dr. Christian

admin

Berat Badan Turun Tapi Jantung Berdebar? Bisa Jadi Hipertiroid

Health

2 jam yang lalu

Berat Badan Turun Tapi Jantung Berdebar? Bisa Jadi Hipertiroid



Pernah mengalami berat badan turun tanpa sebab yang jelas, padahal nafsu makan tetap baik bahkan meningkat? Atau jantung terasa berdebar-debar, tubuh mudah berkeringat, dan sulit tidur? Banyak orang mengira keluhan tersebut hanya sekedar akibat stres atau kelelahan. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kelenjar tiroid yang disebut hipertiroid.


Hipertiroid sering kali datang perlahan dan gejalanya tampak “sepele”, sehingga tidak sedikit penderita baru menyadari penyakitnya setelah keluhan terasa semakin berat. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda hipertiroid sejak dini agar dapat ditangani dengan tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Yuk disimak!




Apa Itu Hipertiroid?

Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Kelenjar tiroid sendiri terletak di bagian depan leher dan berbentuk seperti kupu-kupu. Organ ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh melalui hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3).


Ketika kadar hormon tiroid terlalu tinggi, metabolisme tubuh menjadi terlalu cepat. Akibatnya, tubuh seperti bekerja dalam mode “overdrive”, sehingga muncul berbagai keluhan seperti jantung berdebar, berat badan turun, hingga mudah cemas.



Mengapa Hipertiroid Bisa Terjadi?

Hipertiroid dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya:


a. Penyakit Graves

Merupakan penyebab paling sering. Pada kondisi ini, sistem imun tubuh membentuk antibodi yang merangsang kelenjar tiroid bekerja berlebihan.



b. Nodul tiroid toksik

Benjolan pada kelenjar tiroid yang memproduksi hormon secara berlebihan.


c. Tiroiditis

Peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan hormon tiroid bocor ke dalam aliran darah.


d. Konsumsi hormon tiroid berlebihan

Bisa terjadi pada penggunaan obat hormon tiroid yang tidak sesuai dosis.


Kelebihan hormon tiroid dapat menyebabkan denyut jantung meningkat, suhu tubuh naik, pembakaran energi menjadi lebih cepat, dan sistem saraf menjadi lebih aktif.



Gejala Hipertiroid yang Perlu Diwaspadai!

Gejala hipertiroid dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa tanda yang paling sering muncul antara lain :


-Berat badan turun tanpa sebab yang jelas

-Jantung berdebar atau denyut jantung cepat

-Mudah berkeringat dan tidak tahan panas

-Tangan gemetar (tremor)

-Mudah cemas, gelisah, atau emosional

-Nafsu makan meningkat

-Sulit tidur

-Mudah lelah

-Sering BAB atau diare

-Rambut rontok

-Gangguan menstruasi

-Benjolan di leher (gondok)



Pada sebagian penderita, terutama penyakit Graves, mata dapat tampak menonjol atau terasa tidak nyaman.



Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila mengalami :


1. Penurunan berat badan tanpa sebab

2. Jantung berdebar terus-menerus

3. Tremor

4. Mudah lelah

5. Muncul pembengkakan di leher.


Hipertiroid yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, osteoporosis, hingga krisis tiroid (thyroid storm) yang mengancam nyawa.



Bagaimana Diagnosis Hipertiroid Ditegakkan?

Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti :


1. Pemeriksaan darah

Pemeriksaan utama untuk melihat :

-TSH

-FT4

-T3


Pada hipertiroid biasanya didapatkan :

a. TSH rendah

b. T3 dan/atau T4 meningkat


2. Pemeriksaan antibodi tiroid

Dilakukan bila dicurigai penyakit Graves.


3. USG atau Thyroid Scan

Untuk menilai ukuran, bentuk, dan aktivitas kelenjar tiroid.




Tatalaksana dan Pengobatan Hipertiroid

Pengobatan hipertiroid bertujuan menurunkan kadar hormon tiroid dan mengontrol gejala.


a. Obat Antitiroid

Obat seperti:

-Methimazole

-Propylthiouracil (PTU)

berfungsi menghambat produksi hormon tiroid.


b. Beta Blocker

Digunakan untuk mengurangi keluhan seperti:

-Jantung berdebar,

-Tremor,

-Rasa cemas.


c. Radioactive Iodine (RAI)

Terapi yodium radioaktif untuk menghancurkan sebagian sel tiroid yang terlalu aktif.


d. Operasi

Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid.



Gaya Hidup yang Membantu Penderita Hipertiroid

Selain pengobatan medis, penderita hipertiroid dianjurkan untuk :


-Cukup istirahat,

-Mengurangi stres,

-Menghindari konsumsi kafein yang berlebihan,

-Makan dengan gizi seimbang,

-Rutin kontrol ke dokter.



Kepatuhan dalam pengobatan sangat penting karena hipertiroid dapat kambuh bila terapi dihentikan tanpa pengawasan dokter.


Berat badan turun memang sering dianggap kabar baik bagi sebagian orang. Namun, jika disertai dengan gejala jantung berdebar, mudah berkeringat, tangan gemetar, dan sulit tidur, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Hipertiroid adalah gangguan hormon yang dapat memengaruhi hampir seluruh organ tubuh bila tidak ditangani dengan baik.


Mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke dokter dapat membantu mencegah komplikasi serius serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Jadi, jangan anggap remeh tubuh yang terasa “terlalu aktif”, karena bisa jadi itu adalah sinyal dari kelenjar tiroid Anda.


Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.



Referensi :

-https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/symptoms-causes/syc-20373659?


-https://www.thyroid.org/hyperthyroidism/?



Baca juga

Berat Badan Turun Tapi Jantung Berdebar? Bisa Jadi Hipertiroid

Berat Badan Turun Tapi Jantung Berdebar? Bisa Jadi Hipertiroid Pernah mengalami berat badan turun tanpa sebab yang jelas, padahal nafsu makan tetap baik bahkan meningkat? Atau jantung terasa berdebar-debar, tubuh mudah berkeringat, dan sulit tidur? Banyak orang mengira keluhan tersebut hanya sekedar akibat stres atau kelelahan. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada kelenjar tiroid yang disebut hipertiroid. Hipertiroid sering kali datang perlahan dan gejalanya tampak “sepele”, sehingga tidak sedikit penderita baru menyadari penyakitnya setelah keluhan terasa semakin berat. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda hipertiroid sejak dini agar dapat ditangani dengan tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Yuk disimak!Apa Itu Hipertiroid? Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Kelenjar tiroid sendiri terletak di bagian depan leher dan berbentuk seperti kupu-kupu. Organ ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh melalui hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Ketika kadar hormon tiroid terlalu tinggi, metabolisme tubuh menjadi terlalu cepat. Akibatnya, tubuh seperti bekerja dalam mode “overdrive”, sehingga muncul berbagai keluhan seperti jantung berdebar, berat badan turun, hingga mudah cemas.Mengapa Hipertiroid Bisa Terjadi? Hipertiroid dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya:a. Penyakit Graves Merupakan penyebab paling sering. Pada kondisi ini, sistem imun tubuh membentuk antibodi yang merangsang kelenjar tiroid bekerja berlebihan.b. Nodul tiroid toksik Benjolan pada kelenjar tiroid yang memproduksi hormon secara berlebihan.c. Tiroiditis Peradangan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan hormon tiroid bocor ke dalam aliran darah.d. Konsumsi hormon tiroid berlebihan Bisa terjadi pada penggunaan obat hormon tiroid yang tidak sesuai dosis. Kelebihan hormon tiroid dapat menyebabkan denyut jantung meningkat, suhu tubuh naik, pembakaran energi menjadi lebih cepat, dan sistem saraf menjadi lebih aktif.Gejala Hipertiroid yang Perlu Diwaspadai! Gejala hipertiroid dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa tanda yang paling sering muncul antara lain :-Berat badan turun tanpa sebab yang jelas-Jantung berdebar atau denyut jantung cepat-Mudah berkeringat dan tidak tahan panas-Tangan gemetar (tremor)-Mudah cemas, gelisah, atau emosional-Nafsu makan meningkat-Sulit tidur-Mudah lelah-Sering BAB atau diare-Rambut rontok-Gangguan menstruasi-Benjolan di leher (gondok) Pada sebagian penderita, terutama penyakit Graves, mata dapat tampak menonjol atau terasa tidak nyaman.Kapan Harus ke Dokter? Segera periksakan diri apabila mengalami :1. Penurunan berat badan tanpa sebab2. Jantung berdebar terus-menerus3. Tremor4. Mudah lelah5. Muncul pembengkakan di leher. Hipertiroid yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, osteoporosis, hingga krisis tiroid (thyroid storm) yang mengancam nyawa.Bagaimana Diagnosis Hipertiroid Ditegakkan? Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti :1. Pemeriksaan darah Pemeriksaan utama untuk melihat :-TSH-FT4-T3 Pada hipertiroid biasanya didapatkan :a. TSH rendahb. T3 dan/atau T4 meningkat2. Pemeriksaan antibodi tiroid Dilakukan bila dicurigai penyakit Graves.3. USG atau Thyroid Scan Untuk menilai ukuran, bentuk, dan aktivitas kelenjar tiroid.Tatalaksana dan Pengobatan Hipertiroid Pengobatan hipertiroid bertujuan menurunkan kadar hormon tiroid dan mengontrol gejala.a. Obat Antitiroid Obat seperti:-Methimazole-Propylthiouracil (PTU)berfungsi menghambat produksi hormon tiroid.b. Beta Blocker Digunakan untuk mengurangi keluhan seperti:-Jantung berdebar,-Tremor,-Rasa cemas.c. Radioactive Iodine (RAI) Terapi yodium radioaktif untuk menghancurkan sebagian sel tiroid yang terlalu aktif.d. Operasi Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid.Gaya Hidup yang Membantu Penderita Hipertiroid Selain pengobatan medis, penderita hipertiroid dianjurkan untuk :-Cukup istirahat,-Mengurangi stres,-Menghindari konsumsi kafein yang berlebihan,-Makan dengan gizi seimbang,-Rutin kontrol ke dokter. Kepatuhan dalam pengobatan sangat penting karena hipertiroid dapat kambuh bila terapi dihentikan tanpa pengawasan dokter. Berat badan turun memang sering dianggap kabar baik bagi sebagian orang. Namun, jika disertai dengan gejala jantung berdebar, mudah berkeringat, tangan gemetar, dan sulit tidur, kondisi ini tidak boleh diabaikan. Hipertiroid adalah gangguan hormon yang dapat memengaruhi hampir seluruh organ tubuh bila tidak ditangani dengan baik. Mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke dokter dapat membantu mencegah komplikasi serius serta meningkatkan kualitas hidup penderita. Jadi, jangan anggap remeh tubuh yang terasa “terlalu aktif”, karena bisa jadi itu adalah sinyal dari kelenjar tiroid Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi :-https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/symptoms-causes/syc-20373659?-https://www.thyroid.org/hyperthyroidism/?

Health

2 jam yang lalu

Memahami Adiksi: Sebuah Sirkuit Biologis yang Kompleks

Memahami Adiksi: Sebuah Sirkuit Biologis yang Kompleks Adiksi atau kecanduan seringkali disalah pahami hanya sebagai kurangnya kemampuan pengendalian diri. Namun, secara medis, adiksi adalah kondisi kronis yang kompleks dimanamelibatkan perubahan pada sistem reward, motivasi, dan memori di otak. Adiksi bukan sekadar masalah moral atau kurangnya niat untuk berhenti, namun adiksi adalah gangguan pada sistem komunikasi otak. Yuk kita bahas lebih lanjut! Untuk memahami mengapa seseorang sulit lepas dari kecanduan, kita perlu melihat bagaimana berbagai faktor biologis saling mempengaruhi secara sistemik. Berikut adalah 5 insight mendalam mengenai hubungan antara organ tubuh dan perilaku adiksi:1. Gangguan pada "Rem" Otak (Frontal Lobe) Otak memiliki bagian bernama Frontal Lobe yang berfungsi sebagai sistem pengerem alami. Bagian ini bertanggung jawab untuk logika, perencanaan, dan menunda keinginan demi tujuan jangka panjang. Pada penderita adiksi, sirkuit ini melemah. Akibatnya, penderita kehilangan kemampuan untuk berkata "tidak" pada keinginan impulsif, meskipun mereka tahu dampaknya buruk. Inilah mengapa niat saja sering kali tidak cukup tanpa adanya pemulihan fungsi saraf.2. Lonjakan Dopamin yang Membajak Motivasi Hubungan Frontal Lobe di atas sangat bergantung pada hormon Dopamin. Adiksi (baik zat maupun perilaku) membajak sistem ini dengan memberikan lonjakan dopamin yang tidak alami. Otak kemudian "belajar" bahwa zat tersebut adalah sumber kebahagiaan utama, sehingga motivasi untuk melakukan aktivitas normal (seperti bekerja atau bersosialisasi) meredup karena tidak mampu menandingi intensitas dopamin dari objek adiksi tersebut.3. Koneksi Usus-Otak (Gut-Brain Axis) Mengapa makanan atau kesehatan fisik mempengaruhi adiksi? Karena 90% serotonin (hormon penenang) dan sebagian besar prekursor dopamin diproduksi di usus. Jika kesehatan usus buruk (akibat pola makan tidak sehat), produksi hormon ini terganggu. Ketidakseimbangan di usus mengirimkan sinyal stres ke otak, yang memicu rasa cemas dan gelisah. Untuk meredakan rasa tidak nyaman ini, otak cenderung mencari pelarian instan melalui perilaku adiksi.4. Peradangan Kronis sebagai Bahan Bakar Adiksi Kesehatan usus yang buruk dan stres dapat menyebabkan peradangan sistemik yang merambat hingga ke otak (Neuroinflamasi). Peradangan ini membuat sel-sel otak menjadi kurang sensitif terhadap dopamin alami. Akibatnya, seseorang merasa "hampa" atau depresi, sehingga mereka membutuhkan dosis zat adiksi yang lebih tinggi lagi untuk sekadar merasa "normal". Peradangan inilah yang menciptakan lingkaran setan toleransi zat.5. Cetak Biru Genetik dan Metabolisme Terakhir, faktor genetik menentukan seberapa cepat tubuh seseorang melakukan detoksifikasi terhadap zat dan seberapa sensitif reseptor otak mereka. Seseorang dengan variasi genetik tertentu mungkin lebih lambat membuang racun dari tubuh atau lebih cepat mengalami depresi saat zat tersebut dihentikan. Memahami profil genetik dapat membantu kita menyadari bahwa setiap orang memiliki ambang batas yang berbeda dalam menghadapi risiko adiksi.Pulih Secara Menyeluruh Memahami adiksi berarti memahami bahwa tubuh kita adalah satu kesatuan sirkuit. Pemulihan tidak hanya soal berhenti mengonsumsi zat, tapi juga perihal cara memperbaiki fungsi otak, menyehatkan pencernaan, dan meredakan peradangan tubuh. Mari Mulai Langkah Sehatmu Bersama Konsuldong! Memulai perjalanan pemulihan atau sekadar berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan fisik dan mental tidak harus sulit. Kami hadir untuk membantu Anda mendapatkan akses kesehatan yang komprehensif. Segera unduh aplikasi Konsuldong. Dapatkan kemudahan berkonsultasi dengan dokter ahli secara online, akses informasi kesehatan yang akurat, dan layanan kesehatan lainnya hanya dalam satu genggaman. Jangan tunda kesehatan Anda, karena setiap langkah kecil sangat berarti.👉Unduh Konsuldong sekarang di Play Store atau App Store!Sumber:-https://www.healthline.com/health/addiction-https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/6407-addiction

Health

1 hari yang lalu

Mengapa Flu Membuat Seluruh Badan Terasa Sakit?

Mengapa Flu Membuat Seluruh Badan Terasa Sakit? Pernahkah Anda merasa seolah-olah seluruh tubuh Anda habis dipukuli seperti seakan baru saja melakukan olahraga berat di saat terkena flu? Rasa nyeri otot dan sendi yang menyiksa ini merupakan salah satu gejala influenza yang paling khas sekaligus paling tidak menyenangkan. Namun, tahukah Anda bahwa rasa sakit tersebut sebenarnya adalah sinyal positif dari medan perang di dalam tubuh Anda? Bukan virusnya, Tapi sistem imun Anda. Banyak orang mengira bahwa rasa sakit itu disebabkan oleh virus flu yang menyerang jaringan otot secara langsung. Faktanya, berdasarkan penjelasan medis dari sumber kesehatan terpercaya, rasa nyeri tersebut adalah hasil dari respon imun tubuh kita sendiri. Ketika virus influenza masuk ke tubuh, sistem kekebalan tubuh segera mendeteksi adanya ancaman. Sebagai respon, tubuh melepaskan protein khusus yang disebut sitokin. Sitokin berfungsi sebagai kurir yang memanggil pasukan pertahanan tubuh untuk menyerang virus. Namun, sitokin juga memicu proses peradangan (inflamasi) pada otot dan sendi. Efek samping dari peradangan inilah yang kita rasakan sebagai nyeri otot, sendi yang kaku, dan rasa pegal di seluruh tubuh. Dengan kata lain, rasa sakit tersebut adalah bukti nyata bahwa tubuh dan sel darah putih Anda sedang berjuang keras memproduksi antibodi untuk melawan infeksi. Yuk kita dalami lebih lanjut!Kapan Nyeri Ini Biasanya Muncul? Gejala nyeri tubuh ini biasanya muncul cukup mendadak, seringkali dalam kurun waktu 1 hingga 4 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Nyeri ini sering disertai dengan beberapa gejala sistemik lainnya seperti:1. Demam tinggi dan menggigil.2. Kelelahan yang luar biasa (fatigue).3. Sakit kepala hebat.Langkah Praktis Mengatasi Nyeri Tubuh Meskipun nyeri ini adalah tanda pemulihan, rasa tidak nyamannya tentu perlu diredakan agar Anda bisa beristirahat dengan baik. Berikut adalah beberapa langkah yang direkomendasikan secara medis:a. Hidrasi Agresif: Cairan sangat penting untuk membantu sistem imun bekerja optimal. Minumlah air putih, kaldu hangat (broth), atau teh herbal untuk menjaga kelembapan jaringan tubuh dan mencegah dehidrasi akibat demam.b. Istirahat Total: Jangan memaksakan diri. Tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk mengalihkan seluruh energinya ke sistem kekebalan tubuh.c. Gunakan Pereda Nyeri: Obat-obatan bebas seperti paracetamol, atau obat-obatan anti peradangan seperti ibuprofen dapat membantu menurunkan peradangan dan meredakan nyeri otot secara signifikan.d. Relaksasi dengan Air Hangat: Mandi air hangat dapat membantu melemaskan otot-otot yang tegang akibat proses peradangan.Pentingnya Pencegahan dan Kapan Harus ke Dokter Vaksinasi tahunan tetap menjadi cara terbaik untuk melindungi diri. Meskipun seseorang yang sudah divaksin masih bisa terkena flu, gejalanya—termasuk nyeri tubuh yang hebat—cenderung jauh lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak mendapatkan vaksinasi. Bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, anak kecil, atau orang dengan kondisi kronis, penggunaan obat antiviral dari dokter dalam 48 jam pertama sangat disarankan. Sebagai penutup, ingatlah bahwa rasa nyeri saat flu adalah sinyal bahwa tubuh Anda sedang berjuang keras untuk sembuh. Namun, Anda tidak harus melewati masa-masa tidak nyaman ini sendirian. Jika gejala flu yang Anda rasakan tak kunjung membaik atau membutuhkan saran medis yang lebih spesifik, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter terpercaya. Yuk, jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan mengunduh aplikasi Konsuldong sekarang juga—solusi konsultasi kesehatan yang mudah, cepat, dan aman langsung dari genggaman Anda!Sumber:-https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/why-does-the-flu-cause-body-aches-https://www.afcurgentcare.com/bound-brook/blog/why-does-the-flu-cause-aches-and-pains/

Health

2 hari yang lalu

Hoarding Disorder: Saat Kebiasaan Menyimpan Barang Menjadi Gangguan

Hoarding Disorder: Saat Kebiasaan Menyimpan Barang Menjadi Gangguan Pernah melihat kamar atau rumah yang penuh sesak oleh barang-barang lama, kardus bekas, pakaian rusak, bahkan sampah yang sebenarnya sudah tidak terpakai? Sebagian orang mungkin menganggap itu hanya sebuah kebiasaan “tidak tega membuang barang”. Namun pada kondisi tertentu, kebiasaan ini bisa menjadi gangguan kesehatan mental yang disebut dengan Hoarding Disorder atau gangguan menimbun barang. Yuk kita bahas!Apa Itu Hoarding Disorder? Hoarding Disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan berat untuk membuang atau melepaskan barang, meskipun barang tersebut sebenarnya sudah tidak berguna atau bernilai rendah. Akibatnya, barang terus menumpuk hingga memenuhi ruangan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Orang dengan kondisi ini biasanya merasa sangat cemas, sedih, atau takut bila harus membuang barang. Mereka sering merasa bahwa barang tersebut “mungkin masih berguna nanti”, memiliki nilai kenangan tertentu dari barang tersebut, atau merasa bersalah jika harus membuangnya. Gangguan ini berbeda dengan sekedar hobi koleksi biasa. Pada kolektor, umumnya barang tersusun rapi dan masih bisa dikendalikan. Sedangkan pada Hoarding Disorder, tumpukan barang justru membuat rumah sulit digunakan secara normal.Tanda dan Gejala yang Sering Muncul Beberapa tanda yang sering ditemukan antara lain:1. Sulit membuang barang meskipun sudah rusak atau tidak terpakai2. Rumah atau kamar menjadi sangat berantakan3. Menyimpan barang dalam jumlah berlebihan4. Merasa stres berat saat diminta membersihkan barang5. Sulit menggunakan ruangan sesuai fungsinya, misalnya tempat tidur tertutup barang atau dapur tidak bisa dipakai6. Hubungan dengan keluarga terganggu karena masalah barang Pada kasus berat, kondisi ini bisa menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan seperti kebakaran, jatuh karena barang yang berserakan, gangguan kebersihan, hingga munculnya tikus atau serangga. Apa Penyebabnya? Penyebab Hoarding Disorder belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa faktor diduga berperan, seperti:a. Riwayat keluarga dengan kebiasaan serupab. Gangguan kecemasan atau depresic. Trauma emosional atau kehilangan besard. Kesulitan mengambil keputusane. Ikatan emosional berlebihan terhadap barang tertentu Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya gangguan pada proses pengambilan keputusan dan pengaturan emosi di otak pada penderita Hoarding Disorder.Apakah Bisa Diobati? Ya. Hoarding Disorder dapat ditangani, meskipun prosesnya sering membutuhkan waktu dan kesabaran. Terapi yang paling banyak direkomendasikan adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yaitu terapi yang membantu pasien memahami pola pikir dan perilaku terkait kebiasaan menimbun barang. Terapi ini biasanya melatih pasien untuk:-belajar memilah barang,-mengurangi dorongan untuk menyimpan barang,-melatih kemampuan mengambil keputusan,-dan menghadapi rasa cemas saat membuang barang. Pada beberapa kondisi, dokter juga dapat mempertimbangkan obat-obatan terutama bila terdapat gangguan kecemasan atau depresi yang menyertai. Dukungan keluarga juga sangat penting. Namun memaksa penderita membuang semua barang sekaligus justru sering memperburuk kondisi karena dapat memicu stres emosional berat.Kapan Harus Mencari Bantuan? Segera konsultasikan ke profesional kesehatan mental bila:-tumpukan barang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari,-rumah menjadi tidak aman atau tidak higienis,-hubungan antar personel dalam keluarga terganggu,-atau penderita mengalami stres berat akibat barang-barang tersebut. Penanganan sejak dini biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibanding menunggu kondisi semakin berat. Jika kamu atau orang terdekat mulai mengalami kebiasaan menimbun barang yang sulit dikendalikan, jangan ragu mencari bantuan profesional. Konsultasi awal bisa membantu memahami kondisi dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Melalui Konsuldong, kamu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara lebih mudah dan praktis dari rumah. Unduh Konsuldong sekarang!Referensi1. Van Roessel P, Muñoz Rodríguez PA, Frost RO, Rodríguez CI. Hoarding disorder: Questions and controversies. Journal of Obsessive-Compulsive and Related Disorders. 2023;38:100808.2. Morein-Zamir S, et al. Hoarding disorder: evidence and best practice in primary care. British Journal of General Practice. 2023;73(729):182-183.3. Aziz VM, et al. Hoarding disorder: overview. BJPsych Advances. 2025;1-11.

Health, News

3 hari yang lalu

Konsuldong Menjadi Official Partner Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026

Konsuldong Resmi Menjadi Official Partner Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 👑💚Konsuldong dengan bangga resmi menjadi Official Partner dalam ajang Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026, salah satu rangkaian dari ajang bergengsi Pemilihan Abang None Jakarta 2026.Sebagai ajang yang melahirkan Duta Wisata dan Budaya DKI Jakarta, Pemilihan Abang None tidak hanya menguji wawasan, kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan para peserta, tetapi juga menuntut kesiapan fisik selama mengikuti berbagai tahapan seleksi dan pembekalan.Mendukung Kesehatan Para FinalisSebagai salah satu Official Partner, Konsuldong berkomitmen mendukung kesehatan para finalis agar tetap dalam kondisi prima selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga malam final.Melalui layanan telemedicine Konsuldong, para peserta dapat memperoleh akses konsultasi medis secara cepat dan mudah apabila membutuhkan pendampingan kesehatan selama masa karantina maupun persiapan menuju malam puncak.Selain itu, Konsuldong juga memberikan booster Vitamin C kepada para finalis sebagai bagian dari program wellness untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran selama menjalani aktivitas yang padat. Dukungan ini diharapkan dapat membantu para peserta tetap fit sehingga mampu memberikan performa terbaik di setiap tahapan kompetisi.Menuju Malam FinalPuncak Malam Final Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 akan diselenggarakan pada Sabtu, 11 Juli 2026. Acara ini menjadi penutup seluruh rangkaian seleksi dan pembekalan, sekaligus menjadi momen penentuan Abang dan None Jakarta Selatan 2026 yang akan melanjutkan perjuangan mewakili wilayahnya pada ajang Pemilihan Abang None Jakarta 2026.Konsuldong mengucapkan selamat kepada seluruh finalis yang telah berhasil mencapai tahap akhir. Semoga seluruh peserta dapat tampil percaya diri, memberikan penampilan terbaik, serta terus menginspirasi generasi muda Jakarta.Bersama Mendukung Generasi Muda yang Sehat dan BerprestasiPartisipasi Konsuldong dalam Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026 merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung berbagai kegiatan positif yang mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, berprestasi, dan siap menjadi inspirasi bagi masyarakat.Selamat kepada seluruh finalis Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2026. Tetap sehat, tetap semangat, dan sukses menuju Malam Final! 💚

News

4 hari yang lalu

Chia Seed vs Biji Selasih: Serupa Tapi Tak Sama, Mana yang Lebih Sehat?

Chia Seed vs Biji Selasih: Serupa Tapi Tak Sama, Mana yang Lebih Sehat? Sekilas chia seed dan biji selasih memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama kecil, berwarna gelap, dan mengembang saat direndam air. Tidak heran banyak orang mengira keduanya adalah bahan yang sama. Padahal, chia seed dan biji selasih berasal dari tanaman berbeda serta memiliki kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan yang tidak sepenuhnya sama. Meski sama-sama baik untuk tubuh, ada beberapa perbedaan penting yang menarik untuk diketahui sebelum rutin mengonsumsinya. Yuk kita simak!Apa Itu Chia Seed dan Biji Selasih? Chia seed berasal dari tanaman Salvia hispanica yang banyak tumbuh di Amerika Tengah. Sementara biji selasih atau basil seeds berasal dari tanaman Ocimum basilicum, yaitu tanaman kemangi atau basil yang umum digunakan di Asia. Saat direndam air, keduanya akan membentuk lapisan gel di bagian luar. Namun, biji selasih biasanya lebih cepat mengembang dibanding chia seed.Kandungan Nutrisi: Mirip, Tapi Ada BedanyaChia Seed Lebih Kaya Omega-3 Chia seed dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 nabati (ALA) yang cukup tinggi. Nutrisi ini penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung, otak, dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Selain itu, chia seed juga mengandung protein, serat, magnesium, dan antioksidan yang cukup baik.Biji Selasih Lebih Tinggi Serat Biji selasih memiliki kandungan serat yang sangat tinggi sehingga sering digunakan untuk membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena cepat mengembang, biji selasih juga sering dipakai dalam minuman diet atau menu penurun berat badan.Manfaat untuk Kesehatan1. Membantu Menjaga Berat Badan Keduanya dapat membantu mengontrol nafsu makan karena kandungan seratnya tinggi. Saat terkena cairan, biji akan mengembang sehingga perut terasa kenyang lebih lama. Ini dapat membantu mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan.2. Menjaga Kesehatan Pencernaan Serat pada chia seed maupun biji selasih membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus. Konsumsi serat yang cukup juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran cerna.3. Membantu Mengontrol Gula Darah Beberapa penelitian menunjukkan makanan tinggi serat dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil. Efek ini bermanfaat terutama bagi orang dengan risiko diabetes atau resistensi insulin.4. Baik untuk Kesehatan Jantung Chia seed memiliki keunggulan karena kandungan omega-3 yang lebih tinggi. Nutrisi ini diketahui membantu menjaga kadar kolesterol dan kesehatan pembuluh darah bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.Mana yang Lebih Baik? Sebenarnya tidak ada yang benar-benar “lebih sehat”, karena keduanya punya keunggulan masing-masing.a. Jika ingin tambahan omega-3 dan protein, chia seed bisa menjadi pilihan lebih baik.b. Jika ingin serat tinggi dan efek kenyang lebih cepat, biji selasih bisa lebih unggul. Keduanya juga bisa dikonsumsi bergantian sesuai kebutuhan dan selera.Cara Konsumsi yang Aman Chia seed dan biji selasih sebaiknya direndam terlebih dahulu sebelum dikonsumsi agar lebih mudah dicerna dan mengurangi risiko tersedak. Keduanya dapat dicampurkan ke dalam:-infused water-yogurt-oatmeal-smoothie-puding-minuman dingin Namun, konsumsi tetap perlu dalam jumlah wajar. Terlalu banyak serat secara mendadak dapat menyebabkan perut kembung atau rasa tidak nyaman pada sebagian orang.Siapa yang Perlu Berhati-hati? Orang dengan gangguan menelan, penyakit saluran cerna tertentu, atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi chia seed dalam jumlah besar. Menjalani pola makan sehat tidak harus rumit. Mengenal perbedaan chia seed dan biji selasih bisa membantu memilih bahan makanan yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika masih bingung menentukan pola makan sehat, kebutuhan nutrisi, atau ingin konsultasi kesehatan dengan lebih praktis, kamu bisa menggunakan aplikasi Konsuldong untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kapan saja. Yuk unduh Konsuldong sekarang!Referensi:1. Grancieri, M., Martino, H. S. D., & Gonzalez de Mejia, E. (2021). Chia seed (Salvia hispanica L.) as a source of proteins and bioactive peptides with health benefits: A review. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 20(5), 4807–4840.2. Muangrat, R., & Nuankaew, P. (2022). Nutritional composition and physicochemical properties of sweet basil seeds and their application in functional foods. Food Chemistry Advances, 1, 100020.3. Ullah, R., Nadeem, M., Khalique, A., Imran, M., Mehmood, S., Javid, A., & Hussain, J. (2020). Nutritional and therapeutic perspectives of chia (Salvia hispanica L.): A review. Journal of Food Science and Technology, 57(12), 4145–4156.

Health

4 hari yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya