dr. Christian
admin
Health
2 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
CA Mammae atau lebih mudahnya dikenal sebagai Kanker payudara, dimulai ketika sel-sel di dalam payudara tepatnya di saluran yang membawa air susu menuju ke puting atau di dalam kelenjar yang menghasilkan susu, mulai tumbuh di luar kendali dan membentuk benjolan atau tumor. Tumor ini bisa teraba keras dan tidak nyeri saat disentuh. Penting untuk diketahui bahwa tidak semua benjolan adalah kanker. Tetapi setiap adanya perubahan pada payudara seperti benjolan, perubahan bentuk atau ukuran, cekungan pada kulit, atau perubahan pada puting, harus segera diperiksa oleh dokter.
Meskipun gejala awal bisa mirip, setiap kanker payudara umumnya memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara pertumbuhannya dan responnya terhadap pengobatan. Inilah mengapa pendekatan "satu untuk semua" tidak lagi relevan saat ini. Pendekatan modern yang dianut saat ini bergantung pada pemahaman subtipe molekuler dari kanker payudara tersebut. Mari kita dalami lebih lanjut yuk!

Tiga Wajah Kanker Payudara
Klasifikasi molekuler ini didasarkan pada keberadaan atau ketiadaan tiga reseptor utama pada sel-sel kanker: reseptor hormon estrogen (ER), reseptor progesteron (PR), dan reseptor human epidermal growth factor 2 (HER2). Memeriksa status ketiga reseptor ini adalah kunci untuk mengungkap "wajah" spesifik dari kanker tersebut.
Ini adalah subtipe yang paling umum. Sel-sel kanker luminal memiliki reseptor hormon, yang berarti pertumbuhannya didorong oleh hormon estrogen dan/atau progesteron. Karena faktor pendorongnya sudah diketahui, pengobatan dapat ditargetkan.
Pengobatan: Fokus utama adalah terapi hormon. Obat-obatan seperti tamoxifen atau penghambat aromatase digunakan untuk memblokir efek hormon atau mengurangi produksinya. Terapi ini sangat efektif dalam mengurangi risiko kekambuhan.
Pada subtipe ini, sel-sel kanker menghasilkan protein HER2 dalam jumlah berlebihan. Protein ini adalah reseptor yang berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan sel. Kelebihan protein ini menyebabkan sel-sel kanker tumbuh dan menyebar dengan sangat agresif.
Pengobatan: Kunci pengobatan adalah terapi bertarget yang secara spesifik menyerang protein HER2. Obat-obatan seperti trastuzumab (Herceptin) dan pertuzumab bekerja seperti "rudal pintar" yang memblokir sinyal pertumbuhan, mengubah prognosis kanker ini secara dramatis.
Ini adalah subtipe yang paling menantang karena sel kankernya tidak memiliki reseptor estrogen, progesteron, maupun HER2. Karena tidak ada reseptor yang bisa ditargetkan dengan terapi hormon atau obat HER2, pengobatan TNBC ini bergantung pada metode lain.
Pengobatan: Kemoterapi adalah tulang punggung pengobatan untuk TNBC. Meskipun demikian, subtipe ini cenderung agresif. Saat ini, penelitian sedang gencar-gencarnya mengembangkan jenis imunoterapi dan obat-obatan baru lainnya untuk memberikan harapan baru bagi pasien TNBC.

Personalisasi Pengobatan
Memahami subtipe molekuler memungkinkan dokter untuk membuat rencana pengobatan yang sangat dipersonalisasi. Ini adalah revolusi dalam dunia kedokteran onkologi. Alih-alih hanya mengandalkan operasi dan radiasi, dokter kini dapat menggabungkan berbagai pendekatan, termasuk kemoterapi, terapi hormon, atau terapi bertarget, untuk memastikan setiap pasien menerima terapi yang paling mungkin berhasil. Pengetahuan tentang subtipe, bersama dengan stadium kanker, adalah panduan utama bagi dokter untuk menentukan jalan terbaik menuju kesembuhan.
Pertanyaan-pertanyaan bagi Dokter Anda
Ada banyak hal yang harus ditanyakan oleh penderita terhadap dokter yang sedang merawatnya. Agar pertanyaan lebih jelas dan terarah, berikut kami sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang harus dan sebaiknya Anda ajukan sebagai pasien.
Masih ingin bertanya banyak hal tentang kanker payudara? Yuk, konsultasikan dengan dokter terpercaya di aplikasi Konsuldong. Dengan Konsuldong, kamu bisa bertanya seputar kesehatan kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu keluar rumah. Download sekarang dan jaga kesehatanmu bersama Konsuldong!
Sumber:
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
