeri otot secara signifikan.d. Relaksasi dengan Air Hangat: Mandi air hangat dapat membantu melemaskan otot-otot yang tegang akibat proses peradangan.Pentingnya Pencegahan dan Kapan Harus ke Dokter Vaksinasi tahunan tetap menjadi cara terbaik untuk melindungi diri. Meskipun seseorang yang sudah divaksin masih bisa terkena flu, gejalanya—termasuk nyeri tubuh yang hebat—cenderung jauh lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan vaksinasi. Bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, anak kecil, atau orang dengan kondisi kronis, penggunaan obat antiviral dari dokter dalam 48 jam pertama sangat disarankan. Sebagai penutup, ingatlah bahwa rasa nyeri saat flu adalah sinyal bahwa tubuh Anda sedang berjuang keras untuk sembuh. Namun, Anda tidak harus melewati masa-masa tidak nyaman ini sendirian. Jika gejala flu yang Anda rasakan tak kunjung membaik atau membutuhkan saran medis yang lebih spesifik, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter terpercaya. Yuk, jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan mengunduh aplikasi Konsuldong sekarang juga—solusi konsultasi kesehatan yang mudah, cepat, dan aman langsung dari genggaman Anda!Sumber:-https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/why-does-the-flu-cause-body-aches-https://www.afcurgentcare.com/bound-brook/blog/why-does-the-flu-cause-aches-and-pains/

Health

1 hari yang lalu

Hoarding Disorder: Saat Kebiasaan Menyimpan Barang Menjadi Gangguan

Hoarding Disorder: Saat Kebiasaan Menyimpan Barang Menjadi Gangguan Pernah melihat kamar atau rumah yang penuh sesak oleh barang-barang lama, kardus bekas, pakaian rusak, bahkan sampah yang sebenarnya sudah tidak terpakai? Sebagian orang mungkin menganggap itu hanya sebuah kebiasaan “tidak tega membuang barang”. Namun pada kondisi tertentu, kebiasaan ini bisa menjadi gangguan kesehatan mental yang disebut dengan Hoarding Disorder atau gangguan menimbun barang. Yuk kita bahas!Apa Itu Hoarding Disorder? Hoarding Disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan berat untuk membuang atau melepaskan barang, meskipun barang tersebut sebenarnya sudah tidak berguna atau bernilai rendah. Akibatnya, barang terus menumpuk hingga memenuhi ruangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Orang dengan kondisi ini biasanya merasa sangat cemas, sedih, atau takut bila harus membuang barang. Mereka sering merasa bahwa barang tersebut “mungkin masih berguna nanti”, memiliki nilai kenangan tertentu dari barang tersebut, atau merasa bersalah jika harus membuangnya. Gangguan ini berbeda dengan sekedar hobi koleksi biasa. Pada kolektor, umumnya barang tersusun rapi dan masih bisa dikendalikan. Sedangkan pada Hoarding Disorder, tumpukan barang justru membuat rumah sulit digunakan secara normal.Tanda dan Gejala yang Sering Muncul Beberapa tanda yang sering ditemukan antara lain:1. Sulit membuang barang meskipun sudah rusak atau tidak terpakai2. Rumah atau kamar menjadi sangat berantakan3. Menyimpan barang dalam jumlah berlebihan4. Merasa stres berat saat diminta membersihkan barang5. Sulit menggunakan ruangan sesuai fungsinya, misalnya tempat tidur tertutup barang atau dapur tidak bisa dipakai6. Hubungan dengan keluarga terganggu karena masalah barang Pada kasus berat, kondisi ini bisa menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan seperti kebakaran, jatuh karena barang yang berserakan, gangguan kebersihan, hingga munculnya tikus atau serangga. Apa Penyebabnya? Penyebab Hoarding Disorder belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor diduga berperan, seperti:a. Riwayat keluarga dengan kebiasaan serupab. Gangguan kecemasan atau depresic. Trauma emosional atau kehilangan besard. Kesulitan mengambil keputusane. Ikatan emosional berlebihan terhadap barang tertentu Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya gangguan pada proses pengambilan keputusan dan pengaturan emosi di otak pada penderita Hoarding Disorder.Apakah Bisa Diobati? Ya. Hoarding Disorder dapat ditangani, meskipun prosesnya sering membutuhkan waktu dan kesabaran. Terapi yang paling banyak direkomendasikan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yaitu terapi yang membantu pasien memahami pola pikir dan perilaku terkait kebiasaan menimbun barang. Terapi ini biasanya melatih pasien untuk:-belajar memilah barang,-mengurangi dorongan untuk menyimpan barang,-melatih kemampuan mengambil keputusan,-dan menghadapi rasa cemas saat membuang barang. Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat mempertimbangkan obat-obatan terutama bila terdapat gangguan kecemasan atau depresi yang menyertai. Dukungan keluarga juga sangat penting. Namun memaksa penderita membuang semua barang sekaligus justru sering memperburuk kondisi karena dapat memicu stres emosional berat.Kapan Harus Mencari Bantuan? Segera konsultasikan ke profesional kesehatan mental bila:-tumpukan barang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari,-rumah menjadi tidak aman atau tidak higienis,-hubungan antar personel dalam keluarga terganggu,-atau penderita mengalami stres berat akibat barang-barang tersebut. Penanganan sejak dini biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibanding menunggu kondisi semakin berat. Jika kamu atau orang terdekat mulai mengalami kebiasaan menimbun barang yang sulit dikendalikan, jangan ragu mencari bantuan profesional. Konsultasi awal bisa membantu memahami kondisi dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Melalui Konsuldong, kamu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara lebih mudah dan praktis dari rumah. Unduh Konsuldong sekarang!Referensi1. Van Roessel P, Muñoz Rodríguez PA, Frost RO, Rodríguez CI. Hoarding disorder: Questions and controversies. Journal of Obsessive-Compulsive and Related Disorders. 2023;38:100808.2. Morein-Zamir S, et al. Hoarding disorder: evidence and best practice in primary care. British Journal of General Practice. 2023;73(729):182-183.3. Aziz VM, et al. Hoarding disorder: overview. BJPsych Advances. 2025;1-11.

Health, News

2 hari yang lalu

Konsuldong Menjadi Official Partner Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026

Konsuldong Resmi Menjadi Official Partner Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 👑💚Konsuldong dengan bangga resmi menjadi Official Partner dalam ajang Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026, salah satu rangkaian dari ajang bergengsi Pemilihan Abang None Jakarta 2026.Sebagai ajang yang melahirkan Duta Wisata dan Budaya DKI Jakarta, Pemilihan Abang None tidak hanya menguji wawasan, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan para peserta, tetapi juga menuntut kesiapan fisik selama mengikuti berbagai tahapan seleksi dan pembekalan.Mendukung Kesehatan Para FinalisSebagai salah satu Official Partner, Konsuldong berkomitmen mendukung kesehatan para finalis agar tetap dalam kondisi prima selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga malam final.Melalui layanan telemedicine Konsuldong, para peserta dapat memperoleh akses konsultasi medis secara cepat dan mudah apabila membutuhkan pendampingan kesehatan selama masa karantina maupun persiapan menuju malam puncak.Selain itu, Konsuldong juga memberikan booster Vitamin C kepada para finalis sebagai bagian dari program wellness untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran selama menjalani aktivitas yang padat. Dukungan ini diharapkan dapat membantu para peserta tetap fit sehingga mampu memberikan performa terbaik di setiap tahapan kompetisi.Menuju Malam FinalPuncak Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 akan diselenggarakan pada Sabtu, 11 Juli 2026. Acara ini menjadi penutup seluruh rangkaian seleksi dan pembekalan, sekaligus menjadi momen penentuan Abang dan None Jakarta Selatan 2026 yang akan melanjutkan perjuangan mewakili wilayahnya pada ajang Pemilihan Abang None Jakarta 2026.Konsuldong mengucapkan selamat kepada seluruh finalis yang telah berhasil mencapai tahap akhir. Semoga seluruh peserta dapat tampil percaya diri, memberikan penampilan terbaik, serta terus menginspirasi generasi muda Jakarta.Bersama Mendukung Generasi Muda yang Sehat dan BerprestasiPartisipasi Konsuldong dalam Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung berbagai kegiatan positif yang mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan siap menjadi inspirasi bagi masyarakat.Selamat kepada seluruh finalis Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026. Tetap sehat, tetap semangat, dan sukses menuju Malam Final! 💚

News

3 hari yang lalu

Chia Seed vs Biji Selasih: Serupa Tapi Tak Sama, Mana yang Lebih Sehat?

Chia Seed vs Biji Selasih: Serupa Tapi Tak Sama, Mana yang Lebih Sehat? Sekilas chia seed dan biji selasih memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama kecil, berwarna gelap, dan mengembang saat direndam air. Tidak heran banyak orang mengira keduanya adalah bahan yang sama. Padahal, chia seed dan biji selasih berasal dari tanaman berbeda serta memiliki kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan yang tidak sepenuhnya sama. Meski sama-sama baik untuk tubuh, ada beberapa perbedaan penting yang menarik untuk diketahui sebelum rutin mengonsumsinya. Yuk kita simak!Apa Itu Chia Seed dan Biji Selasih? Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica yang banyak tumbuh di Amerika Tengah. Sementara biji selasih atau basil seeds berasal dari tanaman Ocimum basilicum, yaitu tanaman kemangi atau basil yang umum digunakan di Asia. Saat direndam air, keduanya akan membentuk lapisan gel di bagian luar. Namun, biji selasih biasanya lebih cepat mengembang dibanding chia seed.Kandungan Nutrisi: Mirip, Tapi Ada BedanyaChia Seed Lebih Kaya Omega-3 Chia seed dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 nabati (ALA) yang cukup tinggi. Nutrisi ini penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung, otak, dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Selain itu, chia seed juga mengandung protein, serat, magnesium, dan antioksidan yang cukup baik.Biji Selasih Lebih Tinggi Serat Biji selasih memiliki kandungan serat yang sangat tinggi sehingga sering digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena cepat mengembang, biji selasih juga sering dipakai dalam minuman diet atau menu penurun berat badan.Manfaat untuk Kesehatan1. Membantu Menjaga Berat Badan Keduanya dapat membantu mengontrol nafsu makan karena kandungan seratnya tinggi. Saat terkena cairan, biji akan mengembang sehingga perut terasa kenyang lebih lama. Ini dapat membantu mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan.2. Menjaga Kesehatan Pencernaan Serat pada chia seed maupun biji selasih membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus. Konsumsi serat yang cukup juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna.3. Membantu Mengontrol Gula Darah Beberapa penelitian menunjukkan makanan tinggi serat dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil. Efek ini bermanfaat terutama bagi orang dengan risiko diabetes atau resistensi insulin.4. Baik untuk Kesehatan Jantung Chia seed memiliki keunggulan karena kandungan omega-3 yang lebih tinggi. Nutrisi ini diketahui membantu menjaga kadar kolesterol dan kesehatan pembuluh darah bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.Mana yang Lebih Baik? Sebenarnya tidak ada yang benar-benar “lebih sehat”, karena keduanya punya keunggulan masing-masing.a. Jika ingin tambahan omega-3 dan protein, chia seed bisa menjadi pilihan lebih baik.b. Jika ingin serat tinggi dan efek kenyang lebih cepat, biji selasih bisa lebih unggul. Keduanya juga bisa dikonsumsi bergantian sesuai kebutuhan dan selera.Cara Konsumsi yang Aman Chia seed dan biji selasih sebaiknya direndam terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar lebih mudah dicerna dan mengurangi risiko tersedak. Keduanya dapat dicampurkan ke dalam:-infused water-yogurt-oatmeal-smoothie-puding-minuman dingin Namun, konsumsi tetap perlu dalam jumlah wajar. Terlalu banyak serat secara mendadak dapat menyebabkan perut kembung atau rasa tidak nyaman pada sebagian orang.Siapa yang Perlu Berhati-hati? Orang dengan gangguan menelan, penyakit saluran cerna tertentu, atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi chia seed dalam jumlah besar. Menjalani pola makan sehat tidak harus rumit. Mengenal perbedaan chia seed dan biji selasih bisa membantu memilih bahan makanan yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika masih bingung menentukan pola makan sehat, kebutuhan nutrisi, atau ingin konsultasi kesehatan dengan lebih praktis, kamu bisa menggunakan aplikasi Konsuldong untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kapan saja. Yuk unduh Konsuldong sekarang!Referensi:1. Grancieri, M., Martino, H. S. D., & Gonzalez de Mejia, E. (2021). Chia seed (Salvia hispanica L.) as a source of proteins and bioactive peptides with health benefits: A review. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 20(5), 4807–4840.2. Muangrat, R., & Nuankaew, P. (2022). Nutritional composition and physicochemical properties of sweet basil seeds and their application in functional foods. Food Chemistry Advances, 1, 100020.3. Ullah, R., Nadeem, M., Khalique, A., Imran, M., Mehmood, S., Javid, A., & Hussain, J. (2020). Nutritional and therapeutic perspectives of chia (Salvia hispanica L.): A review. Journal of Food Science and Technology, 57(12), 4145–4156.

Health

3 hari yang lalu

Menjinakkan Badai di Dalam Diri: Memahami dan Melampaui Serangan Panik

Menjinakkan Badai di Dalam Diri: Memahami dan Melampaui Serangan Panik Pernahkah Anda merasa jantung tiba-tiba berdegup sangat kencang, nafas terasa pendek, dan ada perasaan mencekam seolah sesuatu yang buruk akan terjadi, padahal Anda sedang duduk tenang di sofa rumah? Jika iya, Anda tidak sendirian. Banyak orang sering mencampuradukkan antara rasa cemas biasa dengan apa yang secara klinis disebut sebagai serangan panik (panic attack). Padahal, mengenali perbedaan keduanya adalah langkah krusial agar kita tidak merasa kehilangan kendali atas tubuh sendiri. Yuk, kita kenali lebih dalam!Mengapa Rasanya Berbeda dengan Cemas Biasa? Secara umum, kecemasan adalah perasaan yang muncul saat kita menghadapi stressor yang jelas, seperti ujian sekolah atau masalah pekerjaan. Ia merayap pelan, intensitasnya naik-turun, dan biasanya mereda sendiri saat masalah tersebut selesai. Namun, berbeda dengan kecemasan biasa, serangan panik bertindak seperti tsunami yang datang tanpa peringatan. Ia menyerang dengan intensitas fisik yang luar biasa hebat, mencapai puncaknya hanya dalam hitungan menit, dan seringkali membuat penderitanya merasa terputus dari realita sekitarnya.Alarm Salah di Dalam Otak Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa tubuh memberikan reaksi sehebat itu padahal tidak ada singa yang sedang mengejar Anda? Hal ini terjadi karena amigdala—bagian otak yang bertugas mendeteksi bahaya—sedang membunyikan "alarm salah". Otak Anda memerintahkan pelepasan adrenalin secara besar-besaran untuk mode bertahan hidup (fight-or-flight), namun karena tidak ada musuh fisik untuk dilawan, energi tersebut terjebak dan meledak menjadi sensasi fisik yang terasa mengerikan. Meski rasanya sangat nyata seperti sedang mengalami serangan jantung atau kehilangan akal sehat, penting untuk menanamkan dalam pikiran anda bahwa serangan panik secara fisik tidak mematikan. Jantung Anda yang berdebar kencang adalah otot sangat kuat yang sedang bekerja, dan sensasi tersebut akan selalu berlalu tanpa melukai organ tubuh Anda secara permanen.Mengambil Kendali Saat Badai Menyerang Ketika serangan itu datang, cara tercepat untuk meredakannya adalah dengan "menjangkarkan" diri kembali ke masa saat ini. Anda bisa memulai dengan teknik pernapasan 4-7-8: tarik napas dalam empat detik, tahan tujuh detik, dan buang perlahan selama delapan detik. Tindakan sederhana ini sebenarnya sedang mengirimkan sinyal balik ke otak bahwa keadaan sudah aman, sehingga detak jantung akan melambat secara alami. Selain pernapasan, Anda bisa menggunakan metode grounding 5-4-3-2-1 untuk memaksa otak logis bekerja kembali. Cobalah sebutkan 5 benda yang Anda lihat, kemudian sentuh 4 tekstur benda di sekitar Anda. Dilanjutkan dengan mendengar 3 suara yang berbeda, 2 aroma yang bisa tercium, serta 1 rasa yang bisa Anda rasakan/kecap dengan lidah. Jika perlu, basuhlah juga wajah dengan air dingin atau genggamlah es batu; dimana kejutan suhu dingin ini dapat memicu refleks saraf yang secara instan menurunkan tingkat stres di seluruh tubuh.Merawat Diri Pasca-Serangan dan Mencegah "Takut Akan Takut" Setelah badai mereda, tantangan berikutnya seringkali muncul dalam bentuk anticipatory anxiety, yaitu rasa cemas terus-menerus karena takut serangan panik akan datang kembali. Rasa takut inilah yang seringkali membuat seseorang membatasi aktivitasnya atau menghindari tempat umum. Untuk memutus lingkaran setan ini, Anda perlu mulai membangun gaya hidup yang lebih ramah bagi kesehatan mental, seperti mengurangi stimulan layaknya kafein dan nikotin yang dapat memicu detak jantung berlebih. Selain itu, olahraga rutin dan pola tidur yang cukup terbukti secara klinis dapat menurunkan sensitivitas otak terhadap rasa takut. Dengan merawat tubuh secara konsisten, Anda sedang memperlebar "ambang batas" kesabaran sistem saraf Anda terhadap stresor dari luar.Kesimpulan Serangan panik memang pengalaman yang melelahkan, namun ingatlah bahwa Anda memiliki semua alat yang dibutuhkan untuk menghadapinya. Dengan pemahaman medis yang benar dan teknik yang tepat, Anda tidak lagi menjadi tawanan dari rasa takut Anda sendiri. Jika Anda merasa membutuhkan bimbingan lebih lanjut untuk mengelola kecemasan ini, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Anda bisa mendapatkan akses langsung ke dokter serta edukasi kesehatan mental lainnya melalui genggaman Anda. Segera download aplikasi Konsuldong sekarang untuk memulai perjalanan menuju diri yang lebih tenang dan berdaya.Sumber:1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/panic-attacks/symptoms-causes/syc-203760212. https://www.nimh.nih.gov/health/publications/panic-disorder-when-fear-overwhelms3. https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/panic-attacks-recognizing-and-managing-panic-attacks-and-preventing-future-attacks

Health

4 hari yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya