dr. Christian
admin
Health
3 bulan yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit infeksi serius yang masih menjadi tantangan kesehatan global. Meski bisa menyerang siapa saja, dengan upaya pencegahan dan pengobatan yang tepat akan mampu menyelamatkan nyawa dan menurunkan penyebaran. Simak panduan lengkap berikut ini untuk memahami TBC secara menyeluruh mulai dari penyebab hingga cara melindungi diri dan orang tersayang.

Pengertian TBC
Tuberkulosis / TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang sering menyerang paru-paru, namun juga bisa menyebar ke organ lain seperti ginjal, otak, tulang, dan kulit. Penularannya terjadi melalui udara ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.
Faktor Risiko atau Pencetus
-Kontak erat dengan penderita aktif seperti tinggal serumah, lingkungan yang padat penduduk hingga sirkulasi udara yang buruk dapat meningkatkan risiko penularan.
-Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita HIV/AIDS, diabetes, gagal ginjal kronis, kanker, penggunaan obat imunosupresan, alkoholisme, merokok, gizi buruk, dan usia (balita & lansia) meningkatkan risiko tertular.
-Kondisi sosial-ekonomi kurang mendukung seperti kemiskinan dan lingkungan padat atau kumuh juga memperparah risiko.
Gejala
a. TBC aktif
--> Batuk lebih dari 2–3 minggu atau batuk menahun, bisa disertai dengan darah atau dahak.
--> Nyeri dada, demam, keringat malam, penurunan berat badan, lemas, dan nafsu makan menurun.
--> Jika menyerang organ lain, gejalanya bervariasi: misalnya sakit punggung (TB tulang), sakit kepala dan kebingungan (TB otak).
b. TBC laten
--> Tidak menunjukkan gejala apa pun, tapi bisa berkembang menjadi aktif jika sistem imun turun.

Diagnosis
Diagnosis di lakukan oleh dokter dengan cara :
-Melihat riwayat perjalanan penyakit penderita dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan paru-paru dan kelenjar getah bening.
-Tes infeksi TBC
-Tes kulit mantoux (TST) atau Tes darah IGRA untuk mendeteksi infeksi laten atau aktif.
-Foto rontgen dada untuk melihat perubahan khas pada paru-paru.
-Pemeriksaan dahak (sputum) untuk verifikasi bakteri serta resistensi obat.
-WHO merekomendasikan tes molekuler cepat seperti Xpert MTB/RIF untuk deteksi cepat dan akurat, termasuk resistensi obat.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan dan pencegahan bisa di lakukan dengan cara :
-Pengobatan TBC biasanya dengan antibiotik tunggal atau kombinasi selama minimal 6 bulan, dan terutama untuk yang berisiko tinggi.
-Kepatuhan penuh terhadap rejimen obat sangat penting untuk mencegah resistensi, ada program DOT (Directly Observed Therapy) di mana petugas kesehatan memastikan pasien minum obat secara rutin.
-Langkah pencegahan penularan di rumah dan fasilitas Kesehatan, yaitu dengan melakukan : isolasi, ventilasi yang baik, memakai masker, menutup mulut saat batuk/bersin dan membuang dahak dengan aman.
-Vaksinasi BCG diberikan pada bayi di negara dengan kasus TBC tinggi untuk mencegah bentuk berat seperti meningitis TB.
-Intervensi nutrisi penting mengingat hubungan erat antara malnutrisi dan hasil buruk pengobatan.
Dampak
-TBC menyebabkan morbiditas dan mortalitas tinggi jika tidak ditangani dengan tepat. Bahkan menjadi penyebab utama kematian terutama pada penderita HIV.
-Gizi buruk memperparah hasil terapi dan meningkatkan risiko kematian.
-Resistensi obat menyulitkan pengobatan: butuh obat lini kedua yang lebih lama, mahal, dan berisiko efek samping serius.
-Lingkungan sosial-ekonomi yang buruk berkontribusi pada penyebaran, keterlambatan diagnosis, dan rendahnya kepatuhan pengobatan.

TBC adalah penyakit serius, namun sepenuhnya dapat dicegah dan disembuhkan bila dikelola dengan tepat. Kunci keberhasilan adalah deteksi dini, pengobatan yang lengkap, dan pencegahan penularan. Dengan pendidikan, sumber daya, dan kesadaran bersama, kita bisa menekan angka infeksi serta menyelamatkan banyak nyawa.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.
Referensi :
1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
2. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11301-tuberculosis
3. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
4. https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/tuberculosis/symptoms-diagnosis
Health
3 hari yang lalu

News
7 hari yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu

Health
1 minggu yang lalu
