dr. Christian
admin
Health
3 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Apa itu Tumor Marker?
Secara sederhana, tumor marker adalah zat apa pun yang dibuat oleh sel kanker, atau dibuat oleh sel tubuh normal sebagai respons terhadap kanker atau kondisi non-kanker (jinak).
Jika Anda menderita kanker, zat penanda ini dapat ditemukan di:
● jaringan tubuh
● tumor
● kotoran
● cairan tubuh, termasuk urin dan darah

Biasanya, kadar tumor marker akan lebih tinggi jika Anda menderita kanker, tetapi tentu ini tidak selalu tepat. Beberapa kondisi yang bukan kanker juga dapat menyebabkan kadar tumor marker tertentu menjadi tinggi. Tes ini tidak dapat membedakan secara penuh apakah kadar yang tinggi tersebut berasal dari kanker atau dari kondisi lainnya.
Saat ini, The Early Detection Research Network, dari National Cancer Institute bahkan sedang meneliti tumor marker alternatif, seperti yang ada di napas atau keringat Anda, yang mungkin dapat membantu mendeteksi kanker lebih awal.[1]
Fungsi Utama Tes Tumor Marker [2]
Secara umum, tumor marker tidak digunakan sebagai alat skrining tunggal untuk deteksi dini kanker pada populasi umum. Fungsi tes ini adalah untuk :

Apa Saja Tumor Marker yang Umum?
Ada banyak jenis tumor marker yang digunakan untuk berbagai jenis kanker. Berikut adalah beberapa yang paling umum[3]:
● AFP (Alpha-fetoprotein). Menggunakan sampel darah, digunakan untuk mendeteksi dan menilai keberhasilan pengobatan pada kanker hati, kanker testis, dan tumor sel germinal lainnya.
● BCL2 gene rearrangement. Menggunakan sampel darah, sumsum tulang, atau tumor, digunakan untuk mendiagnosis dan merencanakan pengobatan untuk kanker seperti leukemia dan limfoma.
● BRCA1 and BRCA2 gene mutations. Menggunakan sampel darah, air liur, atau tumor, digunakan untuk mendiagnosis, merencanakan skrining, dan pengobatan kanker payudara dan kanker ovarium.
● CA 19-9, menggunakan sampel darah, digunakan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi keberhasilan pengobatan kanker pankreas, kantung empedu, saluran empedu, dan perut.
● Carcinoembryonic antigen (CEA), menggunakan sampel darah, digunakan untuk pasien kanker usus besar untuk menentukan keberhasilan pengobatan atau melihat apakah kanker telah menyebar atau kambuh.
● Fibrin/fibrinogen, menggunakan sampel urine, digunakan untuk menentukan keberhasilan pengobatan untuk kanker kandung kemih.
● Lactate dehydrogenase (LDH), menggunakan sampel darah, digunakan untuk menentukan stadium atau keberhasilan pengobatan untuk leukemia, limfoma, melanoma, neuroblastoma, dan tumor sel germinal.
● Prostate-specific antigen (PSA), menggunakan sampel darah, digunakan untuk membantu mendiagnosis kanker prostat, menilai keberhasilan pengobatan, atau memeriksa apakah kanker kambuh.
● Thyroglobulin, menggunakan sampel darah, digunakan untuk pasien yang pernah menderita kanker tiroid. Tujuannya adalah untuk menilai keberhasilan pengobatan atau memeriksa apakah kanker kambuh.

Kesimpulan
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar tes tumor marker ini, atau tentang topik kesehatan lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter-dokter terpercaya di aplikasi Konsuldong!
Dengan fitur live chat, jadwal fleksibel, Anda bisa mendapat rekomendasi kesehatan yang sesuai kebutuhan, langsung dari genggaman tangan anda. Unduh sekarang dan rasakan kemudahannya menjaga kesehatan anda bersama Konsuldong!
Referensi:
[1] https://www.healthline.com/health/supporting-cancer-care/tumor-marker-blood-tests?utm_source=ReadNext#what-are-they
[2] https://medlineplus.gov/lab-tests/tumor-marker-tests/
[3] https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/24813-tumor-markers
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
