dr. Christian
admin
Health
6 hari yang lalu

Ditinjau oleh Redaksi Konsuldong
OCD bukan sekadar "suka bersih" atau "perfeksionis", melainkan kondisi klinis yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.
Gangguan Obsesif Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder/OCD) adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh adanya obsesi (pikiran, dorongan, atau gambaran berulang yang tidak diinginkan serta mengganggu) dan kompulsi (perilaku berulang yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan atau mencegah kejadian buruk). Meski penderita seringkali menyadari bahwa pikiran dan perilaku tersebut tidak rasional, mereka merasa kesulitan untuk mengendalikannya.

Gejala OCD umumnya terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu:
Obsesi:
-Takut berlebihan terhadap kuman atau kontaminasi.
-Pikiran agresif atau menyimpang yang tidak diinginkan.
-Ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika tidak melakukan sesuatu dengan "benar".
-Kebutuhan ekstrem akan keteraturan atau simetri.
Kompulsi:
-Mencuci tangan secara berlebihan.
-Mengecek pintu, kompor, atau kunci berulang kali.
-Menghitung, mengatur, atau mengulang kata-kata dalam pikiran.
-Menyusun barang agar sejajar atau simetris.
Gejala OCD bisa berlangsung selama berjam-jam setiap hari dan mengganggu kehidupan sosial, pekerjaan, atau pendidikan.

Apa Penyebab dan Faktor Risiko OCD?
Belum diketahui secara pasti penyebab dari OCD, namun beberapa faktor yang diduga berperan meliputi:
-Faktor genetik: OCD dapat diturunkan dalam keluarga.
-Struktur dan fungsi otak: Ketidakseimbangan neurotransmitter, khususnya serotonin, serta aktivitas berlebih pada bagian otak tertentu (seperti korteks orbitofrontal).
-Lingkungan: Stres berat, trauma, atau infeksi tertentu (misalnya infeksi bakteri streptokokus pada anak-anak).
-Kepribadian: Orang dengan kecenderungan perfeksionis atau sangat terstruktur lebih rentan mengalami OCD.
Untuk penegakkan diagnosa OCD, tentunya dilakukan oleh profesional tenaga medis kesehatan mental melalui wawancara klinis berdasarkan kriteria dari DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders). Beberapa poin yang menjadi pertimbangan adalah:
-Obsesi dan/atau kompulsi harus mengganggu aktivitas sehari-hari.
-Durasi gejala setidaknya ≥1 jam per hari.
-Penderita merasa cemas, stres, atau terganggu akibat gejala tersebut.
-Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis lain dan atau efek zat tertentu.

Bagaimana Cara Menangani dan Mengobati OCD?
1. Terapi Psikologis
-Cognitive Behavioral Therapy (CBT): Terutama metode Exposure and Response Prevention (ERP), dianggap paling efektif untuk OCD.
-Terapi dilakukan dengan memaparkan pasien pada pemicu obsesinya dan membantu mereka mencegah kompulsi.
2. Medikasi : Pemberian obat-obatan sesuai anjuran dokter
3. Terapi Kombinasi
-Kombinasi ERP dan Obat medis seringkali memberikan hasil terbaik, terutama pada kasus sedang hingga berat.
4. Perawatan Lanjutan
-Dalam kasus yang sangat berat, intervensi lain seperti stimulasi otak dalam (Deep Brain Stimulation) dapat dipertimbangkan.
-Dukungan keluarga dan edukasi pasien sangat penting dalam proses pemulihan.
Tips Mengelola OCD
-Kenali pemicunya: Catat situasi yang memicu obsesi dan kompulsi.
-Ikuti terapi secara konsisten.
-Kurangi stres melalui teknik relaksasi seperti melakukan meditasi atau pernapasan dalam.
-Melawan keinginan kompulsif secara perlahan akan membangun ketahanan diri dan pikiran.
OCD adalah gangguan mental serius yang dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Namun dengan pendekatan terapi pengobatan yang tepat, terutama terapi perilaku kognitif dan medikasi, sebagian besar penderita OCD dapat mengelola gejalanya dengan baik.

Penting untuk memahami bahwa OCD bukan sekadar "kebiasaan aneh" atau "sifat perfeksionis", melainkan kondisi yang memerlukan intervensi profesional dan dukungan sosial. Yuk, konsultasi online di aplikasi Konsuldong. Silahkan konsultasikan dengan dokter kami untuk memahami lebih dalam mengenai OCD dan dapatkan petunjuk penanganan yang tepat!
Referensi:
-National Institute of Mental Health (NIMH).
https://www.nimh.nih.gov/health/topics/obsessive-compulsive-disorder-ocd
-American Psychiatric Association. (2013). DSM-5: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders
https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/obsessive-compulsive-disorder-ocd/treatment/
Health
4 minggu yang lalu

Health
4 minggu yang lalu

Health
4 minggu yang lalu

Health
1 bulan yang lalu

Health
1 bulan yang lalu
