dr. Christian
admin
Health
3 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Di era digital saat ini, informasi apapun bisa didapatkan dengan mudah melalui internet, salah satunya adalah informasi mengenai kesehatan dan penyakit. Sehingga fenomena ini menyebabkan tidak sedikit orang yang mencari tahu sendiri penyebab dari gejala Kesehatan yang dialaminya, tanpa pergi melakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini disebut sebagai self-diagnosis. Yuk Mari kita kenali lebih dalam!

Apa itu Self-diagnosis?
Self‑diagnosis merupakan tindakan seseorang yang mencoba mendiagnosa penyakit atau kondisi kesehatan sendiri, biasanya dengan mengandalkan informasi dari internet, artikel, forum, atau media sosial tanpa berkonsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Akibatnya, terciptalah diagnosis secara mandiri yang cenderung tidak akurat dan berpotensi berbahaya, karena asumsi Anda bisa saja salah.
Jika sudah salah diagnosa maka efeknya bisa berbahaya karena Anda cenderung melakukan pengobatan yang salah. Hal ini berisiko membuat anda mengalami kondisi Kesehatan yang lebih parah bila sembarangan dalam konsumsi obat-obatan yang tidak disarankan oleh dokter.
Risiko Self-Diagnosis
- Kesalahan diagnosis
Gejala yang sama bisa terjadi pada berbagai penyakit berbeda. Tanpa pemeriksaan dari tenaga medis profesional, kesalahan ini bisa terjadi dan menunda penegakkan diagnosis yang benar.
- Penundaan pengobatan yang tepat
Rasa yakin atas diagnosis sendiri bisa menunda kunjungan ke dokter, yang dapat berakibat memperparah kondisi Kesehatan yang dialami karena belum diberikan pengobatan.
- Konsumsi obat-obatan yang tidak tepat
Berdasarkan diagnosa sendiri, seseorang mungkin membeli dan mengonsumsi obat yang tidak diperlukan atau bahkan berbahaya, seperti antibiotik tanpa resep.
- Cemas dan stress berlebihan
Informasi yang didapatkan dari internet terkadang menakutkan dan bersifat umum, yang dapat memperparah rasa takut dan stres seseorang. Kondisi ini dikenal sebagai cyberchondria.
- Mengabaikan aspek medis yang penting
Self‑diagnosis umumnya tidak mempertimbangkan riwayat medis, pemeriksaan fisik, atau faktor individu lainnya yang bisa memengaruhi akurasi dari diagnosa.

Dampak Self‑Diagnosis pada Kesehatan Mental
1. Diagnosis yang tidak akurat dan komorbiditas terlewat
Banyak gangguan mental memiliki gejala yang tumpang tindih. Jika Anda self-diagnosis, bisa saja hanya fokus pada satu gejala saja dan mengabaikan kondisi lain yang juga penting.
2. Penundaan perawatan profesional
Merasa sudah tahu kondisinya sendiri sering membuat seseorang menghindari atau menunda konsultasi dengan tenaga medis professional. Padahal, penanganan awal sangat krusial.
3. Perburukan kondisi mental
Strategi penanganan berdasarkan self‑diagnosis yang tidak tepat bisa memperburuk gangguan mental, memperpanjang masa pemulihan, atau memicu masalah Kesehatan baru.

4. Kecemasan, label diri, stigma
Memberikan label pada diri sendiri (contohnya “depresi”) tanpa diagnosis valid dari dokter dapat menyebabkan penurunan harga diri, stres, bahkan memperkuat stigma negatif. Stigma ini juga menghalangi individu untuk mencari bantuan profesional.
5. Risiko perilaku berbahaya
Self-diagnosis bisa memicu tindakan ekstrem, termasuk menyakiti diri sendiri atau bahkan mencoba bunuh diri.
Dapat disimpulkan bahwa Self-diagnosis tidak dianjurkan, karena berisiko menyebabkan kesalahan diagnosis, penanganan yang salah, dan konsekuensi serius bagi kesehatan fisik dan mental. Maka konsultasi dengan tenaga profesional sangat penting. Dokter, psikolog, dan psikiater mampu memberikan diagnosis akurat dan perawatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anda.
Anda harus sadar akan batasan informasi yang didapatkan dari internet. Jadi sebaiknya jangan menjadi dokter bagi diri sendiri dengan melakukan self-diagnosis.

Bila mengalami gejala Kesehatan tertentu, sebaiknya tanyakan pada dokter mengenai penyebab gejala Kesehatan yang Anda alami. Anda dapat melakukan konsultasi secara online dengan dokter melalui aplikasi Konsuldong. Silahkan download aplikasi Konsuldong dan dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.
Referensi:
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
