dr. Christian
admin
Health
3 jam yang lalu

Selama ini, pemeriksaan kesehatan rutin untuk pencegahan penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah biasanya hanya fokus pada kadar Kolesterol dan LDL-C (Low-Density Lipoprotein Cholesterol). Namun, penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa angka LDL-C saja tidak selalu menggambarkan risiko serangan jantung yang akurat. Untuk perlindungan yang lebih maksimal, kita perlu memahami dua komponen lain yaitu ApoB dan Lp(a). Mari kita simak penjelasannya di bawah ini!

LDL-C adalah satuan pengukuran berat dari kolesterol yang dibawa oleh partikel-partikel di dalam darah. Masalahnya, serangan jantung tidak disebabkan oleh seberapa berat kolesterolnya, melainkan oleh seberapa banyak partikel kolesterol yang menembus masuk ke dinding pembuluh darah dan membentuk plak (penyumbatan).
Ada kondisi di mana seseorang memiliki kadar LDL-C yang rendah/normal, namun jumlah partikel kolesterolnya sangat banyak karena ukurannya kecil dan padat. Partikel kecil inilah yang paling berbahaya karena lebih mudah menyusup ke dinding pembuluh darah dan kemudian memicu peradangan.
Apolipoprotein B (ApoB) adalah protein utama yang menempel pada setiap partikel kolesterol yang berpotensi menyebabkan penyumbatan (aterogenik). Jadi, jika LDL-C adalah berat, maka ApoB adalah variabel jumlah berapa banyak partikel kolesterol ini.

Setiap satu partikel kolesterol jahat hanya memiliki satu protein ApoB. Oleh karena itu, memeriksa kadar ApoB di laboratorium memberikan informasi yang jauh lebih akurat dibandingkan LDL-C:
-ApoB tinggi berarti jumlah total partikel yang dapat merusak pembuluh darah Anda sangat banyak, terlepas dari seberapa berat angka LDL-C Anda.
-ApoB dianggap sebagai indikator risiko yang lebih kuat untuk memprediksi kejadian kardiovaskular dibandingkan pemeriksaan kolesterol standar.
Lipoprotein (a) atau Lp(a) adalah variasi dari partikel LDL yang memiliki struktur tambahan yang unik yang memiliki protein tambahan dan bersifat lengket (pro-trombotik), yang berarti selain membentuk plak, ia juga memicu penggumpalan darah yang mendadak—penyebab utama serangan jantung dan stroke pada usia muda.
Ada dua hal utama yang membuat Lp(a) perlu diwaspadai:
1. Faktor Keturunan: Kadar Lp(a) dalam tubuh seseorang ditentukan oleh genetik sejak lahir. Pola makan sehat dan olahraga hampir tidak berpengaruh dalam menurunkan angkanya.
2. Sifat Ganda: Lp(a) tidak hanya membentuk plak di dinding pembuluh darah, tetapi juga memiliki sifat yang mempercepat pembekuan darah. Inilah mengapa Lp(a) sering menjadi penyebab serangan jantung mendadak pada orang yang terlihat sehat dan bugar.
Para ahli menyarankan agar setiap orang dewasa melakukan pemeriksaan Lp(a) setidaknya sekali seumur hidup untuk mengetahui apakah mereka memiliki risiko bawaan ini.

Menjaga jantung tetap sehat berarti memahami musuh dengan lebih detail. Jika Anda memiliki faktor risiko keluarga atau ingin pencegahan yang lebih mendalam, jangan hanya terpaku pada angka LDL-C. Lakukanlah pemeriksaan ApoB untuk mengetahui jumlah partikel berbahaya, dan Lp(a) untuk melihat risiko genetik Anda. Dengan data yang lengkap, langkah pencegahan dapat dilakukan jauh lebih dini dan tepat sasaran.
Informasi adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan. Jangan biarkan angka-angka laboratorium menjadi misteri bagi Anda. Temukan panduan kesehatan yang valid, artikel medis yang mudah dipahami, serta tips pencegahan penyakit jantung yang disusun oleh para ahlinya.
Unduh aplikasi Konsuldong hari ini! Dapatkan akses ke edukasi kesehatan terpercaya yang membantu Anda mengambil keputusan terbaik untuk masa depan yang lebih sehat.
Tersedia di Google Play Store dan App Store.
b. https://www.healthline.com/health/cholesterol/cholesterol-particle-size-test#testing-options
Health
3 jam yang lalu

Health
1 hari yang lalu

Health
2 hari yang lalu

Health
3 hari yang lalu

Health, News
4 hari yang lalu

Health
5 hari yang lalu
