dr. Christian
admin
Health
3 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Fertilitas atau kesuburan merupakan aspek penting dalam kesehatan reproduksi manusia. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, kasus gangguan kesuburan meningkat secara signifikan, tidak hanya karena faktor genetik atau gaya hidup, tetapi juga karena pengaruh lingkungan. Isu kesehatan lingkungan kini menjadi perhatian utama, karena paparan zat kimia dan polutan tertentu terbukti memiliki dampak negatif terhadap sistem reproduksi, baik pada pria maupun wanita.

Polusi dan Paparan Zat Kimia Berbahaya
Salah satu isu utama dalam kesehatan lingkungan adalah polusi udara, yang mengandung berbagai zat beracun seperti partikulat halus (PM2.5), karbon monoksida (CO), ozon (O₃), dan logam berat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat menyebabkan hal-hal berikut:
Paparan bahan kimia industri seperti pestisida, ftalat, bisfenol A (BPA), dan logam berat seperti timbal (Pb) dapat bertindak sebagai pengganggu hormon endokrin (endocrine disruptors). Berikut beberapa faktanya:
-Bisphenol A (BPA) ditemukan pada urine, darah, cairan amnion dan cairan folikular wanita. Kadar BPA berhubungan dengan penurunan kualitas sprema, jumlah sel telur yang rendah, dan infertilitas pada wanita dengan PCOS atau endometriosis.
-Pestisida dapat menurunkan produksi sperma, meningkatkan resiko keguguran dan menimbulkan kelainan bawaan terkait sistem reproduksi (misal, Hypospadia)
-Logam berat Timbal (Pb) bersifat toksik pada sistem reproduksi, mengganggu hormon, mengganggu pertumbuhan janin dan hingga memperlambat fase pubertas pada remaja.
Limbah dan Pencemaran Air
Limbah industri dan rumah tangga yang mencemari air tanah dan sungai juga menyumbang pada masalah kesuburan. Beberapa bahan kimia yang sering ditemukan di air tercemar, seperti nitrat dan pestisida, telah dikaitkan dengan:
Paparan Mikroplastik
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, air, dan udara dapat memicu peradangan dan stres oksidatif, yang berdampak buruk pada organ reproduksi. Paparan Mikroplastik selama kehamilan juga dapat membawa zat kimia berbahaya yang berdampak pada berat badan bayi lahir rendah, juga memperburuk gangguan hormonal, dan menimbulkan efek jangka panjang pada perkembangan tubuh.
Perubahan Iklim & Stres Panas
Upaya Pencegahan & Rekomendasi

Isu kesehatan lingkungan memiliki peran besar dalam peningkatan gangguan kesuburan. Polusi, bahan kimia industri, dan pencemaran lingkungan lainnya memengaruhi sistem reproduksi manusia secara signifikan. Oleh karena itu, kolaborasi antara individu, masyarakat, dan pemerintah sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat demi menjaga kesuburan dan generasi mendatang.
Semoga artikel ini membantu, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi:
-https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-025-22518-5
-Environmental Toxins and Infertility https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK576379/?utm_source
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
