dr. Christian

admin

Kenapa Hasil Lab Anda 'Normal' Tapi Dokter Jantung Tetap Khawatir?

Health

3 jam yang lalu

Kenapa Hasil Lab Anda 'Normal' Tapi Dokter Jantung Tetap Khawatir?


Selama ini, pemeriksaan kesehatan rutin untuk pencegahan penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah biasanya hanya fokus pada kadar Kolesterol dan LDL-C (Low-Density Lipoprotein Cholesterol). Namun, penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa angka LDL-C saja tidak selalu menggambarkan risiko serangan jantung yang akurat. Untuk perlindungan yang lebih maksimal, kita perlu memahami dua komponen lain yaitu ApoB dan Lp(a). Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!




Mengapa LDL-C Bisa "Menipu"?

LDL-C adalah satuan pengukuran berat dari kolesterol yang dibawa oleh partikel-partikel di dalam darah. Masalahnya, serangan jantung tidak disebabkan oleh seberapa berat kolesterolnya, melainkan oleh seberapa banyak partikel kolesterol yang menembus masuk ke dinding pembuluh darah dan membentuk plak (penyumbatan).

Ada kondisi di mana seseorang memiliki kadar LDL-C yang rendah/normal, namun jumlah partikel kolesterolnya sangat banyak karena ukurannya kecil dan padat. Partikel kecil inilah yang paling berbahaya karena lebih mudah menyusup ke dinding pembuluh darah dan kemudian memicu peradangan.



ApoB, Ukuran Akurat Jumlah Partikel Berbahaya

Apolipoprotein B (ApoB) adalah protein utama yang menempel pada setiap partikel kolesterol yang berpotensi menyebabkan penyumbatan (aterogenik). Jadi, jika LDL-C adalah berat, maka ApoB adalah variabel jumlah berapa banyak partikel kolesterol ini.



Setiap satu partikel kolesterol jahat hanya memiliki satu protein ApoB. Oleh karena itu, memeriksa kadar ApoB di laboratorium memberikan informasi yang jauh lebih akurat dibandingkan LDL-C:


-ApoB tinggi berarti jumlah total partikel yang dapat merusak pembuluh darah Anda sangat banyak, terlepas dari seberapa berat angka LDL-C Anda.


-ApoB dianggap sebagai indikator risiko yang lebih kuat untuk memprediksi kejadian kardiovaskular dibandingkan pemeriksaan kolesterol standar.



Lp(a), Faktor Risiko Genetik yang "LENGKET"

Lipoprotein (a) atau Lp(a) adalah variasi dari partikel LDL yang memiliki struktur tambahan yang unik yang memiliki protein tambahan dan bersifat lengket (pro-trombotik), yang berarti selain membentuk plak, ia juga memicu penggumpalan darah yang mendadak—penyebab utama serangan jantung dan stroke pada usia muda.

Ada dua hal utama yang membuat Lp(a) perlu diwaspadai:


1. Faktor Keturunan: Kadar Lp(a) dalam tubuh seseorang ditentukan oleh genetik sejak lahir. Pola makan sehat dan olahraga hampir tidak berpengaruh dalam menurunkan angkanya.


2. Sifat Ganda: Lp(a) tidak hanya membentuk plak di dinding pembuluh darah, tetapi juga memiliki sifat yang mempercepat pembekuan darah. Inilah mengapa Lp(a) sering menjadi penyebab serangan jantung mendadak pada orang yang terlihat sehat dan bugar.


Para ahli menyarankan agar setiap orang dewasa melakukan pemeriksaan Lp(a) setidaknya sekali seumur hidup untuk mengetahui apakah mereka memiliki risiko bawaan ini.


Menjaga jantung tetap sehat berarti memahami musuh dengan lebih detail. Jika Anda memiliki faktor risiko keluarga atau ingin pencegahan yang lebih mendalam, jangan hanya terpaku pada angka LDL-C. Lakukanlah pemeriksaan ApoB untuk mengetahui jumlah partikel berbahaya, dan Lp(a) untuk melihat risiko genetik Anda. Dengan data yang lengkap, langkah pencegahan dapat dilakukan jauh lebih dini dan tepat sasaran.



Cek Kesehatan Jantung Anda Sekarang!

Informasi adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan. Jangan biarkan angka-angka laboratorium menjadi misteri bagi Anda. Temukan panduan kesehatan yang valid, artikel medis yang mudah dipahami, serta tips pencegahan penyakit jantung yang disusun oleh para ahlinya.


Unduh aplikasi Konsuldong hari ini! Dapatkan akses ke edukasi kesehatan terpercaya yang membantu Anda mengambil keputusan terbaik untuk masa depan yang lebih sehat.

Tersedia di Google Play Store dan App Store.



Sumber:


a. https://www.healthline.com/health-news/heart-disease-is-this-protein-test-a-better-predictor-of-risk-than-cholesterol-levels


b. https://www.healthline.com/health/cholesterol/cholesterol-particle-size-test#testing-options


c. https://www.medicalnewstoday.com/articles/simple-blood-cholesterol-test-may-better-predict-coronary-artery-disease-risk#Study-limitations





Baca juga

Kenapa Hasil Lab Anda 'Normal' Tapi Dokter Jantung Tetap Khawatir?

Kenapa Hasil Lab Anda 'Normal' Tapi Dokter Jantung Tetap Khawatir? Selama ini, pemeriksaan kesehatan rutin untuk pencegahan penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah biasanya hanya fokus pada kadar Kolesterol dan LDL-C (Low-Density Lipoprotein Cholesterol). Namun, penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa angka LDL-C saja tidak selalu menggambarkan risiko serangan jantung yang akurat. Untuk perlindungan yang lebih maksimal, kita perlu memahami dua komponen lain yaitu ApoB dan Lp(a). Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!Mengapa LDL-C Bisa "Menipu"? LDL-C adalah satuan pengukuran berat dari kolesterol yang dibawa oleh partikel-partikel di dalam darah. Masalahnya, serangan jantung tidak disebabkan oleh seberapa berat kolesterolnya, melainkan oleh seberapa banyak partikel kolesterol yang menembus masuk ke dinding pembuluh darah dan membentuk plak (penyumbatan). Ada kondisi di mana seseorang memiliki kadar LDL-C yang rendah/normal, namun jumlah partikel kolesterolnya sangat banyak karena ukurannya kecil dan padat. Partikel kecil inilah yang paling berbahaya karena lebih mudah menyusup ke dinding pembuluh darah dan kemudian memicu peradangan.ApoB, Ukuran Akurat Jumlah Partikel Berbahaya Apolipoprotein B (ApoB) adalah protein utama yang menempel pada setiap partikel kolesterol yang berpotensi menyebabkan penyumbatan (aterogenik). Jadi, jika LDL-C adalah berat, maka ApoB adalah variabel jumlah berapa banyak partikel kolesterol ini. Setiap satu partikel kolesterol jahat hanya memiliki satu protein ApoB. Oleh karena itu, memeriksa kadar ApoB di laboratorium memberikan informasi yang jauh lebih akurat dibandingkan LDL-C:-ApoB tinggi berarti jumlah total partikel yang dapat merusak pembuluh darah Anda sangat banyak, terlepas dari seberapa berat angka LDL-C Anda.-ApoB dianggap sebagai indikator risiko yang lebih kuat untuk memprediksi kejadian kardiovaskular dibandingkan pemeriksaan kolesterol standar.Lp(a), Faktor Risiko Genetik yang "LENGKET" Lipoprotein (a) atau Lp(a) adalah variasi dari partikel LDL yang memiliki struktur tambahan yang unik yang memiliki protein tambahan dan bersifat lengket (pro-trombotik), yang berarti selain membentuk plak, ia juga memicu penggumpalan darah yang mendadak—penyebab utama serangan jantung dan stroke pada usia muda. Ada dua hal utama yang membuat Lp(a) perlu diwaspadai:1. Faktor Keturunan: Kadar Lp(a) dalam tubuh seseorang ditentukan oleh genetik sejak lahir. Pola makan sehat dan olahraga hampir tidak berpengaruh dalam menurunkan angkanya.2. Sifat Ganda: Lp(a) tidak hanya membentuk plak di dinding pembuluh darah, tetapi juga memiliki sifat yang mempercepat pembekuan darah. Inilah mengapa Lp(a) sering menjadi penyebab serangan jantung mendadak pada orang yang terlihat sehat dan bugar. Para ahli menyarankan agar setiap orang dewasa melakukan pemeriksaan Lp(a) setidaknya sekali seumur hidup untuk mengetahui apakah mereka memiliki risiko bawaan ini. Menjaga jantung tetap sehat berarti memahami musuh dengan lebih detail. Jika Anda memiliki faktor risiko keluarga atau ingin pencegahan yang lebih mendalam, jangan hanya terpaku pada angka LDL-C. Lakukanlah pemeriksaan ApoB untuk mengetahui jumlah partikel berbahaya, dan Lp(a) untuk melihat risiko genetik Anda. Dengan data yang lengkap, langkah pencegahan dapat dilakukan jauh lebih dini dan tepat sasaran.Cek Kesehatan Jantung Anda Sekarang! Informasi adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan. Jangan biarkan angka-angka laboratorium menjadi misteri bagi Anda. Temukan panduan kesehatan yang valid, artikel medis yang mudah dipahami, serta tips pencegahan penyakit jantung yang disusun oleh para ahlinya. Unduh aplikasi Konsuldong hari ini! Dapatkan akses ke edukasi kesehatan terpercaya yang membantu Anda mengambil keputusan terbaik untuk masa depan yang lebih sehat.Tersedia di Google Play Store dan App Store.Sumber:a. https://www.healthline.com/health-news/heart-disease-is-this-protein-test-a-better-predictor-of-risk-than-cholesterol-levelsb. https://www.healthline.com/health/cholesterol/cholesterol-particle-size-test#testing-optionsc. https://www.medicalnewstoday.com/articles/simple-blood-cholesterol-test-may-better-predict-coronary-artery-disease-risk#Study-limitations

Health

3 jam yang lalu

Infeksi Telinga : Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Infeksi Telinga : Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya Telinga merupakan organ penting yang berperan dalam proses pendengaran dan menjaga keseimbangan tubuh. Namun, tidak sedikit dari kita yang pernah mengalami keluhan pada telinga, salah satunya adalah infeksi pada telinga. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski sering dianggap sebagai masalah ringan, infeksi telinga yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran. Yuk kita kupas lebih dalam!Apa Itu Infeksi Telinga? Infeksi telinga adalah kondisi ketika bagian telinga mengalami peradangan akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Infeksi dapat terjadi pada beberapa bagian telinga, yaitu telinga luar (otitis externa), telinga tengah (otitis media), atau yang lebih jarang dapat terjadi adalah pada telinga dalam. Infeksi telinga tengah merupakan jenis yang paling sering terjadi, terutama pada anak-anak. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan atas seperti pilek atau flu yang menyebabkan penumpukan cairan di belakang gendang telinga.Gejala Infeksi Telinga Gejala infeksi telinga dapat bervariasi tergantung pada bagian telinga yang terkena dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:-Nyeri pada telinga-Rasa penuh atau tertekan di dalam telinga-Penurunan pendengaran sementara-Keluarnya cairan dari telinga-Demam (terutama pada anak-anak)-Telinga terasa gatal atau tidak nyaman-Pusing atau gangguan keseimbangan pada beberapa kasus Pada anak-anak, infeksi telinga juga dapat ditandai dengan rewel, sering menarik atau menggosok telinga, serta kesulitan tidur.Penyebab Infeksi Telinga Beberapa faktor dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga, di antaranya:1. Infeksi saluran pernapasan atas Pilek, flu, atau sinusitis dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan (Tuba Eustachius). Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan yang memicu infeksi.2. Penumpukan cairan di telinga Tengah Cairan yang terperangkap di telinga tengah dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau virus.3. Kebersihan telinga yang kurang tepat Kebiasaan memasukkan benda seperti cotton bud ke dalam telinga dapat melukai liang telinga dan meningkatkan risiko infeksi.4. Lingkungan lembab atau sering terkena air Infeksi telinga luar sering terjadi pada orang yang sering berenang atau telinganya sering lembap.Cara Penanganan Infeksi Telinga Penanganan infeksi telinga bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejalanya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:a. Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai anjuran dokter.b. Obat tetes telinga untuk membantu mengatasi infeksi pada telinga luar.c. Antibiotik, jika infeksi disebabkan oleh bakteri dan hal ini harus diresepkan oleh dokter.d. Menjaga telinga tetap kering, terutama pada infeksi telinga luar.e. Istirahat yang cukup dan menjaga daya tahan tubuh agar proses penyembuhan lebih optimal. Jika keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, nyeri semakin berat, atau terjadi penurunan pendengaran, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Infeksi telinga merupakan masalah kesehatan yang cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan. Mengenali gejala sejak dini serta memahami penyebabnya dapat membantu mencegah kondisi ini menjadi lebih serius. Menjaga kebersihan telinga dengan cara yang tepat, menghindari kebiasaan mengorek telinga, serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan saat muncul keluhan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan telinga dan kualitas pendengaran tetap optimal. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda.Referensi :-https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/deafness-and-hearing-loss-https://www.cdc.gov/ear-infection/index.html

Health

1 hari yang lalu

7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat dan Aman Dikonsumsi

7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat dan Aman Dikonsumsi ASI (Air Susu Ibu) adalah anugerah terbaik yang bisa diberikan seorang ibu kepada buah hatinya. Tak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, ASI juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mempererat ikatan emosional antara ibu dan anak. Namun, dibalik semua itu, terkadang seorang ibu merasa produksi ASI-nya belum optimal, terutama pada minggu-minggu awal menyusui. Selain teknik menyusui yang benar dan frekuensi menyusui yang cukup, asupan makanan ibu juga dipercaya bisa membantu mendukung produksi ASI. Walaupun bukti ilmiah yang kuat masih beragam, banyak budaya di seluruh dunia yang telah lama menggunakan makanan tertentu sebagai galactagogues, yaitu : makanan yang diyakini dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Yuk disimak!7 Makanan Pelancar ASI yang Mudah Didapat1. Oatmeal dan Gandum Utuh Oatmeal, gandum utuh, dan sereal berbasis biji-bijian dikenal mengandung tinggi serat, zat besi, dan beta-glucan yang bisa mendukung hormon prolactin, hormon yang penting dalam produksi ASI. 2. Sayuran Hijau Gelap (Bayam, Kale, Daun Katuk) Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan daun katuk kaya akan zat besi, kalsium, serta phytoestrogen yang dapat membantu mendukung proses laktasi secara alami. 3. Kacang-kacangan dan Biji-bijian Almond, kenari, kacang mete, serta biji wijen mengandung protein, lemak sehat, serta fitoestrogen yang berperan dalam mendukung keseimbangan hormonal ibu menyusui. 4. Ikan Berlemak (Salmon, Tuna) Ikan seperti salmon kaya akan omega-3 dan protein berkualitas tinggi. Nutrisi ini penting untuk kesehatan ibu dan komposisi ASI, terutama untuk perkembangan otak bayi. 5. Pepaya Papaya hijau (papaya yang belum terlalu matang) dikenal di banyak budaya Asia sebagai makanan pelancar ASI karena kandungan enzim, vitamin, dan mineralnya dalam membantu tubuh agar tetap terhidrasi dan nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi. 6. Bawang Putih Walau aromanya kuat, bawang putih telah lama digunakan secara tradisional sebagai makanan pelancar ASI. Selain membantu produksi ASI, bawang putih juga dapat meningkatkan rasa ASI sehingga beberapa bayi mau menyusu lebih sering. 7. Fenugreek dan Adas Fenugreek dan adas adalah rempah yang sering digunakan sebagai bahan galactagogue tradisional. Banyak ibu menyusui mengonsumsinya dalam bentuk teh atau ditambahkan ke dalam masakan. Tips Supaya ASI Makin Lancar Selain asupan makanan, beberapa faktor lain yang sering membantu memperlancar produksi ASI antara lain:a. Menyusui atau memompa ASI secara konsisten, semakin sering payudara dikosongkan, tubuh akan terangsang untuk memproduksi lebih banyak ASI. b. Hidrasi cukup setiap hari, karena dehidrasi dapat menurunkan produksi ASI.c. Istirahat yang cukup dan manajemen stres, karena hormon laktasi dipengaruhi oleh kondisi fisik dan emosional ibu. Setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang unik, dan yang terpenting adalah kenyamanan serta kesehatan ibu dan bayi. Meskipun makanan tertentu sering dikaitkan dengan peningkatan produksi ASI, yang utama tetap adalah pemberian ASI yang konsisten, nutrisi seimbang, dan dukungan dari orang sekitar. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kesulitan dalam menyusui. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, kami siap membantu. Silahkan download aplikasi konsuldong, dan hubungi dokter-dokter yang akan dengan senang hati membantu Anda. Referensi :-https://nnc.gov.ph/mindanao-region/galactagogue-boosting-milk-production-naturally/? -https://www.healthline.com/health/galactagogues?

Health

2 hari yang lalu

Ancaman Senyap di Usia Muda: Ketika Kanker Kolon Menyerang Sebelum Waktunya

Ancaman Senyap di Usia Muda: Ketika Kanker Kolon Menyerang Sebelum WaktunyaFenomena Kanker Kolon Dini (Early-Onset Colorectal Cancer - EOCRC) Kanker kolorektal (kanker kolon) dahulu dianggap sebagai penyakit yang menyerang usia lanjut. Namun saat ini, terjadi pergeseran epidemiologis yang mengkhawatirkan yaitu peningkatan kasus pada individu di bawah usia 50 tahun, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Early-Onset Colorectal Cancer (EOCRC). EOCRC didefinisikan sebagai kanker kolorektal yang didiagnosis pada usia di bawah 50 tahun, dimana akhir-akhir ini telah menunjukkan peningkatan kasus yang mengkhawatirkan. Kontras angka ini sangat mencolok dibandingkan dengan tren penurunan angka kanker kolorektal (CRC) pada individu yang lebih tua ( di atas 50 tahun) Secara spesifik di Amerika Serikat, tingkat EOCRC diproyeksikan akan meningkat setidaknya hingga 140% pada tahun 2030. Temuan epidemiologis yang serius ini mendorong pembaruan dalam pedoman skrining CRC di AS, dengan rekomendasi skrining bagi individu dengan risiko rata-rata kini dimulai pada usia 45 tahun.Tantangan Diagnosis Dini Peningkatan angka EOCRC diperparah oleh kesulitan penegakan diagnosis. Kanker pada pasien muda seringkali ditemukan pada stadium lanjut (Stadium III atau IV). Hal ini terjadi karena dua alasan utama:1. Gejala yang tersamarkan. Gejala awal EOCRC, seperti pendarahan rektum, perubahan pola buang air besar, dan sakit perut, sering kali disalahartikan. Dokter dan pasien usia muda cenderung menganggap gejala tersebut berasal dari kondisi yang lebih umum dan jinak, seperti wasir, Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau ketidaknyamanan akibat pola diet biasa.2. Kurangnya kesadaran. Minimnya kesadaran bahwa kanker kolon bisa terjadi pada usia muda menyebabkan dokter tidak segera merekomendasikan investigasi invasif (seperti kolonoskopi), sehingga menunda penegakkan diagnosis kritis.Disbiosis: Peran Sentral Mikrobioma Usus Mengingat sebagian besar EOCRC bersifat sporadis (bukan diwariskan secara genetik), fokus penelitian telah bergeser ke faktor lingkungan dan gaya hidup, di mana salah satunya adalah Mikrobioma Usus yang memainkan peran kunci. Disbiosis adalah kondisi ketidakseimbangan mikrobiota usus, ditandai dengan adanya penurunan bakteri "baik" yang bermanfaat dan peningkatan bakteri "jahat" (patogen) yang berpotensi menyebabkan penyakit. Disbiosis berfungsi sebagai jembatan antara gaya hidup modern dan perkembangan EOCRC, dimana terjadi beberapa hal berikut:a. Pemicu Genotoksin. Bakteri patogen tertentu yang berkembang biak dalam kondisi disbiosis mampu menghasilkan zat beracun (genotoksin). Contoh paling menonjol adalah Colibactin yang diproduksi oleh strain E. coli tertentu, yang terbukti secara langsung menyebabkan kerusakan DNA ganda pada sel usus inang, memicu mutasi dan pertumbuhan tumor.b. Pemicu Peradangan Kronis. Kehadiran bakteri seperti Fusobacterium nucleatum (yang juga sering ditemukan dalam jaringan tumor) memicu respons peradangan kronis. Peradangan berkepanjangan pada usus menciptakan lingkungan yang mendorong proliferasi sel yang tidak terkontrol dan menekan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan sel-sel prakanker.c. Peran "Diet Western". Diet modern yang tinggi gula, lemak jenuh, dan rendah serat (dan rendah makanan prebiotik) secara dramatis mengubah komposisi mikrobioma. Kondisi ini mendukung pertumbuhan bakteri yang memproduksi metabolit berbahaya, sehingga mempercepat proses karsinogenesis pada usia muda.Implikasi Klinis dan Pencegahan Masa Depan Memahami EOCRC dan peran mikrobioma memberikan harapan untuk strategi pencegahan dan diagnosis yang lebih inovatif:1. Deteksi Dini Berbasis Biologi Di masa depan, skrining untuk EOCRC mungkin tidak lagi hanya bergantung pada usia atau pemeriksaan kolonoskopi melainkan berbasis biologi seperti biomarker feses. Biomarker Feses merupakan penelitian yang berfokus pada pengembangan test berbasis feses yang lebih canggih yang tidak hanya mencari darah (seperti test fecal occult blood), tetapi juga mencari tanda DNA dari bakteri pemicu kanker spesifik (F. nucleatum, dll.). Ini dapat menjadi alat skrining non-invasif dan lebih sensitif untuk populasi usia muda berisiko.2. Intervensi Mikrobioma (Terapi Presisi) Pendekatan pengobatan baru akan menargetkan akar masalah lingkungan dan bakteri, melalui:-Modulasi Diet dan Gaya Hidup Dini. Edukasi harus dimulai sejak dini, menekankan pentingnya diet kaya serat dan menghindari paparan antibiotik yang tidak perlu untuk melindungi mikrobioma yang sehat sejak masa kanak-kanak.-Terapi Probiotik dan FMT (Transplantasi Mikrobiota Feses), dimana pengembangan probiotik yang dirancang khusus atau bahkan FMT mungkin digunakan sebagai terapi tambahan. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kembali ekosistem usus, mengurangi peradangan, dan menekan pertumbuhan bakteri yang dapat memproduksi toksin.Kesimpulan Peningkatan kasus Kanker Kolon Dini (EOCRC) adalah peringatan serius bahwa kita harus lebih proaktif dalam menjaga kesehatan usus, terutama di usia muda. Penelitian tentang mikrobioma usus menunjukkan bahwa kita memiliki kekuatan besar untuk mempengaruhi risiko kanker melalui pilihan gaya hidup sehari-hari. Berikut adalah tiga langkah praktis yang dapat Anda lakukan untuk mendukung mikrobioma yang sehat dan mengurangi risiko EOCRC:1. Perkaya Diet Anda dengan Serat (Feed the Good Guys) Mikrobioma sehat bergantung pada makanan yang Anda santap. Bakteri baik hidup dari serat; ketika Anda memberinya makan, mereka menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti Butirat, yang merupakan nutrisi utama bagi sel-sel usus dan memiliki efek anti-kanker yang kuat. Tindakan Praktis: Tingkatkan asupan makanan tinggi serat seperti sayuran (terutama brokoli, kembang kol, kubis), kacang-kacangan (legume), biji-bijian utuh, dan buah-buahan (apel, pisang).2. Utamakan Makanan Fermentasi (Introduce Friendly Bacteria) Makanan fermentasi mengandung probiotik alami (bakteri hidup) yang dapat membantu memperkaya keragaman dan jumlah bakteri baik dalam usus Anda. Tindakan Praktis: Konsumsi secara teratur makanan fermentasi seperti yogurt (dengan kultur hidup), tempe, kimchi, dan kefir.3. Batasi Perusak Mikrobioma (Avoid the Enemy) Beberapa faktor gaya hidup modern secara drastis dapat mengurangi keragaman mikrobioma, menciptakan ruang bagi bakteri patogen penyebab kanker untuk berkembang biak.Tindakan Praktis:-Bijaklah dalam Penggunaan Antibiotik. Jangan meminta atau menggunakan antibiotik kecuali jika benar-benar diperlukan berdasarkan arahan dari dokter, karena antibiotik membunuh bakteri baik dan jahat secara indiskriminatif.-Kurangi Diet Western: Batasi konsumsi daging olahan, gula tambahan, dan makanan cepat saji yang tinggi lemak tak sehat, karena ini secara langsung memicu disbiosis. Ingat, kesehatan usus adalah kesehatan seluruh tubuh. Jangan pernah mengabaikan gejala seperti pendarahan rektum atau perubahan kebiasaan buang air besar yang menetap, terlepas dari usia Anda. Tindakan pencegahan terbaik dimulai dengan menjaga ekosistem usus Anda agar tetap seimbang dan beragam. Kesadaran akan risiko EOCRC harus diikuti dengan aksi. Segera unduh KonsulDong di ponsel Anda untuk panduan kesehatan yang akurat dan terpercaya.Sumber:https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/2819248https://www.tandfonline.com/doi/full/10.2217/crc-2020-0007https://www.mayoclinic.org/medical-professionals/surgery/news/addressing-the-challenges-of-early-onset-colorectal-cancer/mac-20584313

Health

3 hari yang lalu

Psoriasis: Saat Usus Mulai berbicara Lewat Kulit

Psoriasis: Saat Usus Mulai berbicara Lewat Kulit Selama ini, kita cenderung menganggap psoriasis sebagai "perang" yang terjadi di permukaan kulit. Kita sibuk mencoba berbagai macam salep, mengganti jenis sabun, hingga menjalani terapi sinar untuk menghilangkan sisik yang membandel. Namun, riset medis terbaru mulai mengungkap adanya fakta yang sering terabaikan, yaitu bahwa kulit hanyalah "papan pengumuman". Masalah sebenarnya sering kali bersembunyi jauh di dalam sistem pencernaan kita. Fenomena ini dikenal dalam dunia medis sebagai Gut-Skin Axis atau Poros Usus-Kulit. Yuk kita kenali lebih dalam!Jembatan Antara Perut dan Kulit Mungkin terdengar aneh membayangkan bahwa apa yang terjadi di usus bisa mempengaruhi siku atau kulit kepala Anda. Namun faktanya, sekitar 70% hingga 80% sistem kekebalan tubuh manusia berada di dalam usus. Usus bukan hanya sekadar tempat untuk mencerna makanan, ia adalah pusat komando imun. Ketika keseimbangan di pusat komando ini terganggu, sinyal bahaya akan dikirim ke seluruh tubuh, dan bagi penyintas psoriasis, sinyal itu muncul di permukaan kulit dalam bentuk peradangan  hingga pertumbuhan sel kulit yang terlalu cepat.Fenomena "Usus Bocor" (Leaky Gut) Salah satu penyebab tersembunyi yang jarang dibahas secara umum adalah peningkatan permeabilitas intestinal, atau yang lebih dikenal sebagai Leaky Gut (Usus Bocor). Bayangkan dinding usus Anda sebagai saringan yang sangat rapat. Saringan ini seharusnya hanya melewatkan nutrisi penting saja ke dalam aliran darah. Namun, akibat stres kronis, pola makan tinggi gula, atau konsumsi makanan olahan, saringan ini bisa "merenggang". Ketika dinding usus bocor, partikel makanan yang belum tercerna, racun, dan bakteri jahat masuk ke dalam aliran darah. Sistem imun melihat penyusup ini dan segera melepaskan reaksi peradangan secara besar-besaran. Karena tubuh sedang dalam mode "siaga satu", sel-sel kulit ikut terpicu untuk beregenerasi berkali-kali lipat lebih cepat dari normal—inilah yang kita lihat sebagai plak psoriasis.Mikrobioma: Pasukan Penjaga yang Hilang Di dalam usus kita juga terdapat triliunan bakteri yang disebut mikrobioma. Pada orang sehat, terdapat keragaman bakteri yang seimbang. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penyintas psoriasis cenderung mengalami Dysbiosis, yaitu kondisi di mana bakteri jahat lebih dominan daripada bakteri baik. Kurangnya bakteri baik (seperti Akkermansia atau Lactobacillus) membuat tubuh kehilangan "rem" alami untuk menenangkan peradangan. Tanpa rem ini, sedikit saja pemicu stres atau makanan yang salah bisa membuat psoriasis kambuh dengan hebat (flare-up).Mengapa Salep Saja Seringkali Gagal? Banyak penyintas merasa frustasi karena psoriasis mereka tetap muncul meski sudah memakai salep paling mahal. Alasannya sederhana: salep hanya memadamkan "asap" di permukaan, sementara "api" peradangannya masih berkobar di dalam usus. Mengabaikan kesehatan usus dalam penanganan psoriasis ibarat mengecat ulang dinding yang terus-menerus lembab karena pipa bocor di dalamnya. Catnya mungkin terlihat bagus sebentar, tapi noda akan kembali muncul selama pipanya tidak diperbaiki.Langkah Awal Memperbaiki Usus Jika Anda ingin mencoba pendekatan dari dalam ke luar (inside-out), berikut adalah langkah-langkah yang mulai banyak direkomendasikan oleh para ahli:1. Kurangi makanan Pro-Inflamasi: gula rafinasi, tepung terigu, dan minyak sayur olahan adalah musuh utama dinding usus.2. Konsumsi makanan minuman fermentasi: kimchi, sauerkraut, kombucha, kefir atau tempe dapat membantu memperkenalkan kembali bakteri baik ke dalam usus.3. Kelola stres dengan baik. Usus memiliki saraf yang terhubung langsung ke otak. Stres tinggi secara fisik dapat "melubangi" dinding usus.4. Cukupi kebutuhan serat Anda. Bakteri baik memakan serat. Tanpa serat, mereka akan mati dan digantikan oleh bakteri jahat pemicu radang.Kesimpulan Memahami kaitan antara usus dan psoriasis memberikan harapan baru. Psoriasis bukan lagi sekadar nasib buruk karena genetik, melainkan sebuah sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih dari dalam. Dengan memperbaiki kesehatan pencernaan, Anda tidak hanya menenangkan kulit, tapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Memahami kaitan antara usus dan psoriasis adalah langkah besar menuju pemulihan, namun Anda tidak perlu menempuh perjalanan ini sendirian. Setiap tubuh memiliki respons yang unik, dan bimbingan ahli sangat diperlukan agar Anda tidak salah langkah dalam mengatur pola makan atau pengobatan. Untuk konsultasi yang lebih personal dan praktis, segera unduh aplikasi Konsuldong. Temukan jawaban langsung dari para ahli medis tentang bagaimana mengelola psoriasis Anda dari dalam ke luar. Yuk, ambil langkah nyata pertama Anda hari ini dengan Konsuldong!" Sumber Referensi Terpercaya:1. Frontiers in Microbiology (2018): "The Gut Microbiome as a Major Regulator of the Gut-Skin Axis". https://www.frontiersin.org/journals/microbiology/articles/10.3389/fmicb.2018.01459/full2. Journal of Dermatology (2021): "Relationship between the gut microbiome and psoriasis: A review". Link Referensi

Health, News

4 hari yang lalu

Perut Begah Tak Kunjung Usai? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perut Begah Tak Kunjung Usai? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Pernahkah Anda merasa perut sangat kencang, terasa penuh, dan tidak nyaman seperti balon yang siap meletus, bahkan saat tidak sedang makan porsi banyak? Kondisi kembung yang berlangsung lama atau sering berulang tentu sangat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup. Agar tidak terus-menerus merasa tidak nyaman, mari kita bedah berbagai faktor yang mungkin menjadi penyebab di balik perut begah yang tak kunjung reda ini. 1. Gangguan pada Sistem Pencernaan Di tingkat biologis, kembung sering kali merupakan sinyal bahwa ada proses yang tidak tuntas di dalam saluran cerna. Hal ini umumnya disebabkan oleh:a. Adanya ketidakseimbangan bakteri usus. Jika populasi bakteri jahat lebih banyak daripada bakteri baik (dysbiosis), proses fermentasi sisa makanan akan menghasilkan gas berlebih di dalam lambung.b. Intoleransi makanan. Banyak orang tidak sadar bahwa mereka memiliki intoleransi laktosa (susu) atau gluten (tepung). Karena tubuh kesulitan mencerna laktosa dan gluten tersebut, maka, zat tersebut akan tertahan di dalam usus dan memicu timbulnya gas di saluran cerna.c. Kotoran yang mengendap lama di usus besar, yang dapat menghalangi jalur keluarnya gas, sehingga gas terperangkap dan memicu rasa begah yang berlama-lama.2. Kebiasaan dan Pola Hidup (Lifestyle) Seringkali, cara kita berinteraksi dengan tubuh kita sendiri menjadi pemicu utama perut terasa penuh. Beberapa hal diantaranya adalah:a. Aerofagia atau menelan udara. Kebiasaan makan yang terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, atau berbicara saat makan tanpa sadar membuat banyak udara masuk ke lambung dan menimbulkan kembung.b. Kurangnya aktivitas fisik dan gaya hidup sedenter (jarang bergerak) membuat gerakan alami usus (peristaltik) menjadi malas, sehingga gas sulit terdorong keluar.c. Pemanis buatan seperti sorbitol dan xylitol dalam produk sugar-free sulit diserap tubuh dan justru memicu fermentasi hebat di dalam usus.3. Jenis Makanan dan Minuman Pemicu Beberapa jenis asupan memiliki sifat alami yang lebih sulit diurai oleh sistem pencernaan manusia. Berikut di antaranya:a. Kelompok FODMAP (Fermentable Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides, and Polyols)  yang merupakan makanan sehat seperti bawang bombay, bawang putih, brokoli, kol, dan kacang-kacangan, mengandung karbohidrat rantai pendek yang tinggi akan gas.b. Minuman berkarbonasi / bersoda menyumbangkan gas karbon dioksida secara langsung ke dalam perut, yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung dengan seketika.c. Makanan tinggi natrium seperti garam, apabila dipakai berlebihan akan menyebabkan tubuh menahan cairan (water retention), yang membuat perut terasa bengkak dan tidak nyaman.4. Faktor Psikologis: Hubungan Otak dan Perut Pikiran dan pencernaan memiliki koneksi saraf yang sangat erat dan disebut dengan gut-brain axis. Berikut penjelasannya,a. Saat stres, tubuh masuk ke mode waspada yang memperlambat proses pencernaan, sehingga makanan tertahan lebih lama di perut dan memicu timbulnya gas.b. Pada orang dengan tingkat kecemasan tinggi, saraf di usus menjadi lebih sensitif. Hal ini membuat gas dalam jumlah normal pun terasa sangat menyakitkan dan menimbulkan sensasi begah. Hal ini disebut dengan hipersensitivitas viseral.Kesimpulan Kembung yang berkepanjangan bukan sekadar masalah salah makan, melainkan sinyal kompleks yang melibatkan pola hidup, jenis nutrisi, hingga kesehatan mental Anda. Dengan mengenali penyebabnya, Anda selangkah lebih dekat menuju kondisi perut yang lebih ringan dan terasa nyaman. Jangan biarkan rasa begah menghambat keceriaan Anda setiap hari. Jika kembung terus berlanjut dan mulai disertai gejala lain seperti nyeri hebat atau perubahan pola buang air besar, segera konsultasikan dengan ahlinya. Ingin konsultasi langsung dengan dokter dari mana saja dan kapan saja? Dapatkan diagnosis tepat dan solusi cepat untuk masalah pencernaan Anda. Mari unduh aplikasi Konsuldong sekarang di Play Store atau App Store. Konsultasi jadi lebih mudah, perut pun kembali nyaman!.Sumber:1. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gas-digestive-tract/symptoms-causes2. https://patient.info/digestive-health/irritable-bowel-syndrome-leaflet/wind-gas-and-bloating

Health

5 hari yang lalu

Cari Artikel Kesehatan Lainnya