dr. Christian

admin

Mual Muntah Saat Hamil : Batas Normal dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Health

1 jam yang lalu

Mual Muntah Saat Hamil : Batas Normal dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai



Setiap kehamilan memiliki cerita yang beragam, bagi banyak ibu, bagian awalnya sering disertai rasa mual dan kadang muntah. “Morning sickness” atau mual-muntah ringan ini dianggap wajar dan sering dialami sebagian besar ibu hamil. Namun, kapan mual muntah tersebut masih dianggap normal dan kapan sudah harus mulai waspada? Mengetahui batasnya sangatlah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.




Mengapa Ibu Hamil Bisa Mengalami Mual dan Muntah?

Mual dan muntah yang terjadi terutama pada saat awal kehamilan umumnya disebabkan karena adanya perubahan hormon yang terjadi terutama pada saat awal kehamilan. Perubahan umumnya meliputi peningkatan hormon kehamilan seperti human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron yang diyakini ikut mempengaruhi sensasi mual yang terjadi.

Selain itu, perubahan fisiologis tubuh ibu saat hamil (misalnya pada sistem pencernaan) juga dapat membuat ibu lebih mudah merasa mual.



Mual dan Muntah Normal (Morning Sickness)

Mual dan kadang muntah ringan umumnya muncul sekitar usia kehamilan 5-6 minggu. Puncaknya sering terjadi sekitar usia 9-12 minggu, dan banyak kondisi yang mengalami perbaikan atau hilang dengan sendirinya sekitar trimester kedua (sekitar usia kehamilan 14-16 minggu).

Mual dan muntah ringan ini tidak membahayakan janin, asalkan ibu tetap bisa makan dan minum cukup serta mendapatkan asupan gizi serta cairan yang cukup. Dengan kata lain, jika mual terasa ringan sampai sedang, Pasien masih bisa makan dan minum, tidak sampai kehilangan berat badan atau lemas berat, maka kondisi masih dapat dikategorikan normal.




Mual dan Muntah yang Perlu Diwaspadai

Namun ada kalanya mual dan muntah tidak lagi “biasa”, dimana Ketika intensitas dan dampaknya sudah membahayakan. Dalam kondisi ini, mual muntah yang terjadi bisa menjadi bentuk lebih beratnya, yang umumnya disebut Hyperemesis gravidarum (HEG), yaitu:


  • Muntah berulang kali (lebih dari 3-4 kali sehari) secara terus menerus.


  • Ibu sulit atau tidak bisa mempertahankan asupan makan dan minum, sehingga terjadi penurunan berat badan, dehidrasi, lemas, bahkan pusing atau pingsan.


  • Gejala lain bisa termasuk urine sangat sedikit atau pekat (tanda dehidrasi), detak jantung cepat, tekanan darah rendah, kulit kering, mulut terasa pahit, sensitif terhadap bau, atau kondisi lemah yang berkepanjangan.


Jika mengalami tanda-tanda seperti di atas, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan terdekat. Hyperemesis gravidarum perlu penanganan khusus agar ibu dan janin tetap aman.

 



Bagaimana Caranya Mengelola Rasa Mual Muntah yang Berlebihan

Bagi banyak ibu, mual muntah bisa dikelola dengan cara sederhana, misalnya :

  • Makan dalam porsi kecil tapi sering, jangan tunggu rasa lapar muncul dan terlalu lama.


  • Konsumsi makanan ringan dan yang mudah dicerna ketika perut merasa mual.


  • Minum cukup air atau cairan (jangan tunggu rasa haus melanda).


  • Istirahat cukup, hindari bau menyengat atau makanan dan lingkungan yang dapat memicu rasa mual (misalnya aroma kuat atau cuaca panas,).


  • Jika mual dan muntah sudah dirasa berat dan frekuensinya sering, yang membuat Anda sangat lemas, sulit makan dan minum, atau kehilangan berat badan, sebaiknya segera temui dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

 


Mual dan muntah di awal kehamilan sering kali menjadi bagian dari perjalanan menanti hadirnya si buah hati dan sebagian besar waktu itu adalah hal yang normal. Namun, penting untuk mengenali kapan saja gejala berubah menjadi sesuatu yang serius. Mulai kenali tubuh Anda, penuhi asupan nutrisi dan cairan yang cukup, dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis bila gejala memburuk. Dengan perhatian dan penanganan yang tepat, Anda bisa menjaga kesehatan Anda dan sang calon buah hati.


Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.

 


Referensi :

1. https://medlineplus.gov/ency/article/001499.htm?

2. https://www.msdmanuals.com/home/women-s-health-issues/symptoms-during-pregnancy/nausea-and-vomiting-during-early-pregnancy?

3. https://www.healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum?

 


Baca juga

Mual Muntah Saat Hamil : Batas Normal dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Mual Muntah Saat Hamil : Batas Normal dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai Setiap kehamilan memiliki cerita yang beragam, bagi banyak ibu, bagian awalnya sering disertai rasa mual dan kadang muntah. “Morning sickness” atau mual-muntah ringan ini dianggap wajar dan sering dialami sebagian besar ibu hamil. Namun, kapan mual muntah tersebut masih dianggap normal dan kapan sudah harus mulai waspada? Mengetahui batasnya sangatlah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.Mengapa Ibu Hamil Bisa Mengalami Mual dan Muntah? Mual dan muntah yang terjadi terutama pada saat awal kehamilan umumnya disebabkan karena adanya perubahan hormon yang terjadi terutama pada saat awal kehamilan. Perubahan umumnya meliputi peningkatan hormon kehamilan seperti human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron yang diyakini ikut mempengaruhi sensasi mual yang terjadi. Selain itu, perubahan fisiologis tubuh ibu saat hamil (misalnya pada sistem pencernaan) juga dapat membuat ibu lebih mudah merasa mual.Mual dan Muntah Normal (Morning Sickness) Mual dan kadang muntah ringan umumnya muncul sekitar usia kehamilan 5-6 minggu. Puncaknya sering terjadi sekitar usia 9-12 minggu, dan banyak kondisi yang mengalami perbaikan atau hilang dengan sendirinya sekitar trimester kedua (sekitar usia kehamilan 14-16 minggu). Mual dan muntah ringan ini tidak membahayakan janin, asalkan ibu tetap bisa makan dan minum cukup serta mendapatkan asupan gizi serta cairan yang cukup. Dengan kata lain, jika mual terasa ringan sampai sedang, Pasien masih bisa makan dan minum, tidak sampai kehilangan berat badan atau lemas berat, maka kondisi masih dapat dikategorikan normal.Mual dan Muntah yang Perlu Diwaspadai Namun ada kalanya mual dan muntah tidak lagi “biasa”, dimana Ketika intensitas dan dampaknya sudah membahayakan. Dalam kondisi ini, mual muntah yang terjadi bisa menjadi bentuk lebih beratnya, yang umumnya disebut Hyperemesis gravidarum (HEG), yaitu:Muntah berulang kali (lebih dari 3-4 kali sehari) secara terus menerus. Ibu sulit atau tidak bisa mempertahankan asupan makan dan minum, sehingga terjadi penurunan berat badan, dehidrasi, lemas, bahkan pusing atau pingsan. Gejala lain bisa termasuk urine sangat sedikit atau pekat (tanda dehidrasi), detak jantung cepat, tekanan darah rendah, kulit kering, mulut terasa pahit, sensitif terhadap bau, atau kondisi lemah yang berkepanjangan. Jika mengalami tanda-tanda seperti di atas, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan terdekat. Hyperemesis gravidarum perlu penanganan khusus agar ibu dan janin tetap aman.  Bagaimana Caranya Mengelola Rasa Mual Muntah yang Berlebihan Bagi banyak ibu, mual muntah bisa dikelola dengan cara sederhana, misalnya :Makan dalam porsi kecil tapi sering, jangan tunggu rasa lapar muncul dan terlalu lama. Konsumsi makanan ringan dan yang mudah dicerna ketika perut merasa mual. Minum cukup air atau cairan (jangan tunggu rasa haus melanda).Istirahat cukup, hindari bau menyengat atau makanan dan lingkungan yang dapat memicu rasa mual (misalnya aroma kuat atau cuaca panas,). Jika mual dan muntah sudah dirasa berat dan frekuensinya sering, yang membuat Anda sangat lemas, sulit makan dan minum, atau kehilangan berat badan, sebaiknya segera temui dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.  Mual dan muntah di awal kehamilan sering kali menjadi bagian dari perjalanan menanti hadirnya si buah hati dan sebagian besar waktu itu adalah hal yang normal. Namun, penting untuk mengenali kapan saja gejala berubah menjadi sesuatu yang serius. Mulai kenali tubuh Anda, penuhi asupan nutrisi dan cairan yang cukup, dan jangan ragu untuk mencari bantuan medis bila gejala memburuk. Dengan perhatian dan penanganan yang tepat, Anda bisa menjaga kesehatan Anda dan sang calon buah hati. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Referensi :1. https://medlineplus.gov/ency/article/001499.htm? 2. https://www.msdmanuals.com/home/women-s-health-issues/symptoms-during-pregnancy/nausea-and-vomiting-during-early-pregnancy? 3. https://www.healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum?  

Health

1 jam yang lalu

Menstruasi Datang Sesuka Hati? Ketahui Penyebab Siklus Tidak Teratur!

Menstruasi Datang Sesuka Hati? Ketahui Penyebab Siklus Tidak Teratur!Apa itu “menstruasi tidak teratur”? Siklus menstruasi / haid dianggap normal ketika intervalnya antara 21-35 hari sekali, dengan perdarahan berlangsung sekitar 2-7 hari. Kalau menstruasimu sering datang terlalu cepat, terlalu lambat, atau kadang muncul flek, kadang tidak sama sekali, maka bisa dikatakan kalau anda mengalami siklus tidak teratur.  Mengapa Siklus Bisa Tidak Teratur - Faktor Penyebab Ada banyak faktor yang bisa membuat menstruasi tidak stabil. Berikut penyebab paling umum:Ketidakseimbangan hormon: Hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron yang terganggu dapat membuat ovulasi tidak terjadi secara teratur. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Salah satu penyebab utama haid tidak teratur. Ovarium bisa mengandung kista kecil, kadar hormon androgen bisa tinggi, sehingga ovulasi bisa gagal. Masalah hormon tiroid: Baik hipotiroid maupun hipertiroid bisa mempengaruhi regulasi hormon dan menyebabkan haid tidak lancar. Stres dan gaya hidup: Stres kronis, perubahan berat badan drastis, diet ketat, olahraga berat, atau rutinitas yang berubah: semuanya bisa “mengacaukan” siklus haid. Penggunaan kontrasepsi hormonal: Pil KB, implan, IUD dan alat kontrasepsi hormonal lain bisa menyebabkan haid menjadi tidak teratur. Periode alami dalam hidup: Misalnya pada awal menarche (waktu pertama haid) atau menjelang menopause, hormon bisa fluktuatif, sehingga siklus bisa nggak stabil. Kondisi kesehatan rahim atau organ reproduksi: Misalnya fibroid, polip, peradangan, atau kondisi seperti Endometriosis.  Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter Siklus tidak teratur kadang normal, terutama di masa awal haid atau mendekati menopause. Namun, sebaiknya konsultasikan ke dokter jika kamu mengalami:Periode haid yang sering meloncat terlalu pendek (<21 hari) atau terlalu lama (>35 hari) secara konsistenHaid sangat jarang atau bahkan tidak datang berbulan-bulan tanpa sebab yang jelasDarah haid sangat sedikit, sangat banyak, atau disertai nyeri hebatGejala lain seperti jerawat parah, pertumbuhan rambut tak wajar, perubahan berat badan drastis - yang bisa jadi tanda PCOS atau gangguan hormon  Apa yang Bisa Dilakukan untuk Membantu Menormalkan Siklus Beberapa upaya sederhana berikut bisa membantu:Jaga pola makan seimbang: konsumsi sayur, buah, protein, dan hindari diet ekstrem. Pola makan sehat berpengaruh pada keseimbangan hormon. Kelola berat badan agar tetap ideal - baik penurunan maupun kenaikan berat badan secara drastis bisa mengacaukan siklus haid. Kurangi stres: stres mempengaruhi hormon melalui kerja otak (hipotalamus), sehingga bisa mengubah siklus menstruasi. Hindari olahraga berlebihan - lakukan olahraga moderat secara rutin. Jika kamu sedang menggunakan kontrasepsi hormonal: konsultasikan dengan dokter jika siklus haid terasa terlalu kacau.  Kesimpulan Siklus haid yang sering “datang sesuka hati” bisa sangat merepotkan dan membuat khawatir. Tapi ingat: ada banyak faktor yang bisa jadi penyebab, mulai dari gaya hidup dan stres, sampai kondisi medis seperti hormon, PCOS, atau gangguan tiroid. Hal penting: jangan panik dulu. Awasi pola haidmu selama beberapa bulan, perhatikan gejalanya, dan jika terus tidak normal, pertimbangkan untuk konsultasi ke dokter. Dengan gaya hidup sehat dan deteksi dini, banyak kasus haid tidak teratur bisa membaik. Mau Konsultasi Profesional? Kalau kamu ingin kemudahan konsultasi tanpa harus ke rumah sakit - kamu bisa coba aplikasi KonsulDong (layanannya bisa membantu kamu berbicara dengan tenaga medis, konsultasi keluhan menstruasi, dan membantu mengevaluasi apakah perlu pemeriksaan lebih lanjut). Yuk unduh Konsuldong sekarang! Semoga artikel ini membantu kamu memahami lebih baik tentang menstruasi tidak teratur 🌸  Referensi:Indra, Z. Y., Sukohar, A., Nurmasuri, N., & Rahayu, I. D. “Faktor-faktor yang Memengaruhi Ketidakteraturan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri: Artikel Review.” Jurnal Farmasetis, 2025. Journal of NursingYuliana, D., & Nurrohmannudin. “Hubungan Faktor Stres, Aktivitas Fisik dan Berat Badan dengan Kejadian Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri.” Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI). jurnal.umitra.ac.idTeuku Faathir Al-Fath, Jusuf Sulaeman Effendi, Indri Budiarti. “Hubungan Status Gizi dengan Panjang Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Kedokteran Universitas Islam Bandung.” Jurnal Riset Kedokteran, menunjukkan bahwa status gizi/berat badan terkait dengan keteraturan siklus menstruasi. Jurnal Ilmiah Unisba“PolA Makan Mempengaruhi Siklus Menstruasi,” dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) - menjelaskan rentang siklus normal (21–35 hari) dan faktor seperti pola makan, hormon, kontrasepsi, stres, serta kondisi medis yang dapat menyebabkan haid tidak teratur. Keslan 

Health, News

1 hari yang lalu

Latihan dan Perawatan untuk Mengatasi Plantar Fasciitis

Latihan dan Perawatan untuk Mengatasi Plantar Fasciitis Plantar fasciitis adalah kondisi yang umum terjadi dan ditandai dengan adanya tanda peradangan atau iritasi pada jaringan fascia plantar, yaitu jaringan tebal yang membentang dari tumit ke jari-jari kaki. Kondisi ini sering menyebabkan nyeri tumit, terutama pada saat bangun tidur atau setelah berdiri lama. Artikel ini akan membahas apa saja yang harus dilakukan ketika Anda mengalami plantar fasciitis. Yuk Simak!Mengapa Perawatan Plantar Fasciitis Diperlukan? Plantar fasciitis sering terjadi akibat tekanan berulang pada fascia plantar, misalnya dari aktivitas berdiri lama, olahraga berat, obesitas, atau sepatu yang kurang mendukung. Jika tidak ditangani, nyeri bisa menjadi kronis dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Prinsip Penanganan yang Direkomendasikan Perawatan plantar fasciitis pada umumnya bersifat konservatif (tanpa operasi), efektif pada sekitar 85 - 90% kasus. Fokus utamanya adalah mengurangi nyeri, memperbaiki fleksibilitas kaki, dan mengurangi beban pada fascia melalui latihan, modifikasi aktivitas, dan alat bantu. 1. Latihan Peregangan (Stretching) Peregangan adalah komponen penting dalam rehabilitasi plantar fasciitis karena membantu memanjangkan fascia plantar dan otot betis (gastrocnemius dan soleus), sehingga mengurangi tarikan pada tumit. Contoh Latihan Peregangan:·Calf Stretch di dinding Berdiri menghadap dinding, satu kaki di depan, satu kaki di belakang. Tekan tumit belakang ke lantai sambil mencondongkan tubuh ke depan. Tahan selama 20 - 30 detik, ulangi sebanyak 3 - 5 kali per kaki. ·Towel Stretch (peregangan dengan handuk) Duduk dengan posisi kaki lurus. Lingkarkan handuk di telapak kaki dan tarik perlahan ke arah tubuh sampai terasa regangan di area telapak dan betis. Tahan selama 20 - 30 detik, ulangi sebanyak 3 - 4 kali. Catatan: Lakukan peregangan 2 - 3 kali sehari, terutama setelah bangun tidur untuk meredakan kekakuan yang sering muncul di pagi hari. 2. Latihan Penguatan Otot Selain melakukan peregangan, penguatan otot-otot intrinsik kaki dan betis dapat membantu meningkatkan stabilitas lengkungan kaki dan mengurangi beban langsung pada fascia plantar. Contoh Latihan Penguatan:·Towel scrunches Letakkan handuk di bawah telapak kaki, gunakan jari-jari kaki untuk meremas dan menarik handuk ke arah Anda. Ulangi sebanyak 10 - 15 kali.·Pick up benda kecil dengan jari kaki (marble pickup) Gunakan jari kaki untuk mengambil kelereng atau benda kecil lainnya dari lantai, ulangi gerakan sebanyak 10-15 kali.·Short-foot exercise Tarik lengkungan kaki ke atas tanpa mengangkat jari kaki atau tumit dari lantai, tahan 5 - 10 detik, ulangi 10 - 15 kali. Latihan-latihan ini akan melatih otot-otot kecil di kaki yang membantu menopang lengkungan kaki secara dinamis. 3. Modifikasi Aktivitas & Alat Bantu-Istirahat & Manajemen Beban Kurangi aktivitas berat yang memperburuk rasa nyeri (misalnya berjalan jauh atau lari cepat) dan ganti sementara dengan olahraga berdampak rendah seperti berenang atau bersepeda. -Sepatu dan Insoles (Orthotic) Menggunakan sepatu yang mendukung lengkungan kaki dan bantalan tumit dapat membantu mengurangi tekanan pada fascia plantar. Insoles (pelapisan sol khusus) biasanya membantu mengurangi rasa nyeri jangka pendek sampai menengah. 4. Terapi Fisik dan Profesional Bekerja sama dengan fisioterapis bisa sangat membantu karena mereka dapat menyesuaikan program latihan, melakukan terapi manual, serta memastikan bahwa teknik latihan sudah tepat. 5. Perawatan Tambahan-Kompres Dingin (Ice) Kompres menggunakan es pada area yang nyeri selama 10 - 15 menit bisa membantu meredakan peradangan, terutama setelah aktivitas yang memicu nyeri. -Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT) Untuk kasus kronis yang tidak membaik dengan cara konservatif, terapi gelombang kejut dapat dipertimbangkan sebagai tambahan yang menunjukkan hasil positif dalam beberapa penelitian. Jika Anda mengalami keluhan nyeri tumit, bisa lakukan beberapa gerakan-gerakan yang sudah di jelaskan diatas. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasikan kondisi kesehatan Anda dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi:-Diagnosis and Management of Plantar Fasciitis https://www.degruyterbrill.com/document/doi/10.7556/jaoa.2014.177/html -https://www.redfernphysio.com.au/five-methods-to-manage-plantar-fasciitis

Health

2 hari yang lalu

Pentingnya Protein dan Aktivitas Fisik untuk Melawan Kehilangan Massa Otot

Pentingnya Protein dan Aktivitas Fisik untuk Melawan Kehilangan Massa Otot  Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami mengalami penurunan massa otot. Penurunan ini bisa terjadi sejak usia 30-an, lalu semakin signifikan di usia lanjut. Jika asupan protein buruk dan aktivitas fisik rendah terutama latihan beban, maka tubuh berisiko mengalami penurunan kekuatan otot, penurunan mobilitas, dan penurunan kualitas hidup. Kondisi kehilangan massa dan kekuatan otot karena usia atau kurang aktivitas umumnya disebut Sarcopenia. Karena itu, menjaga massa otot melalui gizi dan gaya hidup aktif sangatlah penting. Bukan hanya untuk penampilan, tapi untuk kesehatan jangka panjang, mobilitas, dan pencegahan komplikasi. Yuk Simak artikel ini! Peran Protein dalam Membentuk & Mempertahankan Otot Protein adalah komponen utama dari otot rangka, dimana sebagian besar serat otot tersusun dari protein. Saat kita makan makanan tinggi protein, protein tersebut dipecah menjadi asam amino yang kemudian digunakan oleh tubuh untuk membangun dan memperbaiki sel otot, terutama setelah aktivitas fisik/olahraga. Untuk orang dewasa sehat, asupan harian yang umum direkomendasikan adalah sekitar 0,8 gram protein/kg berat badan/hari. Namun, ada beberapa penelitian terbaru mengatakan bahwa untuk mempertahankan massa otot terutama pada lansia atau mereka yang aktif berolahraga sering dibutuhkan lebih dari angka tersebut. Pada wanita lansia dengan kondisi sarcopenia, data menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 1,2 gram protein/kg berat badan/hari secara signifikan dapat meningkatkan massa otot dan kekuatan dibanding asupan standar 0,8 g/kg BB/hari. Pentingnya Aktivitas Fisik & Latihan untuk Menjaga Otot Aktivitas fisik terutama aktivitas dengan beban atau latihan kekuatan (resistance training) dapat membantu memperkuat otot dan mempertahankan massa otot. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memenuhi asupan protein yang direkomendasikan dan aktif secara fisik memiliki massa otot serta kekuatan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya memenuhi protein tetapi kurang aktif. Aktivitas fisik dan olahraga secara rutin membantu otot mendapatkan “stimulus” untuk terus memperbarui dan memperkuat diri. Jika tidak ada stimulus, tubuh bisa mengurangi massa otot (“use it or lose it”). Kombinasi Protein & Aktivitas Fisik merupakan Cara Efektif Melawan Kehilangan Otot Berdasarkan bukti ilmiah, kombinasi antara asupan protein yang memadai dan aktivitas fisik rutin adalah strategi optimal untuk menjaga dan mempertahankan massa & kekuatan otot terutama seiring bertambahnya usia. Beberapa hal-hal penting yang perlu diketahui:Protein menyediakan bahan baku (asam amino) untuk sintesis otot baru, perbaikan sel otot, dan menjaga keseimbangan protein. Aktivitas fisik (terutama Latihan beban / latihan kekuatan) memicu otot untuk beradaptasi membangun serat otot lebih kuat dan lebih besar daripada yang rusak. Tanpa stimulus dari aktivitas fisik, walau asupan protein cukup, tubuh tidak memiliki “sinyal” untuk mempertahankan otot. Bagi orang lanjut usia atau mereka dengan risiko kehilangan otot, menaikkan asupan protein di atas rekomendasi dasar (misalnya sekitar 1,2 g/kgBB/hari) dan meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu mencegah penurunan massa otot dan kekuatan.   Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan konsultasi secara online dengan dokter-dokter kami yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi :-Physical activity and Protein-intake strategies to prevent sarcopenia in older people https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40248876/ -Role of Protein intake in maintaining muscle mass composition among elderly females suffering from Sarcopenia https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12104658/

Health

3 hari yang lalu

Tersenyum di Luar, Hancur di Dalam: Kenali Gejala ‘High Functioning Depression’

Tersenyum di Luar, Hancur di Dalam: Kenali Gejala ‘High Functioning Depression’ Di dunia yang penuh tuntutan untuk selalu tampil kuat dan positif, banyak orang belajar menyembunyikan kesedihannya di balik senyuman. Mereka bisa terlihat sukses, produktif, bahkan menjadi tempat curhat bagi orang lain. Padahal, di dalam hati, mereka tengah berjuang keras. Fenomena ini dikenal dengan istilah High Functioning Depression.Apa Itu High Functioning Depression? High Functioning Depression bukan diagnosis medis resmi secara kedokteran, tetapi istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan individu dengan gejala depresi ringan hingga sedang (seperti Dysthymia atau Persistent Depressive Disorder), yang umumnya tetap masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal. Mereka bisa bekerja, bersosialisasi, dan tampak “baik-baik saja” dari luar.Ciri-Ciri yang Perlu DiwaspadaiBerikut beberapa tanda umum dari high functioning depression:😔Perasaan kosong atau sedih berkepanjanganMeski bisa tertawa bersama orang lain, di dalam hati mereka merasa hampa, tidak bahagia.😴Kelelahan terus-menerusMerasa capek sepanjang hari meskipun cukup tidur.💼Berfungsi normal tapi merasa berat menjalaninyaBisa menyelesaikan tugas-tugas harian, tapi semuanya terasa melelahkan dan tidak menyenangkan.🧍‍♂️Menarik diri secara emosionalTidak lagi menikmati hal-hal yang dulu disukai. Hubungan sosial dijalani dengan "topeng".🧠Overthinking dan rasa tidak berhargaPenuh pikiran negatif tentang diri sendiri, merasa tidak cukup baik meskipun punya banyak pencapaian.😶Sulit untuk mengungkapkan perasaanTakut dianggap “lemah” jika mengaku sedang tidak baik-baik saja, sehingga lebih memilih diam.Mengapa Sering Tak Terdeteksi? Karena penderitanya tetap berfungsi secara normal, banyak orang bahkan tenaga medis, sulit mengenalinya. Mereka pun enggan mencari bantuan medis karena merasa “belum cukup parah” untuk mendapat pertolongan profesional. Padahal jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi depresi berat, menyebabkan burnout ekstrem, gangguan kecemasan, bahkan timbulnya pikiran untuk menyakiti diri.Kapan Harus Mencari Bantuan? Jika kamu atau orang terdekat menunjukkan gejala di atas selama lebih dari dua minggu dan merasa itu mengganggu kehidupan sehari-hari, segera cari pertolongan profesional. Kamu tidak perlu menunggu sampai “tidak sanggup lagi”. Minta bantuan bukan tanda lemah, itu langkah berani untuk sembuh. High Functioning Depression bisa mengelabui banyak orang karena tidak tampak secara kasat mata. Senyuman bisa menyembunyikan luka, tapi tidak bisa menyembuhkan secara komprehensif. Mengenali gejalanya sejak dini sangat penting agar bisa segera ditangani tepat waktu. Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jangan ragu untuk berbicara, berkonsultasi, atau meminta pertolongan jika kamu merasa tidak baik-baik saja. 📲Ingin Konsultasikan Kesehatan mental anda? Kenalin, KonsulDong Adalah aplikasi kesehatan terpercaya yang siap membantumu konsultasi dengan Dokter langsung dari HP-mu!Kenapa harus KonsulDong?Konsultasi dengan tenaga medis professionalAman, rahasia terjagaBisa pilih jadwal sesuai kebutuhanAda fitur chat langsung dan rekam medis digitalHarga terjangkau, bahkan ada yang GRATIS!🎯Stop self-diagnose. Saatnya KonsulDong!📥Download sekarang KonsulDong di Play Store / App Store dan rasakan mudahnya peduli kesehatan mental & fisik mulai dari sekarang.Source:·American Psychological Association. “Persistent Depressive Disorder.”·Harvard Health Publishing. "What is High Functioning Depression?"·National Institute of Mental Health (NIMH). “Depression Overview.”·WHO. “Mental health: Strengthening our response.”

Health

4 hari yang lalu

Benarkah Pijat Tradisional Bermanfaat Secara Medis? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Benarkah Pijat Tradisional Bermanfaat Secara Medis? Ini Penjelasan Ilmiahnya Pijat tradisional sudah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat sejak ratusan tahun yang lalu. Banyak orang mengandalkannya untuk mengatasi pegal, masuk angin, hingga stres. Namun, pertanyaannya adalah apakah manfaat pijat ini benar-benar terbukti secara medis, atau hanya sekadar sugesti? Yuk kita bahas lebih lanjut!Apa Itu Pijat Tradisional dari Sudut Pandang Medis? Secara medis, pijat termasuk dalam terapi komplementer yang dikenal sebagai massage therapy. Teknik ini bekerja melalui manipulasi jaringan lunak (otot, tendon, ligamen) dengan tujuan meningkatkan sirkulasi, relaksasi otot, dan modulasi sistem saraf.Beberapa mekanisme yang diduga berperan antara lain adalah berikut:Peningkatan aliran darah dan limfatikPenurunan ketegangan ototStimulasi pelepasan endorfin (analgesik alami tubuh)Modulasi sistem saraf otonom (menurunkan stres)Manfaat yang Didukung Penelitian Sejumlah penelitian dalam 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa pijat memiliki manfaat tertentu, terutama sebagai terapi tambahan. Berikut di antaranya:1. Mengurangi nyeri (pain relief)Bukti paling konsisten adalah pada penurunan nyeri, terutama:Nyeri punggung bawahNyeri otot (musculoskeletal)Nyeri kronis tertentu Systematic review besar (JAMA Network Open, 2024) menunjukkan bahwa pijat memiliki efek positif terhadap nyeri pada beberapa kondisi, meskipun tingkat kepastian buktinya sebagian besar masih rendah hingga sedang.2. Relaksasi dan penurunan stres Pijat terbukti membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan relaksasi melalui efek pada sistem saraf dan hormon stress.3. Meningkatkan kualitas tidur Beberapa studi menunjukkan adanya perbaikan kualitas tidur, terutama pada lansia dan pasien dengan gangguan tidur ringan.4. Membantu pemulihan kondisi tertentu Penelitian klinis juga menunjukkan manfaat pada:Nyeri postpartum (setelah melahirkan)Gejala menopauseRehabilitasi otot Sebagai contoh, teknik massage tertentu terbukti menurunkan intensitas nyeri secara signifikan pada kondisi klinis tertentu Keterbatasan Bukti IlmiahMeski terlihat menjanjikan, penting untuk memahami bahwa:Sebagian besar penelitian memiliki kualitas bukti yang rendah hingga sedangHasil sering tidak konsisten antar studiSulit dilakukan standarisasi teknik pijat (bervariasi antar terapis) Systematic review terbaru menegaskan bahwa hanya sebagian kecil kondisi yang memiliki bukti dengan tingkat kepastian moderat, dan hampir tidak ada yang mencapai bukti kuat (high certainty).Apakah Pijat Tradisional Aman? Secara umum, pijat relatif aman jika dilakukan dengan benar. Namun, perlu hati-hati pada kondisi berikut:Cedera akut atau frakturInfeksi kulitGangguan pembekuan darahKeganasan (area tertentu) Kesalahan teknik justru dapat memperparah kondisi, terutama pada pijat yang terlalu keras atau tidak sesuai anatomi.Jadi, Apakah Pijat Tradisional Layak Digunakan? Kesimpulannya, pijat tradisional memiliki manfaat medis, terutama untuk:Mengurangi nyeri ringan–sedangRelaksasiTerapi suportif Namun, pijat bukan pengganti terapi medis utama, melainkan sebagai pelengkap (complementary therapy). Penggunaannya tetap harus rasional dan mempertimbangkan kondisi klinis pasien.Penutup Pijat tradisional memang bukan sekadar “feel good therapy” ada dasar ilmiah yang mendukung manfaatnya, meskipun masih terbatas. Kunci utamanya adalah penggunaan yang tepat, aman, dan tidak menggantikan terapi medis yang diperlukan. Kalau masih ragu apakah kondisi tertentu aman dipijat atau butuh terapi lain, konsultasi langsung dengan dokter adalah langkah terbaik. Kamu bisa diskusi cepat dan praktis lewat aplikasi Konsuldong, tanpa perlu repot datang ke fasilitas kesehatan. Unduh Konsuldong sekarang!Referensi:Mak, S., Allen, J., & Begashaw, M. (2024). Use of massage therapy for pain, 2018–2023: A systematic review. JAMA Network Open.Thomas, L. (2024). Study finds limited evidence for massage therapy’s effectiveness in pain relief. News-Medical.Dingding, S. O., et al. (2022). A review on the effectiveness of massage therapy in pain management and treatment. International Journal of Research Publication and Reviews. 

Health

5 hari yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya