dr. Christian
admin
Health
2 jam yang lalu

Pernahkah Anda merasa perut sangat kencang, terasa penuh, dan tidak nyaman seperti balon yang siap meletus, bahkan saat tidak sedang makan porsi banyak? Kondisi kembung yang berlangsung lama atau sering berulang tentu sangat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup.
Agar tidak terus-menerus merasa tidak nyaman, mari kita bedah berbagai faktor yang mungkin menjadi penyebab di balik perut begah yang tak kunjung reda ini.

Di tingkat biologis, kembung sering kali merupakan sinyal bahwa ada proses yang tidak tuntas di dalam saluran cerna. Hal ini umumnya disebabkan oleh:
a. Adanya ketidakseimbangan bakteri usus. Jika populasi bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik (dysbiosis), proses fermentasi sisa makanan akan menghasilkan gas berlebih di dalam lambung.
b. Intoleransi makanan. Banyak orang tidak sadar bahwa mereka memiliki intoleransi laktosa (susu) atau gluten (tepung). Karena tubuh kesulitan mencerna laktosa dan gluten tersebut, maka, zat tersebut akan tertahan di dalam usus dan memicu timbulnya gas di saluran cerna.
c. Kotoran yang mengendap lama di usus besar, yang dapat menghalangi jalur keluarnya gas, sehingga gas terperangkap dan memicu rasa begah yang berlama-lama.
Seringkali, cara kita berinteraksi dengan tubuh kita sendiri menjadi pemicu utama perut terasa penuh. Beberapa hal diantaranya adalah:
a. Aerofagia atau menelan udara. Kebiasaan makan yang terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, atau berbicara saat makan tanpa sadar membuat banyak udara masuk ke lambung dan menimbulkan kembung.

b. Kurangnya aktivitas fisik dan gaya hidup sedenter (jarang bergerak) membuat gerakan alami usus (peristaltik) menjadi malas, sehingga gas sulit terdorong keluar.
c. Pemanis buatan seperti sorbitol dan xylitol dalam produk sugar-free sulit diserap tubuh dan justru memicu fermentasi hebat di dalam usus.
Beberapa jenis asupan memiliki sifat alami yang lebih sulit diurai oleh sistem pencernaan manusia. Berikut di antaranya:
a. Kelompok FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols) yang merupakan makanan sehat seperti bawang bombay, bawang putih, brokoli, kol, dan kacang-kacangan, mengandung karbohidrat rantai pendek yang tinggi akan gas.
b. Minuman berkarbonasi / bersoda menyumbangkan gas karbon dioksida secara langsung ke dalam perut, yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung dengan seketika.
c. Makanan tinggi natrium seperti garam, apabila dipakai berlebihan akan menyebabkan tubuh menahan cairan (water retention), yang membuat perut terasa bengkak dan tidak nyaman.

Pikiran dan pencernaan memiliki koneksi saraf yang sangat erat dan disebut dengan gut-brain axis. Berikut penjelasannya,
a. Saat stres, tubuh masuk ke mode waspada yang memperlambat proses pencernaan, sehingga makanan tertahan lebih lama di perut dan memicu timbulnya gas.
b. Pada orang dengan tingkat kecemasan tinggi, saraf di usus menjadi lebih sensitif. Hal ini membuat gas dalam jumlah normal pun terasa sangat menyakitkan dan menimbulkan sensasi begah. Hal ini disebut dengan hipersensitivitas viseral.

Kembung yang berkepanjangan bukan sekadar masalah salah makan, melainkan sinyal kompleks yang melibatkan pola hidup, jenis nutrisi, hingga kesehatan mental Anda. Dengan mengenali penyebabnya, Anda selangkah lebih dekat menuju kondisi perut yang lebih ringan dan terasa nyaman.
Jangan biarkan rasa begah menghambat keceriaan Anda setiap hari. Jika kembung terus berlanjut dan mulai disertai gejala lain seperti nyeri hebat atau perubahan pola buang air besar, segera konsultasikan dengan ahlinya.
Ingin konsultasi langsung dengan dokter dari mana saja dan kapan saja? Dapatkan diagnosis tepat dan solusi cepat untuk masalah pencernaan Anda. Mari unduh aplikasi Konsuldong sekarang di Play Store atau App Store. Konsultasi jadi lebih mudah, perut pun kembali nyaman!.
1. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes
2. https://patient.info/digestive-health/irritable-bowel-syndrome-leaflet/wind-gas-and-bloating
Health
2 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
