dr. Christian

admin

7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat dan Aman Dikonsumsi

Health

2 jam yang lalu

7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat dan Aman Dikonsumsi



ASI (Air Susu Ibu) adalah anugerah terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada buah hatinya. Tak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, ASI juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak. Namun, dibalik semua itu, terkadang seorang ibu merasa produksi ASI-nya belum optimal, terutama pada minggu-minggu awal menyusui.

Selain teknik menyusui yang benar dan frekuensi menyusui yang cukup, asupan makanan ibu juga dipercaya bisa membantu mendukung produksi ASI. Walaupun bukti ilmiah yang kuat masih beragam, banyak budaya di seluruh dunia yang telah lama menggunakan makanan tertentu sebagai galactagogues, yaitu : makanan yang diyakini dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Yuk disimak!




7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat

1. Oatmeal dan Gandum Utuh

Oatmeal, gandum utuh, dan sereal berbasis biji-bijian dikenal mengandung tinggi serat, zat besi, dan beta-glucan yang bisa mendukung hormon prolactin, hormon yang penting dalam produksi ASI.


2. Sayuran Hijau Gelap (Bayam, Kale, Daun Katuk)

Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan daun katuk kaya akan zat besi, kalsium, serta phytoestrogen yang dapat membantu mendukung proses laktasi secara alami.



3. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Almond, kenari, kacang mete, serta biji wijen mengandung protein, lemak sehat, serta fitoestrogen yang berperan dalam mendukung keseimbangan hormonal ibu menyusui.


4. Ikan Berlemak (Salmon, Tuna)

Ikan seperti salmon kaya akan omega-3 dan protein berkualitas tinggi. Nutrisi ini penting untuk kesehatan ibu dan komposisi ASI, terutama untuk perkembangan otak bayi.


5. Pepaya

Papaya hijau (papaya yang belum terlalu matang) dikenal di banyak budaya Asia sebagai makanan pelancar ASI karena kandungan enzim, vitamin, dan mineralnya dalam membantu tubuh agar tetap terhidrasi dan nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi.



6. Bawang Putih

Walau aromanya kuat, bawang putih telah lama digunakan secara tradisional sebagai makanan pelancar ASI. Selain membantu produksi ASI, bawang putih juga dapat meningkatkan rasa ASI sehingga beberapa bayi mau menyusu lebih sering.


7. Fenugreek dan Adas

Fenugreek dan adas adalah rempah yang sering digunakan sebagai bahan galactagogue tradisional. Banyak ibu menyusui mengonsumsinya dalam bentuk teh atau ditambahkan ke dalam masakan.



Tips Supaya ASI Makin Lancar

Selain asupan makanan, beberapa faktor lain yang sering membantu memperlancar produksi ASI antara lain:


a. Menyusui atau memompa ASI secara konsisten, semakin sering payudara dikosongkan, tubuh akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI.


b. Hidrasi cukup setiap hari, karena dehidrasi dapat menurunkan produksi ASI.



c. Istirahat yang cukup dan manajemen stres, karena hormon laktasi dipengaruhi oleh kondisi fisik dan emosional ibu.



Setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang unik, dan yang terpenting adalah kenyamanan serta kesehatan ibu dan bayi. Meskipun makanan tertentu sering dikaitkan dengan peningkatan produksi ASI, yang utama tetap adalah pemberian ASI yang konsisten, nutrisi seimbang, dan dukungan dari orang sekitar. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kesulitan dalam menyusui.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.


Referensi :

-https://nnc.gov.ph/mindanao-region/galactagogue-boosting-milk-production-naturally/?


-https://www.healthline.com/health/galactagogues?



Baca juga

7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat dan Aman Dikonsumsi

7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat dan Aman Dikonsumsi ASI (Air Susu Ibu) adalah anugerah terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada buah hatinya. Tak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, ASI juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak. Namun, dibalik semua itu, terkadang seorang ibu merasa produksi ASI-nya belum optimal, terutama pada minggu-minggu awal menyusui. Selain teknik menyusui yang benar dan frekuensi menyusui yang cukup, asupan makanan ibu juga dipercaya bisa membantu mendukung produksi ASI. Walaupun bukti ilmiah yang kuat masih beragam, banyak budaya di seluruh dunia yang telah lama menggunakan makanan tertentu sebagai galactagogues, yaitu : makanan yang diyakini dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Yuk disimak!7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat1. Oatmeal dan Gandum Utuh Oatmeal, gandum utuh, dan sereal berbasis biji-bijian dikenal mengandung tinggi serat, zat besi, dan beta-glucan yang bisa mendukung hormon prolactin, hormon yang penting dalam produksi ASI. 2. Sayuran Hijau Gelap (Bayam, Kale, Daun Katuk) Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan daun katuk kaya akan zat besi, kalsium, serta phytoestrogen yang dapat membantu mendukung proses laktasi secara alami. 3. Kacang-kacangan dan Biji-bijian Almond, kenari, kacang mete, serta biji wijen mengandung protein, lemak sehat, serta fitoestrogen yang berperan dalam mendukung keseimbangan hormonal ibu menyusui. 4. Ikan Berlemak (Salmon, Tuna) Ikan seperti salmon kaya akan omega-3 dan protein berkualitas tinggi. Nutrisi ini penting untuk kesehatan ibu dan komposisi ASI, terutama untuk perkembangan otak bayi. 5. Pepaya Papaya hijau (papaya yang belum terlalu matang) dikenal di banyak budaya Asia sebagai makanan pelancar ASI karena kandungan enzim, vitamin, dan mineralnya dalam membantu tubuh agar tetap terhidrasi dan nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi. 6. Bawang Putih Walau aromanya kuat, bawang putih telah lama digunakan secara tradisional sebagai makanan pelancar ASI. Selain membantu produksi ASI, bawang putih juga dapat meningkatkan rasa ASI sehingga beberapa bayi mau menyusu lebih sering. 7. Fenugreek dan Adas Fenugreek dan adas adalah rempah yang sering digunakan sebagai bahan galactagogue tradisional. Banyak ibu menyusui mengonsumsinya dalam bentuk teh atau ditambahkan ke dalam masakan. Tips Supaya ASI Makin Lancar Selain asupan makanan, beberapa faktor lain yang sering membantu memperlancar produksi ASI antara lain:a. Menyusui atau memompa ASI secara konsisten, semakin sering payudara dikosongkan, tubuh akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI. b. Hidrasi cukup setiap hari, karena dehidrasi dapat menurunkan produksi ASI.c. Istirahat yang cukup dan manajemen stres, karena hormon laktasi dipengaruhi oleh kondisi fisik dan emosional ibu. Setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang unik, dan yang terpenting adalah kenyamanan serta kesehatan ibu dan bayi. Meskipun makanan tertentu sering dikaitkan dengan peningkatan produksi ASI, yang utama tetap adalah pemberian ASI yang konsisten, nutrisi seimbang, dan dukungan dari orang sekitar. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kesulitan dalam menyusui. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Referensi :-https://nnc.gov.ph/mindanao-region/galactagogue-boosting-milk-production-naturally/? -https://www.healthline.com/health/galactagogues?

Health

2 jam yang lalu

Ancaman Senyap di Usia Muda: Ketika Kanker Kolon Menyerang Sebelum Waktunya

Ancaman Senyap di Usia Muda: Ketika Kanker Kolon Menyerang Sebelum WaktunyaFenomena Kanker Kolon Dini (Early-Onset Colorectal Cancer - EOCRC) Kanker kolorektal (kanker kolon) dahulu dianggap sebagai penyakit yang menyerang usia lanjut. Namun saat ini, terjadi pergeseran epidemiologis yang mengkhawatirkan yaitu peningkatan kasus pada individu di bawah usia 50 tahun, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Early-Onset Colorectal Cancer (EOCRC). EOCRC didefinisikan sebagai kanker kolorektal yang didiagnosis pada usia di bawah 50 tahun, dimana akhir-akhir ini telah menunjukkan peningkatan kasus yang mengkhawatirkan. Kontras angka ini sangat mencolok dibandingkan dengan tren penurunan angka kanker kolorektal (CRC) pada individu yang lebih tua ( di atas 50 tahun) Secara spesifik di Amerika Serikat, tingkat EOCRC diproyeksikan akan meningkat setidaknya hingga 140% pada tahun 2030. Temuan epidemiologis yang serius ini mendorong pembaruan dalam pedoman skrining CRC di AS, dengan rekomendasi skrining bagi individu dengan risiko rata-rata kini dimulai pada usia 45 tahun.Tantangan Diagnosis Dini Peningkatan angka EOCRC diperparah oleh kesulitan penegakan diagnosis. Kanker pada pasien muda seringkali ditemukan pada stadium lanjut (Stadium III atau IV). Hal ini terjadi karena dua alasan utama:1. Gejala yang tersamarkan. Gejala awal EOCRC, seperti pendarahan rektum, perubahan pola buang air besar, dan sakit perut, sering kali disalahartikan. Dokter dan pasien usia muda cenderung menganggap gejala tersebut berasal dari kondisi yang lebih umum dan jinak, seperti wasir, Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau ketidaknyamanan akibat pola diet biasa.2. Kurangnya kesadaran. Minimnya kesadaran bahwa kanker kolon bisa terjadi pada usia muda menyebabkan dokter tidak segera merekomendasikan investigasi invasif (seperti kolonoskopi), sehingga menunda penegakkan diagnosis kritis.Disbiosis: Peran Sentral Mikrobioma Usus Mengingat sebagian besar EOCRC bersifat sporadis (bukan diwariskan secara genetik), fokus penelitian telah bergeser ke faktor lingkungan dan gaya hidup, di mana salah satunya adalah Mikrobioma Usus yang memainkan peran kunci. Disbiosis adalah kondisi ketidakseimbangan mikrobiota usus, ditandai dengan adanya penurunan bakteri "baik" yang bermanfaat dan peningkatan bakteri "jahat" (patogen) yang berpotensi menyebabkan penyakit. Disbiosis berfungsi sebagai jembatan antara gaya hidup modern dan perkembangan EOCRC, dimana terjadi beberapa hal berikut:a. Pemicu Genotoksin. Bakteri patogen tertentu yang berkembang biak dalam kondisi disbiosis mampu menghasilkan zat beracun (genotoksin). Contoh paling menonjol adalah Colibactin yang diproduksi oleh strain E. coli tertentu, yang terbukti secara langsung menyebabkan kerusakan DNA ganda pada sel usus inang, memicu mutasi dan pertumbuhan tumor.b. Pemicu Peradangan Kronis. Kehadiran bakteri seperti Fusobacterium nucleatum (yang juga sering ditemukan dalam jaringan tumor) memicu respons peradangan kronis. Peradangan berkepanjangan pada usus menciptakan lingkungan yang mendorong proliferasi sel yang tidak terkontrol dan menekan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan sel-sel prakanker.c. Peran "Diet Western". Diet modern yang tinggi gula, lemak jenuh, dan rendah serat (dan rendah makanan prebiotik) secara dramatis mengubah komposisi mikrobioma. Kondisi ini mendukung pertumbuhan bakteri yang memproduksi metabolit berbahaya, sehingga mempercepat proses karsinogenesis pada usia muda.Implikasi Klinis dan Pencegahan Masa Depan Memahami EOCRC dan peran mikrobioma memberikan harapan untuk strategi pencegahan dan diagnosis yang lebih inovatif:1. Deteksi Dini Berbasis Biologi Di masa depan, skrining untuk EOCRC mungkin tidak lagi hanya bergantung pada usia atau pemeriksaan kolonoskopi melainkan berbasis biologi seperti biomarker feses. Biomarker Feses merupakan penelitian yang berfokus pada pengembangan test berbasis feses yang lebih canggih yang tidak hanya mencari darah (seperti test fecal occult blood), tetapi juga mencari tanda DNA dari bakteri pemicu kanker spesifik (F. nucleatum, dll.). Ini dapat menjadi alat skrining non-invasif dan lebih sensitif untuk populasi usia muda berisiko.2. Intervensi Mikrobioma (Terapi Presisi) Pendekatan pengobatan baru akan menargetkan akar masalah lingkungan dan bakteri, melalui:-Modulasi Diet dan Gaya Hidup Dini. Edukasi harus dimulai sejak dini, menekankan pentingnya diet kaya serat dan menghindari paparan antibiotik yang tidak perlu untuk melindungi mikrobioma yang sehat sejak masa kanak-kanak.-Terapi Probiotik dan FMT (Transplantasi Mikrobiota Feses), dimana pengembangan probiotik yang dirancang khusus atau bahkan FMT mungkin digunakan sebagai terapi tambahan. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kembali ekosistem usus, mengurangi peradangan, dan menekan pertumbuhan bakteri yang dapat memproduksi toksin.Kesimpulan Peningkatan kasus Kanker Kolon Dini (EOCRC) adalah peringatan serius bahwa kita harus lebih proaktif dalam menjaga kesehatan usus, terutama di usia muda. Penelitian tentang mikrobioma usus menunjukkan bahwa kita memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi risiko kanker melalui pilihan gaya hidup sehari-hari. Berikut adalah tiga langkah praktis yang dapat Anda lakukan untuk mendukung mikrobioma yang sehat dan mengurangi risiko EOCRC:1. Perkaya Diet Anda dengan Serat (Feed the Good Guys) Mikrobioma sehat bergantung pada makanan yang Anda santap. Bakteri baik hidup dari serat; ketika Anda memberinya makan, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti Butirat, yang merupakan nutrisi utama bagi sel-sel usus dan memiliki efek anti-kanker yang kuat. Tindakan Praktis: Tingkatkan asupan makanan tinggi serat seperti sayuran (terutama brokoli, kembang kol, kubis), kacang-kacangan (legume), biji-bijian utuh, dan buah-buahan (apel, pisang).2. Utamakan Makanan Fermentasi (Introduce Friendly Bacteria) Makanan fermentasi mengandung probiotik alami (bakteri hidup) yang dapat membantu memperkaya keragaman dan jumlah bakteri baik dalam usus Anda. Tindakan Praktis: Konsumsi secara teratur makanan fermentasi seperti yogurt (dengan kultur hidup), tempe, kimchi, dan kefir.3. Batasi Perusak Mikrobioma (Avoid the Enemy) Beberapa faktor gaya hidup modern secara drastis dapat mengurangi keragaman mikrobioma, menciptakan ruang bagi bakteri patogen penyebab kanker untuk berkembang biak.Tindakan Praktis:-Bijaklah dalam Penggunaan Antibiotik. Jangan meminta atau menggunakan antibiotik kecuali jika benar-benar diperlukan berdasarkan arahan dari dokter, karena antibiotik membunuh bakteri baik dan jahat secara indiskriminatif.-Kurangi Diet Western: Batasi konsumsi daging olahan, gula tambahan, dan makanan cepat saji yang tinggi lemak tak sehat, karena ini secara langsung memicu disbiosis. Ingat, kesehatan usus adalah kesehatan seluruh tubuh. Jangan pernah mengabaikan gejala seperti pendarahan rektum atau perubahan kebiasaan buang air besar yang menetap, terlepas dari usia Anda. Tindakan pencegahan terbaik dimulai dengan menjaga ekosistem usus Anda agar tetap seimbang dan beragam. Kesadaran akan risiko EOCRC harus diikuti dengan aksi. Segera unduh KonsulDong di ponsel Anda untuk panduan kesehatan yang akurat dan terpercaya.Sumber:https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2819248https://www.tandfonline.com/doi/full/10.2217/crc-2020-0007https://www.mayoclinic.org/medical-professionals/surgery/news/addressing-the-challenges-of-early-onset-colorectal-cancer/mac-20584313

Health

1 hari yang lalu

Psoriasis: Saat Usus Mulai berbicara Lewat Kulit

Psoriasis: Saat Usus Mulai berbicara Lewat Kulit Selama ini, kita cenderung menganggap psoriasis sebagai "perang" yang terjadi di permukaan kulit. Kita sibuk mencoba berbagai macam salep, mengganti jenis sabun, hingga menjalani terapi sinar untuk menghilangkan sisik yang membandel. Namun, riset medis terbaru mulai mengungkap adanya fakta yang sering terabaikan, yaitu bahwa kulit hanyalah "papan pengumuman". Masalah sebenarnya sering kali bersembunyi jauh di dalam sistem pencernaan kita. Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai Gut-Skin Axis atau Poros Usus-Kulit. Yuk kita kenali lebih dalam!Jembatan Antara Perut dan Kulit Mungkin terdengar aneh membayangkan bahwa apa yang terjadi di usus bisa mempengaruhi siku atau kulit kepala Anda. Namun faktanya, sekitar 70% hingga 80% sistem kekebalan tubuh manusia berada di dalam usus. Usus bukan hanya sekadar tempat untuk mencerna makanan, ia adalah pusat komando imun. Ketika keseimbangan di pusat komando ini terganggu, sinyal bahaya akan dikirim ke seluruh tubuh, dan bagi penyintas psoriasis, sinyal itu muncul di permukaan kulit dalam bentuk peradangan  hingga pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.Fenomena "Usus Bocor" (Leaky Gut) Salah satu penyebab tersembunyi yang jarang dibahas secara umum adalah peningkatan permeabilitas intestinal, atau yang lebih dikenal sebagai Leaky Gut (Usus Bocor). Bayangkan dinding usus Anda sebagai saringan yang sangat rapat. Saringan ini seharusnya hanya melewatkan nutrisi penting saja ke dalam aliran darah. Namun, akibat stres kronis, pola makan tinggi gula, atau konsumsi makanan olahan, saringan ini bisa "merenggang". Ketika dinding usus bocor, partikel makanan yang belum tercerna, racun, dan bakteri jahat masuk ke dalam aliran darah. Sistem imun melihat penyusup ini dan segera melepaskan reaksi peradangan secara besar-besaran. Karena tubuh sedang dalam mode "siaga satu", sel-sel kulit ikut terpicu untuk beregenerasi berkali-kali lipat lebih cepat dari normal—inilah yang kita lihat sebagai plak psoriasis.Mikrobioma: Pasukan Penjaga yang Hilang Di dalam usus kita juga terdapat triliunan bakteri yang disebut mikrobioma. Pada orang sehat, terdapat keragaman bakteri yang seimbang. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyintas psoriasis cenderung mengalami Dysbiosis, yaitu kondisi di mana bakteri jahat lebih dominan daripada bakteri baik. Kurangnya bakteri baik (seperti Akkermansia atau Lactobacillus) membuat tubuh kehilangan "rem" alami untuk menenangkan peradangan. Tanpa rem ini, sedikit saja pemicu stres atau makanan yang salah bisa membuat psoriasis kambuh dengan hebat (flare-up).Mengapa Salep Saja Seringkali Gagal? Banyak penyintas merasa frustasi karena psoriasis mereka tetap muncul meski sudah memakai salep paling mahal. Alasannya sederhana: salep hanya memadamkan "asap" di permukaan, sementara "api" peradangannya masih berkobar di dalam usus. Mengabaikan kesehatan usus dalam penanganan psoriasis ibarat mengecat ulang dinding yang terus-menerus lembab karena pipa bocor di dalamnya. Catnya mungkin terlihat bagus sebentar, tapi noda akan kembali muncul selama pipanya tidak diperbaiki.Langkah Awal Memperbaiki Usus Jika Anda ingin mencoba pendekatan dari dalam ke luar (inside-out), berikut adalah langkah-langkah yang mulai banyak direkomendasikan oleh para ahli:1. Kurangi makanan Pro-Inflamasi: gula rafinasi, tepung terigu, dan minyak sayur olahan adalah musuh utama dinding usus.2. Konsumsi makanan minuman fermentasi: kimchi, sauerkraut, kombucha, kefir atau tempe dapat membantu memperkenalkan kembali bakteri baik ke dalam usus.3. Kelola stres dengan baik. Usus memiliki saraf yang terhubung langsung ke otak. Stres tinggi secara fisik dapat "melubangi" dinding usus.4. Cukupi kebutuhan serat Anda. Bakteri baik memakan serat. Tanpa serat, mereka akan mati dan digantikan oleh bakteri jahat pemicu radang.Kesimpulan Memahami kaitan antara usus dan psoriasis memberikan harapan baru. Psoriasis bukan lagi sekadar nasib buruk karena genetik, melainkan sebuah sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih dari dalam. Dengan memperbaiki kesehatan pencernaan, Anda tidak hanya menenangkan kulit, tapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Memahami kaitan antara usus dan psoriasis adalah langkah besar menuju pemulihan, namun Anda tidak perlu menempuh perjalanan ini sendirian. Setiap tubuh memiliki respons yang unik, dan bimbingan ahli sangat diperlukan agar Anda tidak salah langkah dalam mengatur pola makan atau pengobatan. Untuk konsultasi yang lebih personal dan praktis, segera unduh aplikasi Konsuldong. Temukan jawaban langsung dari para ahli medis tentang bagaimana mengelola psoriasis Anda dari dalam ke luar. Yuk, ambil langkah nyata pertama Anda hari ini dengan Konsuldong!" Sumber Referensi Terpercaya:1. Frontiers in Microbiology (2018): "The Gut Microbiome as a Major Regulator of the Gut-Skin Axis". https://www.frontiersin.org/journals/microbiology/articles/10.3389/fmicb.2018.01459/full2. Journal of Dermatology (2021): "Relationship between the gut microbiome and psoriasis: A review". Link Referensi

Health, News

2 hari yang lalu

Perut Begah Tak Kunjung Usai? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perut Begah Tak Kunjung Usai? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Pernahkah Anda merasa perut sangat kencang, terasa penuh, dan tidak nyaman seperti balon yang siap meletus, bahkan saat tidak sedang makan porsi banyak? Kondisi kembung yang berlangsung lama atau sering berulang tentu sangat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup. Agar tidak terus-menerus merasa tidak nyaman, mari kita bedah berbagai faktor yang mungkin menjadi penyebab di balik perut begah yang tak kunjung reda ini. 1. Gangguan pada Sistem Pencernaan Di tingkat biologis, kembung sering kali merupakan sinyal bahwa ada proses yang tidak tuntas di dalam saluran cerna. Hal ini umumnya disebabkan oleh:a. Adanya ketidakseimbangan bakteri usus. Jika populasi bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik (dysbiosis), proses fermentasi sisa makanan akan menghasilkan gas berlebih di dalam lambung.b. Intoleransi makanan. Banyak orang tidak sadar bahwa mereka memiliki intoleransi laktosa (susu) atau gluten (tepung). Karena tubuh kesulitan mencerna laktosa dan gluten tersebut, maka, zat tersebut akan tertahan di dalam usus dan memicu timbulnya gas di saluran cerna.c. Kotoran yang mengendap lama di usus besar, yang dapat menghalangi jalur keluarnya gas, sehingga gas terperangkap dan memicu rasa begah yang berlama-lama.2. Kebiasaan dan Pola Hidup (Lifestyle) Seringkali, cara kita berinteraksi dengan tubuh kita sendiri menjadi pemicu utama perut terasa penuh. Beberapa hal diantaranya adalah:a. Aerofagia atau menelan udara. Kebiasaan makan yang terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, atau berbicara saat makan tanpa sadar membuat banyak udara masuk ke lambung dan menimbulkan kembung.b. Kurangnya aktivitas fisik dan gaya hidup sedenter (jarang bergerak) membuat gerakan alami usus (peristaltik) menjadi malas, sehingga gas sulit terdorong keluar.c. Pemanis buatan seperti sorbitol dan xylitol dalam produk sugar-free sulit diserap tubuh dan justru memicu fermentasi hebat di dalam usus.3. Jenis Makanan dan Minuman Pemicu Beberapa jenis asupan memiliki sifat alami yang lebih sulit diurai oleh sistem pencernaan manusia. Berikut di antaranya:a. Kelompok FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols)  yang merupakan makanan sehat seperti bawang bombay, bawang putih, brokoli, kol, dan kacang-kacangan, mengandung karbohidrat rantai pendek yang tinggi akan gas.b. Minuman berkarbonasi / bersoda menyumbangkan gas karbon dioksida secara langsung ke dalam perut, yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung dengan seketika.c. Makanan tinggi natrium seperti garam, apabila dipakai berlebihan akan menyebabkan tubuh menahan cairan (water retention), yang membuat perut terasa bengkak dan tidak nyaman.4. Faktor Psikologis: Hubungan Otak dan Perut Pikiran dan pencernaan memiliki koneksi saraf yang sangat erat dan disebut dengan gut-brain axis. Berikut penjelasannya,a. Saat stres, tubuh masuk ke mode waspada yang memperlambat proses pencernaan, sehingga makanan tertahan lebih lama di perut dan memicu timbulnya gas.b. Pada orang dengan tingkat kecemasan tinggi, saraf di usus menjadi lebih sensitif. Hal ini membuat gas dalam jumlah normal pun terasa sangat menyakitkan dan menimbulkan sensasi begah. Hal ini disebut dengan hipersensitivitas viseral.Kesimpulan Kembung yang berkepanjangan bukan sekadar masalah salah makan, melainkan sinyal kompleks yang melibatkan pola hidup, jenis nutrisi, hingga kesehatan mental Anda. Dengan mengenali penyebabnya, Anda selangkah lebih dekat menuju kondisi perut yang lebih ringan dan terasa nyaman. Jangan biarkan rasa begah menghambat keceriaan Anda setiap hari. Jika kembung terus berlanjut dan mulai disertai gejala lain seperti nyeri hebat atau perubahan pola buang air besar, segera konsultasikan dengan ahlinya. Ingin konsultasi langsung dengan dokter dari mana saja dan kapan saja? Dapatkan diagnosis tepat dan solusi cepat untuk masalah pencernaan Anda. Mari unduh aplikasi Konsuldong sekarang di Play Store atau App Store. Konsultasi jadi lebih mudah, perut pun kembali nyaman!.Sumber:1. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes2. https://patient.info/digestive-health/irritable-bowel-syndrome-leaflet/wind-gas-and-bloating

Health

3 hari yang lalu

Cara Mendeteksi Parkinson Sejak Dini

Cara Mendeteksi Parkinson Sejak DiniPenyakit Parkinson sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyebabkan tangan gemetar pada usia lanjut. Padahal, gangguan ini jauh lebih kompleks dan dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara perlahan. Banyak penderita baru menyadari dirinya mengalami Parkinson ketika gejala sudah cukup berat. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal Parkinson sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga perkembangan penyakit bisa diperlambat dan kualitas hidup pasien tetap terjaga. Yuk disimak!Apa Itu Penyakit Parkinson?Parkinson's disease adalah penyakit degeneratif pada sistem saraf yang terutama memengaruhi kemampuan gerak tubuh. Penyakit ini terjadi akibat kerusakan sel saraf di bagian otak yang disebut substantia nigra, yaitu area yang memproduksi dopamin. Dopamin merupakan zat kimia penting yang membantu mengatur gerakan tubuh agar tetap halus dan terkoordinasi.Ketika kadar dopamin menurun, gerakan tubuh menjadi lambat, kaku, dan sulit dikendalikan. Penyakit ini berkembang secara bertahap dan umumnya terjadi pada usia di atas 60 tahun, meskipun pada beberapa kasus dapat muncul di usia lebih muda.Bagaimana bisa terjadi Parkinson ?Pada Parkinson, terjadi kematian progresif sel saraf penghasil dopamin di otak. Selain itu, ditemukan penumpukan protein abnormal bernama alpha-synuclein yang membentuk Lewy bodies di dalam sel saraf. Penumpukan ini menyebabkan gangguan fungsi dan kematian neuron secara perlahan.Akibat berkurangnya dopamin, sinyal antara otak dan otot menjadi terganggu sehingga muncul berbagai keluhan gerakan maupun non-gerakan. Faktor yang diduga berperan dalam terjadinya Parkinson meliputi :Faktor usiaRiwayat keluarga atau genetikPaparan pestisida dan bahan kimia tertentuCedera kepala berulangStres oksidatif dan proses penuaan selGejala Awal Parkinson yang Sering Tidak DisadariGejala Parkinson umumnya berkembang perlahan dan sering dianggap sebagai proses penuaan biasa. Berikut beberapa tanda awal yang perlu diwaspadai :1. Tremor atau gemetarTangan, jari, atau kaki gemetar saat sedang istirahat merupakan gejala paling khas dari Parkinson. Tremor biasanya dimulai pada satu sisi tubuh.2. Gerakan melambat (Bradykinesia)Penderita merasa aktivitas sehari-hari menjadi lebih lambat, seperti berjalan, memakai baju, atau menulis.3. Otot kakuKekakuan otot menyebabkan tubuh terasa pegal dan sulit bergerak bebas.4. Gangguan keseimbanganPenderita lebih mudah jatuh atau merasa tubuh tidak stabil saat berjalan.5. Tulisan mengecil (Micrographia)Tulisan tangan menjadi semakin kecil dan rapat.6. Wajah tampak kurang ekspresifEkspresi wajah tampak datar atau seperti kurang bereaksi.7. Gangguan penciumanBerkurangnya kemampuan mencium bau sering muncul bertahun-tahun sebelum gejala gerakan muncul.8. Gangguan tidurPasien dapat berbicara, berteriak, atau bergerak aktif saat tidur.9. Suara menjadi pelanSuara terdengar lebih lembut dan monoton dibanding sebelumnya.Gejala dapat berbeda pada setiap orang dan biasanya memburuk secara perlahan seiring waktu.Bagaimana Cara Mendeteksi Parkinson Sejak Dini?Hingga saat ini belum ada satu pemeriksaan tunggal yang dapat memastikan diagnosis Parkinson secara mutlak. Diagnosis ditegakkan berdasarkan kombinasi wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan evaluasi neurologis.Pemeriksaan yang Dapat Dilakukan1. Anamnesis dan Pemeriksaan NeurologisDokter akan menilai :Riwayat gejalaPola tremorKecepatan gerakanKeseimbangan tubuhKekakuan otot2. Tes Respons Obat LevodopaPasien dapat diberikan obat Parkinson seperti levodopa untuk melihat apakah gejala membaik.3. Pemeriksaan PencitraanMRI atau CT scan dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain yang menyerupai Parkinson.4. DAT ScanPemeriksaan khusus untuk melihat aktivitas dopamin di otak dan membantu mendukung diagnosis Parkinson.5. Pemeriksaan BiomarkerPenelitian terbaru menunjukkan protein alpha-synuclein pada cairan tubuh berpotensi membantu mendeteksi Parkinson lebih dini.Tahapan Penyakit ParkinsonPenyakit Parkinson biasanya berkembang melalui beberapa stadium :a. Gejala ringan pada satu sisi tubuhb. Gejala mulai mengenai kedua sisic. Gangguan keseimbangan mulai munculd. Aktivitas harian mulai membutuhkan bantuane. Pasien mengalami keterbatasan gerak beratDeteksi dini dapat membantu memperlambat perburukan gejala.Pengobatan ParkinsonHingga kini Parkinson belum dapat disembuhkan, tetapi pengobatan dapat membantu mengontrol gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.1. Obat-obatanBeberapa obat yang sering digunakan:-Levodopa/carbidopa-Dopamine agonist-MAO-B inhibitor-Antikolinergik-AmantadineLevodopa merupakan terapi paling efektif untuk membantu meningkatkan kadar dopamin di otak.2. FisioterapiMembantu menjaga kekuatan otot, keseimbangan, dan kemampuan berjalan.3. Terapi WicaraBermanfaat untuk mengatasi gangguan bicara dan menelan.4. Olahraga RutinOlahraga seperti berjalan kaki, yoga, tai chi, dan berenang membantu mempertahankan fungsi tubuh dan mengurangi kekakuan otot.5. Operasi Deep Brain Stimulation (DBS)Pada kasus tertentu, dokter dapat melakukan pemasangan elektroda di otak untuk membantu mengurangi gejala Parkinson berat.Cara Menurunkan Risiko ParkinsonMeskipun tidak dapat dicegah sepenuhnya, beberapa langkah berikut diduga membantu menjaga kesehatan otak, seperti:Rutin berolahragaMengonsumsi makanan bergizi seimbangTidur cukupMenghindari paparan pestisida berlebihanMengontrol stresMenjaga kesehatan pembuluh darah dan gula darahKapan Harus ke Dokter?Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami :Tremor yang menetapGerakan tubuh melambatGangguan keseimbanganKekakuan otot yang mengganggu aktivitasGangguan penciuman disertai gejala neurologis lainnyaSemakin cepat Parkinson dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan terapi yang optimal.Parkinson bukan sekadar penyakit gemetar pada usia lanjut, melainkan gangguan saraf progresif yang dapat memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan penderitanya. Sayangnya, banyak gejala awal yang sering diabaikan karena muncul perlahan dan tampak ringan. Mengenali tanda-tanda Parkinson sejak dini sangat penting agar pengobatan dan terapi dapat segera dimulai. Dengan penanganan yang tepat, penderita Parkinson tetap dapat hidup aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi :-https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/parkinson-disease?-https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/diagnosis-treatment/drc-20376062?

Health

4 hari yang lalu

Persahabatan yang Sehat Itu Seperti Apa Sih?

Persahabatan yang Sehat Itu Seperti Apa Sih? Di masa remaja, teman sering jadi tempat yang paling nyaman untuk berbagi cerita. Bahkan, kadang kita lebih sering curhat ke teman dibanding dengan keluarga. Tapi, pernah nggak sih kamu merasa capek setelah berteman dengan seseorang? Nah, itu tandanya kamu perlu tahu : nggak semua pertemanan itu sehat. Ada yang bikin kita berkembang, tapi ada juga yang justru mengganggu kesehatan mental. Yuk, kenali seperti apa sih persahabatan yang sehat itu ! Kenapa Persahabatan Itu Penting? Menurut lembaga kesehatan dari Amerika, hubungan pertemanan yang positif bisa memberikan beberapa manfaat berikut:Rasa memiliki (sense of belonging) Dukungan emosional Membantu perkembangan sosial dan kepercayaan diri Selain itu, remaja yang punya hubungan sosial yang kuat cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik dan lebih terlindungi dari stres maupun perilaku berisiko  Ciri-Ciri Persahabatan yang Sehat1. Bisa jadi diri sendiri Kamu nggak perlu pura-pura. Teman yang sehat menerima kamu apa adanya.2. Saling mendukung Teman yang baik akan menyemangati, bukan menjatuhkan. Mereka akan ada saat kamu susah maupun senang.3. Ada rasa nyaman dan aman Kamu bisa cerita tanpa takut merasa dihakimi atau rahasia disebarkan.4. Komunikasi terbuka Kalau ada masalah, bisa dibicarakan dengan jujur dan dewasa.5. Saling menghargai Perbedaan pendapat itu normal. Yang penting bisa tetap saling menghormati.6. Ada kepercayaan`Kepercayaan membuat hubungan terasa tenang, bukan penuh rasa curiga.7. Membantu kamu bertumbuh Penelitian menunjukkan bahwa kualitas persahabatan (seperti kepercayaan, kedekatan, dan dukungan) sangat berpengaruh terhadap kebahagiaan, rasa percaya diri, dan kepuasan hidup remaja  Tanda Persahabatan Tidak SehatKamu perlu waspada kalau beberapa hal berikut terjadi :Sering merasa lelah secara emosional setelah bertemu dengan sahabatmuSering diremehkan atau dibandingkan dengan yang lainnyaDipaksa melakukan hal yang tidak nyaman atau tidak kita sukaiTidak didengarkan atau hanya dimanfaatkan Hubungan seperti ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental jika dibiarkan. Tips Menjaga Persahabatan Tetap SehatJadilah pendengar yang baik Jujur tanpa menyakiti Jangan egois, belajar saling memahami Berani menjaga batasan (boundaries) Pilihlah lingkungan persahabatan yang membawa kamu ke arah positif Hal sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi dan menunjukkan empati sudah sangat berarti dalam menjaga hubungan pertemanan.  Persahabatan yang sehat bukan tentang selalu bersama, tapi tentang saling mendukung, menghargai, dan membuat satu sama lain menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Kalau kamu punya teman yang bikin kamu merasa nyaman dan berkembang, itu adalah hal yang berharga. Tapi kalau justru membuatmu merasa tidak cukup baik atau tertekan, tidak apa-apa untuk kamu mulai menjaga jarak dengannya. Karena pada akhirnya, teman yang baik akan menjaga kesehatan mentalmu bukan malah merusaknya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Referensi :https://www.cdc.gov/healthy-youth/mental-health/index.htmlhttps://opa.hhs.gov/adolescent-health/healthy-relationships-adolescence 

Health

5 hari yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya